Jakarta – 30 Maret 2020″warnaplus.com” – Lazada Indonesia bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mendonasikan dana untuk pencegahan penyebaran COVID-19 di Indonesia. Lazada Indonesia akan mendonasikan dana tambahan senilai 1.6 milyar rupiah dari total donasi yang diberikan konsumen melalui halaman BAZNAS di platform Lazada.

Format donasi digital menggunakan teknologi dan pembayaran aman secara online untuk melakukan transfer langsung khusus kepada BAZNAS untuk penanganan COVID-19. Donasi akan disalurkan oleh BAZNAS untuk melakukan disinfektasi area beresiko tinggi, menyiapkan wadah pencucian tangan portable serta distribusi hand sanitizers. Dana juga akan digunakan untuk membantu penyediaan swab test COVID-19 untuk orang yang merasa kurang sehat.

Li Chun, Chief Executive Officer of Lazada Indonesia mengatakan, “Lazada Indonesia bersatupadu bersama seluruh Indonesia, mendukung upaya negara dalam melawan COVID-19. Kami berterima kasih dapat bekerjasama dengan BAZNAS untuk membantu mewujudkan upaya pencegahan COVID-19 menjadi aksi nyata sehingga para garda depan di zona beresiko terlindungi. Saya senang Lazada dapat memberikan donasi tambahan atas donasi digital yang diterima melalui halaman BAZNAS untuk COVID-19 di Lazada.”

Arifin Purwakananta, Presiden Direktur BAZNAS mengatakan, “Sebagai instansi yang fokus dalam penyaluran dana untuk membantu mereka yang membutuhkan, BAZNAS akan fokus untuk mendukung aksi pencegahan COVID-19 di berbagai area dan mereka yang tidak dapat sepenuhnya tinggal di rumah. Dengan semangat yang sama, kami juga berupaya membangun kesadaran masyarakat untuk ikut berdonasi dan membantu mereka yang terdampak pandemik ini. Kami berharap dengan tambahan donasi yang dipadukan oleh Lazada, semakin banyak orang dapat #tetapsehat dan #tetapkuat meskipun mereka tidak dapat sepenuhnya untuk #tetapdirumah selama periode ini.”

Kampanye donasi akan dimulai tanggal 26 Maret, 2020 dan akan tersedia melalui platform dan aplikasi Lazada. Untuk berdonasi, prosedurnya sebagai berikut:
1. Klik banner halaman BAZNAS untuk Pencegahan Covid-19 di Lazada
2. Masuk ke halaman BAZNAS di aplikasi Lazada
3. Pilih nominal donasi yang Anda inginkan, donasi mulai dari IDR10,000

Chun menambahkan, “Kami berharap metode berbagi secara digital ini akan memudahkan konsumen di Indonesia dalam menyalurkan donasi mereka. Kami selalu berkomitment untuk berdiri bersama dengan komunitas dimana kami beroperasi, Indonesia telah menjadi rumah
bagi kami selama 8 tahun. Kita akan bisa melewati ini karena kami #strongertogether dalam usaha untuk melawan COVID-19.”

Kerjasama ini merupakan inisiatif Lazada Indonesia selain donasi peralatan pencegahan COVID-19 dari Alibaba Foundation dan Jack Ma Foundation. Lazada merupakan platform andalan Alibaba Group di Asia Tenggara.

Seluruh donasi akan diterima dan disalurkan langsung oleh BAZNAS. Lazada tidak mengambil keuntungan apapun dari donasi di LazadaForGood platform. (Icho)

https://Indonesianmotorshow.com

Jakarta, 1 April2020″warnaplus.com” – Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya COVID-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (1/4/2020). Saat ini progres keseluruhan konstruksi telah mencapai 94,42% dan ditargetkan pekan depan sudah dapat dioperasikan.

“Fasilitas observasi/penampungan/karantina ini maksimal Senin (6/4/2020) sudah bisa dioperasikan, memang ada keterlambatan kemarin sekitar 3-4 hari karena transportasi bahan-bahan material dalam pengiriman terkendala cuaca,” kata Presiden Jokowi.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo sekaligus Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19.

Rencana kapasitas tampung Fasilitas Penampungan/Karantina/Observasi adalah 1.000 tempat tidur. Pada Tahap I akan dibangun 2 gedung bertingkat 2 untuk menampung 360 tempat tidur yang terdiri dari fasilitas observasi sebanyak 340 tempat tidur, sedangkan 20 tempat tidur lainnya merupakan fasilitas ruang isolasi Intensive Care Unit (ICU).

Adapun sebanyak 340 tempat tidur fasilitas observasi akan diprioritaskan terlebih dahulu untuk orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 240 tempat tidur dan 100 tempat tidur untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sisanya 640 tempat tidur akan dilaksanakan pembangunan fasilitasnya pada tahap II.

“Semua ini memang kita rencanakan dan kita siapkan, kita berharap tidak dipakai, tetapi paling tidak kita siapkan. Ada mobilitas Tenaga Kerja Indonesia dari Malaysia yang pulang untuk mudik, ini harus kita kontrol dan bersih, sehingga tidak menyebar. Nanti kalau semua sudah selesai, fasilitas ini kita siapkan untuk rumah sakit penyakit menular dan riset,” tutur Presiden.

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas tersebut yaitu memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar di Pulau Galang, tepatnya kawasan eks pengungsi Vietnam. Area pengembangannya berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari Kota Batam.

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang di bawah supervisi Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Ditjen Cipta Karya. Bertindak selaku kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya, sedangkan konsultan Manajemen Konstruksi adalah PT Virama Karya.

This slideshow requires JavaScript.

Pembangunannya dibagi menjadi 3 Zonasi, yakni Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house. Sementara Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helicopter (helipad), dan zona utilitas.

Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi.

Untuk mendukung penyediaan air bersih pada fasilitas observasi/penampungan/karantina tersebut, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ditjen SDA telah menyelesaikan pemasangan pipa transmisi air baku sepanjang 13,8 km bersumber dari Waduk Monggak Rempang. Tampungan air ini menjadi pilihan untuk sumber air baku fasilitas observasi/penampungan/karantina karena memiliki debit air yang cukup yakni sebesar 232 liter/detik dan lokasinya tidak jauh dari Pulau Galang yakni berjarak 16 km. Waduk ini memiliki volume tampung 5,1 juta m3 dengan luas genangan 154, 6 hektar.

Selanjutnya juga telah dilakukan pengerukan dan perluasan Embung Camp Vietnam dari luas eksisting 0,082 hektar menjadi 0,67 hektar. Kemudian pekerjaan galian seluas 6500 m3 dan timbunan 2000 m3 serta pemasangan Instalansi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas 5 liter/detik dan reservoir berkapasitas 50 m3 dari Waduk Monggak Rempang yang sudah dilakukan uji coba. (Iko Muhyidin)

Jakarta, 30 Maret 2020″warnaplus.com” – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menyelesaikan pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya COVID-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pembangunan fasilitas tersebut sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo dengan keseluruhan progres konstruksi saat ini sudah 92%.

Semula fasilitas ini ditargetkan selesai pada tanggal 28 Maret 2020, namun karena kendala faktor pengiriman barang, termasuk material konstruksi, akibat cuaca buruk, maka target penyelesaian bergeser menjadi tanggal 5 April 2020. Target ini disesuaikan dengan memperhatikan keterlambatan pengiriman material, pemasangan instalasi kesehatan, dan mobilisasi petugas medis.

Rencana kapasitas tampung Fasilitas Penampungan/Karantina/Observasi adalah 1.000 tempat tidur. Pada Tahap I akan dibangun 2 gedung bertingkat 2 untuk menampung 340 tempat tidur yang diprioritaskan untuk diselesaikan terlebih dahulu sebanyak 240 tempat tidur untuk orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 100 tempat tidur untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Adapun 340 tempat tidur tersebut merupakan fasilitas observasi non ICU, sedangkan 20 tempat tidur lainnya merupakan fasilitas ICU. Sisanya 640 tempat tidur akan dilaksanakan pembangunan fasilitasnya pada tahap II.

This slideshow requires JavaScript.

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas tersebut yaitu di eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari
Kota Batam dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi, yakni Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Sementara Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helicopter (helipad), dan zona utilitas.

Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi.

Keseluruhan pekerjaan berlangsung dibawah supervisi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Ditjen Cipta Karya. Bertindak selaku kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya, sedangkan konsultan Manajemen Konstruksi adalah PT Virama Karya.

 

Berdasarkan Rapat Koordinasi antara Kementerian PUPR, TNI, Kontraktor BUMN & Konsultan Manajemen Konstruksi pada Minggu, 29 Maret 2020 bahwa kelengkapan furniture akan masuk ke fasilitas ex-Sinam mulai Minggu, 29 Maret 2020, TNI akan mengelola dan mulai menempatkan petugas medik Rabu, 1 April 2020.(Iko Muhyidin)

Jakarta, 31 Maret 2020:warnaplus.com” – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran bagi stimulus fiskal subsidi perumahan sebesar Rp1,5 Triliun untuk 175.000 rumah tangga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal tersebut sebagai salah satu antisipasi dampak ekonomi akibat Virus Covid-19 sesuai Kebijakan Stimulus Fiskal Presiden RI Joko Widodo, yang salah satunya dalam bidang perumahan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko D. Heripoerwanto mengatakan, bentuk stimulus fiskal tersebut berupa pengalokasian dana untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan tetap memberikan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) untuk KPR.

“SSB dan SBUM diharapkan akan operasional pada 1 April 2020 melalui Bank Pelaksana yang telah bekerja sama dengan Kementerian PUPR. Saat ini 3 (tiga) bank telah menyatakan minat sebagai bank pelaksana, yaitu Bank BTN, Bank BNI, dan Bank BRI. Kementerian PUPR masih membuka peluang bagi bank lain yang ingin bekerja sama, sehingga MBR mendapatkan kesempatan seluas-luasnya memanfaatkan jaringan bank di daerah untuk mengakses subsidi perumahan ini,” kata Heri dalam jumpa pers daring, Selasa (31/3/2020).

Ditambahkan Heri, dua skema pembiayaan tersebut kembali dihadirkan karena melihat kinerja tahun sebelumnya bahwa keduanya merupakan subsidi yang banyak diterima masyarakat diantara skema lainnya seperti FLPP [Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan] dan BP2BT [Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan].

Menurutnya, manfaat yang didapatkan MBR dari SSB yaitu pembayaran angsuran KPR dengan suku bunga sebesar 5% per tahun selama 10 tahun. Pemerintah akan membayarkan subsidi sebesar selisih angsuran antara suku bunga pasar dari perbankan dengan angsuran yang dibayar debitur/nasabah.

“Khusus untuk pembelian rumah tapak, MBR akan mendapatkan manfaat tambahan yaitu pemberian sebagian uang muka KPR melalui SBUM sebesar Rp4 juta,-, dan khusus untuk Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat mendapat SBUM sebesar Rp10 juta,” ungkap Heri.

This slideshow requires JavaScript.

Terkait dengan persyaratan untuk mendapat subsidi, antara lain dikatakan Heri, harus merupakan warga negara Indonesia (WNI) berpenghasilan maksimal Rp8 juta, belum punya rumah, dan belum pernah mendapat subsidi. “Melalui pemberian stimulus fiskal subsidi perumahan ini diharapkan dapat membantu MBR untuk mendapatkan rumah yang layak huni dan terjangkau, terutama pada masa sulit pandemi COVID-19,” ujarnya.

Heri menyatakan, dengan adanya stimulus fiskal subsidi perumahan melalui SSB dan SBUM pada tahun 2020 ini, secara keseluruhan target Pemerintah dalam pemberian fasilitasi bantuan pembiayaan perumahan kepada sebanyak 330.000 rumah tangga MBR diharapkan dapat tercapai.

“Jumlah tersebut terdiri dari KPR FLPP sekitar 88.000 rumah tangga MBR (diluar percepatan penyaluran pada tahun 2019), BP2BT sebanyak 67.000 rumah tangga MBR, dan KPR SSB sebanyak 175.000 rumah tangga MBR,” tutur Heri.

Diungkapkan juga oleh Heri bahwa per tanggal 30 Maret 2020, total debitur KPR FLPP sebanyak 12.375 rumah tangga MBR. “Pemerintah berupaya semaksimal mungkin membantu MBR agar dapat memenuhi salah satu kebutuhan pokok kehidupan, yaitu tempat tinggal,” ujarnya. (Iko Muhyidin)

Jakarta, 29 Maret 2020″warnaplus.com” – Di tengah merebaknya pandemi Virus COVID-19 (Corona), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan infrastruktur dalam rangka menjaga keberlanjutan kegiatan ekonomi.

Langkah pencegahan COVID-19 telah dilaksanakan Kementerian PUPR salah satunya dengan dikeluarkannya Instruksi Menteri (Inmen) No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi yang ditandatangani pada 27 Maret 2020.

Instruksi tersebut sebagai bagian dari tindaklanjut arahan Presiden Joko Widodo pada 15 Maret 2020 terkait upaya pencegahan COVID-19 dan adanya penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Kementerian Kesehatan serta atas pertimbangan perkembangan pandemi COVID-19.

Poin-poin penting diinstruksikan oleh Menteri PUPR dalam penyelenggaraan jasa konstruksi di tengah merebaknya Virus COVID-19, yakni:

Penyelenggaraan jasa konstruksi dapat diberhentikan sementara akibat keadaaan kahar jika teridentifikasi: (i) Memiliki risiko tinggi akibat lokasi proyek berada di pusat sebaran; (ii) Telah ditemukan pekerja yang positif dan/atau berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP); atau (iii) Pimpinan Kementerian/Lembaga/Instansi/Kepala Daerah telah mengeluarkan peraturan untuk menghentikan kegiatan sementara akibat keadaan kahar.

Pelaksanaan pemberhentian pekerjaan sementara tersebut harus mengacu pada Mekanisme Penghentian Pekerjaan Sementara yang terdapat pada Lampiran Tindak Lanjut terhadap Kontrak Penyelenggaraan Jasa Konstruksi pada Inmen PUPR. Penghentian sementara tidak melepaskan hak dan kewajiban Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa terhadap kompensasi biaya upah tenaga kerja konstruksi, subkontraktor, produsen dan pemasok yang terlibat. Artinya, upah tenaga kerja konstruksi tetap dibayarkan.

Hal ini dimaksudkan untuk tetap melindungi hak-hak dan kewajiban para pihak dengan tetap memperhatikan upaya pencegahan dan penanganan COVID-19.

Perlu adanya percepatan penyiapan dan pembangunan infrastruktur dalam rangka penanganan COVID-19, sebagaimana tercantum dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 04/2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Secara garis besar, skema protokol pencegahan COVID-19 dalam penyelenggaraan jasa konstruksi dalam Instruksi Menteri mengatur beberapa hal sebagai berikut:

1) Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan COVID-19;
2) Identifikasi Potensi Bahaya COVID-19 di lapangan
3) Penyediaan Fasilitas Kesehatan di lapangan
4) Pelaksanaan Pencegahan COVID-19 di lapangan

Sedangkan upaya tindak Lanjut terhadap Kontrak Penyelenggaraan Jasa Konstruksi meliputi :

1) Mekanisme Penghentian Pekerjaan Sementara
2) Mekanisme Pergantian Spesifikasi
3) Kompensasi Biaya Upah Tenaga Kerja dan Subkontraktor/Produsen/Pemasok

Berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan barang jasa konstruksi, lebih lanjut diatur mengenai kemudahan dan perluasan akses dalam proses pengadaan jasa konstruksi yang dapat dilakukan secara online maupun offline sesuai dengan ketentuan dalam Lampiran Skema Protokol Pencegahan COVID-19 pada Instruksi Menteri. Pengaturan ini dimaksudkan untuk meminimalisir risiko penyebaran COVID-19 dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah dalam proses pengadaan barang jasa konstruksi.

Diharapkan dengan adanya Instruksi Menteri ini, dapat dipastikan bahwa penyelenggaraan Jasa Konstruksi tetap berjalan secara efektif dan efisien, serta tidak mengganggu pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Indonesia dan tetap dilaksanakan sebagai bagian dari penanganan dampak sosial dan ekonomi dari COVID-19. (Iko Muhyidin)

Jakarta, 29 Maret 2020″warnaplus.com” – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Jembatan Tumbang Samba yang menghubungkan Desa Telok dan Desa Samba Danum, di Kecamatan Katingan Tengah, Provinsi Kalimantan Tengah. Progres pekerjaan saat ini telah mencapai 99% dan diharapkan akhir Maret 2020 akan seluruhnya tuntas.

Menteri Basuki mengatakan, Jembatan Tumbang Samba, dengan tersambungnya jalan tersebut diharapkan kegiatan ekonomi di daerah sekitar dapat terus tumbuh dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

“Semakin terhubungnya Lintas Tengah Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena di sekitarnya terdapat perkebunan seperti sawit, karet dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik,” kata Menteri Basuki.

This slideshow requires JavaScript.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin Ditjen Bina Marga Budi Harimawan Semihardjo mengatakan pembangunan Jembatan Tumbang Samba bertujuan untuk membuka kawasan terisolir di Utara Katingan dan melengkapi struktur jaringan jalan nasional dari Kalimantan Tengah menuju Kalimantan Barat dan sebaliknya, sehingga akan membawa efek positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Utara Katingan.

Kehadiran jembatan yang melintasi Sungai Katingan sudah sangat ditunggu dan direspon positif oleh masyarakat Kalteng, karena akan mempermudah pergerakan masyarakat dari bagian hulu atau Utara Kabupaten Katingan ke Pasar Tumbang Samba hingga ke batas Kalbar. Untuk uji beban (loading Tes) Jembatan Tumbang Samba telah dilaksanakan pada tanggal 20 dan 21 Maret 2020 lalu.

Jembatan Tumbang Samba dibangun mulai tahun 2016 dengan nilai kontrak tahun jamak sebesar Rp 298 miliar. Pekerjaan konstruksi jembatan dilaksanakan oleh PT. Wijaya Karya (Persero)Tbk yang juga memproduksi sendiri pelengkung baja jembatan tersebut, dengan Konsultan Supervisi PT. Perentjana Djaja juga memproduksi sendiri pelengkung baja jembatan tersebut.

Jembatan dengan panjang total 843,2 meter tersebut akan menjadi yang terpanjang di Provinsi berjuluk “Bumi Tambun Bungai” dan dilengkapi dengan jembatan penghubung dan jalan pendekat pada kedua sisi. Jembatan itu nantinya bakal dimanfaatkan oleh lalu lintas kendaraan dari berbagai daerah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menggunakan jasa kapal fery untuk menyeberangi Sungai Katingan untuk mengangkut kendaraannya.(Icho)

Jakarta, 28 Maret 2020″warnaplus.com” – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendukung pengurangan dan pengelolaan sampah baik melalui upaya struktural dengan membangun infrastruktur persampahan maupun upaya non struktural yakni mendorong perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Tingkat volume sampah yang tinggi, khususnya di kawasan perkotaan mendorong Kementerian PUPR untuk terus mengembangkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan dalam mengatasi permasalah sampah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dukungan inovasi dan teknologi diperlukan dalam pembangunan infrastruktur untuk menjadi lebih baik, cepat, dan lebih murah. Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif, dan ramah lingkungan juga didorong guna menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan sehingga manfaat infrastruktur dapat dirasakan generasi mendatang.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman (Puskim) Kementerian PUPR telah mengembangkan teknologi pembakaran sampah yang ramah lingkungan yakni Tungku Sanira (sampah nir racun) untuk menangani permasalahan sampah. Tungku Sanira digunakan untuk penanganan residu sampah, yang dapat diterapkan pada industri/pabrik, pertokoan, pasar, dan lingkungan permukiman. Dengan penanganan sampah melalui pembakaran ini dapat mengurangi sampah hingga 80-98%, tergantung komposisi dan derajat recovery sampah. Dengan demikian sistem pembakaran sampah ini dapat mengurangi sampah yang ditimbun di TPA sampah.

This slideshow requires JavaScript.

Pembakaran Tungku Sanira terdiri dari 2 tahap yaitu pembakaran sampah di dalam ruang bakar dan pembakaran gas atau asap di dalam jaringan pipa ruang bakar. Pada sistem pembakaran asap akan melalui proses filter udara yang terdiri atas 3 tahap yakni filter partikulat/abu terbang dengan siklon, filter udara dengan dikondensasikan dalam jaringan pipa, dan filter udara setelah kondensasi diberi kabut air melalui sprayer.

Proses pendinginan udara dilakukan dengan mengalirkan air yang digunakan sprayer secara sirkulasi melalui menara pendingin dan pengendapan. Menara pendingin air berupa cascade untuk mempercepat proses pendinginan dan penambahan oksigen serta pengurangan partikel. Penggunaan filter asap dan sistem water spray menjadikan sampah hasil pembakaran tidak mengeluarkan asap gas C02 sehingga ramah lingkungan.

Proses pengurangan sampah dengan sistem pembakaran Tungku Sanira tidak membutuhkan bahan bakar minyak maupun gas tetapi cukup dengan memanfaatkan sampah organik dan anorganik kering sebagai bahan bakarnya, seperti ranting, kertas, dan sebagainya. Saat proses menyalakan api memerlukan oksigen dengan menggunakan blower.

Tenaga listrik yang dibutuhkan sebesar 1.000 watt digunakan untuk mesin blower, pompa air, pompa sprayer. Jenis sampah yang dapat dibakar dalam Tungku Sanira berupa residu sampah yang kadar airnya kurang dari 40%, baik sampah organik dan anorganik kecuali logam, kaca dan bahan lain yang tidak dapat terbakar. Kapasitas bakar Tungku sebesar 1 – 2 m3/jam dengan luas area minimal yang dibutuhkan 5 m x 5 m atau 25 m2. Suhu pembakaran dapat mencapai 800 derajat celcius.

Kendati dapat dioperasional sebagai pengolah sampah mandiri, teknologi ini akan lebih efektif apabila diintegrasikan dengan pengolahan sampah lain, seperti pengolahan sampah dengan menerapkan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) melalui pengomposan, daur ulang sampah dan manajemen bank sampah. Bahkan jika dioperasikan secara terus menerus 24 jam, Tungku Sanira berpotensi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik mini. Teknologi ini telah mendapat label sebagai non-toxic waste furnace atau tungku pemusnah sampah nir racun.

Dari hasil penelitian, emisi gas buang yang dihasilkan teknologi Tungku Sanira telah memenuhi baku mutu yang berlaku di Indonesia, yakni sesuai dengan Keputusan Bappedal Nomor 03/Bapedal/09/1995 atau Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.70/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku Mutu Emisi Usaha Dan/Atau Kegiatan Pengolahan Sampah Secara Termal, selain Dioxins dan Furans. Di Indonesia sendiri belum ada laboratorium yang memiliki fasilitas pengujian Dioxins dan Furans. (Icho)

Jakarta, 27 Maret 2020″warnaplus.com” – Memasuki akhir Maret Tahun Anggaran 2019, penyerapan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga 27 Maret 2020 sebesar 7,42% atau senilai Rp 9,13 triliun dari total anggaran tahun 2020 sebesar Rp 123,17 triliun. Sementara untuk progres pembangunan fisik sebesar 6,97%.Penyerapan tersebut secara persentase sedikit lebih rendah dari bulan yang sama tahun 2019 yakni sebesar 7,56% dengan dana APBN-P Kementerian PUPR 2019 sebesar Rp 121,9 triliun.

Progres penyerapan anggaran yang relatif stabil itu tidak terlepas dari sistem lelang dini yang dilakukan Kementerian PUPR. Proses lelang untuk proyek tahun 2020, sudah dilakukan sejak bulan November tahun 2019. Hingga 27 Maret 2020 tercatat data paket dalam Sistem Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) sebanyak 7.370 paket senilai Rp 95,5 triliun.

Dari total paket tersebut, progres paket yang terkontrak sebanyak 2.926 paket (51,28%) dengan nilai Rp 48,9 triliun terdiri dari paket Multiyears contract (MYC), MYC baru dan Single Years Contract (SYC). Sebanyak 1.935 paket senilai Rp 16,3 triliun (17,08%) masih dalam proses lelang dan sisanya 2.509 paket senilai Rp 30,2 triliun (31,65%) yang masih belum proses lelang.

This slideshow requires JavaScript.

Belanja anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia diantaranya meningkatkan konektivitas antar wilayah, membangun dari pinggiran, ketahanan pangan dan air, meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas perumahan dan permukiman.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan belanja infrastruktur di Kementerian PUPR harus berkualitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui investasi. Infrastruktur yang dibangun harus memberikan dampak ekonomi, yakni pemerataan hasil-hasil pembangunan, pertumbuhan kawasan, dan membuka lapangan pekerjaan di sektor konstruksi dan ikutannya.

Belanja infrastruktur yang dilakukan Kementerian PUPR turut menggerakan sektor rill di berbagai daerah sehingga diharapkan dapat mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global akibat Pandemi COVID-19 yang terjadi sekarang.”Untuk itu, realisasi belanja infrastruktur PUPR juga harus dirasakan langsung manfaatnya, terutama meningkatkan daya beli masyarakat kecil yang merata hingga pelosok desa di seluruh Indonesia,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Menteri Basuki menambahkan bahwa dalam membelanjakan uang negara Presiden Jokowi memberikan arahan agar program yang direncanakan fokus pada outcome, memprioritaskan pada kegiatan utama, bukan kegiatan pendukung seperti mengurangi anggaran rapat, perjalanan dinas. Selain itu juga menekankan pentingnya konsolidasi dan sinergi antara Pemerintah Pusat, Daerah dan Sektoral.

Seluruh program harus dipastikan berjalan dengan baik dan maksimal, serta melakukan pemantauan secara berkala dan menghentikan praktek korupsi, pemborosan, mark- up dan memastikan setiap proyek bermanfaat untuk kepentingan rakyat. “Program tidak hanya output namun sampai benefit dan outcome. Seperti program pembangunan bendungan harus diikuti oleh pembangunan jaringan irigasi sehingga bisa mendukung pertanian di desa sebagai basis pertumbuhan ekonomi,” kata Menteri Basuki. (Icho)

Jakarta, 27 Maret 2020″warnaplus.com” – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat realisasi Program Padat Karya Tunai (PKT) 2020, salah satunya adalah Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang menjangkau 6.000 lokasi dengan anggaran Rp 1,35 triliun yang dilaksanakan oleh Balai Besar/ Balai Wilayah Sungai Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air di seluruh Indonesia.

Dengan percepatan realisasi program PKT ini diharapkan dapat mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global akibat Pandemi COVID-19 yang terjadi sekarang. Hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengalihkan anggaran guna mempertahankan daya beli masyarakat terutama rakyat kecil yang disampaikan saat video konferensi Rapat Terbatas dari Istana Merdeka beberapa saat lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan program infrastruktur kerakyatan atau Padat Karya Tunai sangat penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Selain untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok. Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical & social distancing,” ujar Menteri Basuki.

P3TGAI merupakan pekerjaan pembangunan saluran irigasi tersier yang dikerjakan oleh petani atau penduduk setempat dengan diberikan upah sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama di antara dua musim tanam dan panen.

Tahun ini P3TGAI dibagi menjadi tiga tahap, di mana tahap I akan dimulai pada April 2020 dan ditargetkan akan rampung dalam waktu 3-4 bulan yakni pada Juni atau Juli 2020. Program tahap I dilaksanakan di 1.653 lokasi yang tersebar di 31 provinsi.

Lokasi P3TGAI tahap I yakni Aceh 50 lokasi, Sumatera Utara 68 lokasi, Riau 15 lokasi, Kepulauan Riau 2 lokasi, Sumatera Barat 38 lokasi, Jambi 44 lokasi, Bengkulu 37 lokasi, Sumatera Selatan 74 lokasi, Lampung 48 lokasi, Banten 46 lokasi, Jawa Barat 183 lokasi, Jawa Tengah 125 lokasi, Yogyakarta 40 lokasi, Jawa Timur 215 lokasi, Kalimantan Barat 60 lokasi, Kalimantan Tengah 15 lokasi, Kalimantan Selatan 15 lokasi, Kalimantan Timur 27 lokasi, Bali 41 lokasi, Nusa Tenggara Barat 58 lokasi, Nusa Tenggara Timur 48 lokasi, Sulawesi Utara 45 lokasi, Gorontalo 50 lokasi, Sulawesi Tengah 38 lokasi, Sulawesi Barat 29 lokasi, Sulawesi Tenggara 50 lokasi, Sulawesi Selatan 72 lokasi, Maluku 27 lokasi, Maluku Utara 21 lokasi, Papua Barat 24 lokasi dan Papua 48 lokasi.

P3TGAI dilaksanakan dengan metode Swakelola – Pola Pemberdayaan – Partisipatif – Padat Karya dengan anggaran Rp 225 juta. Anggaran untuk pembangunan fisik sebesar 87% atau Rp 195 juta dan pendampingan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebesar 13% atau Rp 30 juta sehingga menciptakan penyerapan tenaga kerja. (Icho)

Jakarta, 26 Maret 2020″warnaplus.com” – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 Km yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kota Lama dengan Kecamatan Poasia di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Pembangunan jembatan bertujuan untuk mendukung konektivitas bagi pengembangan wilayah selatan Kota Kendari yakni daerah Poasia dan Pulau Bungkutoko yang akan dikembangkan menjadi kawasan industri, Pelabuhan Kendari New Port, dan kawasan permukiman baru.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan konektivitas antar wilayah diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. Dengan konektivitas yang semakin lancar diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga dapat membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

“Pembangunan infrastruktur jembatan, flyover dan underpas akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas, di samping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

This slideshow requires JavaScript.

Pemerintah telah mencanangkan pembangunan kawasan pelabuhan di Pulau Bungkutoko yang menjadi bagian pengembangan Kota Kendari dengan dibangunnya Pelabuhan New Port Bungkutoko seluas 66 hektar. Kawasan pelabuhan ini merupakan pindahan dari pelabuhan lama di kawasan Kota Lama. Pelabuhan Bungkutoko diproyeksikan menjadi pintu masuk bagi komoditi dari dan ke luar Kota Kendari maupun Provinsi Sulawesi Tenggara dengan adanya rencana pembangunan kawasan industri penunjang seluas 26 Ha. Di area pelabuhan juga akan dibangun terminal antar moda (20 Ha), terminal multipurpose (32 Ha), terminal penumpang (23 Ha), dan tracking mangrove (24 Ha).

Selain mendukung aksesibilitas pelabuhan baru, Jembatan Teluk Kendari juga akan meningkatkan konektivitas jalan nasional dan jalan lingkar luar (Outer Ring Road) Kota Kendari. Berdasarkan road map, panjang pembangunan jalan lingkar luar sekitar 40 Km yang menghubungkan Kota Kendari dengan Kabupaten Konawe.

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari Ditjen Bina Marga. Konsorsium kontraktor adalah PT. PP dan PT Nindya Karya dengan biaya APBN sebesar Rp 809 miliar melalui skema kontrak tahun jamak (MYC) 2015-2020. Pengerjaan konstruksinya terdiri dari pembangunan jalan pendekat atau oprit (602,5 m), approach span (357,7 m), side span (180 m), bentang utama atau main span (200 m). Jembatan dengan tipe cable stayed ini memiliki lebar 20 meter dengan empat lajur serta median dan trotoar. Hingga 10 Maret 2020, progres konstruksi seluruhnya mencapai 85,1%.

Dengan selesainya Jembatan Teluk Kendari juga akan mempermudah akses masyarakat yang berada di kawasan Kota Lama atau Poasia yang selama ini dipisahkan oleh Teluk. Masyarakat harus menyeberangi Teluk Kendari menggunakan kapal ferry atau memutari teluk sejauh 20 Km dengan waktu tempuh 30-35 menit. Dengan adanya Jembatan Teluk Kendari maka jarak semakin dekat dan waktu tempuh yang dibutuhkan hanya sekitar 5 menit. (Icho)

Jakarta, 25 Maret 2020″waenaplus.com” – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya COVID-19 (Corona) di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pembangunan fasilitas tersebut sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo dengan target selesai akhir Maret 2020.

“Secara keseluruhan progres konstruksi sudah 78% dan optimis selesai pada 28 Maret 2020. Material konstruksi saat ini sudah di lokasi semua. Saat ini tenaga kerja di lapangan berjumlah 1600 orang,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular di Pulau Galang, Rabu (25/3/2020) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Idham Aziz.

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas tersebut yaitu di eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari Kota Batam dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar. “Tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga fasilitas pendukungnya, seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki minta agar kontraktor memenuhi target waktu yang direncanakan, yakni 28 Maret 2020. Namun dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan kerja terkait wabah COVID-19, terutama dalam menjaga kebersihan dan jarak aman dalam berkomununikasi.

Rencana kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur untuk Fasilitas Penampungan/Karantina/Observasi
terhadap Penyakit yang disebabkan Virus Corona/COVID-19. Pada Tahap I dibangun fasilitas dengan daya tampung 360 tempat tidur
dan Tahap II sebanyak 640 tempat tidur.

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi, yakni Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house. Untuk progres konstruksi mess perawat saat ini sudah sekitar 80%, mess petugas 80%, dan mess dokter 80%. Selanjutnya untuk gedung sterilisasi saat ini progres konstruksinya sudah 97%, gedung farmasi 97%, gedung gizi 97%, gedung laundry 97%, gudang 97%, dan power house 97%.

Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helicopter (helipad), dan zona utilitas. Material modul panel yang telah dikirim dari Jakarta saat ini sudah selesai dipasang sebanyak 4 modul untuk ruang observasi berkapasitas 5 tempat tidur.

Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Diana Kusumastuti menambahkan, “Berbagai perlengkapan medis akan dikirim ke Pulau Galang mulai sore ini dengan pesawat Hercules TNI.”

This slideshow requires JavaScript.

Pada tahap awal akan dibangun 2 gedung bertingkat 2 berada di Zona B yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) terdiri dari ruang observasi dan ruang isolasi untuk Intensive Care Unit (ICU) dan untuk Non ICU. Saat ini progres pembangunan Gedung Isolasi ICU (20 bed) mencapai 71%, Gedung Observasi 1 (50 bed) sebesar 56%, Gedung Observasi 2 (50 bed) sebesar 59%, Gedung Observasi 3 (240 bed) sebesar 64%, dan penataan kawasan 70% . Sedangkan untuk pembangunan landasan helipad saat ini progres fisiknya sudah rampung 100%.

Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi. Terakhir Zona C adalah untuk tahap berikutnya (menyesuaikan kebutuhan) dengan memanfaatkan cadangan lahan.

Keseluruhan pekerjaan berlangsung dibawah supervisi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Ditjen Cipta Karya. Bertindak selaku kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya, sedangkan konsultan Manajemen Konstruksi adalah PT Virama Karya.

Penyediaan Air Baku

Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ditjen SDA juga telah melakukan pemasangan pipa transmisi air baku sepanjang 13,8 km bersumber dari Waduk Monggak Rempang yang memiliki debit 232 liter/detik dan tengah dipasang pompa air berkapasitas 5 liter/detik yang menyalurkan air dari reservoir ke clean water tank. Progresnya telah mencapai 100%. Selain itu juga dilakukan pengerukan dan perluasan kapasitas embung yang berada di Pulau Galang untuk mendukung penyediaan air baku fasilitas observasi dan isolasi di Pulau Galang dengan progres saat ini sudah rampung 100%.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan Achmad Gani Ghazaly Akman, Direktur Operasi PT. Wijaya Karya Agung Budi Waskito, Direktur Pengembangan Bisnis & Quality, Safety, Health & Environment PT. Waskita Karya Fery Hendriyanto, Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmadwidjaja, dan Kepala BPPW Provinsi Kepri Albert Reinaldo. (Icho)

Jakarta, 23 Maret 2020″warnaplus.com” – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung kesiapan Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan COVID-19 berikut fasilitasnya di Wisma Atlet Kemayoran. Sebelumnya gedung yang dipakai untuk akomodasi atlet dan kontingen Asian Games 2018 lalu.

Presiden Jokowi tiba di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2020) pukul 09.00 WIB. Presiden Jokowi tampak mengenakan kemeja putih dan masker bedah dan sarung tangan latex. Turut mendampingi Presiden Jokowi antara lain Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala BNPB/Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo.

“Baru saja tadi saya mengecek kesiapan wisma atlet ini yang akan kita gunakan untuk persiapan penanganan virus COVID-19,” katanya.

Presiden Jokowi menyampaikan, kapasitas yang mungkin ditampung dalam Wisma Atlet Kemayoran tersebut memiliki kapasitas 24.000 orang yang saat ini telah disiapkan adalah untuk 3.000 pasien.” terangnya.

Menurut Presiden, ruangan-ruangan di rumah sakit darurat tersebut telah ditata dengan manajemen yang baik antara ruangan pasien, dokter, serta tim paramedis,” saya juga melihat sarana dan prasarana telah siap baik untuk ruangan penanganan pasien, baik ventilator, APD sudah siap” tutur Presiden.

“Sehingga kita harapkan nanti sore rumah sakit darurat corona ini sudah bisa dipakai,” tambahnya.

Presiden menambahkan, pasien yang dirawat di RS Darurat ini adalah mereka dengan gejala menderita COVID -19 ringan hingga sedang. Para pasien yang datang juga harus mendapat rujukan dari Rumah Sakit yang ditunjuk pemerintah untukmenangani COVID-19.

Sementara Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid telah memastikan Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, siap dijadikan tempat perawatan pasien yang terjangkit virus corona atau Covid-19.

“Kalau fisiknya insyaAllah sudah selesai, tinggal pembersihan dan sebagian instalasi dan alat-medis, serta ruang pendukung seperti akses gudang yang perlu dirapihkan sedikit,” paparnya.

“Untuk Ruang ICU, IGD serta ruang inap juga sudah siap, tinggal alat – alat medis SDM seperti dokter, perawat dan lainnya yang akan dilengkapi sore ini,” ungkapnya.

Dari 10 tower yang ada di Wisma Atlet Kemayoran, Kementerian PUPR menyiapkan 4 tower untuk digunakan sebagai RS Darurat yakni tower 1, 3, 6 dan 7 yang semuanya berada di Blok D10. Tower 6 secara utuh mulai lantai 1 hingga 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas yang tersedia adalah 650 unit dan dapat menampung 1.750 orang. Satu kamar diperkirakan dapat menampung dua hingga tiga orang pasien.

Adapun tower 7 akan dibagi menjadi beberapa fungsi. Pada lantai 1 akan digunakan sebagai IGD, lantai 2 untuk ICU, lantai 3 untuk ruang refreshing. Sedangkan lantai 4 – 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas di tower 7 adalah 886 unit dengan kapasitas ruang rawat maksimum adalah 2.458 pasien.

Untuk dokter dan petugas medis akan menggunakan Tower 1 lantai 1 – 24 dengan kapasitas 650 unit dan dapat menampung maksimum 1.750 orang. Sedangkan Tower 3 lantai 1 – 24 direncanakan untuk Posko Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Jumlah unit yang tersedia sebanyak 650 unit dan dapat menampung maksimal 1.750 orang.

Turut mendampingi pada kesempatan tersebut Direktur Rumah Susun M. Hidayat (Icho)

Jakarta, Maret 2020″warnaplus.com” – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan melakukan inovasi pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) untuk Pondok Pesantren yang memiliki keterbatasan lahan untuk lokasi pembangunan hunian vertikal. Salah satunya dengan membangun Rusunawa Tipe Barak Mini di Pondok Pesantren Raudlatussalam yang berada di Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR diberikan tugas oleh Bapak Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan infrastruktur pendukung pendidikan seperti hunian santri dan mahasiswa, agar mereka bisa lebih fokus belajar untuk prestasi. Dengan selesainya pembangunan Rusun tersebut diharapkan bisa membantu para santri untuk mendapatkan asrama yang layak selama proses belajar mengajar dan mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berakhlak mulia.

Pembangunan Rusunawa Pondok Pesantren Raudlatussalam dilaksanakan pada tahun 2019 lalu dan saat ini sudah rampung. Lokasinya berada di Jalan Raya Mauk – Pasar Kemis KM 2, Kampung Sawah Ciladog, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Rusun satu tower dua lantai dengan tipe Barak Super Mini memiliki unit hunian terdiri dari empat barak dan telah dilengkapi dengan meubelair seperti tempat tidur susun sebanyak 28 unit dan juga lemari sebanyak 28 unit. Pembangunan rusunawa tersebut menelan biaya sebesar Rp 2,5 Milliar.

Rusunawa Mini ini dibangun di atas lahan yang tidak terlalu luas. Panjang bangunannya 24 meter dan lebar sekitar 8,2 meter. Luas keseluruhan bangunan totalnya 196,8 meter dan dapat menampung 56 santri. Diharapkan para santri dan pengasuh Ponpes Yayasan Raudlatussalam untuk dapat memanfaatkan hunian vertikal tersebut dengan sebaiknya-baiknya untuk menuntut ilmu.

Pimpinan Ponpes Raudlatussalam TB Abdussomad menyatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan Rusunawa dari Kementerian PUPR tersebut. Menurutnya bangunan itu sangat bermanfaat karena memang sangat dibutuhkan sebagai tempat tinggal para santriwati.

“Alhamdulillah pembangunan Rusun ini telah selesai dan siap untuk di huni santriwati. Kami mengucapkan terima kasih yang kepada Kementerian PUPR yang telah merealisasikan serta mengawasi pembangunan rusun ini mulai dari awal sampai selesai,” ujar Abdussomad.

Rusun santri umumnya memiliki 8-12 kamar tipe barak yang dapat menampung sekitar 216 santri/mahasiswa. Sedangkan Rusun Mahasiswa menggunakan kamar tipe 24 yang dapat dihuni 2 orang. Sementara Rusun ASN diperuntukan bagi ASN yang belum menikah maupun yang sudah berkeluarga. Pada umumnya memiliki 3-4 lantai dengan tiga tipe kamar yakni tipe 24, 36 dan 45 dan jumlah unit sebanyak 36-58 unit.(Icho)

[Jakarta – 19 Maret 2020] – Mengikuti perkembangan yang terjadi di tanah air mengenai keadaan luar biasa, Covid-19, JOOX, aplikasi musik digital paling populer di Indonesia meluncurkan program-program musik yang dapat mendukung kegiatan di rumah dan program social distancing menjadi lebih positif.

Dengan terbatasnya ruang gerak untuk sementara waktu, maka platform digital adalah salah satu media yang paling dapat digunakan untuk akses informasi dan hiburan. JOOX sudah menyiapkan program-program yang dapat dinikmati oleh bukan hanya pecinta musik namun juga seluruh keluarga di Indonesia tanpa harus keluar rumah.

100% Free Music adalah program yang diluncurkan JOOX untuk mendengarkan musik Indonesia secara GRATIS. JOOX bekerjsama dengan beberapa perusahaan rekaman di Indonesia mempermudah para pecinta musik untuk menikmati musik dan lagu-lagu Indonesia tanpa biaya apapun. Jika sebelumnya pengguna JOOX harus berlangganan VIP untuk menikmati beberapa lagu, kini mayoritas lagu Indonesia dapat didengarkan secara gratis di JOOX tanpa batas.

“Kami mengkurasi program dan playlist dengan selalu beradaptasi dengan kondisi yang tengah terjadi di tanah air. JOOX memberikan berbagai macam playlist dan program yang bisa dinikmati tanpa biaya apapun untuk semua pengguna JOOX di tanah air. Kami mengerti bahwa di masa seperti ini, semua orang tetap membutuhkan hiburan tanpa harus keluar dari rumah, oleh karena itu kami berharap JOOX dapat menjadi teman baik yang menyenangkan” ujar Peter May selaku Head of JOOX Indonesia.

JOOX ‘Salah Sambung & Tawco’ bersama Gen FM dan Jak FM. Bekerjasama dengan dua radio besar di Jakarta, JOOX membawa dua program yang sangat terkenal  yaitu Salah Sambung yang digawangi oleh penyiar kocak Diaz, Sinyo dan Kemal dari Gen FM, dan Tawco yang dibawakan oleh Tike, Ronal dan Melissa Karim dari Jak FM. Jika dua program ini sebelumnya hanya dapat didengarkan via radio di jam jam tertentu, sekarang dapat didengarkan di JOOX kapan saja, dijamin akan memberikan tawa dan keceriaan untuk pengguna JOOX  selama berada di rumah.

JOOX COVERS, sebuah program remake atau menyanyikan ulang sebuah lagu yang pernah populer. Program JOOX Covers menjadi semakin menarik karena dinyanyikan oleh KOL atau influencer masa kini.  Semenjak diluncurkan di Bulan Desember 2019,  JOOX Covers telah membawakan ulang 5 lagu lawas, yaitu : Syifa Hadju dengan lagu “Untitled” yang dulu di bawakan oleh Maliq & d’Essentials, Chintya Gabriella membawakan  lagu ‘Pupus’ dari Dewa, Hanggini feat McKay dengan lagu “Tak Ingin Pisah Lagi” dari Marion Jola dan Rizki Febrian , Misellia Ikwan feat Fajar Ibel  lewat lagu “Karena Su Sayang” dengan penyanyi asal Near, Reza Dharmawangsa membawakan “Aku Bertahan” milik Rio Febrian, serta Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang membawakan lagu “Akan Kulakukan Semua Untukmu” milik Fatur dan Nadila di era 90 an.

This slideshow requires JavaScript.

Program ini mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari pengguna JOOX dengan masuknya beberapa lagu tersebut ke dalam tangga lagu TOP 100 di JOOX.  JOOX Covers akan menampilkan satu hingga dua lagu setiap bulannya di tahun 2020 dengan bekerjasama dengan artis atau influencer yang menjadi trend di kalangan anak muda.

JOOX Karaoke, berkaraoke tanpa harus keluar rumah? JOOX menyediakan feature karaoke dengan ribuan lagu di dalamnya. Pengguna JOOX dapat memilih lagu favorit mereka dan berkaraoke solo atau duet bersama anggota keluarga yang lain. Interaksi pun dapat dilakukan di dalam feature ini bersama teman-teman lain dimana saja yang memiliki hobi karaoke. Pengguna JOOX bahkan dapat menukarkan gift mereka dengan dana cash. Menyenangkan bukan!

JOOX Daily task rewards, dengarkan lagu sambil mainkan tugas-tugas harian di JOOX dimana pengguna JOOX bisa mendapatkan JOOX VIP dan coin yang bisa digunakan untuk berbagai macam interaksi di dalam platform JOOX.

Semua program tersebut dikurasi khusus dan dapat dinikmati oleh pengguna JOOX di tanah air. Yuk kita dukung program social distancing dari pemerintah dengan berdiam diri di rumah, dan melakukan hal-hal yang produktif. Nikmati musik GRATIS di JOOX kapan saja di mana saja, download JOOX baik untuk handphone dan desktop melalui Apple App Store dan Google Play Store, atau melalui www.joox.com (Iko Muhyidin)

Jakarta, 18 Maret 2020″warnaplus.com” – Sejak jumlah kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia semakin meningkat beberapa hari belakangan, Presiden Jokowi telah mengimbau masyarakat untuk melakukan “social distancing” agar meminimalisir dampak penularan. Muncul kekhawatiran bahwa hal ini akan berdampak pada kelancaran logistik nasional, sehingga memberikan tantangan bagi penjual serta konsumen dalam memenuhi kebutuhan pengiriman barang mereka. Salah satu upaya Ninja Xpress untuk mengantisipasi serta meminimalisir hal tersebut, adalah dengan memperluas jangkauan wilayah layanan on-demand kerja sama dengan GrabExpress, dari yang tadinya menjangkau Pulau Jawa saja menjadi ke seluruh wilayah Indonesia.

Ninja Xpress terobsesi untuk selalu menempatkan konsumen sebagai prioritas utama. Di tengah kondisi seperti saat ini, kami berupaya untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dengan memperluas jangkauan wilayah layanan, sehingga semakin banyak masyarakat di seluruh Indonesia yang dapat memanfaatkan solusi pengiriman on-demand dari rumah, saat melakukan social distancing,” ucap Ignasius Eric Saputra, Country Head Ninja Xpress Indonesia.

Ninja Xpress Anjurkan Social Distancing dan Ajak Konsumen dan Penjual Kirim Barang dari Rumah

Hingga Selasa (17/3), tercatat 172 kasus positif COVID-19. Untuk mencegah jumlah tersebut bertambah, masyarakat diminta mengambil jarak, lebih banyak berdiam di rumah, menghindari kerumunan, dan diimbau berjarak 2 meter jika bertatap muka atau berada dalam satu lokasi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mengatakan bahwa dampak gerakan social distancing akan sangat besar untuk mencegah, menahan, atau memperlambat penularan lebih banyak virus.

Ninja Xpress menganjurkan konsumen dan penjual untuk melatih diri melakukan social distancing. Kegiatan jual beli online menjadi solusi terbaik yang dapat dilakukan konsumen serta penjual saat ini, ditambah menurut Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) dengan adanya kasus COVID-19 ini telah terjadi kenaikan jumlah belanja harian mencapai 10 hingga 15 persen.

Konsumen serta penjual tidak perlu khawatir untuk memenuhi kebutuhan pengiriman barang belanja, sebab Ninja Xpress akan menjamin ketersediaan layanan logistik yang memadai selama mereka melakukan social distancing.

Semudah dari smartphone dan tanpa keluar rumah, mereka dapat memanfaatkan layanan pengiriman on-demand Ninja Xpress di aplikasi Grab dengan jangkauan pengiriman dari Jabodetabek menuju Bali, Sumatra, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua dengan tarif yang terjangkau.

Ninja Xpress Dukung Gerakan KitaVSCorona dari Grab

Inisiatif ini berkesinambungan dengan gerakan KitaVSCorona yang diusung oleh Grab untuk menghadapi pandemi virus COVID-19. Langkah perlindungan yang dijalankan Grab Indonesia memprioritaskan keselamatan dan kesehatan mitra dan pelanggan di seluruh layanan Grab.

“Seluruh rangkaian Mitra Pengemudi, pengantaran, merchant dan karyawan Grab Indonesia bersatu untuk melawan musuh bersama yaitu pandemi virus. Gerakan KitaVSCorona yang diusung oleh Grab berupaya untuk menyebarkan nilai-nilai positif, membangun keteguhan dan memberdayakan masyarakat Indonesia saat masyarakat bergotong royong untuk meratakan kurva pandemi,” ungkap Neneng Goenadi, Managing Director, Grab Indonesia.

“Dengan semakin banyaknya bisnis yang mengimplementasikan kebijakan untuk bekerja dari rumah, dan semakin banyak masyarakat Indonesia yang berdiam di rumah, kami memperluas jaringan GrabExpress kami melalui kerja sama dengan Ninja Xpress. Kami menyambut positif kecepattanggapan Ninja Xpress dalam mendukung keberlangsungan masyarakat dan bisnis”, tambah Neneng.

Ninja Xpress Lakukan Edukasi Pencegahan Corona

Dengan perluasan wilayah ini, Ninja Xpress akan tetap melakukan upaya-upaya yang signifikan demi mengurangi dampak dan mengantisipasi terjadinya penularan antar Ninja kurir, karyawan maupun konsumen.

Sebagai perusahaan penyedia layanan logistik yang memiliki 13.000 Ninja kurir di seluruh Indonesia, Ninja Xpress telah memberikan edukasi mengenai pencegahan penularan virus melalui setiap station, melakukan pengecekan suhu tubuh setiap memulai aktivitas, dan menyediakan cairan desinfektan di setiap station guna meminimalisir dampak penularan bila terjadi kondisi yang tidak diharapkan.

“Kami berupaya agar pengiriman barang dari transaksi jual beli online tidak terganggu dengan adanya pandemik ini dan kami berharap agar isu ini dapat segera teratasi dan berlalu.”, tutup Ignasius Eric Saputra. (Icho)

Jakarta,warnaplus.com – Visinema Pictures bekerja sama dengan Sony Music merilis video klip “Sephia” dari original Motion Pictures film “Generasi 90-an Melankolia”. Lagu yang dipopulerkan oleh band legendaris Sheila on 7 ini diracik ulang oleh Gamaliel Tapiheru dan Jevin Julian.

Warna vokal Gamaliel dalam lagu “Gelap Malam”, yang berbeda dari biasanya berhasil menarik hati produser “Generasi 90-an Melankolia” Angga Dwimas Sasongko.

“Suara Gamaliel di lagu tersebut berbeda, menurut saya Gamaliel bisa mewakili emosi dari film’Generasi 90-an: Melankolia’,” ujar Angga.

Sementara Jevin Julian ditunjuk menjadi produser musik dalam aransemen ulang “Sephia”. Jevin dianggap sesuai karena sudah punya beberapa lagu yang tergolong dark, sesuai dengan karakter yang dibutuhkan film ini.

Gamaliel mengatakan dia tak berpikir panjang ketika ditawari kesempatan untuk mengisi lagu soundtrack film arahan sutradara Irfan Ramli itu, terlebih dia memang menyukai lagu “Sephia”
yang dirilis pada tahun 2000.

Ditantang untuk membawakan lagi lagu yang tak lekang dimakan waktu, penyanyi yang baru merilis single “Forever More” pada awal 2020 ini tak mau menjadikannya sebagai beban. Ia ingin
mengalirkan energi bahagia bagi para pendengar, rasa yang sama ketika menyanyikan lagu “Sephia”. Gamaliel memilih untuk mempertahankan kesakralan “Sephia” dengan tidak “mengacakacaknya” terlalu berbeda dari versi asli.

“Aku ingin tetap ada pesan yang sama di dalam lagu tersebut,” ujar penyanyi yang sedang merintis jalur solo setelah berkarier bersama trio GAC.

Gamaliel tampil dalam video klip mewakili isi hati dan emosi karakter Abby (Ari Irham) si pemeran utama dalam film. “Aku berusaha menyesuaikan lagu di adegan film dan berusaha menyampaikan rasa yang ada di film tersebut.”

Sesuai judulnya, warna dominan dalam video klip adalah warna sephia yang condong ke merahkecokelatan. Video klip itu juga menampilkan potongan-potongan film “Generasi 90-an: Melankolia”.

Video klip “Sephia” digarap oleh sutradara Adriano Rudiman, jebolan London Film School dan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung. Konsep nostalgia menjadi tema
utama dalam video klip “Sephia”.

“Temanya dreamy dan seluruh properti yang ada diambil dari filmnya,” ujar pria yang akrab disapa Dio.

Dio mengatakan properti dari film sengaja dimasukkan ke dalam video klip untuk menjadi pengingat serta benang merah yang menghubungkan keduanya.

“Saya berharap penonton dan penikmat musik bisa suka dengan video klip ‘Sephia’ yang dibuat dengan gaya surealis ini,” tutur Dio.

Bersamaan dengan peluncuran video klipnya, lagu “Sephia” yang dibawakan Gamaliel dapatdidengarkan secara digital di platform musik mulai 17 Maret 2020.

“Generasi 90-an: Melankolia” diadaptasi dari buku “Generasi 90an” karya Marchella FP, sosok di balik buku “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” yang juga diadaptasi Visinema Pictures pada awal 2020.

“Generasi 90-an: Melankolia” bercerita tentang, Abby (Ari Irham), anak muda yang sedang mencari jadi diri dan selalu menjadikan kakaknya, Indah (Aghniny Haque) sebagai sosok yang ia kagumi. Tiba – tiba, Abby harus menerima kenyataan bahwa kakaknya hilang dalam sebuah kecelakaan pesawat. Di dalam kesedihannya, ia menemukan Sephia (Taskya Namya), sahabat kakaknya sebagai sosok pengganti Indah. Namun benarkah kehadiran Sephia bisa membantu Abby mengikhlaskan kakaknya atau justru membuat Abby kehilangan dirinya.

Film ini diperankan oleh banyak aktor muda diantaranya Ari Irham, Taskya Namya, Aghniny Haque, Jennifer Coppen, Wafda. Tak hanya menghadirkan aktor muda berbakat, film ini juga dilengkapi dengan penampilan dari para aktor hits pada era 90-an seperti Gunawan, Marcella Zalianty. Frans Mohede, dan Amara Mohede.

“Generasi 90-an: Melankolia” akan tayang pada 9 April 2020 di bioskop seluruh Indonesia.(Icho/Rezky)

Jakarta, 18 Maret 2020″warnaplus.com” – Band pop-rock Amerika, Boys Like Girls yang dijadwalkan akan menggelar konser di Jakarta pada tanggal 9 April 2020 terpaksa harus ditunda beberapa saat hingga Bulan September 2020.

Penundaan jadwal konser ini disebabkan oleh penyebaran virus Covid-19 di Indonesia khususnya kota Jakarta dan beberapa negara yang akan disinggahi juga oleh Boys Like Girls bulan April mendatang. Dan mengikuti kebijakan pemerintah dalam upaya mengurangi penyebaran virus Covid-19, Soundlive selaku promotor dan Bhiva selaku co-organizer konser ini, dengan berat hati harus mengumumkan hal ini pada akun Instagram pagi tadi “Important
Notice! Best decisions are sometimes the most difficult to decide. Stay safe and keep healthy everyone!” – “Keputusan yang terbaik terkadang adalah yang paling sulit untuk diputuskan. Selalu berhati-hati dan jaga kesehatan semuanya!”

Walaupun tertunda, jadwal terbaru konser Boys Like Girls ini juga sudah diumumkan menjadi tanggal 21 September 2020 yang akan tetap di gelar di Kuningan City Ballroom P7. Bagi yang sudah memiliki tiket sebelumnya, tiket tersebut akan tetap dapat digunakan pada jadwal konser terbaru. Namun bagi yang ingin mengajukan pengembalian dana, dapat menghubungi LOKET selaku ticketing partner konser ini melalui Customer Support Loket
melalui +622121282127 (WhatsApp), [email protected] (email), +622180600822 (telephone). Pengajuan pengembalian dana dapat dilakukan hingga 1 April 2020.

Disamping itu, bagi yang ingin membeli tiket konser Boys Like Girls, tiket tetap tersedia dan dapat diakses melalui LOKET, Go-Tix, atau website www.soundliveid.com. (Icho/Rezky)

Jakarta, 22 Maret 2020″warnaplus.com” – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, perbaikan dan perapihan Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta yang akan digunakan sebagai Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan COVID-19 sudah 100%. Perbaikan dilakukan sebagai tindaklanjut dari perintah Presiden RI Joko Widodo atas permintaan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Ada tiga komponen pekerjaan yang dilakukan. Pertama pembersihan ruangan karena sudah lama tidak dipakai, termasuk penyemprotan disinfektan kemarin sore, 100% sudah selesai. Kemudian modifikasi perbaikan sedikit di lantai 1,2, dan 3 pada tower 7 yang akan dimanfaatkan sebagai RS Darurat dilengkapi dengan ruang laboratorium, farmasi, radiologi, dan ICU semua sudah siap 100%,” kata Menteri Basuki usai meninjau kesiapan Wisma Atlet Kemayoran sebagai RS Darurat Penanganan COVID-19, Minggu (22/3/2020).

Selain Menteri Basuki, hadir dalam peninjauan tersebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Gugus Tugas COVID-19 Doni Monardo, Menteri Kesehatan Terawan Putranto, dan Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

Ditambahkan Menteri Basuki, saat ini tinggal dilakukan instalasi/pemasangan peralatan medis yang semuanya sudah masuk ke Wisma Atlet Kemayoran. “Siang ini akan diinstal semua peralatan medis portabel, insyaAllah malam ini sudah selesai semua. Selanhutnya kita bisa lakukan gladi resik untuk protokol pengaturan lalu lintas orang, sehingga pasien dan petugas tidak boleh berpapasan. Besok Senin (23/3/2020), InsyaAllah kita akan mulai operasionalnya,” ujar Menteri Basuki.

Semua protokol terkait pelayanan kesehatan dikatakan Menteri Basuki, akan diatur oleh Kementerian Kesehatan dengan operasionalnya akan dibantu oleh TNI, Kepolisian, dan relawan, di bawah komando dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. “Sedangkan untuk bantuan alat-alat kesehatan akan dikoordinir oleh Kementerian BUMN. Jadi ini adalah bentuk sinergi Pemerintah untuk penanganan COVID-19,” ujarnya.

This slideshow requires JavaScript.

Menteri Kesehatan Terawan Putranto mengatakan, Wisma Atlet Kemayoran sebagai RS Darurat COVID-19 diperuntukkan untuk
pasien positif virus Corona yang kondisinya sakit ringan. Hal itu dilakukan agar rumah sakit rujukan Corona bisa fokus untuk menangani pasien COVID-19 yang kondisinya sakit berat.

Menurut Menkes Terawan, rumah sakit yang akan menentukan pasien mana yang akan dirawat di Wisma Atlet agar pasien positif COVID-19 dengan sakit ringan tidak menyebabkan penularan baru. “Rumah Sakit yang akan melakukan seleksi, mana yang bisa dirawat di Wisma Atlet. Untuk tenaga medis saya cek sudah siap semua,” ujarnya.

Dari 10 tower yang ada di Wisma Atlet Kemayoran, Kementerian PUPR menyiapkan 4 tower untuk digunakan sebagai RS Darurat yakni tower 1, 3, 6 dan 7 yang semuanya berada di Blok D10. Tower 6 secara utuh mulai lantai 1 hingga 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas yang tersedia adalah 650 unit dan dapat menampung 1.750 orang. Satu kamar diperkirakan dapat menampung dua hingga tiga orang pasien.

Adapun tower 7 akan dibagi menjadi beberapa fungsi. Pada lantai 1 akan digunakan sebagai IGD, lantai 2 untuk ICU, lantai 3 untuk ruang refreshing. Sedangkan lantai 4 – 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas di tower 7 adalah 886 unit dengan kapasitas ruang rawat maksimum adalah 2.458 pasien.

Untuk dokter dan petugas medis akan menggunakan Tower 1 lantai 1 – 24 dengan kapasitas 650 unit dan dapat menampung maksimum 1.750 orang. Sedangkan Tower 3 lantai 1 – 24 direncanakan untuk Posko Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Jumlah unit yang tersedia sebanyak 650 unit dan dapat menampung maksimal 1.750 orang.

Hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi AH, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman, Direktur Rumah Susun M. Hidayat, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (Icho)

Jakarta, 19 Maret 2020″warnaplus.com” – PT Toyota-Astra Motor (TAM) makin mempertegas pentingnya segmen hatchback di Indonesia dengan meluncurkan New Agya yang tampil sebagai sporty compact car dan dilengkapi dengan advance features yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan saat ini. Sejalan dengan semangat tagline baru yaitu “Start To Never Stop,” New Agya makin memperkuat posisinya sebagai mobil pertama pilihan generasi muda di Indonesia.

“Toyota Agya merupakan produk penting bagi Toyota. Sejak 2013, Agya menjadi bukti komitmen Toyota untuk senantiasa memberikan lebih banyak pilihan solusi mobilitas kepada pelanggan. Kami bersyukur hingga kini Agya mampu terus menjawab kebutuhan mobilitas konsumen yang mayoritas adalah anak muda modern. Kami harapkan kehadiran New Agya yang tampil makin sporty dan dilengkapi dengan advance features ini dapat makin menguatkan perannya sebagai mobil pertama pelanggan di Indonesia,” kata Vice President Director PT Toyota–Astra Motor (TAM), Henry Tanoto.

Saat diperkenalkan pada 2013 lalu, Agya menjadi salah satu pionir dalam membuka pasar baru di Indonesia di segmen hatchback untuk kalangan anak muda modern. Dimana di segmennya sendiri sepanjang tahun 2013 hingga Februari 2020 ini telah membukukan kumulatif penjualan sebesar 841.572 unit, dimana Agya berkontribusi 33,1% dengan total penjualan 278.465 unit. Capaian baik ini tentunya dapat terwujud karena sedari awal Agya dirancang dengan DNA yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia akan mobil pertama yang memiliki brand image kuat dan dapat memenuhi kebutuhan serta tren yang berkembang.

“Terima kasih kami ucapkan kepada konsumen yang telah mempercayakan Agya sebagai mobil mereka sehingga turut mengembangkan pasar hatchback di kalangan anak muda. Sebagai bentuk apresiasi dan semangat untuk menghadirkan ever better cars, kami hadirkan improvement pada Agya agar dapat terus memenuhi kebutuhan mobilitas pelanggan yang senantiasa berkembang,” kata Vice President Director PT Toyota–Astra Motor (TAM), Henry Tanoto.

Tampilan sporty dan aggressive New Agya diwujudkan melalui desain eksterior anyar yang didukung oleh kehadiran fitur-fitur terbaru. Perubahan eksterior terlihat dari New Front Bumper and Grille Design with Black Chrome Element, New Black Paint for Elegant Headlamp with LED Guide, New Sporty Alloy Wheel Design, New Retractable Side Mirror, New Impressive Design Rear Lamp, hingga New Side Body Moulding untuk varian 1.2 G.

Sementara pada varian 1.2 TRD S, New Agya dilengkapi dengan New TRD S Front Spoiler, New TRD S Side Skirt, serta New TRD S Black Rear Spoiler yang semakin menguatkan kesan sporty. Selain itu, New Agya tampil dengan berbagai pilihan warna, dimana warna Silver Metallic dan Yellow mengalami refreshment, serta hadir dengan pilihan warna baru yaitu Orange Metallic.

Pada sisi interior New Agya, sentuhan penyegaran diberikan untuk menghadirkan kenyamanan lebih baik dengan pengaplikasian advance features yang berkelas seperti New Engine Start Stop Button dan New Touch Screen Head Unit pada varian 1.2 TRD S. Tidak hanya itu, interior New Agya varian 1.2 G dan 1.2 TRD S juga dilengkapi dengan New Center Cluster with Digital AC.

Sementara untuk varian 1.0 E dan 1.0 G, mendapatkan penyegaran fitur seperti New AC Knob Design dan New Audio 2DIN yang melengkapi penggunaan New Seat Cover, New Door Trim Design, dan New Combination Meter with Red Accent pada seluruh varian New Agya.

“Pada dasarnya konsep pengembangan New Agya mengikuti perkembangan kebutuhan mobilitas pelanggan Agya yang mayoritas adalah anak muda modern. Seiring dengan berjalannya waktu, terjadi perubahan tren dan kebutuhan pelanggan yang menginginkan Agya lebih sporty dan aggressive yang kami hadirkan melalui New Agya,” kata Marketing Director PT Toyota–Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy.

Di sisi lain, pada tahun 2019 lalu, di Kejuaraan Nasional Slalom Auto Gymkhana, pembalap TTI Anjasara Wahyu yang menggunakan Toyota Agya meraih peringkat pertama nasional musim 2019 di kelas F dengan 160 poin, yang mana hanya berselisih sedikit poin dengan rekan satu timnya, Anza, yang di seri terakhir berhasil menjadi pemuncak dan secara total mengemas 146 poin. Kemenangan ini semakin menegaskan kemenangan yang telah diraih selama 3 tahun berturut – turut. ( Iko Muhyidin )

Jakarta, 21 Maret 2020″warnaplus.com” – Dalam mendukung langkah cepat yang diambil pemerintah guna memberikan pelayanan terbaik pada pasien yang terdampak Covid-19, Panasonic melakukan upaya merevitalisasi seluruh AC yang terpasang di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, yang akan dijadikan pemerintah sebagai pusat karantina pasien Covid-19.

Bekerjasama dengan Kementrian PUPR, Panasonic akan memulai merevitalisasi ribuan AC di wisma atlet Kemayoran pada Sabtu, 21 Maret 2020 sampai dengan selesai. Jumlah total AC yang akan direvitalisasi sebanyak 5.672 unit, yang tersebar di empat tower.

President Director PT. Panasonic Gobel Indonesia, Seigo Saifu mengatakan, dukungan dan kepedulian Panasonic terhadap langkah Pemerintah dalam penanganan pasien yang terjangkit Covid-19 sejalan dengan tagline perusahaan yaitu “ A Better Life, A Better World”. Panasonic selalu berupaya untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik, sehingga dengan keunggulan produk maupun sumber daya manusia yang dimiliki, Panasonic akan terus memberikan kontribusi terbaik bagi konsumen serta masyarakat Indonesia.

“Dengan meningkatnya kasus virus corona di Indonesia, Panasonic menyadari bahwa hal yang kita butuhkan adalah bergotong royong dan saling membantu dalam menghadapi wabah Covid-19. Melihat kondisi tersebut, hari ini Panasonic akan merevitalisasi ribuan AC yang terpasang dan tersebar di beberapa tower di Wisma Atlet Kemayoran agar dapat bekerja optimal. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung langkah Kementerian PUPR dalam rangka menyediakan tempat pusat karantina yang memadai bagi pasien yang terkena wabah Covid-19”, ujar Seigo Saifu.

Selviah Baladraf, Head of Customer Service Department PT. Panasonic Gobel Indonesia menambahkan, ”Panasonic melalui Service Centre Panasonic Gobel Indonesia akan bekerja keras dalam merevitalisasi 5.672 buah AC di Wisma Atlet Kemayoran. Panasonic siap mengerahkan teknisi-teknisi terbaik untuk menyelesaikan revitalisasi ribuan AC dalam kurun waktu yang cepat dan dikerjakan secara tepat, agar AC dapat digunakan secara optimal di pusat karantina”, tutup Selviah Baladraf. (Icho)