PT Dyandra Media International Tbk Incar Kue Pasar Lebih Besar

Jakarta, 25 Oktober 2018 — Satu per satu kesuksesan penyelenggaraan event membawa dampak positif bagi PT Dyandra Media International Tbk (Dyandra), baik berskala nasional maupun internasional. Suksesnya event, otomatis memacu pertumbuhan pendapatan Dyandra sebagai perusahaan yang memfokuskan diri pada sektor industri Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE).

This slideshow requires JavaScript.

 

Maklum saja, penyelenggaraan event merupakan salah satu dari empat bidang unit bisnis perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham DYAN ini. Event yang baru saja diselenggarakan secara gemilang oleh Dyandra Promosindo antara lain Garuda Indonesia Travel Fair (GATF), Synchronize Festival, dan YouTube FanFest. Ketiganya sukses terselenggara berkat kolaborasi dan sinergi di antara anak-anak perusahaannya.
 
Sebagai holding company, Dyandra membawahi empat anak perusahaan yang masing-masing fokus pada empat bidang usaha. PertamaPT Dyandra Promosindo mengelola bisnis Penyelenggaraan EventKeduaPT Dyamall Graha Utama menjalankan usaha Pendukung EventKetigaPT Nusa Dua Indonesia menyumbang profit dengan bisnis Ruang Konvensi dan PameranKeempatPT Graha Multi Utama menyumbang pendapatan dari bisnis Hotel.
 
Rina R. Maksum, Presiden Direktur Dyandra, menyampaikan, aktivitas unit bisnis Penyelenggaraan Event serta Ruang Konvensi dan Pameran menyumbang pendapatan usaha yang signifikan. “Kami terus berusaha mengoptimalkan kinerja perusahaan untuk memenuhi permintaan pasar MICE di Indonesia,” ujarnya.
 
Hingga September 2018, pendapatan usaha Dyandra meningkat menjadi Rp 674,04 miliar atau naik 12,44% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp 599,46 miliar. Ke depan, Dyandra akan terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi di antara anak perusahaan, khususnya mengincar potensi pasar industri yang menurut Statista, volume pasar MICE di Indonesia akan tembus US$ 24,47 miliar di tahun 2023. Tahun ini saja, Statista memprediksi, potensi pendapatan di segmen event bertiket bisa mencapai US$ 12,79 miliar.
 
Secara global, potensi pasar MICE tahun 2018 paling besar masih dipimpin Amerika Serikat yang menyentuh angka US$ 28,08 miliar. Sedangkan berdasarkan data International Congress and Convention Association (ICCA) 2017, potensi pasar Indonesia berada di urutan 40 dunia dengan 89 meeting dengan annual growth rate (CAGR) di angka 13,8%.
  
Kontribusi PT Dyandra Promosindo sebagai Penyelenggara Event
 
GATF alias Garuda Indonesia Travel Fair 2018 phase 2 yang berlangsung 5–7 Oktober 2018 merupakan program reguler PT Garuda Indonesia Tbk. Event dua kali setahun ini sangat dinanti pengunjung karena menawarkan tiket dan harga paket perjalanan wisata spesial berbagai destinasi menarik baik domestik maupun internasional. Dyandra Group telah menjadi partner penyelenggara GATF yang diselenggarakan secara nasional di beberapa kota besar di Indonesia
 
Hampir bersamaan, Dyandra juga telah merampungkan konser musik lokal Synchronize Festival. Konser yang berlangsung tiga hari tiga malam ini menampilkan 118 musisi lokal di enam panggung, yaitu Dynamic StageForest StageLake StageDistrict StageGigs Stage, dan XYZ Stage.
 
Synchronize Festival berhasil menarik kurang lebih 53.000 pengunjung yang digelar 5–7 Oktober 2018 di Pasar Gambir, Kemayoran, Jakarta. Event ini berlangsung meriah dan sukses dengan menghadirkan grup band legendaris, mulai dari Dewa 19, Padi Reborn, Sheila on 7, Project Pop, hingga raja dangdut Rhoma Irama bersama Soneta Group.
 
Synchronize Festival yang penyelenggaraannya masuk di tahun ketiga ini juga didukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan BukaLapak, perusahaan online marketplace terkemuka di Indonesia. Hadir di hari ketiga Kepala Bekraf Triawan Munaf di Synchronize Festival yang tahun sebelumnya sempat dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
 
Masih di minggu yang sama, Dyandra Promosindo juga bekerjasama di sisi operasional untuk event Live Show YouTube FanFest di JIExpo, 6 Oktober 2018. YouTube FanFest adalah acara yang menghadirkan berbagai kreator dan artis terpopuler di YouTube dari seluruh dunia. Mereka beraksi di atas panggung dan merayakan kebebasan berekspresi, menyampaikan pendapat, sekaligus merayakan kebersamaan.
 
Sedangkan hingga akhir tahun, Dyandra akan menyelenggarakan event-event besar lain, yaitu:

 

Event Dyandra Promosindo
 

NoNama EventTanggalTempat
1Pameran Umrah & Haji26 – 28 Oktober 2018Mall Ratu Indah
2KICKFEST Bandung2 – 4 NovemberLapangan Pusenif, Bandung
3Kereta Api Expo 20183 – 4 November 2018Indonesia Convention Exhibiton (ICE), BSD
4IIMS Surabaya 20187 – 11 November 2018Grand City Surabaya
5Indonesia Philanthropy Festival (FIFEST)15 – 17 November 2018Jakarta Convention Center
6Edu Fair 201816 -18 November 2018Hartono Mall
7REI Mandiri Mega Expo 201817 – 25 November 2018Jakarta Convention Center
8Edu Fair 201823 – 25 November 2018Mall Ratu Indah
9Wedding Celebration Festival (WCF)30 November – 2 Desember 2018Jakarta Convention Center
10Design Craft Festival (DCF)30 November – 2 Desember 2018Gudang Persediaan PT KAI Bandung

 
Kiprah Nusa Dua Indonesia
 

Di samping Penyelenggaraan Event, unit bisnis lain yang juga sukses menopang pendapatan Dyandra adalah PT Nusa Dua Indonesia (NDI). Perusahaan yang fokus pada bisnis Ruang Konvensi dan Pameran ini sukses menggelar Annual Meeting International Monetary Fund (IMF)–World Bank Group (WBG) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), milik NDI. Event bertaraf internasional tersebut berlangsung 8–14 Oktober 2018 dengan acara Plenary-Opening CeremonyHigh-Level Official Meeting dan Event Spaces. Total penyelenggaraan acara di BNDCC sebanyak 270 meeting selama 7 hari. Sementara 90 kamar di Bali Nusa Dua Hotel dirubah menjadi secretariat office dari MTS (Meetings Team Secretariat dari IMF/WBG), IPT (Indonesia Planning Team), International Organizations dan Country Offices.
 
NDI merupakan pemilik dan pengelola dua ruang konvensi dan pameran, yaitu BNDCC yang punya fasilitas hotel bintang lima bernama Bali Nusa Dua Hotel (BNDH) dan Dyandra Convention Center Surabaya (DCCS). Seluruh rangkaian Annual Meeting IMFWBG tersebut menggunakan dua bangunan utama BNDCC, yaitu BNDCC 1 dan BNDCC 2.
 
Beberapa event lain yang diselenggatakan di BNDCC dan menjadi lumbung pendapatan NDI antara lain:

 

Event Nusa Dua Indonesia
NoNama EventTanggal
1The 11th Food Hotel & Tourism Bali 20181 – 3 Maret 2018
2Indonesia Africa Forum10 – 11 April 2018
3The 2018 International Social and Behavior Change Communication (SBCC) Summit16 – 20 April 2018
4Asia Pacific Media Forum (APMF)2 – 4 Mei 2018
5The 71st International Institute of Welding Annual Assembly & International Conference15 – 20 Juli 2018
6The 16th Asia Pacific Congress of Pediatrics (APCP)25 – 29 Agustus 2018
7Aurance Group Corporate Meeting4 September 2018
8Federation of Asian Organizations for Radiation Oncology (FARO) Meeting6 – 8 September 2018
9The 10th World Implant Orthodontic Conference in conjunction with 13thIndonesian Association of Orthodontists Annual Meeting6 – 8 September 2018

Dana Kemanusiaan
Di luar kinerja, yang tak kalah penting adalah peran konkret perusahaan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR). Sebagai perusahaan terbuka, Dyandra Group yang juga menjadi bagian dari Grup Kompas Gramedia, menyampaikan bela rasa sebesar-besarnya untuk para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.
 
Bentuk CSR ini bukan semata-mata menuntaskan program CSR saja, namun bentuk solidaritas konkret dengan menyumbang sejumlah uang melalui Dana Kemanusiaan Kompas. Dyandra berharap, melalui dana kemanusiaan, dapat meringankan penderitaan para korban bencana gempa dan tsunami yang juga telah merenggut lebih dari 2.010 jiwa tersebut.

Tentang PT Dyandra Media International Tbk
 

PT Dyandra Media International Tbk resmi menjadi perusahaan publik pada tanggal 25 Maret 2013 dengan mencatatkan 1.282.000.000 lembar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada awal berdirinya, tahun 2007, Dyandra dibentuk sebagai perusahaan induk (holding company) bagi beberapa perusahaan yang bergerak di industri Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE), yang telah terlebih dahulu didirikan.
 
PT Dyandra Promosindo merupakan perusahaan pertama yang didirikan. Hadir sejak 3 Maret 1994, perusahaan ini bergerak di bidang penyelenggaraan pameran di Indonesia. Seiring dengan pertumbuhannya, PT Dyandra Promosindo memperluas usahanya dengan membuka kantor-kantor cabang di Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar.
 
Perseroan membagi bidang usahanya menjadi 4 pilar bisnis yaitu:
  1. Bisnis Penyelenggara Event/Pameran (PT Dyandra Promosindo)
  2. Bisnis Pendukung Event (PT Dyamall Graha Utama)
  3. Bisnis Ruang Konvensi dan Pameran (PT Nusa Dua Indonesia)
  4. Bisnis Hotel (PT Graha Multi Utama)

Related posts

Leave a Comment