Jakarta, 22 Januari 2020 – PT. Dyandra Media International, Tbk. (Dyandra), perusahaan induk (holding) dengan kode saham DYAN yang membawahi 26 perusahaan dan bergerak di industri Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE) melakukan ekpansi bisnis ke industri tourism leisure melalui unit bisnis baru : PT. Mitra Natura Raya. PT. Mitra Natura Raya mendapatkan kesempatan untuk bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam mengelola 4 Kebun Raya yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas di Jawa Barat, Kebun Raya Purwodadi di Jawa Timur dan Kebun Raya Eka Karya Bali (Bedugul) di Bali.

Kebun Raya Bogor merupakan kebun raya tertua di Asia Tenggara yang didirikan oleh ahli botani berkebangsaan Jerman, Dr. C.G.C. Reinwardt pada tanggal 18 Mei 1817. Kebun raya yang terletak di pusat Kota Bogor dan mencakup kawasan seluas 87 ha ini merupakan pusat konservasi tumbuhan tropika dataran rendah beriklim basah dengan jumlah koleksi sebanyak 14.057 spesimen yang termasuk dalam 213 suku, 1.248 marga dan 3.404 jenis. Adapun Definisi kebun Raya (Botanic Gardens) adalah kawasan konservasi tumbuhan secara ex situ yang memiliki koleksi tumbuhan terdokumentasi dan ditata berdasarkan pola klasifikasi taksonomi, bioregion, tematik atau kombinasi dari pola-pola tersebut untuk tujuan kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan (Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011 pasal 1).

This slideshow requires JavaScript.

Kebun Raya Cibodas didirikan pada tanggal 11 April 1852 oleh seorang Kurator bernama Johannes Ellias Teijsman berkebangsaan Belanda dengan nama Johannes Ellias Teijsman. Kebun Raya Cibodas menjadi bagian dari bagian dari Kebun Raya Bogor sejak tahun 2003. Terletak di Kota Cianjur Jawa Barat di bawah kaki gunung Gede dan Gunung pangrango pada ketinggian kurang lebih 1300-1425mdpl, sehingga udara di Kebun Raya Cibodas sangat sejuk.

Memiliki luas sekitar 84 ha, topografi di Kebun Raya Cibodas ini cenderung menanjak dan berbukit. Beberapa spot menarik di Kebun Raya Cibodas yaitu Taman Sakura, Taman Lumut, Taman Rhedodendron, Koleksi Pakupakuan dan Koleksi Tanaman Obat. Selain taman tematik, terdapat 2 (dua) air terjun yaitu air terjun ciismun dan Cibogo.

Kebun Raya Purwodadi didirikan pada tanggal 30 Januari 1941 oleh Dr. L.G.M. Baas Becking. Terletak di Jl. Raya Surabaya – Malang KM 65 Ds. Purwodadi Kab. Pasuruan – Jawa Timur pada ketinggian 300mdpl dengan luasan 85 ha. Kebun Raya Purwodadi memiliki iklim kering dengan topografi datar sampai bergelombang. Jenis tumbuhan yang dikoleksi di Kebun Raya Purwodadi adalah jenis tumbuhan dataran rendah kering. Koleksi tumbuhan dikelompokan ke dalam 10 lanskap koleksi tanaman yaitu, palem, paku, taman meksiko, bamboo, tanaman obat, polong-polongan, area yang dihutankan, mangga, pisang, dan tanaman Bougenville.

Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bali diresmikan pada 15 Juli 1959 oleh Prof. Ir Kusnoto Setyodiwiryo. Menjadi Kebun Raya terbaik kelas dunia yang menjadi referensi nasional maupun internasional dalam bidang konservasi ex situ pegunungan tropika merupakan visi dan misi dari Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bali. Berada di lereng Bukit Tapak, Desa Candi Kuning dengan ketinggian 1250-1400 mdpl, sebagai satu-satunya kebun raya yang memadukan antara alam, ilmiah dan budaya. Luasan kebun raya yang semula 50 ha, pada tahun 2001 daerah itu diperluas menjadi 157,5 ha. Beberapa koleksi special Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bali meliputi tanaman upacara, anggrek, tanaman obat, kaktus, pakis, tanaman air, dan pohon-pohon.

Dengan adanya kerja sama ini diharapkan upaya peningkatan pelayanan dan fungsi Kebun Raya kepada publik lebih baik. Adapun upaya peningkatan itu melalui perbaikan dan peningkatan fasilitas infrastruktur dan non infrastruktur. Harapannya, kebun raya semakin menarik dikunjungi sebagai tempat rekreasi sekaligus memberi manfaat dari sisi edukasi dan konservasi.

Maryamto Sunu selaku Corporate Secretary PT. Dyandra Media International, Tbk. berharap ekspansi bisnis ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan tercermin pada laporan keuangan DYAN. Selain memperkuat bisnis yang telah ada, sebenarnya sektor tourism leisure ini bukan merupakan hal yang baru. Karena di tahun 2019 yang lalu, DYAN juga melakukan penyertaan pada PT. Eco Partners Indonesia melalui subholding company PT. Dyandra Promosindo pada bisnis kebun binatang Faunaland di Ancol.

Billie Eilish World Tour
DYAN melalui bisnis unit PT. Dyandra Global Entertainment juga akan memboyong musisi dari Amerika Serikat, Billie Eilish yang tahun ini akan menyelenggarakan Where Do We Go? World Tour di 7 kota di Asia : Seoul pada 23 Agustus, Shanghai pada 25 Agustus, Taipei pada 28 Agustus, Hong Kong pada 30 Agustus, Tokyo pada 2 September, Manila pada 5 September dan yang terakhir Jakarta pada 7 September 2020 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong. Sebelum menjalankan tur ini, Billie sebelumnya melakukan tur When We All Asleep World Tour pada 2019 yang berkeliling di 66 lokasi di Amerika Utara, Eropa, Oceania, dan Amerika Latin. Untuk info lebih lanjut silakan mengunjungi website http://billieeilishjakarta.com/

Indeks Saham PEFINDO25
Salah satu indeks acuan di pasar saham adalah PEFINDO25. PEFINDO25 merupakan indeks harga saham dengan anggota terdiri atas perusahaan kecil dan menengah (SME) yang diseleksi dengan kriteria tertentu. PEFINDO25 telah diperkenalkan sejak 18 Mei 2009 dan ditelaah setahun 2 kali, yakni pada setiap bulan Januari dan Juli. Proses penentuan saham anggota indeks harga saham PEFINDO25 dilakukan secara konsisten dengan kriteria seleksi dan urutan proses sebagai berikut : 1. Pemilihan Universe, menggunakan kriteria: a. Total Asset: 1) Tidak melebihi Rp 10.000.000.000.000,-. (sepuluh triliun Rupiah) b. Aspek Legal: 1) Tidak terdapat Unusual Market Activity (UMA) & suspensi dalam 6 bulan terakhir (sebelum rebalancing dilakukan). 2) Telah tercatat di Bursa sekurang-kurangnya 6 bulan. 2. Pemilihan Konstituen, menggunakan kriteria: a. Aspek Bisnis: 1) Menggunakan indikator ROA dan ROI emiten. b. Aspek Likuiditas: 1) Jumlah hari perdagangan; 2) Volume perdagangan harian; 3) Nilai perdagangan harian; 4) Frekuensi perdagangan harian; 5) Free float.

Pefindo25 merupakan Indeks Harga Saham emiten-emiten yang diseleksi secara tetap, yang merupakan wakil dari emiten-emiten menengah yang memiliki potensi perkembangan terbaik, berdasarkan kriteria seleksi yang ditentukan diatas. Untuk periode Agustus 2019 – Januari 2020, PT. Dyandra Media International, Tbk. (DYAN) masuk sebagai salah satu saham di indeks PEFINDO25.

Rindu akan event & silaturahmi musik, nakedwave dan bian music studio kolaborsi dengan bold people menggelar sigermob 2020 #lokallampungkeren.
Lebih kurang 250an musisi se-Lampung berpartisipasi dalam event ini. “Antusiasme rekan rekan seniman music lampung sangat sangat kami acungi jempol walau serba independent mereka rela bawa equipment masing masing bahkan gotong menggotong sendiri dikarenakan keterbatasan crew tapi semua bisa enjoy dan buat suasana pecah, next kita pasti gelar lagi event event bermutu sebagai sarana musisi lampung berkreasi,” ujar mas widi bian.

This slideshow requires JavaScript.

Start dari beberapa event kecil 'road to sigermob yang di gelar keliling sejak bulan desember sowan ke kota/titik titik masyarakat lampung untuk sounding sigermob lampung 2020 alhamulillah hari ini mimpi, harapan, lelah para seniman musik terbayarkan.

Di buka oleh ibu wakil gubernur lampung Chusnunia Chalim (nunik) yang juga di dampingi kepala dinas pariwisata pemprov lampung. Beliau berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi musisi lampung untuk berkiprah kreatif di daerah. Dan tanpa ragu beliau ikut riuh dalam kerumunan musisi yang pada sigermob lampung 2020 ini membawakan 3 lagu : Bumi lampung yang khas menghadirkan alunan cetik khas lampung, the chainsmoker – closer , dan di tutup dengan semangat ber Indonesia lewat lagu pewee gaskins – dari mata sang garuda.

Seruu, pecah atmosfear nya memorable ungka para seniman seniman musisi lampung (bold people, bold riders, himpunan musisi lampung,komunitas gitar lampung, dll) semoga lampung kembali penuh warna dan nada.

Jakarta, Januari 2020 – Edisi kedua Jakarta International Photo Festival (JIPFest) akan diadakan pada 26 Juni – 12 Juli 2020 di area Kota Tua. Mengawali proses persiapan festival, JIPFest memperkenalkan tiga kurator pameran: Sayed Asif Mahmud (Bangladesh), Kurniadi Widodo (Indonesia) dan Ng Swan Ti (Indonesia). Para kurator akan bekerja sama menyeleksi karya foto yang merepresentasikan tema festival tahun ini: SPACE.

Asif, fotografer dokumenter yang berbasis di Bangladesh, adalah alumni Pathshala South Asian Media Institute, sebuah organisasi pendidikan yang menggagas festival foto tertua dan salah satu yang paling dihormati di Asia: Chobi Mela. Asif terlibat dalam tim Associate Curatorial dalam Chobi Mela 2018.

This slideshow requires JavaScript.

Selain berprofesi fotografer, Wid memiliki perhatian besar terhadap pendidikan fotografi. Ia adalah seorang mentor di Arkademy, sebuah inisiatif yang mengajarkan penggunaan fotografi sebagai alat kritik.
Ia juga berperan dalam Flock Project, sebuah kolektif yang ia dirikan dan berfokus pada penerbitan buku foto independen. Pada 2019, ia menjadi salah satu kurator dalam edisi perdana InSumatra Photo Festival. Swan Ti adalah pewarta foto yang telah berkarya selama hampir 20 tahun, juga seorang pendidik yang mengasuh PannaFoto Institute, sebuah organisasi nirlaba yang memfasilitasi fotografer serta melibatkan komunitas dan masyarakat umum dalam pengembangan fotojurnalisme dan fotografi dokumenter.

Direktur Festival, Cristian Rahadiansyah berpendapat mengenai pemilihan kurator untuk JIPFest 2020: “Kami menyambut Asif, seorang alumni Pathshala, ke JIPFest 2020. Pengalamannya menjadi bagian dari Chobi Mela, festival tertua dan salah satu yang paling dihormati di Asia, akan memberikan pelajaran berharga untuk festival dan audiens kami. Ia akan bekerja bersama Wid, seorang fotografer, pendidik, dan kurator muda yang menjanjikan; juga Swan Ti dari PannaFoto, sebuah organisasi yang telah berperan penting dalam mengangkat nama fotografer Indonesia di tataran global.”

Ketiga kurator akan memimpin proses Panggilan Terbuka untuk Pameran Foto, yang akan dimulai pada hari Jumat, 17 Januari 2020. Para peserta diminta mengirimkan karya foto yang berkaitan dengan tema SPACE dari berbagai perspektif, termasuk personal, komunal, lingkungan, atau virtual. Dalam edisi perdananya tahun lalu, JIPFest menerima 255 karya yang dikirimkan oleh peserta dari 31 negara.
Info lengkap seputar Panggilan Terbuka dapat diakses di jipfest.com. Ikuti kanal-kanal media sosial JIPFest untuk kabar terbaru (Facebook | Instagram).

Kontak Media
[email protected]

Tentang Sayed Asif Mahmud (Bangladesh)
Asif adalah fotografer asal Bangladesh. Dia alumni Pathshala South Asian Media Institute dan kini mengajar di sana. Karyanya pernah ditampilkan di Chobimela VI, Dhaka Art Summit, Bengal Art Lounge, Bedales Gallery, serta Noorderlicht Festival.
Salah satu karyanya, Tobacco Tale, menyabet peringkat kedua kategori Non-Traditional Photojournalism Award oleh NPPA (2013) dan Honorable Mention dalam Anthropographia Award 2013. Asif juga tercantum dalam 25 fotografer muda terbaik 2015 versi British Journal of Photography. sayedasifmahmud.com

Tentang Kurniadi Widodo (Indonesia)
Wid adalah fotografer asal Yogyakarta. Selain mengerjakan proyek-proyek personal, sejak 2010 dia aktif terlibat dalam berbagai komunitas dan inisiatif di bidang pendidikan fotografi, termasuk Kelas Pagi Yogyakarta (2012-2016) dan Arkademy (2018-sekarang). Pada 2016, Wid turut mendirikan Flock Project, sebuah kolektif yang mengeksplorasi potensi buku foto independen. Pengalaman kuratorialnya meliputi Pameran Buku Foto Jerman-Indonesia-Jepang dan edisi perdana InSumatra Photo Festival. kurniadiwidodo.blogspot.com

Ng Swan Ti (Indonesia)
Swan Ti, Managing Director PannaFoto Institute, merintis kariernya sebagai pewarta foto pada 2000. Karyanya pernah ditampilkan dalam Noorderlicht Festival 2006, Jakarta Biennale 2015, dan DongGang Photo Festival 2016, serta diterbitkan oleh beragam media nasional dan internasional, termasuk Tempo, GEO, dan Le Monde. Pada 2003, Swan Ti berpartisipasi dalam forum fotografi garapan Asia-Europe Foundation dan World Press Photo di Amsterdam. Pada 2016, dia menjabat anggota komite seleksi Joop Swart Masterclass. ngswanti.com

About JIPFest (Jakarta International Photo Festival)
JIPFest adalah platform bagi fotografer dan publik untuk bersua, berdialog, dan bertukar cerita, serta arena bagi proyek-proyek fotografi untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Sebagai festival fotografi internasional pertama di Indonesia, JIPFest juga bertekad menyemai dan membawa fotografer Indonesia ke panggung dunia. Festival garapan PannaFoto Institute ini diadakan untuk pertama kalinya pada 2019 dan dihadiri lebih dari 17.000 pengunjung. Edisi kedua festival akan diadakan pada 26 Juni – 12 Juli 2020 di Kota Tua. jipfest.com

About PannaFoto Institute
PannaFoto Institute, penyelenggara JIPFest, adalah organisasi non-profit yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Didirikan pada tahun 2006, PannaFoto Institute berfungsi sebagai platform untuk pendidikan dan menumbuhkan pemahaman fotografi melalui program interdisipliner dengan dukungan dari World Press Photo Foundation di Belanda. Sejak didirikan, PannaFoto Institute telah melakukan serangkaian lokakarya fotografi untuk pewarta foto muda berbakat Indonesia, kelas, seminar, diskusi, serta pameran foto. pannafoto.org

Film tetang guru yang unik dan menyegarkan

(Jakarta, 21 Jnnunri 2020) warnaplus.com –  “Guru-Guru Gokil”, film pertama dari rangkaian tiga film Dian Saslrowardoyo yang berkolaborasi dengan BASE Entertainment meluncurkan teaser poster dan teaser trailer. Menjelang perilisan film yang dircncanakan tayang April 2020, pencinta film Indonesia akan menyaksikan suatu hiburan yang jarang dilampilkan: kisah para gurudalam sebuah keadaan yang kocak dan tak terduga.

Teaser trailer memberiknan preview bagaimana keseruan dan kegokilun para guru. Taat Pribadi (Gading Marlon) yang masuk ke sebuah sekolah dan menjumpai guru~guru dengan bermacam karakter. Diiringi lagu yang upbeat, pcnonton diajak mengikuti perubahan dalam hidup Taat memasuki dunia baru yang seru.

Teaser poster menampilkan foto Gading Marten dalam pose jahil dengan balutan baju guru sckolah. Di belakangnya berkumpul para pemain lain mengintip. Dari teaser poster sudah terbayang bahwa film ini akan menitikberatkan kisah Taat Pribadi. Seperti apa kisahnya? Nantikan!

Guru-Guru Gokil bercerita tentang Taat, seorang yang berambisi untuk sukses, namun sering menemui kegagalan dalam karier. Taat selalu beranggapan bahwa kesuksesan itu adalah memiliki uang banyak. Keadaan lalu mengharuskan Taat unluk bekerja menjadi guru pengganti di sebuah sekolah dan di saat yang bersamaan terjadi insiden yang menimpa para guru. Melalui persahabatannya dengan para guru di sckolah tersebut serta dengan melihat dedikasi mereka untuk tetap mengajar walaupun sedang ditimpa kemalangan, pandangan Taat terhadap uang dan kesuksesan bcrubah.

Dian Sastrowardoyo berperan scbagai ibu Nirmala, Feradina Mufti sebagai ibu Rahayu, Boris Bokir sehagai Pak Manul. Ketiganya menjadi guru-guru di sekolah tersebut. Sedangkan Kevin Ardilova menjadi lpang dan pendatang baru Shakira Jasmine memerankan Saulinu.

Film produksi kedua BASE Entertaimment yang sebelumnya telah sukses dengan “Perempuan tanah Jahanam” ini disutradarai oleh Sammaria Sari Simanjuntak yang film-filmnya sudah sukses secara internasional dan bahkan ia pernah mendapatkan penghargaan piala citra untuk Sknario asli terbaik. Selain itu penulisan skenario adaptasi terbaik. Duo ini memberikan kesegaran yang akan menarik untuk di ikuti.

Film “Guru-Gum Gokll“ yang digarap oleh Dian Sastmwardoyo bersama mentornya Shanty Harmayn sebagai produser merupakan langkah awal bagi Dian dalam menapaki karier baru di industri perfllman Indonesia.

Dian Sastrowardoyo mengatakan, “Guru-Guru Gokil wajib ditonton karna mamberikan perspektif baru soal guru dan di sini dapat dilihat perjalanan personal buat Gading. Gadmg sendnri dari awal dipilih karena sosoknya dapat relate ke karakter Taat. Nanti kalau udah nonton pasti tahu deh apa maksudnya.”

Film ini juga dibintangi oleh Asri Welas, lbnu Jamil, Kiki Narendra dan Arswendy Bening Swara. Para cast lerpilih ini telah mempersiapkan diri dengan mengikuti latihan pendalaman naskah dan pengembangan karakter yang cukup matang sehingga proses produksi berjalan dengan lancar.

Film Guru-Guru Gokil dijadwalkan untuk layang di seluruh bioskop Indonesia pada Apl 2020.(IkoMuhyidin)

Ilmu dan karunia bersatu untuk manfaat keluarga dan kawan di Silicon Valley of Culture

This slideshow requires JavaScript.

Hong Kong, Januari 2020 – Awal dekade baru menandai terbitnya sebuah era baru. Di K11 MUSEA, destinasi retail-budaya tersebut merayakan Tahun Baru Imlek pertamanya dengan menyebar berkah karunia dan ilmu pengetahuan, yang dibawa melalui Red Packet (amplop merah) ekslusif, Cheongsam Heritage Exhibition yang memajang seni dan keterampilan Tiongkok, serta serangkaian workshop kuliner dan gaya hidup – semua dirangkai demi meningkatkan kesejahteraan keseharian para pelanggan melalui kekuatan budaya di awal tahun baru.

Tradisi Lama Tahun Baru Imlek untuk Inspirasi Baru

K11 MUSEA menghormati tradisi-tradisi Tahun Baru Imlek untuk merayakan awal yang sejahtera di awal Tahun Tikus. Seperti yang banyak dikenal, Tahun Baru Imlek kerap dikenal melalui pembagian amplop merah. Kepercayaan lama mengatakan berkah Tahun Baru Imlek lebih signifikan jika disajikan dalam bentuk Red Packet yang unik. Maka itu Red Packet bergaya artisan di K11 MUSEA yang didesain dengan kaya detail datang dalam 4 nuansa warna merah untuk menyajikan motif memikat yang tampak di Silicon Valley Of Culture di Hong Kong tersebut. Bagaikan simbol status keluarga bangsawan, motif MUSEA yang indah merayakan eksotisme Jalur Sutera; penghormatan kepada warisan budaya kota dimana K11 MUSEA dibangun.

Untuk semakin memeriahkan Tahun Baru Imlek, parade Lion Dance atau Barongsai akan ditampilkan pada siang hari mulai 30 Januari. Parade dimulai dari Main Entrance di Salisbury Road dan belanjut ke berbagai lokasi di K11 MUSEA.

Cheongsam Heritage Exhibition: Menemukan Kembali Seni Busana yang Memudar

Sebagai Silicon Valley of Culture di Hong Kong, K11 MUSEA dengan cermat menyeleksi sejumlah Cheongsam vintage yang elok serta beberapa alat jahit untuk dipamerkan dalam Experience Chamber, First Floor. Karya-karya yang ditampilkan termasuk dari Master Yan Ka Man, yang telah membuat Cheongsam selama lebih dari 60 tahun dengan dengan berbagai desain ikonis selama kontes Miss Hong Kong setiap tahun, serta gaya-gaya populer yang kerap ditampilkan oleh para selebriti tahun 1960an.

Melanjutkan misi K11 MUSEA untuk mempromosikan budaya, demonstrasi secara live akan diadakan setiap Sabtu, dari 11 Januari hingga 29 Februari, di mana desainer Cheongsam lokal Yin Kou Zhang akan menunjukkan keterampilannya kepada publik dalam membuat Cheongsam yang sempurna melalui jahitan tangan. Untuk mengalami langsung tradisi artistik yang semarak ini, workshop khusus tentang ‘hauniu’ (kancing bunga atau flower buttons) akan digelar setiap sesi demonstrasi.

Terlahir di Shanghai, Master Yin Kou Zhang memulai kariernya dalam menjahit pada usia 14 tahun, mengikuti jejak ayah dan kakeknya. Meskipun dipengaruhi oleh keluarganya, Master Yin mengasah keterampilannya dari anak didik sang kakek tercinta karena peraturan keluarga yang mengatakan ‘sang ayah tidak akan mengajarkan anaknya langsung’, demi menjamin panduan yang ketat selama masa pelatihan. Master Yin memiliki spesialisi di needlecraft, teknik jahitan klasik khas Shanghai; setiap jahitan dilakukan secara cermat dengan tangan, menjadikannya keterampilan yang berlimpah dengan detail unik dan kompleksitas tinggi. Dengan bisnisnya di distrik Sai Wan yang telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun, Master Yin bertekad untuk menciptakan Cheongsam sepenuhnya dari jahitan tangan bagi masing-masing pelanggannya. Keterangan tanggal dan waktu ada di bawah.

Cheongsam Heritage Exhibition: A Touch of Disappearing Craft
Experience Chamber, First Floor of K11 MUSEA 11 & 18 Januari dan 1, 8, 15, 22 & 29 February
Demonstration: 2:00 – 3:30pm
Flower Button Workshop: 3:30 – 4:00pm

Bagi si Cilik: Petualangan Musikal The Donut dengan Acoufunkture

Anak-anak penyuka musik akan dibawa ke dalam petualangan baru pada Tahun Baru Imlek kali ini di Donut Playhouse, di mana akan diadakan konser interaktif bersama Acoufunkture, grup musikal akustik dan funk. Dengan persembahan lagu-lagu Tahun Baru Imlek yang ceria, serta lagu-lagu orisinal grup tersebut, anak-anak bisa ikut tampil dalam konser ini saat mereka bergabung secara spontan untuk memainkan alat musik yang simpel. Keterangan tanggal dan waktu ada di bawah.

 

This slideshow requires JavaScript.

Ide Alternatif: Workshop Experience Kuliner dan Gaya Hidup Sehat di K11 MUSEA

Sepanjang festival penuh berkah ini, tawarkan kepada yang tercinta pengalaman baru lewat workshop menarik untuk mendapat keahlian baru. Untuk meningkatkan pengalaman kuliner ke level yang lebih tinggi, K11 MUSEA menyajikan perjalanan masakan lezat bersama berbagai chef tamu yang masing-masing memiliki restoran di destinasi baru Hong Kong ini. Pencinta kuliner bisa mempelajari teknik memasak dari para ahli, demi menciptakan hidangan berkualitas restoran di rumah. Tak ketinggalan, mereka yang ingin meningkatkan kesejahteraan dalam gaya hidup diundang untuk bergabung ke serangkaian workshop bertema wellness. Menawarkan berbagai pengalaman untuk menyehatkan pikiran, mengajarkan tentang alam dan demonstrasi hidup hijau, K11 MUSEA membuka pintu kepada lifestyle sehat sejahtera.

 

Kung Pao Prawns by SHU K Jadwal: 19 January (Minggu), 3-5pm Biaya: HK$ 880 Pelajarilah masakan-masakan khas Sichuan dari Deng Dai Ming, chef berpengalaman dari SHU K. Cara-caranya akan dipresentasikan dalam bahasa Canton. Link untuk mendaftar: https://kka.k11.com/en/module/2849/

 

Breath Mastery Workshop
Jadwal: 18 January (Sabtu), 1 – 2:30pm
Biaya: HK$350
Keluarkan potensimu melalui seni dan sains pernapasan, dan
optimalkan kesehatan dengan teknik-teknik kuno dan modern. Tutor
Brian Lai akan mengajarkan semuanya dalam bahasa Inggris.
Link untuk mendaftar:
https://kka.k11.com/en/module/2572/
Yin Yoga with Aromatherapy
Jadwal: 15 Februari (Sabtu), 1- 2:30pm
Fee: HK$350
Capai fisik sehat dan mental harmonis dengan menggabungkan
essential oil dan yoga. Tutor Saffie Ng akan membantu dengan
meditasi yang menciptakan kedamaian di dalam hati dan ketenangan
jiwa melalui ‘Yin Calming Energy’ untuk tubuh dan otak prima.
Instruksi dalam bahasa Inggris.
Link untuk mendaftar:
https://kka.k11.com/en/module/2594/

 

Yin Yoga with Aromatherapy
Jadwal: 15 Februari (Sabtu), 1- 2:30pm
Fee: HK$350
Capai fisik sehat dan mental harmonis dengan menggabungkan
essential oil dan yoga. Tutor Saffie Ng akan membantu dengan
meditasi yang menciptakan kedamaian di dalam hati dan ketenangan
jiwa melalui ‘Yin Calming Energy’ untuk tubuh dan otak prima.
Instruksi dalam bahasa Inggris.
Link untuk mendaftar:
https://kka.k11.com/en/module/2594/

 

Floral Design Workshop
Jadwal: 8 February (Sabtu) 2:30 – 4:30pm
Biaya: HK$1,000
Workshop ini menawarkan cara pembuatan dekorasi bunga dan
konsep desain dengan bunga dengan tutor Jenice Lee. Selama
presentasi bahasa Inggris yang dilengkap bahasa Canton, berbagilah
tips teknik desain bunga.
Link untuk mendaftar:
https://kka.k11.com/en/module/2585/

– Selesai –

Jakarta, 15 Januari 2020 warnaplus.com – Perhelatan akbar tahunan yang diselenggarakan oleh Java Festival Production yaitu Jakarta International BNI Java Jazz Festival atau yang dikenal dengan  BNI JJF akan kembali hadir untuk ke 16 kalinya pada tanggal 28, 2ra9 Februari dan 1 Maret 2020 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Menurut President Director Java Festival Production Dewi Gontha, tema Redeem Yourself Through Music berasal dari pemikiran bahwa setiap manusia membutuhkan sesuatu untuk mengalihkan diri sejenak dari banyaknya hal yang terjadi dalam kehidupan ini. Hal tersebut dapat berupa musik.

“Kami merasa di tahun lalu, masyarakat membahas masalah yang itu-itu saja. Segala perbedaan menjadi sangat penting. Lewat musik, kami ingin mengembalikan rasa kebersamaan, karena musik tidak membeda-bedakan,” Jelas Dewi pada press conference di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.

Dewi juga menjelaskan, seperti di tahun-tahun sebelumnya, JJF memilih para penyanyi yang memiliki nilai lebih. Seperti The Jacksons yang sedang melakoni tur perayaan 50 tahun berkiprah serta Omar Apollo, musisi muda asal Amerika Serikat yang sedang aktif bermain di berbagai negara.

Selain itu, JJF juga akan diisi oleh Benny Mustafa N Jongens, Dwiki Dharmawan featuring Nadin Amizah, Jay Som, Jeff Lorber Fusion Trio (Jeff, Jimmy Haslip, Gary Novak), KRLY, Maya Hasan, Michael Paulo & Gregg Karukas featuring Melissa Manchester, Michael White, MLDJAZZPROJECT S4 Featuring Potret, Fariz RM, serta Humania, Nita Aartsen Quintet, Nusantero, Pamungkas, Paulinho Garcia, Phil Perry, RINI, Ron King Big Band, The Steve McQueens, United States Air Force Band of the Pacific, dan Yongky Vincent. Mereka semua seperti dijelaskan Dewi akan tersebar di 11 panggung.

Terkait dengan tempat acara,Dewi menjelaskan akan digelar di JI Expo Kemayoran Jakarta pada 28 Februari hingga 1 Maret 2020.(Iko Muhyidin)

Jakarta, 15 Januari 2020 – Perhelatan akbar tahunan yang diselenggarakan oleh Java Festival Production yaitu Jakarta International BNI Java Jazz Festival atau yang dikenal dengan BNI JJF akan kembali hadir untuk ke 16 kalinya pada tanggal 28, 29 Februari dan 1 Maret 2020 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

This slideshow requires JavaScript.

Festival yang telah menjadi salah satu festival jazz terbesar di dunia ini mengkonfirmasi bahwa The Jacksons dan Omar Apollo akan menjadi special show di BNI JJF 2020 mendatang. BNI JJF juga telah memberikan konfirmasi bahwa Benny Mustafa N Jongens, Dwiki Dharmawan feat. Nadin Amizah, Jay Som, Jeff Lorber Fusion Trio (Jeff, Jimmy Haslip, Gary Novak), KRLY, Maya Hasan, Michael Paulo & Gregg Karukas feat. Melissa Manchester, Michael White, MLDJAZZPROJECT All Star feat. Devinta, Monéva, Arta (ICINC), MLDJAZZPROJECT S4 Feat. Potret, Fariz RM & Humania, Nita Aartsen Quintet, Nusantero, Pamungkas, Paulinho Garcia, Phil Perry, RINI, Ron King Big Band, The Steve McQueens, United States Air Force Band of the Pacific dan Yongky Vincent akan bergabung sebagai bagian dari lineup BNI JJF 2020 bersama dengan nama-nama yang telah di umumkan bulan November dan Desember 2019 lalu antara lain:

  • Ade Avery
  • Andezzz (Departure People)
  • Anomalie
  • Ardhito Pramono
  • Ari Lennox
  • Brass Against
  • Brian Simpson feat. Jackiem Joyner
  • Bruno Major
  • Cantika
  • Cory Henry & The Funk Apostles
  • Cosmo’s Midnight
  • Ezra Collective
  • Faye Risakotta
  • Gerald Situmorang & Sri Hanuraga “META” feat. Ify Alyssa
  • Good Morning Everyone
  • Idang Rasjidi Sundicate
  • Jaz
  • Lalahuta
  • Marcell
  • Mike Stern – Jeff Lorber Fusion Trio
  • MLDJAZZPROJECT S4
  • Mondo Gascaro feat. Rien Djamain
  • New York Voices
  • Oslo Ibrahim
  • Otti Jamalus & Yance Manusama
  • PREP
  • Sister Sledge
  • T-SQUARE
  • The Daunas
  • The Mighties
  • Tommyivan feat. Uap Widya
  • Tony Monaco and Friends
  • Young Gun Silver Fox
  • ZAD

“Di BNI Java Jazz Festival ke 16 ini, kami mengambil tema ‘Redeem Yourself Through Music’. Tema ini berasal dari sebuah pemikiran bahwa setiap manusia membutuhkan sesuatu untuk
mengalihkan diri sejenak dari banyaknya hal yang terjadi dalam kehidupan ini, dan hal tersebut dapat berupa musik. Kami berharap festival ini dapat menjadi tempat dimana semua orang
dapat menghabiskan waktu mereka dengan menyaksikan penampilan sensasional dan menikmati musik yang telah disuguhkan.” ujar Dewi Gontha, President Director Java Festival
Production.

“Pada tahun 2020 ini, seperti layaknya musik jazz yang penuh improvisasi dan hal-hal baru di setiap aransemennya, BNI bermaksud mengajak masyarakat untuk selalu berinovasi dan
melakukan hal-hal baru tanpa perlu ragu. Dengan membawa semangat #BNItuDigital di event Jakarta International BNI Java Jazz 2020, BNI mendukung masyarakat khususnya generasi muda yang menginginkan kemudahan serta kecepatan dalam hidupnya. Dengan BNI Mobile Banking, fitur transaksi perbankan yang lengkap membuat seolah-olah masyarakat adalah bank itu sendiri. Jadi, meskipun anda sedang berada di jalan atau bahkan sedang menonton BNI Java Jazz Festival 2020, anda masih tetap bisa melakukan banyak transaksi finansial tanpa hambatan. Seperti transfer antar BNI melalui Quick Transfer yaitu transfer dengan cara scan QR Code, top up uang elektronik, blokir kartu debit jika kartu hilang. Di tahun ini pun BNI tetap konsisten melakukan promo Buy 1 Get 2 Daily Pass BNI Java Jazz Festival 2020 dengan menggunakan Kartu Debit dan Kartu Kredit BNI. Jika belum memiliki kartu debit BNI, cukup membuka rekening melalui BNI Mobile Banking tepatnya fitur Pembukaan Tabungan Digital, nasabah bisa langsung menikmati promo tersebut dengan pembelian tiket melalui website www.javajazzfestival.com. BNI pun konsisten membawa ekosistem cashless payment yang menggunakan TapCash dan akseptasi pembayaran LinkAja.” ujar Anggoro Eko Cahyo, Direktur
Bisnis Konsumer BNI.

“PT Avrist Assurance, untuk ketujuh kalinya, menjalankan peran strategis sebagai official insurance partner Java Jazz Festival 2020. Mengunsung tema #SaveAndSound, kami hadir semakin mantap dalam memberikan proteksi kepada semua pihak yang berperan andil dalam festival musik internasional terbesar di Indonesia, mulai dari pengunjung hingga kru dan artis, baik nasional dan mancanegara. Ini menggarisbawahi komitmen kami untuk memberikan perlindungan menyuluruh agar penikmat konser sejati dapat bebas mengekspresikan kecintaan terhadap musik dengan rasa aman dan nyaman, sehingga pengalaman aspiratif ini mejadi sempurna dalam kenangan.” Ujar Ernest Febrianto, Head of Corporate Marketing
Communications PT Avrist Assurance.

Special Show Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 Setiap tahun, BNI JJF selalu menyuguhkan pertunjukan special show yang terletak di BNI Hall (D2). Di tahun ke 16, artis-artis yang merupakan special show adalah grup musik legendaris The Jacksons dan artis yang digemari oleh generasi muda, Omar Apollo.

  • The Jacksons
    Grup musik legendaris pelantun lagu “I Want You Back”, “ABC” dan “I’ll Be There” yaitu The Jacksons yang beranggotakan Jackie Jackson, Tito Jackson, dan Marlon Jackson akan kembali ke Jakarta untuk tampil sebagai special show di Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 pada hari Sabtu, 29 Februari 2020. Selama lebih dari 50 tahun berkarya dan tetap berjaya hingga saat ini, The Jacksons telah menginsiprasi grup musik lain seperti Backstreet Boys, New Edition, N*SYNC, New Kids on the Block, the Jonas Brother, One Direction dan masih banyak lagi.
  • Omar Apollo
    Omar Apollo adalah penyanyi dan penuilis lagu asal Indiana, Amerika yang banyak digemari oleh generasi muda. Pria kelahiran 1997 ini menulis dan merekam lagu dengan genre yang bercampur antara jazz, R&B, funk, soul dan pop. Benny Sings, D’angelo, Los Panchos, John Mayer, Elliott Smith, Cuco Sánchez, Paul Simon, Gary Numan, dan João Gilberto adalah nama-nama yang menginspirasinya dalam bermusik. Omar akan menjadi salah satu bagian dari special show Jakarta International BNI Java Jazz Festival pada hari Minggu, 1 Maret 2020.

Artists to Watch
Lineup Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 sangatlah beragam, sehingga sangat disayangkan jika sampai terlewatkan:

  • Ari Lennox
    Ari Lennox adalah penyanyi dan penulis lagu kelahiran D.C. yang bergabung dengan Dreamville di akhir tahun 2015. Ari Lennox berkolaborasi bersama J. Cole untuk video klip pertamanya yang berjudul “Shea Butter Baby” dan video klip tersebut telah ditonton lebih dari 18 juta kali di YouTube. “Shea Butter Baby” juga menjadi nama dari album debutnya dimana album tersebut meraih posisi ke 104 di Billboard 200.
  • Bruno Major

Setelah menggelar konser tunggal intim di tahun 2018 lalu, Bruno Major akan kembali ke Jakarta di tahun 2020 sebagai salah satu lineup Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020. Sebelumnya, tur Asia yang dilakukannya terjual habis di berbagai negara termasuk Indonesia. Walaupun begitu, antusias penonton Indonesia masih terlihat tinggi apalagi ia telah merilis lagu baru berjudul “Nothing” dan “Tapestry” pada akhir tahun 2019 lalu.

  • Ezra Collective
    Lagu-lagu grup musik asal London ini terdengar seperti jazz klasik tetapi secara bersamaan juga dikemas dengan gaya mereka sendiri. Ezra Collective menggabungkan musik jazz dengan beat hip hop. Pertunjukan langsung mereka akan terlihat dinamis sehingga akan sayang untuk dilewatkan.
  • Mike Stern – Jeff Lorber Fusion Trio
    Mike Stern, seorang artis yang telah menerima Certified Legend Award dari majalah Guitar Player pada tahun 2012 dan juga dinobatkan sebagai Gitaris Jazz Terbaik tahun 1993 oleh majalah yang sama yaitu Guitar Player akan tampil bersama Jeff Lorber Fusion yang telah menerima nominasi Grammy pertamanya pada tahun 1985 untuk lagu terkenalnya berjudul “Pacific Coast Highway” dan merilis album self-titled pertamanya pada tahun 1977. Artis-artis legendaris ini akan memeriahkan panggung dengan kolaborasi mereka yang merupakan salah satu pertunjukan yang wajib di saksikan di perhelatan akbar Jakarta Internasional BNI Java Jazz Festival ke 16.
  • New York Voices
    Grup musik yang berisi paduan dari suara-suara elegan yang diiringi oleh melodi yang harmonis ini akan kembali ke Jakarta untuk tampil di BNI Java Jazz Festival ke 16. Sudah lebih 30 tahun berkarya, grup musik ini tetap aktif dan musik mereka dapat membuat pendengarnya merasa nyaman dan terhanyut dalam alunan melodi.
  • Sister Sledge
    Di formasikan pada tahun 1971 ketika mereka berumur 12 – 16 tahun, mereka merekam lagu pertama mereka yang berjudul “Time Will Tell”. Tetapi, mungkin yang tidak asing di telinga masyarakat adalah lagu mereka yang berjudul “We Are Family” dan “He’s the Greatest Dancer”. Lagu-lagu tersebut akan terasa menyenangkan jika dinikmati secara langsung di BNI Java Jazz Festival 2020 sehingga jangan sampai terlewatkan.
  • T-SQUARE
    Grup musik dari Jepang yang dipimpin oleh gitaris, Masahiro Ando, & THE SQUARE dibentuk pada tahun 1976 bersama dengan pemain saksofonnya yaitu Takeshi Ito, telah memulai debutnya dengan album LUCKY SUMMER LADY pada tahun 1978. Di Korea, sejak mereka pertama kali tampil di tahun 1994, mereka telah kembali sebanyak empat kali dan telah mendapatkan popularitas yang luar biasa. Pada tahun 2009, mereka tampil di Taiwan untuk pertama kalinya di National Concert Hall dan konser tersebut terjual habis. Dan di tahun 2020, mereka akan datang ke Indonesia dan menjadi bagian dari Jakarta International BNI Java Jazz Festival ke 16.

Lineup harian Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 dapat dilihat melalui website resmi di www.javajazzfestival.com Tiket Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 sudah dapat dibeli melalui www.javajazzfestival.com dengan rincian harga:

  • 3 Day Pass: Rp 1,875,000
  • Daily Pass: Rp 775,000
  • Special Show The Jacksons: Rp 375,000
  • Special Show Omar Apollo: Rp 250,000

#####

Tentang Jakarta International Java Jazz Festival
Jakarta International Java Jazz Festival (JJF) adalah salah satu festival musik jazz terbesar di dunia dan dapat dibilang yang terbesar di belahan bumi Selatan, yang diselenggarakan di Jakarta, Indonesia. Festival jazz tahunan ini selalu diselenggarakan setiap awal bulan Maret.

Tentang Java Festival Production
Java Festival Production adalah penyelenggara dari Jakarta International Java Jazz Festival, Java Rockin’land, Java Soulnation, Soundsfair dan Hodgepodge Festival. Selain festival musik, Java Festival Production juga telah membawa nama-nama besar lainnya ke Indonesia seperti Jamiroquai, Dianna Krall, dan masih banyak lagi.

  • Konsep konser yang didukung oleh sang pelopor Ahmad Dhani.
  • Akan hadir di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan dan Makassar.
  • Tiket dapat dibeli di tiket.com serempak untuk semua kota mulai tanggal 17 Januari 2020 pukul 10.00 WIB.

Jakarta, Rabu 15 Januari 2020Otello Asia akan membawa konser akbar band ternama di Blantika Musik Indonesia ‘DEWA 19’ setelah mendapat restu dari sang pelopor Ahmad Dhani untuk menjalankan tur konsernya dan bertepatan dengan 20 Tahun album ‘Bintang Lima’ sejak dirilis di tanah air, tur konser di 6 kota besar di Indonesia nanti akan bertajuk “20 Tahun Bintang Lima Tour 2020 featuring Once Mekel | Dul Jaelani”.

Akan seperti apakah Ahmad Dhani menyuguhkan konser spektakuler-nya nanti? sebuah jawaban misteri yang harus Baladewa saksikan secara langsung saat penampilan konsernya di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan dan Makassar.

20 Tahun Bintang Lima Tour 2020 featuring Once Mekel | Dul Jaelani”:

  • Bandung : 15 Februari 2020 di Trans Convention Center
  • Yogyakarta : 22 Februari 2020 di Jogja Expo Center Hall B & C
  • Surabaya : 14 Maret 2020 di Grand City Convention Hall
  • Banjarmasin : 21 Maret 2020 di Gedung Sultan Suriansyah
  • Balikpapan : 25 Maret 2020 di BSCC Dome
  • Makassar : 03 April 2020 di Four Points Hotel by Sheraton

Sysan Ibrahim selaku CEO dari Otello Asia mengatakan “Tur konser DEWA 19 di 6 kota besar ini akan menjadi pertunjukan konser yang luar biasa, selain bertepatan dengan 20 tahun album Bintang Lima, sang pelopor DEWA 19 Ahmad Dhani juga ikut andil dalam konsep konser ini, tentunya para Baladewa sudah pasti rindu ingin melihat kembali aksi panggung Ahmad Dhani, konser ini menjadi konser perdana Ahmad Dhani di tanah air setelah cukup lama vakum. Sebagai penyelenggara, Otello Asia ingin membawa sebuah konsep pertunjukan DEWA 19 yang epic, memorable dan berbeda dari konser-konser DEWA 19 sebelumnya, untuk itu konser ini kami bawa ke-6 kota di Indonesia sebagai penawar rindu bagi Baladewa di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan dan Makassar”.

Sementara itu, Febrico selaku Activity Manager tiket.com mengatakan “Kami sangat senang menjadi bagian dari rangkaian tour konser ‘20 Tahun Bintang Lima Tour 2020’, di mana tiket.com menjadi exclusive ticketing partner dari konser ini. Kami optimis konser kali ini akan menjadi magnet Baladewa yang sudah rindu oleh lagu-lagu hits yang dibawakan oleh DEWA 19”.

Tiket konser* “20 Tahun Bintang Lima Tour 2020 featuring Once Mekel | Dul Jaelani” dapat diperoleh secara online hanya di tiket.com.

Harga tiket di Bandung, Surabaya, dan Makassar:

 PresaleNormal
DiamondRp. 1.050.000.-Rp. 1.300.000.-
GoldRp.     530.000.-Rp.    780.000.-
FestivalRp.     160.000.-Rp.    260.000.-

 

  • Harga sudah termasuk pajak dan ticketing fee.
  • Diamond dan Gold adalah numbered seating.

Harga tiket di Banjarmasin:

 PresaleNormal
DiamondRp. 1.050.000.-Rp. 1.300.000.-
GoldRp.     530.000.-Rp.    780.000.-
SilverRp.     330.000,-Rp.    530.000,-
Bronze ARp.     230.000,-Rp.    430.000,-
Bronze BRp.     230.000,-Rp.    430.000,-
FestivalRp.     160.000.-Rp.    260.000.-

 

  • Harga sudah termasuk pajak dan ticketing fee.
  • Diamond adalah numbered seating.
  • Gold, Silver, Bronze A & B adalah free seating.

Harga tiket di Balikpapan:

 PresaleNormal
DiamondRp. 1.050.000.-Rp. 1.300.000.-
GoldRp.     750.000.-Rp. 1.000.000.-
Tribune ARp.     450.000,-Rp.    650.000,-
Tribune BRp.     450.000,-Rp.    650.000,-
FestivalRp.     160.000.-Rp.    260.000.-

 

  • Harga sudah termasuk pajak dan ticketing fee.
  • Diamond dan Gold adalah numbered seating.
  • Tribune A dan B adalah free seating.

Harga tiket di Yogya: 

 PresaleNormal
DiamondRp. 550.000.-Rp. 750.000.-
GoldRp. 350.000.-Rp. 550.000.-
FestivalRp. 110.000.-Rp. 160.000.-

 

  • Harga sudah termasuk pajak dan ticketing fee.
  • Diamond dan Gold adalah numbered seating.

DEWA 19 telah meraih kesuksesan sepanjang dekade 1990-an dengan lead vokal Ari Lasso dan dekade 2000-an dengan lead vokal Once Mekel. Album yang mereka rilis nyaris selalu mendapat sambutan yang bagus dan positif di pasaran, bahkan album DEWA yang dirilis tahun 2000, ‘Bintang Lima’ merupakan salah satu album terlaris di Indonesia dengan penjualan hampir 2 juta keping, formasi Dewa 19 terakhir adalah Ahmad Dhani, Yuke Sampurna, Andra Junaidi, Once Mekel dan Agung Yudha.

Untuk mengawali pertunjukan konser di tahun 2020 selaku penyelenggara pihak promoter Otello Asia dengan segenap hati memantapkan sebuah konsep pertunjukan yang epic dan memorable dapat memberikan rasa rindu para Baladewa untuk bertemu Ahmad Dhani kembali di atas panggung dalam konser “20 Tahun Bintang Lima Tour 2020 featuring Once Mekel | Dul Jaelani”, konser ini akan terbagi dalam dua special sequence berbeda dengan special treatment dan rare footage dari DEWA 19 yang belum pernah ditampilkan sebelumnya. penasaran? You’d better not to miss this one, and witness yourself! (Iko Muhyidin )

JAKARTA – Penyanyi Cilik yang beranjak remaja Adyla rafa Naura Ayu atau yang sangat di kenal dengan panggilan NAURA, tahun ini genap berusia 14 tahun. Senakin besar, Naura semakin produktif dengan karya-karyanya di dunia musik, juga perfileman Indonesia. Naura juga aktof sebagai brand ambassador dari berbagai macam brand ternama di tanah Air. Dan dari karya-karyanyaa tersebut Naura mendapatkan banyak sekali achievement diantaranya :

  • Album Anak Terbaik AMI Awards 2015.
  • Artis Solo Perempuan Anak-anak Terbaik AMI Awards 2016.
  • Album Lagu Anak-anak Terbaik ( langit Yang Sama) AMI Awards 2016.
  • Penyanyi Cilik Kesayangan, Mom & Kids Awards MNC TV 2015 – 2018.
  • Penyanyi Anak Terbaik AMI Awards 2018.
  • Platinum Awards penjualan Album “Katakanlah Cinta” di KFC Store 2019.
  • Memperoleh Biasiswa dari galeri Indonesia Kaya untuk mengikuti Broadway di Amerika 2019
  • Dan yang terbaru adalah Naura kembali memenangkan 2 (dua) kategori penghargaan dari AMI Awards 2019, yaitu untuk kategori Artis Solo Perempuan Anak-anak Terbaik dan juga Duo / Group / Group Vokal / Kolaborasi Anak-anak Terbaik

Pada penghujung tahun 2019, naura akan kembali menggelar KONSER DONGENG untuk yang ke-7 kalinya. Menilik kesuksesan konser-konser sebelumnya, kali ini KONSER DONGENG 4 akan di buat dalam skala yang sama seperti saat Konser Dongeng 3 ICE BSD, yaitu dengan kapasitas 4.000 penonton. Setelah sebelumnya Naura juga telah menggelar :

  • KONSER DONGENG 1 (Teater Jakarta, taman Ismail Marzuki, 24 & 25 Oktober 2015) mendatangkan 2.000 penonton per hari.
  • KONSER DONGENG 2 (Ciputra Artpreneur, 4&5 Februari 2017) mendatangkan 1.200 penonton per hari.
  • KONSER DONGENG 2 (sabunga, bandung, 4 November 2017) mendatangkan 2.500 penonton.
  • KONSER DONGENG 2 (Tunjungan Plaza, Surabaya, 10 Maret 2018) Mendatangkan 2.000 penonton.
  • KONSER DONGENG 3 (ICE BSD, tangerang) mendatangkan 4.000 penonton.
  • KONSER DONGENG 3 ( sabuga, Bandung, 1 desember 2018) mendatangkan 2.400 penonton.

KONSER DONGENG 4 akan digelar di Indonesia Convention center (ICE) BSD, Tangerang selatan dalam rangkaian acara ICEFEST 2019 pada hari Sabtu, 21 Desember 2019 mendatang. Konser ini sekaligus menjadi “Konser Dongeng terakhir” yang akan di sekenggarakan oleh Naura untuk temen naura (panggilan fans Naura). Mengingat ini merupakan konser anak-anak terakhir bagi Naura, maka konser ini akan digelar lebih besar dan megah., lebih spektakuler dan tentunya berbeda dengan konser Dongeng sebelumnya. Dengan penggunaan atau konsep video mapping dan di dukung oleh Epson sebagai pendukung dari semua gara[pan lagu, koreografi yang keren, penggunaan teknologi terkini untuk lighting dan sound system, seta penggunaan button untuk setting dan sling dalam beberapa adegan, serta efek panggung akan ditampilkan secara memukau pada KONSER DONGENG 4 ini akan menjadi sebuah pertunjukan yang berkesan di tahun 2019.

Untuk meraih kesuksesan seperti Konser Dongeng sebelumnya, naura tetap melibatkan orang-orang hebat yang sama yang berjalan beriringan dengan karirnya ; Trinity Optima Production & Merah Putih Persada selaku promoter yang juga berkolaborasi dengan Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Nola dan Daldy sebagai Produser, Rangga Djuned sebagai Art Director, Simhala Avadana sebagai Composer, Dudi sebagai Koreografer, Inet Leimena sebagai Show Director, Ava Victoria sebagai Music Director, Multimedia oleh Sembilan Matahari, Stage oleh Uly Tiga Dimensi dan Sound System oleh Sumber Ria.

Mengusung konsep fun, simple, Cheerfull, easy listening, interaktif, kasih sayang, cinta tanah air, lingkungan dan keluarga, KONSER DONGENG 4 akan kembali dipandu Ojip Ismaputra sebagai pendongeng yang merajut dan menjadi benang merah dari satu babak ke babak lain. KONSER DONGENG 4 juga menghadirkan Neona, Nola Be3 The Baldys, dan Temen Broadway naura. Dan ini akan menjadi salah satu konser yang paling cocok untuk berkumpul bersama keluarga di akhir tahun.

Naura berharap Konser Dongeng terakhir ini bisa berkesan di hati temen Naura dan seluruh keluarga Indonesia yang suka akan seni, musik, dan budaya Indonesia. Naura mengajak temen Naura untuk terus mengejar mimpi dan berkarya seperti yang Naura lakukan dari kecil hingga beranjak remaja seperti sekarang ini.

Tiket KONSER DONGENG 4 ini tersedia di GoTix dan Blibli.com, dimana konser ini juga didukung oleh berbagai brand besar di Indonesia, seperti ;

  • Galeri Indonesia Kaya
  • Blibliplay
  • Matahari department Store
  • Epson
  • Nivea Crème
  • Tini Wini Biti
  • Cussons Kids
  • Ale Ale
  • Adidas

(Icho&Rezky. warnaplus.com)

Dicetuskan dan diciptakan oleh Adrian Cheng yang berkolaborasi dengan ratusan talenta kreatif, K11 MUSEA melambangkan destinasi retail-budaya paling canggih di Asia, membentang sepanjang 1.2 juta kaki persegi di bandar ikonis Tsim Sha Tsui

K11 MUSEA adalah ‘Silicon Valley of Culture’ di jantung kota Hong Kong, rumah di mana imajinasi berkembang bebas; tujuan yang pengunjung menemukan inspirasi di setiap sudut.
(K11 MUSEA “A Muse by the Sea” by NOWNESS)

Singapura, September 2019 – K11 MUSEA, salah satu destinasi seni, budaya dan retail paling mutakhir di jantung Victoria Dockside di Hong Kong, telah membuka pintunya kepada publik. Dibayangkan untuk menjadi “A Muse by the Sea”, K11 MUSEA diprakarsai oleh visionary changemaker Adrian Cheng untuk memperkaya kehidupan sehari-hari para konsumen modern melalui pencerahan kreativitas, budaya dan inovasi. Dari arsitektur dan interiornya sampai ke anchor brands dan konsep berbasis pengalaman yang dikandungnya, K11 MUSEA siap untuk meramaikan suasana dermaga Tsim Sha Tsui dengan gabungan luar biasa dari inspirasi, penemuan dan edutainment.

“10 tahun lalu, kami berangkat untuk memulai proyek ambisius demi mentransformasi promenade Tsim Sha Tsui menjadi sebuah area seni dan budaya, dan K11 MUSEA adalah bagian akhir yang paling penting dari puzzle itu,” ujar Adrian Cheng, Founder K11 Group dan Executive Vice-Chairman dari New World Development. “Visi kami adalah untuk menyegarkan daerah ini bersama dengan 100 talenta kreatif yang datang dari berbagai bidang dan budaya, untuk membuat K11 MUSEA menjadi ‘Silicon Valley of Culture’ dan menyuntikkan seni, arsitektur, desain, keberlanjutan dan segala bentuk budaya ke kehidupan sehari-hari para konsumen baru. K11 MUSEU dilahirkan sebagai ruang yang menginspirasi para millennial global, dan memfasilitasi diskusi yang lebih luas tentang keterkaitan antara kreativitas, budaya dan inovasi.”

INSPIRATION: 100 talenta kreatif global menggabungkan kekuatan untuk merangkai pengalaman retailbudaya penuh inspirasi

Sebagai cerminan dari dunia masa kini yang lebih majemuk, K11 MUSEA adalah perpanjangan dari konsep maison, tempat di mana berbagai macam gaya, budaya dan koleksi bertemu. Kompleks
bangunan setinggi 10 tingkat ini tercipta berkat kehandalan kolaboratif dari lebih dari 100 orang arsitek, seniman dan desainer lokal dan internasional untuk menciptakan landmark retail-budaya baru, dengan 100 desain ruang yang akan mendorong lahirnya kreativitas dalam keseharian. Di antara para kekuatan kreatif di balik K11 MUSEA terdapat firma-firma desain pemenang penghargaan seperti Kohn Pedersen Fox Associates, James Corner Field Operations, OMA yang dipimpin oleh Rem Koolhaas dan David Gianotten, studio lanskap dan desain asal Bangkok PLandscape, studio spesialis desain cahaya asal Inggris Speirs + Major, desainer taman bermain pemenang penghargaan asal Denmark Monstrum dan studio arsitektur Hong Kong LAAB.

Memasuki pintu-pintu megah MUSEA Entrance yang menampilkan motif geometris MUSEA yang eksotis, para pengunjung akan tiba di Opera Theatre yang mencolok secara visual, atrium dan jiwa dari kompleks K11 MUSEA dengan kontur mengalir yang terdiri dari panel aluminium hasil cat tangan sepanjang 1,115 kaki persegi yang diciptakan oleh pekerja lokal dan LAAB. Oculus yang spektakuler menggantung dari tengah atrium setinggi 35 meter ini, menyaring cahaya matahari menjadi kilauan bagai bulu halus yang membasuh ruang ini dengan kehangatan yang mengundang. Tertanam di berbagai batang karya seni dalam ruangan ini adalah ratusan spotlight yang didesain dengan cermat oleh Speirs + Major, mengubah atrium menjadi galaksi kreatif yang disinari oleh bintang-bintang yang berdenyut mendebarkan. Bintang paling terang di hati galaksi tersebut adalah The Gold Ball, kamar bulat dengan kisi-kisi bercahaya yang mewakili inspirasi dan kreativitas tanpa batas, dan berfungsi sebagai ruang serba guna untuk pameran dan event budaya. Beberapa langkah dari sana adalah lampu gantung Victoria rancangan Lasvit, diciptakan untuk mereferensikan masa lalu Hong Kong sebagai jalur perdangan dan warisan budaya sebagai pusat transportasi di akhir abad lalu.

Melangkah ke area outdoor, amfiteater Sunken Plaza seluas 2,000 kaki persegi dikelilingi oleh fitur cahaya dan air interaktif, menyajikan kepada para pengunjung setting dari level jalanan yang intim untuk kegiatan performing arts, sinema dan live music dari KULTURE 11. Tak seperti kompleks retail lain, K11 MUSEA mengundang penonton dan pengunjung untuk mengagumi detail di dalamnya, memicu rasa penasaran untuk menemukan inspirasi baru di dalam Silicon Valley of Culture.

Sejarah tempat ini dan lokasi dermaganya berpengaruh besar terhadap desain interior K11 MUSEA. Di Muse Edition, di mana MoMA Design Store dan brand fashion Off-White terletak, seluruh struktur atap waffle orisinal dari era 1970an telah dipreservasi dan dimodernisasi lebih lanjut oleh Speirs + Major melalui desain lighting penuh inovasi. Desain dari bagian unik ini – dengan lampu-lampu hasil tiupan mulut asli yang menyerupai mercusuar, dan lantainya yang berupa gabungan semen dan cangkang – adalah penghormatan terhadap koneksi kelautan wilayah ini.
Sebagai tambahan, keberlanjutan menjadi tema sentral desainnya; membanggakan sertifikasi tingkat atas untuk rancangan green building, dedaunan ekstensif, urban farming di atap untuk pengalaman makan farm-to-table dan lebih dari 50,000 kaki persegi dinding hidup (sama dengan luas permukaan 18 lapangan tenis), K11 MUSEA menetapkan standar baru untuk konservasi urban dan gaya hidup ramah lingkungan di Hong Kong. Terlebih lagi, K11 MUSEA didesain untuk mempromosikan proses belajar positif melalui permainan, seperti perosotan Peacock dan Donut yang dibangun oleh spesialis taman bermain Monstrum asal Denmark.

DISCOVERY: Debut koleksi seni yang terinspirasi gerakan lugas dari para artis kontemorer ternama

K11 MUSEA akan menjadi platform bagi talenta-talenta artistik ternama dan terbaru dunia dengan koleksi debut yang menampilkan karya-karya dari lebih dari 40 seniman ternama internasional dan Hong Kong. Kurasi dari koleksi ini terinspirasi oleh budaya sebuah kota dermaga, dikoleksi dan dikumpulkan dengan cermat dengan konteks lokasi geografisnya, di bawah arahan founder Adrian Cheng.

Koleksi ini merayakan gaya hidup di Hong Kong yang berpacu cepat dan menarik minat konsumen generasi baru yang menghargai pengalaman retail baru yang terkait dengan budaya, kreativitas dan inovasi. Kompleks setinggi 10 tingkat dan area sekelilingnya diciptakan sebagai ruang seni bagi publik yang memiliki instalasi khusus, berisi rotasi dari karya seni kontemporer dan graffiti. Kurasi ini menekankan konsep-konsep seni dan desain yang tidak kekal; pertukaran ide yang selalu bergulir di sebuah masyarakat multikultural; dan sifat hyper-connected dari sebuah kota global seperti Hong Kong.

This slideshow requires JavaScript.

Seniman yang ditampilkan antara lain; Elmgreen & Dragset (Denmark dan Norwegia); Erwin Wurm (Austria) and Katharina Grosse (Jerman), yang karya-karyanya akan ditampilkan di ruang publik. Sepuluh lantai dari pengalaman imersif seni, budaya dan retail tersebut akan menyimpan karya-karya dari Adrian Wong (AS), Cheng Ran (Tiongkok), dan Zhang Enli (Tiongkok). Tersemat dalam karya-karya tersebut adalah koleksi karya dari urban artists Hong Kong di lantai tiga. Dari sembilan koleksi artis, lima di antaranya merupakan talenta lokal yang termasuk Graphic Airlines, Kristopher Ho, Parent’s Parents, Simple Bao dan [email protected] From Zero, yang dipajang bersama desain ceria dari seniman Amerika Ron English. Pengunjung bisa menikmati tur seni dengan pemandu atau mendengarkan panduan digital via mobile app khusus ciptaan K11.

Destinasi retail-budaya ini juga menjadi rumah dari MoMA Design Store pertama di Tiongkok Raya, dan terbesar di Asia. Untuk pertama kalinya, MoMA Design Store berkolaborasi dengan EDGE Design asal Hong Kong untuk desain tokonya, yang menjunjung warisan budaya dan identitas khas kota ini. Para MoMA Ambassador pun hadir untuk berbagi cerita tentang desain di balik produk, menyediakan pemahaman yang lebih intim tentang apa yang dedefinisikan sebagai ‘desain apik’.

Sebuah pameran dari K11 Craft & Guild Foundation, diciptakan oleh Cheng pada 2018, menjaga kelangsungan hidup seni keterampilan Tionghoa yang mulai menghilang. Organisasi non-profit ini
mengawetkan seni tradisional Tionghoa dan mempromosikan warisan budayanya dengan mendukung keterampilan yang kini terancam punah. Hasil-hasil karyanya bisa dilihat oleh masyarakat umum dan dibeli untuk pertama kalinya lewat K11 MUSEA atau situsnya bagi pelanggan dari luar negeri.

Sebagai tempat bertemu antara kreativitas dan imajinasi tanpa batas, destinasi retail-budaya K11 MUSEA telah dibuka. Proyek ini, berniat menjadi Silicon Valley of Culture, akan merevitalisasi wilayah Victoria Dockside yang semarak sambil memperkuat ambisinya untuk menjadi daerah khusus seni dan desain baru di Hong Kong.

K11 MUSEA diperkuat dan didukung juga oleh destinasi lifestyle lain dari K11: K11 ARTUS, pemukiman mewah terbaik dan penyedia artisanal home pertama di Asia; K11 ATELIER, gedung perkantoran imersif yang berkomitmen mendorong kreativitas para pekerjanya; dan flagship baru Rosewood Hong Kong yang diluncurkan awal tahun ini.
Hashtag: #K11MUSEA Facebook and Instagram: @K11MUSEA

 

Jakarta, 8 Desember 2019 – Serangkaian acara yang di tujukan bagi kaum perempuan di gelar selama sepekan di gedung Jasindo, Kota Tua (07 des-14 Des 2019). Acara yang di buat oleh PFN (Pusat Perfilman Nasional) bekerja sama dengan BUMN yang lainnya. Adapun acaranya antara lain seminar, workshop dan juga pemutrana film, yang semuanya grtasi bagi pengunjung .

Khusus di hari Selasa, tgl 10 Des 2019, bertepatan dengan program Selasa Berkebaya, sekelompok Ibu ibu dengan pakaian kebaya merah dan kain nusantara aneka warna sudah hadir sejakpukul. 08.00.Mereka adalah Kelompok Senam Nusantara yang di pimpin oleh Komunitas Bunda Milenial.“Kami datang dari berbagai latar belakang, ada yang dari kelompok senam, line dance dan masyarakat umum lainnya”,jelas Sisca Rumondor,ketua Bunda Milenial. Meskipun secara usia, kami banyak yang “millenium”, tetapi jiwadan semangat tetap Milenial”.

Senam Nusantara ini terbentuk saat acara Pelantikan Presiden Jokowi bulan Oktober yang lalu. Dengan semangat Cinta Budaya dan menampilkan “jati diri wanita Indonesia”, dalam kesempatannya, komunitas Senam Nusantara ini berolah raga dengan memakai lagu-lagu daerah, seperti Maumere, Tobelo,Tul Jaenak, Gundul-GunduPacul dan Poco-poco.Nuansa dan citra nusantara sangat di tonjolkan. Melalui lagu, gerakan dan busana yang di pakai.“Kami gak merasa ribet pakai kebaya dan kain, walau melakukan senam. Sudah terbiasa, karenamau membiasakan diri. Berbusana kebaya dan pakai kain, jangan di lupakan apalagi di tinggalkan. Harus di lestarikan dan di wariskan ke generasi muda. Kalau bukan kita yang  memulai, siapa lagi?”,tambah Sisca kepada awak media.

Dalam pembangunan di sector apapun, peranan seorang perempuan amatlah penting. Sebab perempuan bisa bertindak sebagai pendorong dan juga pelaku di banyak hal. Mulai dari keluarga sampai ke masyarakat. Semakin banyak perempuan terlibat dan dilibatkan, Indonesia akan semakin cepat membentuk SDM Ungul yang menjadi misi dari Presiden Jokowi dan Kabinet Indonesia Maju. (Iko Muhyidin )

JAKARTA, 07 Desember 2019 – Masih dalam rangkaian hari jadinya yang ke-74 yang jatuh pada tanggal 06 Oktober 2019 lalu, Perusahaan Umum Produksi Film Negara mengadakan Vital Voices Festival atau Festival Perempuan dalam Film, Seni dan Budaya, yang akan berlangsung selama 8 hari, mulai Sabtu 07 Desember sampai dengan Sabtu 14 Desember 2019, bertempat di Gedoeng Jasindo, kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Utara, yang merupakan kerja sama antara Perum PFN dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dan PT Pesonna Indonesia Jaya.

Vital Voices Festival 2019 ini mengambil tema: “Ketika Perempuan Mengambil Peran”.

Menteri Ketenagakerjaan periode 2019-2024 Ibu Dra. Hj. Ida Fauziyah, M. Si akan membuka pekan Vital Voices Festival pada hari pertama, dengan secara simbolis menandakan Festival Perempuan dalam Film, Seni dan Budaya dibuka.

Sejalan dengan Visi Indonesia 2019 – 2024 yang mengedepankan pembangunan Sumber Daya Manusia, berbagai sesi diskusi akan menghadirkan tokoh-tokoh perempuan untuk berbagi ilmu pengetahuan, keterampilan, kiat, dan pengalaman menghadapi tantangan-tantangan dalam perannya sebagai perempuan pekerja, berprofesi, dan dalam kehidupan. Diharapkan dari sesi-sesi ini, masyarakat akan mendapatkan pengetahuan tentang lapangan pekerjaan dan usaha yang ada dalam industri film, seni, dan budaya. Adapun pembicara yang akan hadir antara lain: Wilza Lubis(Produser Film Mama Mama Jagoan), Ilham Acho Bachtiar (Film Mentari dari Ufuk Timur), serta Marcella Zalianty dan Olga Lidya  (Film Recto Verso).

Selain itu, beberapa Direksi BUMN juga akan berbicara terkait topik-topik khusus sektor yang dibidangi, antara lain: Ibu Della Mifti (Manager Operasional The Gade Coffee & Gold – PT. Pesonna Indonesia Jaya) dan Ibu Meynar Sihombing (Founder Micro Centre), Ibu Handriani Tjatur Setijowati (Dirut Pos Property) dan Ibu Putri  Dianita Ruswaldi (Head of Corporate Communication LinkAja),Ibu Dwina Septiani Wijaya (Dirut Peruri) dan Ibu Rina Trisnawati (Founder Tintinchips),Ibu Indyruwani Asikin Natanegara (Sarinah)Ibu Evi Aryati Arbay (Direktur Indonesia Tripadvisor.com) Ibu Sandra Winarsa (Program Development Manager Green Energy HIVOS SEA),Ibu Dewi Aryani Suzana(Direktur SDM & Umum Jasa Rahardja) dan Ibu Laksmi Prasvita (Bayer Indonesia),Ibu Anna Kunti Pratiwi (Direktur Komersial Perumnas), Ibu Handayani (Direktur Konsumer BRI) , Ibu Ninis Kesuma Adriani (Pegadaian) dan Ibu Hety A. Nurcahyarini (Partnership Manager of Filantropi Indonesia),  Ibu Adi Sulistyowati Direktur Hubungan Kelembagaan BNI) dan Ibu Widya Listyowulan (Regional Program Head Innovation DANA Indonesia), Ibu Sari Suharso (Asuransi Jasindo) dan Ibu Nona Pooroe Utomo(Executive Director of Learning Farm), Ibu Judith J. Dipodiputro (PFN), Ibu Renny Soviahani (Pesonna Indonesia Jaya).

Sepanjang Festival, setiap harinya akan diputar film yang selain merayakan prestasi perempuan dalam film, sesungguhnya merayakan prestasi perempuan dalam segala sektor. Pemilihan judul/tema bertujuan mengapresiasi perjuangan perempuan di semua lapisan masyarakat dan pada segala usia. Film-film yang akan diputar selama Festival ini berlangsung, yaitu Kuambil Lagi Hatiku, Mentari di Ufuk Timur, Rectoverso, Kartini, Rumput Tetangga, 3 Srikandi, Rumah di Seribu Ombak, Susi Susanti, Mama Mama Jagoan dan koleksi film dari Viu.

Selain Vital Voices Talk dan pemutaran film-film nasional, Festival juga akan dimeriahkan dengan pameran dari PT Asuransi Jasindo juga pameran rencana Produksi Film PFN 2019-2023,

Paralel dengan pemutaran film, akan berlangsung berbagai workshop atau pelatihan yang terbuka bagi umum secara cuma-cuma, antara lain workshop terkait pengurangan sampah (less waste) dan upaya pengurangan penggunaan plastik (single used plastic), serta cara mengolah sampah organik yang akan dibawakan oleh tim Demi Bumi sebagai salah satu aktivis pegiat less waste. Selain itu, akan diadakan juga demonstrasi seni Furoshiki, yaitu seni mengkreasikan sebuah kain yang dapat difungsikan untuk berbagai kebutuhan dan dapat menggantikan peran kantong plastik. Bagi keluarga, akan diadakan pelatihan ecokids yang akan dibawakan oleh anak dan diperuntukkan bagi anak dengan berbagi pengalaman tentang cara menerapkan gaya hidup hemat sampah/less waste.

 

Bagi peminat teknologi pengolahan kopi, akan diadakan coffee cupping oleh The Gade Coffee & Gold dari senior Barista sekaligus Manajer Operasional The Gade Coffee & Gold dengan achievement 1st Place Brewers Championship dan EJ Coffee Show 2017 SCA (Specialty Coffee Association of America.Europe) Barista Certified. Dan festival akan ditutup pada 14 Desember,dengan diputarnya film Kartini

Gedoeng Jasindo merupakan gedung cagar budaya milik Asuransi Jasindo, yang dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan festival ini guna mulai memperkenalkan icon destinasi baru di Kawasan Kota Tua, khususnya dalam lingkup alun-alun Taman Fatahillah.

Sesuai dengan misinya, yaitu menggabungkan bakat-bakat kreatif dengan inovasi dan teknologi, dalam rangka memproduksi dan mendistribusikan film yang menginspirasi cinta dan penghargaan terhadap sejarah dan warisan budaya Indonesia; PFN bekerjasama dengan Asuransi Jasindo dan PT Pesonna Indonesia Jaya, sedang mempersiapkan Gedoeng Jasindo menjadi Bioskop Rakyat dengan dua layar, yang dilengkapi co-working space bagi milenial dan start-ups, café restoran The Gadé, serta musium mini. Diharapkan Bioskop Rakyat Gedoeng Jasindo siap dioperasikan pada April 2020. (Iko Muhyidin)

Jakarta, 6 Desember 2019 – Collins, pembuat peralatan dan perlengkapan tulis menulis (stationery), merayakan 200 tahun pencapaian pembuatan buku harian dengan rekam jejak peringatan 200 tahun, pada tahun ini. Didirikan oleh William Collins, Collins memiliki cerita perjalanan sejarah kaya dan bermakna. Dimulai dari awal yang sederhana pada tahun 1819 dalam sebuah toko usaha percetakan kecil di Jalan Candleriggs, Glasgow, Skotlandia. Hingga saat ini, Collins telah menjadi brand alat tulis gaya hidup yang paling disukai, menyentuh kehidupan masyarakat global dengan peralatan tulis bermutu tinggi yang adalah wujud cara untuk ekspresi diri, originalitas, dan segala sesuatu yang mengalir dari dalam.

Selama dua abad, Collins terus berevolusi dan berkembang dengan senantiasa mendorong batas-batas desain serta keunggulan untuk menemukan beragam cara baru dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, dan sikap konsumen mereka. Hari ini, Collins menghadirkan beraneka ragam alat tulis bermutu dengan fungsi utama untuk mendorong wujud ekspresi diri dan meningkatkan efisiensi dalam menata hidup. Mulai dari buku harian hingga agenda kerja, buku jurnal, serta alat tulis bermanfaat lainnya, dengan berbagai variasi bahan sampul, desain sampul, serta tata rancang tulis dalam lembaran buku-buku indah tersebut.

Connie Chan, Chairlady dan Chief Executive Officer, Collins mengatakan, “2019 merupakan tahun yang sungguh menyenangkan dan bernilai bagi kami karena kami memperingati sebuah tonggak perayaan dua abad kami. Menilik ke belakang, Collins telah berhasil berevolusi dari kesederhanaan permulaan menjadi brand ternama di dunia di kelasnya – dengan berbagai alat tulis yang dirancang khusus untuk meningkatkan mutu kehidupan dan keseharian konsumen kami, sekaligus menjadi pendorong kreativitas mereka.”

Connie Chan, Chairlady dan Chief Executive Officer, Collins Karen Heng, Artis Marbling asal Singapura

“Baik itu buku harian, buku catatan, ataupun agenda jurnal, kami tetap teguh berkomitmen dalam merayakan originalitas ekspresi diri dengan menghadirkan setiap alat tulis yang berperan sebagai instrumen untuk mengekspresikan apapun yang mengalir dari dalam pikiran dan jiwa. Kami bersemangat menyambut 200 tahun berikutnya dimana Collins berjuang untuk terus berinovasi dan menciptakan produk baru yang mencerminkan akar Skotlandia kami”, tutup Connie.

Dalam rangka merayakan pencapaian bersejarah ini, Collins menggelar lokakarya seni marmer (marbling art session) pada hari Sabtu, 7 Desember 2019, dimana konsumen dapat berkarya menciptakan kreasi marmer ciptaan sendiri untuk dijadikan sampul buku harian Collins. (Iko Muhyidin)