Rapi Films, selaku rumah produksi yang memproduksi Film Bucin mengumumkan bahwa penayanagan filmnya resmi akan ditunda. Keputusan ini diambil berdasarkan keputusan pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menetapkan bahwa beberapa tempat hiburan termasuk bioskop ditutup selama dua pekan mulai 23 Maret hingga 5 April 2020. Film yang semula dijadwalkan akan tayang pada 26 Maret 2020, harus ditunda hingga kondisi kembali kondusif.

“Demi kesehatan kita bersama dan juga mematuhi anjuran pemerintah sesuai Surat Edaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, maka langkah ini harus kami ambil”, ujar Sunil Samtani selaku eksekutif produser filmnya, Film Bucin merupakan karya perdana untuk Chandra Liow selaku sutradara dan Jovial da Lopez sebagai penulis skenario dan eksekutif produser. Chandra menyampaikan responnya setelah bersama sama dengan produser dan pihak distributor mengambil keputusan ini.

“Film pertama. Berat sekali mengambil keputusan untuk menunda filmnya tayang di bioskop. Tapi ini harus kita lakukan untuk Indonesia. Semoga teman– teman bisa bersabar dan tetap mendukung Film Indonesia”, ungkap Chandra.
Keputusan menunda tanggal rilis film ini diapresiasi oleh banyak penonton. Dalam akun Instagram @filmbucin, masyarakat memberikan apresiasi dan masih akan setia menunggu filmnya.
“Terima kasih sudah mengerti dan mendukung gerakan social distancing ini”, tulis akun @kevinwidgo “Kinda sedih menunggu kalian berkarya, but be patient is key”, tambah @sherskuyy
Seluruh pemain film Bucin turut mendukung langkah yang diambil oleh Rapi Films. Para pemain berharap dapat segera bertemu dengan calon penonton dan mendoakan semoga kita bisa bersama – sama melewati masa sulit ini.

Sinopsis
Bucin bercerita tentang empat sekawan (Andovi da Lopez, Chandra Liow, Tommy Limmm, dan Jovial da Lopez) yang selalu dianggap BUCIN, kemudian mereka memutuskan untuk mengikuti kelas ANTI BUCIN agar mereka bisa menjalankan hubungan yang lebih dewasa bersama pasangan masing – masing. Tanpa mereka ketahui metode pengajaran cinta di kelas ini, yang diajar oleh Vania (Susan Sameh), malah mengancam hubungan mereka dengan pasangannya.

Salah satu kekuatan dalam sebuah film horor adalah special make up yang memberi kesan menyeramkan. Dalam film Sebelum Iblis Menjemput Ayat (SIM) 2, elemen tersebut dilakukan sangat detail, sehingga ketika dipadukan dengan sound effect dan pengadeganan, maka penonton bakal dibuat merinding.

This slideshow requires JavaScript.

Di film SIM Ayat 2, sutradara Timo Tjahjanto mempercayakan urusan spesial make up kepada Novie Ariyanti, make up artis & special effect handal yang telah berpengalaman menangani berbagai project film. Di tangan Novie, sejumlah pemain seperti Widika Sidmore, Shareefa Daanish dan Lutesha di make-up dan berubah wujud menjadi sosok anak iblis yang begitu menakutkan.

Proses make-up memakan waktu 4-6 jam, ini karena pengerjaannya dilakukan sangat detail dari kaki, tangan, wajah, hingga rambut. Pemain pun harus menggunakan kontak lens khusus, memperkuat karakter mereka yang 'hidup kembali' usai tewas dijemput Ayub — tokoh jahat dalam film SIM Ayat 2.
Widika Sidmore yang berperan sebagai Gadis, menceritakan pengalaman transformasinya di film SIM Ayat 2.

“Saya di make-up hantu Gadis oleh 6 orang, mulai dari jam 3 sore selesai sampai jam 7 malam., ada banyak detail karena ada tambahan prostetik dan ditempel di bagian rambut saya. Untuk hapusin make-up nya sendiri juga butuh waktu sampai sejam. Saya mulai terbiasa karena ini pengalaman yang seru,” kata Widika.

 

Pengalaman serupa juga dialami oleh Lutesha yang berperan sebagai Kristi, dan Shareefa Daanish yang menjdi Jenar. "Ini pertama kalinya aku main horor dan langsung jadi hantu, prosesnya sangat seru dan tak terlupakan," kata Lutesha, yang aktingnya di SIM Ayat 2 ramai dibicarakan .

Berikut video transformasi makeup dalam film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2
 https://www.youtube.com/watch?v=W00HHGR1KkM
 https://www.youtube.com/watch?v=o6mj242r_Cs

Hingga saat ini, film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 masih tayang di bioskop dan sudah meraih lebih dari 800 ribu penonton.

Jakarta,warnaplus.com – Visinema Pictures bekerja sama dengan Sony Music merilis video klip “Sephia” dari original Motion Pictures film “Generasi 90-an Melankolia”. Lagu yang dipopulerkan oleh band legendaris Sheila on 7 ini diracik ulang oleh Gamaliel Tapiheru dan Jevin Julian.

Warna vokal Gamaliel dalam lagu “Gelap Malam”, yang berbeda dari biasanya berhasil menarik hati produser “Generasi 90-an Melankolia” Angga Dwimas Sasongko.

“Suara Gamaliel di lagu tersebut berbeda, menurut saya Gamaliel bisa mewakili emosi dari film’Generasi 90-an: Melankolia’,” ujar Angga.

Sementara Jevin Julian ditunjuk menjadi produser musik dalam aransemen ulang “Sephia”. Jevin dianggap sesuai karena sudah punya beberapa lagu yang tergolong dark, sesuai dengan karakter yang dibutuhkan film ini.

Gamaliel mengatakan dia tak berpikir panjang ketika ditawari kesempatan untuk mengisi lagu soundtrack film arahan sutradara Irfan Ramli itu, terlebih dia memang menyukai lagu “Sephia”
yang dirilis pada tahun 2000.

Ditantang untuk membawakan lagi lagu yang tak lekang dimakan waktu, penyanyi yang baru merilis single “Forever More” pada awal 2020 ini tak mau menjadikannya sebagai beban. Ia ingin
mengalirkan energi bahagia bagi para pendengar, rasa yang sama ketika menyanyikan lagu “Sephia”. Gamaliel memilih untuk mempertahankan kesakralan “Sephia” dengan tidak “mengacakacaknya” terlalu berbeda dari versi asli.

“Aku ingin tetap ada pesan yang sama di dalam lagu tersebut,” ujar penyanyi yang sedang merintis jalur solo setelah berkarier bersama trio GAC.

Gamaliel tampil dalam video klip mewakili isi hati dan emosi karakter Abby (Ari Irham) si pemeran utama dalam film. “Aku berusaha menyesuaikan lagu di adegan film dan berusaha menyampaikan rasa yang ada di film tersebut.”

Sesuai judulnya, warna dominan dalam video klip adalah warna sephia yang condong ke merahkecokelatan. Video klip itu juga menampilkan potongan-potongan film “Generasi 90-an: Melankolia”.

Video klip “Sephia” digarap oleh sutradara Adriano Rudiman, jebolan London Film School dan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung. Konsep nostalgia menjadi tema
utama dalam video klip “Sephia”.

“Temanya dreamy dan seluruh properti yang ada diambil dari filmnya,” ujar pria yang akrab disapa Dio.

Dio mengatakan properti dari film sengaja dimasukkan ke dalam video klip untuk menjadi pengingat serta benang merah yang menghubungkan keduanya.

“Saya berharap penonton dan penikmat musik bisa suka dengan video klip ‘Sephia’ yang dibuat dengan gaya surealis ini,” tutur Dio.

Bersamaan dengan peluncuran video klipnya, lagu “Sephia” yang dibawakan Gamaliel dapatdidengarkan secara digital di platform musik mulai 17 Maret 2020.

“Generasi 90-an: Melankolia” diadaptasi dari buku “Generasi 90an” karya Marchella FP, sosok di balik buku “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” yang juga diadaptasi Visinema Pictures pada awal 2020.

“Generasi 90-an: Melankolia” bercerita tentang, Abby (Ari Irham), anak muda yang sedang mencari jadi diri dan selalu menjadikan kakaknya, Indah (Aghniny Haque) sebagai sosok yang ia kagumi. Tiba – tiba, Abby harus menerima kenyataan bahwa kakaknya hilang dalam sebuah kecelakaan pesawat. Di dalam kesedihannya, ia menemukan Sephia (Taskya Namya), sahabat kakaknya sebagai sosok pengganti Indah. Namun benarkah kehadiran Sephia bisa membantu Abby mengikhlaskan kakaknya atau justru membuat Abby kehilangan dirinya.

Film ini diperankan oleh banyak aktor muda diantaranya Ari Irham, Taskya Namya, Aghniny Haque, Jennifer Coppen, Wafda. Tak hanya menghadirkan aktor muda berbakat, film ini juga dilengkapi dengan penampilan dari para aktor hits pada era 90-an seperti Gunawan, Marcella Zalianty. Frans Mohede, dan Amara Mohede.

“Generasi 90-an: Melankolia” akan tayang pada 9 April 2020 di bioskop seluruh Indonesia.(Icho/Rezky)

Jakarta, Maret 2020 — Rumah produksi Ifi Sinema bekerjasama dengan Screenplay Films dalam waktu dekat akan merilis film terbaru berjudul Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi yang dibintangi Jefri Nichol dan Aurora Ribero. Film ini menjadi momentum kembalinya Jefri, sebagai Indonesian Sweetheart di film bergenre drama romantis. Ini adalah pertama kalinya Jefri dan Aurora beradu akting dalam satu layar lebar.

Film Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi merupakan adaptasi dari novel best seller karya Boy Candra, yang sudah 15 kali dicetak ulang sejak pertama terbit pada 2016. Novelnya disukai banyak pembaca karena cerita cintanya ringan dan ditulis dengan bahasa yang sukses bikin baper.

This slideshow requires JavaScript.

“Seperti Hujan yang Jatuh Ke bumi, salah satu novel saya yang paling baik sambutannya dengan pembaca. Cukup banyak respons juga setelah mereka membaca. Dari hal ini, saya jadi semakin yakin kalau ada banyak sekali orang yang memendam perasaannya. Novel ini dan kemudian dalam bentuk film, semoga mewakili mereka,” kata Boy.

Mengangkat cerita klise tentang cinta segitiga, Boy Candra menuliskan kisah yang memang apa adanya namun dengan bahasa yang mengena di hati, inspirasinya menulis berasal dari pengalaman pribadi dan pengamatan sekitarnya.

“Bahwa ternyata, ada orang yang jatuh hati namun tak berani menyatakan, ia membiarkan dirinya menanggung semua perasaan itu sendiri. Ia seperti hujan yang jatuh ke bumi, hujan tahu akan hancur saat menyentuh bumi tapi ia tetap membiarkan dirinya jatuh,” lanjutnya.

Sang sutradara, Lasja F. Susatyo pun dengan baik menerjemahkan isi dalam novel tersebut ke dalam bentuk audio visual, skenario film ditulis oleh Upi dan Piu Syarief. Sama seperti novelnya, film Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi mengangkat tema cinta, tema universal yang relatable dengan kehidupan lika-liku perasaan cinta

“Cerita tentang cinta menjadi kisah yang sangat populer. Film romantis ini memberi kita perspektif berbeda tentang bagaimana cara kita menyatakan cinta. Mengetahui siapa cinta sejati kita dan mempertahankan ikatan kasih itu sesuatu yang sangat berarti. Melalui karakter Kevin, film ini memberi arti bahwa cinta adalah tanpa pamrih, cinta tak egois,” ungkap Lasja.

Film ini mengisahkan tentang cinta segitiga antara Kevin (Jefri Nichol), Nara (Aurora Ribero) dan Juned (Axel Matthew). Kevin dan Nara adalah sahabat sejak kecil, meski saling menyayangi, mereka berjanji untuk selalu menjadi Best Friend Forever. Kevin yang ternyata menyimpan rasa lebih dari seorang sahabat tidak pernah berani menyatakan perasaannya kepada Nara.

Malah Kevin lebih sering menemani Nara melalui masa-masa sulit saat percintaannya gagal. Ketika Nara jatuh cinta kepada Juned, cowok panjat tebing yang misterius, Kevin merasa tidak ada lagi harapan baginya untuk bisa bersama Nara selamanya. Manusia hanya bisa berencana, namun Tuhan yang menentukan, apakah Kevin dan Nara bisa disatukan? Atau keduanya memilih jalan masing-masing?
Film Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi turut dibintangi artis dan aktor muda lainnya yakni Nadya Arina, Rebecca Klopper, Karina Suwandi, Haris Soedarto, dan Jauhar Roberts. Rencananya film ini akan tayang segera di bioskop.

Jakarta, 7 Maret 2020 — Selain seram dan menegangkan, film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 turut menghadirkan parade cast yang punya skill akting mumpuni. Sejak dirilis di bioskop 27 Februari, ada dua nama bintang yang cukup mencuri perhatian penonton, yakni Lutesha dan Widika Sidmore. Keduanya menjadi scene stealer, scene-scene mereka dianggap memorable.

Lutesha dan Widika tampil all out di debut film horor mereka, tak heran keduanya langsung mendapatkan pujian dari para penonton. Ini karena sutradara Timo Tjahjanto mempercayakan peran
tak biasa kepada mereka, Lutesha berperan sebagai Kristi, karakter yang memiliki sikap skeptis akan hal-hal mistis dan selalu memakai logika rasional untuk memecahkan masalah, namun ironisnya Kristi-lah yang kemudian malah ‘berubah wujud’ dan berbalik menjadi peneror di film ini. Adegan kesurupan Kristi dan transformasi dia menjadi sesuatu yang jahat kemudian dinilai jadi salah satu scene terbaik. Semua dijalanlan Lutesha secara maksimal.

“Sungguh menantang karena ini film horor pertama dan aku langsung jadi anak iblis, berubah jadi jahat.” kata Lutesha. “Adegan dimana aku terkapar di ruang dapur sambil memegang pisau dan mulai kesurupan, saat shooting itu aku lakukan secara spontanitas. Sutradara mas Timo saat itu tidak memberi instruksi khusus, tapi ia percaya dan menyerahkannya ke aku,” lanjutnya.

This slideshow requires JavaScript.

Sementara Widika dipercaya memerankan Gadis, yang dikisahkan kerap mendapatkan teror misterius. Akibat teror tersebut, Gadis hidup rapuh, ia menyimpan kegelisahannya sendiri sebab tidak ada yang percaya kepadanya. Berawal dari Gadis-lah, kejadian mistis diusut bersama Alfie (Chelsea Islan) dan teman lainnya. Namun siapa sangka, Gadis ternyata punya peran penting hingga akhir film, yang kemudian membangun klimaks ke akhir film. Banyak penonton menilai akting Widika sungguh bagus dan believable sejak awal hingga akhir film. Sebagai aktris pendatang baru, Widika mengaku senang atas review positif penonton.
“Awalnya aku terkejut tapi senang juga karena gak pernah membayangkan bisa dapat penilaian baik dari penonton. Saat shooting, aku hanya fokus sama peran Gadis, bagaimana caranya aku bisa mengeksekusikan visi Timo dengan baik tentang sosok Gadis membangun pesan, emosi dan perasaan Gadis. Malah saat aku nonton filmnya, ada beberapa scene dimana aku seharusnya bisa tampil lebih baik lagi,” ungkap Widika.

Melihat totalitas Lutesha dan Widika, sang sutradara Timo Tjahjanto pun memberi pujian khusus terlebih keduanya baru terjun ke film horor. “Saya kagum dengan Lutesha dan Widika, mereka gak jaim untuk nunjukkin performance gila mereka. Main horor tidaklah mudah, karena harus menggali psikologis mereka. Lutesha dan Widika maksimal banget!,” puji Timo.
Saat ini film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 masih tayang di bioskop. Di akhir pekan pertama, tercatat film ini sudah meraih lebih dari 540 ribu penonton.

(Jakarta, Februari 2020) Di bulan romantis Februari, MNC Pictures merilis film ‘Toko Barang Mantan’. Film komedi romantis ini mengambil latar yang unik: kisah seorang pemilik toko yang menjual barang-barang dari mantan dan ceritanya. Viva Westi yang sebelumnya sukses dengan Koki-Koki Cilik 2 menyutradarai film yang akan tayang 20 Februari 2020 ini. Sedangkan skenario ditulis oleh Titien Wattimena yang telah memenangkan dua Piala Citra.

This slideshow requires JavaScript.

Film ‘Toko Barang Mantan’ bercerita tentang sebuah toko jual-beli barang mantan bagi orang- orang yang ingin move on dari mantannya. Sebagai pencetus ide, pendiri dan pemiliknya, Tristan (Reza Rahadian) rela meninggalkan kuliahnya demi mengembangkan toko ini bersama sahabatnya, Amel (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Putra). Berbagai macam kisah sedih, lucu dan absurd tentang barang-barang tersebut menjadi makanan mereka sehari-hari. Tristan bangga dengan toko ini meskipun akhir-akhir ini sepi dan bermasalah secara finansial. Tiba-tiba, kehadiran Laras (Marsha Timothy), mantan Tristan saat kuliah dulu, membuat dunianya jungkir balik. Kembalinya Laras, membuat Tristan pun bertekad merebut kembali hati Laras dengan bantuan Amel dan Rio. Salah satu caranya adalah menyukseskan Toko Barang Mantan ini dengan segala cara.

Untuk pertama kalinya dalam film, aktor dan aktris terbaik Indonesia Reza Rahadian dan Marsha
Timothy beradu akting untuk layar lebar. Marsha mengatakan, “Untuk kerja sama, kami membentuk karakter baru, menjalin chemistry baru, bagaimana mendalami karakter masing- masing, kita diskusi. Sebelumnya beberapa kali satu panggung di teater, kali ini medianya saja yang beda yaitu film.”

Keunikan lainnya dari film ini adalah karakter Tristan yang dimainkan oleh Reza berambut gondrong dan bergaya urakan. Sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya. Karakter Tristan yang merasa bangku kuliah bukan masa depannya lagi dan kemudian berbisnis kecil-kecilan dengan membuka sebuah toko yang khusus menjual barang-barang dari mantan membuat peran ini terlihat berbeda bagi Reza. Seperti apakah perjalanan yang dialaminya? Saksikan ‘Toko Barang Mantan’.

Bagi Viva Westi, film ‘Toko Barang Mantan’ dirasa cukup dekat dengan banyak orang. “Saya sangat yakin dari tema mantan ada sesuatu yang menarik untuk difilmkan. Bahkan dari ide cerita juga belum ada yang pernah menyamai,” ujarnya. “Film ini bukan hanya bercerita tentang barang mantan, tapi tentang cinta.”

Film ‘Toko Barang Mantan’ dibintangi oleh Reza Rahadian, Marsha Timothy, Dea Panendra,Iedil Putra,  Roy Marten, Widi Mulia. Uniknya film ini diisi banyak sekali pemeran pendukung juga cameo. Mulai dari Brigitta Cynthia (personil Cherrybelle) dan Chrismanto Ronaldo yang menjadi pasangan kocak. Hingga kehadiran Syifa Hadju, Niken Anjani, Ibob Tarigan dan Martin Anugrah (Cameo Project), Laura Theux, Fendy Chow dan Stella Cornelia, Shareefa Daanish, Mpok Atiek, Ligwina Hananto hingga Gading Marten.

Jakarta, 2 Maret 2020 — Nama Timo Tjahjanto tentu bukanlah sosok asing di industri perfilman Indonesia. Ia adalah sineas berbakat, sutradara yang telah melahirkan banyak karya lewat sederet film hasil arahannya. Film Sebelum Iblis Menjemput menjadi salah satu masterpiece Timo, film horornya yang sukses panen pujian pada 2018 lalu. Dan teranyar, ia sudah mempersembahkan sekuelnya, Sebelum Iblis Menjemput (SIM) Ayat 2 di layar lebar.

Timo secara khusus menyampaikan apresiasi atas totalitas yang diberikan para pemain di film SIM Ayat 2 selama kurang lebih 34 hari shooting di lokasi. Ia menilai semua pemain sudah mengerahkan kemampuan mereka sampai titik maksimal, dan berharap sekuelnya ini mendapat sambutan hangat salah satunya karena akting ciamik pemain.

“Saya ingin mengapresiasi Chelsea Islan. Dulu di film pertama, saya ingat betul dia masih sangat hijau dengan dunia-dunia horor, karena itu adalah debut film horor dia. Tapi sekarang Chelsea makin berani untuk memberikan lebih karena dia tahu cerita di film keduanya bakal lebih menakutkan,” kata Timo. “Chelsea sangat bersemangat setiap harinya di lokasi shooting, itu membuat saya kian termotivasi,” lanjutnya.

This slideshow requires JavaScript.

Bekerjasama dengan banyaknya pemain tentu mempunyai kendala tersendiri, salah satunya schedule shooting yang bersinggungan dengan jadwal lain sang pemain. Hal itu sempat dialami Timo saat proses shooting. Kendati demikian, kendala tersebut dapat teratasi karena pemain profesional dan totalitas saat sudah tampil di depan kamera. Untuk itu, Timo juga memberikan apresiasi kepada Baskara Mahendra, yang berperan sebagai Budi di SIM Ayat 2.

“Saat itu schedule shooting Baskara sangat berdekatan dengan jadwal penting dia lainnya. Tapi setelah kelar, dia langsung ke lokasi shooting di puncak dan langsung menjalani scene berat. Baskara bersama sejumlah pemain harus tampil teriak-teriak dan mereka sangat maksimal menjalaninya. Saya senang Baskara bisa menjalani titik berat selama melakukan film ini,” cerita Timo.

Tak cuma kepada Chelsea dan Baskara, Timo juga mengapresiasi seluruh pemain antara lain Shareefa Daanish, Lutesha, Widika Sidmore, Karina Salim, Arya Vasco. “Buat yang lain saya juga ingin berterima kasih, Shareefa Daanish walau sudah bermain banyak film horror tapi dia selalu tampil memberikan lebih termasuk untuk SIM Ayat 2. Untuk pemain lainnya yang baru bermain film horor, mereka sudah tampil maksimal di debut mereka,” sambung Timo.

Sutradara yang pernah dipuji oleh creator film Deadpool, Robert Liefield, ini berharap hasil kerja keras pemain bisa terlihat saat film SIM Ayat 2 dirilis di bioskop nanti. Terlebih film ini memiliki jalan cerita yang kuat dan sinematografi yang terbaik.
“Saya berharap SIM Ayat 2 bisa memberikan suguhan-suguhan dengan cara baru mulai dari pengkarakteran yang baik dan technical work yang inventif sehingga bisa memberikan watching
experience kepada penonton,” tutupnya.

Jakarta, 26 Februari 2020 — Sejumlah artis tanah air memberikan apresiasi dan komentar positif usai menyaksikan film horor Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. Pevita Pearce, Sherina Munaf, Luna Maya, Rizky Nazar dan artis lainnya ramai-ramai menyampaikan komentar mereka dan memuji film karya sutradara Timo Tjahjanto tersebut. Mereka turut memberikan selamat dan support kepada para pemain SIM Ayat 2, Chelsea Islan, Baskara Mahendra, Widika Sidmore, Shareefa Daanish, Lutesha, Karina Salim, Arya Vasco, Hadijah Shahab, dan Aurelie Moeremans.

Aktris cantik Pevita Pearce menyebut film keduanya kali ini lebih seram dan menegangkan. “Yang pasti jika kamu penggemar horor, kamu bakalan senang nonton ayat kedua ini,” kata Pevita.

This slideshow requires JavaScript.

“Nonton SIM Ayat 2 jangan kedip ya, nanti ada aku tuh satu detik,” canda Pev.

 

 

Sebelumnya Pevita memang terlibat dalam film Sebelum Iblis Menjemput pertama yang tayang 2018. Ia beradu akting dengan Chelsea Islan, memerankan tokoh Maya. Di akhir cerita film pertama, Maya tewas terbakar.
Senada dengan Pevita, perasaan yang sama juga diungkapkan oleh Luna Maya. Ia memberikan kredit atas akting para pemainnya, “Nonton SIM Ayat 2 benar-benar gak dikasih nafas sama Timo Tjahjanto. Filmnya super seram. Selamat buat Timo, Chelsea Islan dan para pemain. Aktingnya bagus banget,” tambah Luna.

Di sekuelnya, sutradara Timo Tjahjanto tak ingin tanggung-tanggung menyajikan keseraman yang intens, bahkan Timo membangun perasaan takut penonton lewat teror iblis dengan pace cepat sejak awal film.
Satu persatu jiwa melayang, korban berjatuhan. Teror iblis makin mengerikan dan tak akan berhenti sampai mencabut nyawa mereka. Momen kejar-kejaran dan aksi menyelamatkan diri — menghindari jemputan iblis di film ini bakal membuat penonton tercengang.
“Aku dari tadi teriak-teriak. Aku pikir cuma aku sendiri yang teriak ternyata satu studio bioskop ikut teriak. Sumpah seram banget film SIM Ayat 2," kata Shenina Cinnamon. Aktor Rizky Nazar juga menyatakan hal serupa, “Gila seram habis film SIM Ayat 2”.

Sementara aktris Sherina Munaf mengaku penasaran setelah menyaksikan film SIM Ayat 2, “Sepertinya bakal ada lanjutannya lagi ya? Karena SIM Ayat 2 seru banget, keren banget. Universenya lebih besar, saya penasaran,” ungkap Sherina.
Menonton film SIM Ayat 2 mengharuskan penonton untuk tidak melewatkan satu adegan pun, sebab scene per scene dijahit Timo dengan rapi untuk masuk ke babak kengerian selanjutnya. So, pastikan Anda menonton film Sebelum Iblis Menjemput yang akan tayang serentak pada 27 Februari 2020 di bioskop. Dan Anda rasakan kengeriannya!

Setelah merilis Teaser Trailer pada minggu lalu (18/2), Rapi Films kini  meluncurkan Offical Poster dan Trailer film Bucin. Film yang diproduseri oleh Gope T Samtani dan  Executive Produser Sunil Samtani dan Jovial da Lopez ini akan tayang serentak pada 26 maret 2020 di  bioskop seluruh Indonesia. Bertempat di CGV FX Sudirman, kegiatan launching dan konferensi pers ini  dihadiri oleh sutradara sekaligua pemain Chandra Liow, dan beberapa pemain film lain diantaranya  Andovi da Lopez, Tommy Limmm, Susan Sameh, Karina Salim, Widika Sidmore, dan Kezia Aletheia.

Andovi yang menjadi salah satu dari pemeran utama mengungkapkan terkait keterlibatan dan alasan dirinya bergabung dalam film ini.
“Gue excited banget dengan proyek ini, apalagi bisa bekerjasama dengan teman dan kakak sendiri. Bucin ini personal sekali, karena idenya sudah ada dari 5 tahun lalu ketika membuat konten tentang bucin di channel youtube gue bareng Kajo (SkinnyIndonesian24). Jadi ketika sampai waktunya film ini tayang, gak sabar nunggu reaksi penontonnya”, ungkap Andovi di sela konferensi pers.

This slideshow requires JavaScript.

Bucin bercerita tentang empat sekawan (Andovi da Lopez, Chandra Liow, Tommy Limmm, dan Jovial da Lopez) yang selalu dianggap BUCIN, kemudian mereka memutuskan untuk mengikuti kelas ANTI BUCIN agar mereka bisa menjalankan hubungan yang lebih dewasa bersama pasangan masing-masing. Tanpa mereka ketahui metode pengajaran cinta di kelas ini, yang diajar oleh Vania (Susan Sameh), malah mengancam hubungan mereka dengan pasangannya.
Bertindak sebagai penulis skenario Jovial da Lopez yang juga turut bermain di film ini, “Gue terinspirasi menulis skenario ini dari banyak mendengarkan curhatan temen di sekitar tentang kisah hubungan mereka dengan pasangannya. Ada yang berjalan dengan baik, seru, bahkan hingga ketergantungan. Nah kisah ini yang menurut gue sangat menarik untuk diangkat karena sangat dekat.

Semoga temen – temen yang nonton filmnya, bisa mengambil pelajaran dalam membina hubungan yang lebih sehat dengan pasangannya.” tutur Jovial
Bucin juga menjadi sesuatu yang sangat spesial bagi Chandra Liow, karena ini merupakan film pertamanya sebagai sutradara. Film ini rencananya akan mengadakan special screening dan roadshowdi beberapa kota diantaranya Makassar, Surabaya, Malang, Jogja, Cirebon, dan Bandung.


Tentang RAPI Films
Berdiri sejak 1968, Rapi Films adalah salah satu rumah produksi Indonesia yang telah menghasilkan lebih dari 180 film untuk pasar lokal dan internasional. Rapi Films didirikan oleh Gope T. Samtani dan saat ini dijalankan oleh generasi kedua, Sunil G. Samtani sebagai Executive Producer. Dari ratusan karya, genre horor bisa dibilang mendominasi filmography Rapi Films. Beberapa yang paling sukses diantaranya Danau Hitam (2014), Wewe (2015), Pengabdi Setan (2017), dan Sesat (2018). Selain film layar lebar, Rapi Films juga memproduksi karya untuk televisi berupa sinetron dan FTV. Ranah lain yang dikerjakan oleh Rapi Films adalah impor film dan film servicing. Kolaborasi Rapi Films dengan perusahaan film luar negeri juga telah dilakukan, salah satunya dengan CJ Entertainment asal Korea dalam produksi film Pengabdi Setan (2017). Berikutnya, Rapi Films juga ikut memproduksi film ‘Perempuan Tanah Jahanam’ & “Ratu Ilmu Hitam” (2019).

Hanya dalam hitungan hari, film horor film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 yang dibintangi Chelsea Islan akan dirilis di bioskop. Untuk menambah greget jelang rilis perdananya di bioskop, rumah produksi Frontier Pictures bekerjasama dengan Legacy Pictures, Rapi Films dan Brown Entertainment merilis trailer baru eksklusif di LINE TODAY, Selasa (25/2) http://bit.ly/trailerSIMayat2

Berbeda dengan trailer pertama yang sudah pada 18 Januari lalu, dalam trailer baru berdurasi 1 menit 33 detik ini menguak lebih dalam tentang latar belakang sejumlah karakter-karakter baru yang terlibat, sesuatu yang belum dijelaskan di trailer pertamanya.

This slideshow requires JavaScript.

Tentang masa lalu para karakter baru di film ini, awal mula dari rangkaian teror yang mengejar mereka. Selain Dewi (Aurelie Moremans) dan Gadis (Widika Sidmore) , para karakter tersebut adalah Jenar (Shareefa Daanish), Budi (Baskara Mahendra), Martha (Karina Salim), Kristi (Lutesha) dan Leo (Arya Vasco).

Mereka menceritakan kelamnya masa lalu mereka kepada Alfie (Chelsea Islan). Alfie dan Nara (Hadijah Shahab) adalah dua orang yang selamat dari jemputan iblis di film pertama. Dan kini keduanya bersama dengan para karakter baru ini harus berhadapan dengan sosok iblis yang lebih kuat, lebih mengerikan dan lebih mencekam. Bagi Alfie, kembalinya ia berhadapan dengan iblis bagaikan mimpi buruk yang tidak pernah berakhir, ia dua kali lebih emosional. “Yang lebih menakutkan justru mengetahui kegilaan ini benar-benar nyata”, kata Alfie menggambarkan betapa dahsyatnya teror yang ia alami kali ini.

Film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 akan dirilis pada 27 Februari 2020 di bioskop. Sebelum ditayangkan reguler, film dari sutradara Timo Tjahjanto ini sudah mendapatkan sambutan positif dari penikmat film horor lewat Gala Premiere dan acara Special Screening yang telah diadakan sebelumnya. Yang pasti jika kamu penggemar film horor dan sudah menonton film Sebelum Iblis Menjemput pertama pada 2018 lalu, maka kamu wajib menantikan sekuelnya. Dipastikan Film SIM Ayat 2 ini akan lebih seru, lebih seram dan mencekam.

Film Komedi Romantis Terbaru Tentang Mantan Yang Tak Bisa Terlupakan

(Jakarta, Februari 2020) Dua aktor terbaik Indonesia, Reza Rahadian dan Marsha Timothy bertemu untuk pertama kalinya di satu film yaitu “Toko Barang Mantan”. Film produksi
MNC Pictures ini bukan hanya berhasil mempertemukan mereka, tapi juga berkat arahan Viva Westi dan penulisan skenario oleh Titien Wattimena ini sukses membuat mereka
menampilkan yang terbaik. Dalam film, Reza berperan sebagai Tristan sedangkan Marsha berperan sebagai Laras sang mantan.

Sejak diputar pertama kali di Gala Premiere, banyak pujian diberikan untuk film ‘Toko Barang Mantan’. Blogger film Stephany Josephine menulis, “Kalian akan ikut gemes sekaligus "gemes" a.k.a geregetan liat Reza Rahadian dan Marsha Timothy.” Sedangkan Cenayang Film mengatakan, “Kemistri Reza dan Marsha oke dan believable. Dialog mesra-mesraan sampe berantemnya oke dan gak terdengar dibuat-buat.” Medcom turut memuji pasangan tersebut, “Keseimbangan tampak dari Reza dan Marsha yang memegang karakter kuat saat berduet dalam Toko Barang Mantan.”

This slideshow requires JavaScript.

Mulai tanggal 20 Februari 2020 kemarin film ‘Toko Barang Mantan’ sudah ditayangkan di kota-kota berikut: Kediri, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Pekanbaru, Banjarmasin, Medan, Balikpapan, Palembang, Lampung, Jambi, Padang, Batam, Bengkulu, Jakarta, Bogor, Tangerang, Karawang, Cilegon, Bekasi, Makassar, Manado, Gorontalo, Kisaran, Tanjungpinang, Rantau Prapat, Palangkaraya, Ambon, Jayapura, Singkawang, Kupang, Ternate, Palu, Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Cirebon, Jember, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Semarang, Cikarang, Bandung, Tasikmalaya, Sumedang, Gresik, Ambon, Bogor, Magelang, Purwakarta, Depok.

Film ‘Toko Barang Mantan’ bercerita tentang sebuah toko jual-beli barang mantan bagi orang-orang yang ingin move on dari mantannya. Sebagai pencetus ide, pendiri dan pemiliknya, Tristan (Reza Rahadian) rela meninggalkan kuliahnya demi mengembangkan toko ini bersama sahabatnya, Amel (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Putra). Berbagai macam kisah sedih, lucu dan absurd tentang barang-barang tersebut menjadi makanan mereka sehari-hari. Tristan bangga dengan toko ini meskipun akhir-akhir ini sepi dan bermasalah secara finansial. Tiba-tiba, kehadiran Laras (Marsha Timothy), mantan Tristan saat kuliah dulu, membuat dunianya jungkir balik. Kembalinya Laras, membuat Tristan pun bertekad merebut kembali hati Laras dengan bantuan Amel dan Rio. Salah satu caranya adalah menyukseskan Toko Barang Mantan ini dengan segala cara.

Film ‘Toko Barang Mantan’ dibintangi oleh Reza Rahadian, Marsha Timothy, Dea Panendra, Iedil Putra, Roy Marten, Widi Mulia. Uniknya film ini diisi banyak sekali pemeran pendukung juga cameo. Mulai dari Brigitta Cynthia (personil Cherrybelle) dan Chrismanto Ronaldo yang menjadi pasangan kocak. Hingga kehadiran Syifa Hadju, Niken Anjani, Ibob Tarigan dan Martin Anugrah (Cameo Project), Laura Theux, Fendy Chow dan Stella Cornelia, Shareefa Daanish, Mpok Atiek, Ligwina Hananto hingga Gading Marten. Viva Westi yang sebelumnya sukses dengan Koki-Koki Cilik 2 menyutradarai film yang akan tayang 20 Februari 2020 ini. Sedangkan skenario ditulis oleh Titien Wattimena yang telah memenangkan dua Piala Citra.

Jakarta, 19 Februari 2020 – Sebelum Iblis Menjemput (SIM) Ayat 2 menjadi film dimana sang pemeran utama, Chelsea Islan harus mengeluarkan segala kemampuan aktingnya sampai titik maksimal. Bermain film horor menurut Chelsea, menguras energi dan menuntut emosi khusus karena cukup banyaknya adegan-adegan intens.

Salah satu scene yang paling memorable bagi Chelsea yakni saat Alfie – yang diperankan dirinya dan Martha (Karina Salim) terjebak dalam sebuah ruangan yang penuh kobaran api. Scene itu dapat kita lihat sekilas di ending official trailer yang sudah dirilis beberapa waktu lalu.
“Saat itu Aku dan Martha take scene dalam ruangan kecil yang penuh api, dan apinya itu adalah api beneran bukan CGI. Jadi saat itu memang seperti tidak sedang akting lagi, kami benar-benar ketakutan karena memang itu api asli yang panas banget,” cerita Chelsea.

Meskipun menggunakan api sungguhan di lokasi shooting, Chelsea mengaku tak khawatir karena ia dan Karina sudah melakukan latihan, dan kru sudah mempersiapkan segalanya dengan baik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sempat takut karena apapun bisa terjadi, tapi semuanya dipastikan aman,” kata Chelsea. “Sebelumnya saya dan Chelsea sudah latihan posisi untuk berpindah-pindah, supaya tidak kena api. Semua persiapan dilengkapi dengan peralatan yang safety,” tambah Karina.

Film SIM Ayat 2 disebut Chelsea bakal jauh lebih intens dan lebih menyeramkan dibanding film pertamanya yang dirilis 2018 lalu, ini karena sutradara Timo Tjahjanto selalu memberikan sentuhan baru baik di sisi teknis dan ceritanya.
“Masih banyak lagi adegan-adegan ekstrem yang aku jalankan. Bersama mas Timo selalu challenging tapi fun. Harus mengeluarkan enegeri karena ada adegan dibanting, dijedotin, di lumpur dan api. Rasanya kalau aku gak main SIM Ayat 2, aku gak akan pernah mengalami pengalaman seseru ini,” ungkap Chelsea.

Chelsea Islan akan beradu akting dengan sejumlah bintang muda lainnya di film ini. Mereka diantaranya Baskara Mahendra, Shareefa Danish, Karina Salim, Aurélie Moeremans, Arya Vasco, Lutesha, dan Widika Sidmore. Film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 akan tayang pada 27 Februari 2020.

Ladya Cheryl akan berperan sebagai Iteung dalam adaptasi novel Eka Kurniawan tersebut.

Jakarta, 18 Februari 2020 – Setelah sukses dengan Pengabdi Setan dan Dear Nathan Hello Salma, rumah produksi Rapi Films meluncurkan trailer film terbaru ‘Bucin’. Film yang diproduseri oleh Gope T Samtani dan Executive Produser Sunil Samtani dan Jovial da Lopez ini menjadi debut penyutradaraan Chandra Liow yang dijadwalkan tayang pada Maret 2020.

“Ini kedua kali kami bekerjasama setelah membuat Modus. Kolaborasi ini menghasilkan unsur komedi dan percintaan yang fresh dan bisa dinikmati oleh remaja masa kini”, ungkap Sunil Samtani selaku Executive Produser.
Chandra selaku sutradara mengungkapkan alasannya menyutradai film ini. “Gue memang dari dulu selalu cinta dengan dunia filmmaking. 12 tahun gue berkarya sebagai content creator di dunia digital dan sosial media. Suatu hari, teman-teman terdekat gue melahirkan kata Bucin, saat bertemu kesempatan untuk bisa mewujudkannya menjadi film, pasti banyak orang akan mengira film ini akan menjadi film-film komedi drama romansa yang biasa, dan disitulah gue tertantang untuk mengubah BUCIN menjadi suatu film drama komedi yang beda ”, tutur Chandra.

This slideshow requires JavaScript.

Jovial da Lopez yang ikut ambil peran sebagai Executive Produser, penulis skenario dan juga pemain mengungkapkan keterlibatan ia di film Bucin karena ia sangat tertarik untuk terlibat tidak hanya sebagai aktor, tapi juga belajar dan menentukan arah film secara konten dan promosi.
Bucin bercerita tentang empat sekawan (Andovi da Lopez, Chandra Liow, Tommy Limmm, dan Jovial da Lopez) yang selalu dianggap BUCIN, kemudian mereka memutuskan untuk mengikuti kelas ANTI BUCIN agar mereka bisa menjalankan hubungan yang lebih dewasa. Tanpa mereka ketahui metode pengajaran cinta di kelas ini, yang diajar oleh Vania (Susan Sameh), malah mengancam hubungan mereka dengan pasangannya.

Film ini dibintangi oleh Andovi da Lopez, Chandra Liow, Jovial da Lopez, Tommy Limmm, Susan Sameh, Widika Sidmore, Kezia Aletheia, Karina Salim, Gading Marten, Deddy Corbuzier & Uus.


Tentang RAPI Films
Berdiri sejak 1968, Rapi Films adalah salah satu rumah produksi Indonesia yang telah menghasilkan lebih dari 180 film untuk pasar lokal dan internasional. Rapi Films didirikan oleh Gope T. Samtani dan saat ini dijalankan oleh generasi kedua, Sunil G. Samtani sebagai Executive Producer. Dari ratusan karya, genre horor bisa dibilang mendominasi filmography Rapi Films. Beberapa yang paling sukses diantaranya Danau Hitam (2014), Wewe (2015), Pengabdi Setan (2017), dan Sesat (2018). Selain film layar lebar, Rapi Films juga memproduksi karya untuk televisi berupa sinetron dan FTV. Ranah lain yang dikerjakan oleh Rapi Films adalah impor film dan film servicing. Kolaborasi Rapi Films dengan perusahaan film luar negeri juga telah dilakukan, salah satunya dengan CJ Entertainment asal Korea dalam produksi film Pengabdi Setan (2017). Berikutnya, Rapi Films juga ikut memproduksi film ‘Perempuan Tanah Jahanam’ & “Ratu Ilmu Hitam” (2019).

Jakarta, 18 Februari 2020 – Setelah sukses dengan Pengabdi Setan dan Dear Nathan Hello Salma, rumah produksi Rapi Films meluncurkan trailer film terbaru ‘Bucin’. Film yang diproduseri oleh Gope T Samtani dan Executive Produser Sunil Samtani dan Jovial da Lopez ini menjadi debut penyutradaraan Chandra Liow yang dijadwalkan tayang pada Maret 2020.

This slideshow requires JavaScript.

“Ini kedua kali kami bekerjasama setelah membuat Modus. Kolaborasi ini menghasilkan unsur komedi dan percintaan yang fresh dan bisa dinikmati oleh remaja masa kini”, ungkap Sunil Samtani selaku Executive Produser.
Chandra selaku sutradara mengungkapkan alasannya menyutradai film ini. ” Gue memang dari dulu selalu cinta dengan dunia filmmaking. 12 tahun gue berkarya sebagai content creator di dunia digital dan sosial media. Suatu hari, teman-teman terdekat gue melahirkan kata Bucin, saat bertemu kesempatan untuk bisa mewujudkannya menjadi film, pasti banyak orang akan mengira film ini akan menjadi film-film komedi drama romansa yang biasa, dan disitulah gue tertantang untuk mengubah BUCIN menjadi suatu film drama komedi yang beda ”, tutur Chandra.

​​​

Jovial da Lopez yang ikut ambil peran sebagai Executive Produser, penulis skenario dan juga pemain mengungkapkan keterlibatan ia di film Bucin karena ia sangat tertarik untuk terlibat tidak hanya sebagai aktor, tapi juga belajar dan menentukan arah film secara konten dan promosi.
Bucin bercerita tentang empat sekawan (Andovi da Lopez, Chandra Liow, Tommy Limmm, dan Jovial da Lopez) yang selalu dianggap BUCIN, kemudian mereka memutuskan untuk mengikuti kelas ANTI BUCIN agar mereka bisa menjalankan hubungan yang lebih dewasa. Tanpa mereka ketahui metode pengajaran cinta di kelas ini, yang diajar oleh Vania (Susan Sameh), malah mengancam hubungan mereka dengan pasangannya.
Film ini dibintangi oleh Andovi da Lopez, Chandra Liow, Jovial da Lopez, Tommy Limmm, Susan Sameh, Widika Sidmore, Kezia Aletheia, Karina Salim, Gading Marten, Deddy Corbuzier & Uus.


Tentang RAPI Films
Berdiri sejak 1968, Rapi Films adalah salah satu rumah produksi Indonesia yang telah menghasilkan lebih dari 180 film untuk pasar lokal dan internasional. Rapi Films didirikan oleh Gope T. Samtani dan saat ini dijalankan oleh generasi kedua, Sunil G. Samtani sebagai Executive Producer. Dari ratusan karya, genre horor bisa dibilang mendominasi filmography Rapi Films. Beberapa yang paling sukses diantaranya Danau Hitam (2014), Wewe (2015), Pengabdi Setan (2017), dan Sesat (2018). Selain film layar lebar, Rapi Films juga memproduksi karya untuk televisi berupa sinetron dan FTV. Ranah lain yang dikerjakan oleh Rapi Films adalah impor film dan film servicing. Kolaborasi Rapi Films dengan perusahaan film luar negeri juga telah dilakukan, salah satunya dengan CJ Entertainment asal Korea dalam produksi film Pengabdi Setan (2017). Berikutnya, Rapi Films juga ikut memproduksi film ‘Perempuan Tanah Jahanam’ & “Ratu Ilmu Hitam” (2019).

First look poster dan video teaser telah dirilis

E-Motion Entertainment dan didukung TNI AU mempersembahkan film Serigala Langit, film drama aksi yang berbeda dari film Indonesia biasanya. Film yang disutradarai oleh Reka Wijaya ini dibintangi oleh Deva Mahenra, Bunga Jelitha, Yoshi Sudarso, Anya Geraldine, Dian Sidik, Donny Damara, Dede Yusuf, Wanda Hamidah, Damara Finch, Randy Pangalila, Sekar Sari, Yayu Unru, Cristina Surya, Prabu Revolusi dan melibatkan para pilot pesawat tempur TNI AU.

E-Motion Entertainment mengajak penonton film untuk menikmati pengalaman lain dalam menonton film Indonesia dengan menyajikan teaser trailer yang berisi keseruan keseruan aksi dari pesawat tempur.
Pesawat yang dipiloti oleh Deva Mahenra dan Yoshi Sudarso terlibat dalam manuver yang menegangkan dan keren. Selain itu diperlihatkan juga bagaimana Deva yang memerankan karakter Gadhing Baskara diwawancara tentang dirinya. Diperlihatkan juga Donny Damara yang menjadi Marsekal Pertama Erik memberikan peringatan kepada dirinya. Tensi drama tampak juga kuat dalam video berdurasi 30 detik tersebut. Selain itu teaser poster juga menampilkan karakter yang diperankan oleh Deva Mahenra sedang
berada dalam pesawat tempur.

This slideshow requires JavaScript.

Film Serigala Langit dengan eksekutif produser Arnold J. Limasnax ini melakukan pengambilan gambar di Lanud Iswahyudi Madiun, Kohanudnas TNI AU Jakarta dan Lanud Adisutjipto Jogjakarta Selain itu dipergunakan juga ALUTSISTA seperti Pesawat F16, T50i, Sukhoi, Boeing, Hercules, Helikopter Caracal dan tim PASKHAS beserta perlengkapannya yang merupakan dukungan dari TNI AU untuk film ini.

Film Serigala Langit bercerita tentang Gadhing Baskara (Deva Mahenra), seorang pilot tempur baru di Skadron Serigala Langit. Rasa percaya dirinya karena selama ini selalu yang terbaik dalam menempuh akademi dan sekolah penerbang, membuat dirinya merasa akan dengan mudah menjadi yang terbaik di Skadron Serigala Langit. Namun percaya diri yang berlebihan itu menjadikannya arogan. Sesungguhnya di balik arogan Gadhing, ia menyimpan persoalan serius dalam dirinya. Gadhing sudah lama tak bertemu
sapa dengan ayahnya.

Pada masa itu, Skadron Serigala Langit berada di bawah komando Marsekal Pertama Erik (Donny Damara) yang bertindak sebagai Komandan Landasan Udara tengah berada dalam misi untuk mengawal sekaligus mengantarkan seorang perempuan asing bernama Helen (Christina Danilla). Tami ditugaskan untuk mengantarkan perempuan tersebut dengan pesawat Herkules. Dan, Skadron Serigala Langit harus mengawal misi itu berhasil

Di Skadron Serigala Langit, Gadhing mengagumi Tami (Bunga Jelitha), seniornya yang menjadi penerbang Herkules. Sementara itu Gadhing punya teman curhat, Nadya (Anya Geraldine) teman masa kecilnya. Nadya, kini jadi atlet Paralayang dan bersama ayahnya, Panji (Dede Yusuf) mengelola klub Paralayang.

Cinta, jati diri, aksi udara, dan kisah para penjaga, menjadi drama dari film ini. FILM SERIGALA LANGIT, Saksikan di bulan April 2020. Film ini dengan bangga didukung oleh Casio, Opticseis, The Palace (Jewelry), Kopi Kabali, Wuling Finance dan Audio Visual didukung oleh V2 Indonesia***

Rabu, Februari 2020 — Hanya dalam hitungan minggu, film horor terbaru dari sutradara Timo Tjahjanto, Sebelum Iblis Menjemput (SIM) Ayat 2 akan dirilis di bioskop. Rumah produksi Frontier Pictures bekerjasama dengan Legacy Pictures dan Rapi Films kembali memberi tease kepada penonton dengan mengeluarkan poster terbaru.

This slideshow requires JavaScript.

Berbeda dengan poster film pertamanya yang berfokus pada karakter Alfie (Chelsea Islan) menatap perubahan tangannya menjadi tangan iblis, kali ini di image terbarunya Timo Tjahjanto menampilkan semua  jajaran pemain.

Semua karakter yang telah diperkenalkan yakni Alfie (Chelsea Islan), Budi (Baskara Mahendra), Gadis (Widika Sidmore), Nara (Hadijah Shahab), kristi (Lutesha), Leo (Arya Vasco), Dewi (Aurelie Moeremans), Martha (Karina Salim) dan Jenar (Shaarefa Daanish) tampil memasang ekspresi dingin dan misterius. Karakter mereka membentuk sebuah lingkaran, dan tepat di tengah mereka hadir sosok
iblis.

Sang kreator film, Timo pun memiliki maksud dan arti dari poster terbaru yang dirilis. Menurutnya, di film kedua, teror iblis bukan lagi hanya berpusat pada Alfie, tapi sudah menjadi perjalanan yang harus
dihadapi semua karakter lainnya. Teror setan tersebut sudah bisa kita lihat saat menyaksikan trailer film yang sudah dirilis beberapa waktu lalu.

“Semua karakter mengelilingi tokoh iblis Ayub, sosok yang bangkit jika kita sudah melihat trailernya. Ini mengartikan bahwa semua terperangkap dalam lingkaran setan yang sudah dibacakan lewat mantra mematikan pak Ayub”, ungkap Timo.

Film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 akan mengisahkan kehidupan Alfie dan Nara setelah lolos dari teror iblis dua tahun lalu. Keduanya mencoba melanjutkan kehidupan mereka. Namun Alfie masih terus
dihantui perasaan bersalah dan penglihatan tidak wajar. Mimpi terburuk Alfie nyatanya baru dimulai dan bahaya yang menunggu semakin mengancam, sosok kegelapan yang begitu haus akan jiwa bangkit untuk menjemput nyawa mereka.

Pastinya film SIM Ayat 2 bakal menjadi film horor berkualitas yang ditunggu-tunggu, sebab film pertamanya panen review positif dan antusiasme tinggi dari penonton Tanah Air. Film pertamanya yang
dirilis pada 9 Agustus 2018 silam berhasil meraup lebih dari 1,1 juta penonton. Keseraman film ini sudah diakui festival kelas dunia, dengan judul internasional May The Devil Take You sukses di L’Etrange
Festival Paris, US Fantastic Festival, BFI London Film Festival.

May The Devil Take You juga mengukir prestasi dengan memenangkan penghargaan sebagai film terbaik dalam kategori Midnight XTreme di SITGES Film Festival of Catalonia 2018. Film ini juga telah tayang di
bioskop Malaysia pada 20 September 2018.

For more information, please contact
Imelia Pebreyanti 081218991433
Jessika Pingkananda 081280567065
PR Film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2

Jakarta, Februari 2020 – Bro’s Studio bersama Blue Sheep Entertainment untuk pertama kalinya memproduksi sebuah film panjang berjudul BUKU HARIANKU. Sebuah film drama petualangan anak yang menyatukan keluarga. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 12 Maret 2020.

Dalam film yang disutradarai oleh Angling Sagaran dan naskahnya ditulis Alim Sudio ini, dikisahkan seorang anak perempuan berusia delapan tahun bernama Kila yang senang mencurahkan isi hati dengan menulis di buku harian. Suatu ketika, oleh ibunya Kila dititipkan sementara sekaligus mengisi masa liburan ke rumah kakeknya, Prapto, di Desa Goalpara, Sukabumi.

Di desa yang asri tersebut Kila bertemu kembali dengan kawan lamanya, Rintik, yang diproteksi oleh ibunya karena menyandang disabilitas. Pun demikian, Kila menganggap Rintik sebagai teman baiknya.

Keceriaan Kila semakin bertambah karena mendapatkan teman-teman baru yang sebaya di desa tersebut. Bersama mereka menghabiskan waktu dengan bermain, bernyanyi riang, bahkan ikut latihan baris-berbaris dengan komando Kakek Prapto yang seorang pensiunan tentara.

Berbekal rasa keingintahuannya terhadap berbagai masalah dan kepedulian terhadap sekelilingnya, Kila akhirnya ikut membantu warga desa keluar dari jeratan perangkap seorang pengusaha properti.

“Pertama kali membaca naskah film ini, saya langsung tertarik. Saya merasa tersentuh dengan ceritanya. Ditambah lagi film ini juga memasukkan unsur musikal. Sudah menjadi impian saya sejak lama menyutradarai film yang di dalamnya mengandung unsur musik karena latar belakang saya yang dulunya juga anak band,” ujar Angling Sagaran.

Film ini berisi tentang persahabatan, keberanian, tanggung jawab, serta cinta terhadap keluarga dan tanah air yang tidak hanya diperuntukkan bagi penonton anak-anak, tapi juga seluruh  rentang usia sehingga bisa menjadi tontonan bagi keluarga Indonesia.

Pengalaman menyaksikan film ini akan bertambah seru karena juga menyisipkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh sang pemeran utamanya, Kila Putri Alam (10 tahun). Lagu-lagu tersebut, salah satunya “Burung Parkit”, telah diluncurkan Kila pada akhir 2019 melalui label Bro’s Music. Setiap lagu yang hadir juga mempunyai koreografi khusus.

“Salah satu motivasi kami yang mendorong kami membuat film ini adalah untuk menambah hiburan yang baik untuk anak, ditambah pula dengan lagu-lagu anak yang memang cocok untuk usia mereka. Kami
berharap kehadiran film ini bisa memperkaya perfilman Indonesia dan menambah hiburan keluarga yang bisa ditonton bersama-sama,” ujar produser Bobby Bossa dari Bro’s Studio.

Selain Kila Putri Alam yang berperan sebagai Kila, film ini juga menghadirkan keluarga Sasono alias @thesasonosfam yang terdiri dari Dwi Sasono (memerankan tokoh Arya Winoyo), Widi Mulia (Riska Handayani), dan Widuri Putri Sasono (Rintik) yang untuk pertama kalinya main bersama dalam satu film.

Aktor senior Indonesia peraih Piala Citra yang sudah tidak ragukan lagi kemampuan aktingnya, Slamet Rahardjo, turut ambil bagian sebagai Prapto Winoyo. Pemain lainnya adalah Gary Iskak (Samsudi), Ence
Bagus (Kelik), dan Wina Marrino (Neneng).

Berikut tautan trailer film Buku Harianku yang bisa disaksikan melalui  YouTube: http://bit.ly/TrailerBukuHarianku

Informasi lebih banyak dan menarik lainnya tentang film Buku Harianku dapat disimak melalui berbagai kanal media sosial berikut ini:
Facebook: Bukuhariankufilm
Instagram: Film.bukuharianku
YouTube: Film Buku Harianku

Sinopsis

Berkisah tentang Kila, anak berusia delapan tahun yang ceria, cerdas, kritis, tapi juga keras kepala. Dia senang mencurahkan isi hati dengan menulis di buku harian.

Suatu ketika, oleh ibunya Kila dititipkan sementara sekaligus mengisi masa liburan ke rumah kakeknya, Prapto, di Desa Goalpara, Sukabumi.

Di desa yang asri tersebut Kila bertemu kembali dengan kawan lamanya, Rintik, yang diproteksi oleh ibunya karena menyandang disabilitas. Pun demikian, Kila menganggap Rintik sebagai teman baiknya.

Keceriaan Kila semakin bertambah karena mendapatkan teman-teman baru yang sebaya di desa tersebut. Bersama mereka menghabiskan waktu dengan bermain, bernyanyi riang, bahkan ikut latihan baris-berbaris dengan komando Kakek Prapto yang seorang pensiunan tentara.

Berbekal rasa keingintahuannya terhadap berbagai masalah dan kepedulian terhadap sekelilingnya, Kila akhirnya ikut membantu warga desa keluar dari jeratan perangkap seorang pengusaha properti.

Kontak Media:
Natalia Turangan, Kinanthi Publicity
Email: [email protected]
Mobile: +62-818-691-870

INFORMASI PRODUKSI FILM

Sutradara – Angling Sagaran
Penulis – Alim Sudio
Produser – Bobby BossA, Silvia Yunita, Sumirat Soemardi
Produser Eksekutif – Bimo Sarwono, Andri Putra, Ina Topotan Harahap
Produser Lini – Astrid Latief
Produser Asosiasi – Rulan Sini
Penata Kamera – Roby Herbi
Penyunting Gambar – Ryan Purwoko, Indrawan Widya Kurnia
Penata Musik – Alfa Dwiagustiar, Irvan Natadiningrat
Penata Suara – Ude Wardana, Tangkil
Penata Tari & Gerak – EKI Dance Company

Pemain

  • Kila Putri Alam sebagai Kila
  • Slamet Rahardjo Djarot sebagai Kakek Prapto
  • Widuri Puteri sebagai Rintik
  • Widi Mulia sebagai Riska
  • Dwi Sasono sebagai Arya Winoyo
  • Ence Bagus sebagai Keling
  • Wina Marrino sebagai Neneng
  • Gary Iskak sebagai Samsudi
  • Bacun Hakim sebagai Cendol
  • Astanur Cahya sebagai Abon
  • Tizza Radia sebagai Cicih
  • Fairel K. Ramadhan sebagai Bayu
  • Daffa Raqila Putra sebagai Danu
  • Kayyisah Zahra Rusydian sebagai Yuni
  • Samanta Zulaikha sebagai Ayu

Tentang Rumah Produksi

Bro’s Studio
Bro’s Studio adalah perusahaan yang bergerak di bidang entertainment dan menaungi industri perfilman (dengan anak perusahaan Bro’s Pictures), musik dan rekaman (dengan anak perusahaan Bro’s Music), serta jasa Production House. Film Buku Harianku adalah debut Bro’s Pictures memproduksi film panjang.

Blue Sheep Entertainment
Bluesheep Entertainment adalah perusahaan inkubator yang bergerak dalam investasi karya dalam industri hiburan (entertainment). Tak hanya memproduksi konten, Bluesheep juga memiliki fokus untuk mengembangkan hiburan yang ramah keluarga dan sedapat mungkin mengangkat keberagaman yang ada.

Dibintangi juga oleh Dea Panendra, Iedil Putra, dan banyak lagi lainnya

Jakarta, 11 Februari 2020 “warnaplus.com – Di bulan romantis Februari, MNC Pictures merilis film ‘Toko Barang Mantan’.  Film komedi romantis ini mengambil latar yang unik: kisah seorang pemilik toko yang menjual barang-barang dari mantan dan ceritanya. Viva Westi yang sebelumnya sukses dengan Koki-Koki Cilik 2 menyutradarai film yang akan tayang 20 Februari 2020 ini. Sedangkan skenario ditulis oleh Titien Wattimena yang telah memenangkan dua Piala Citra.

Film ‘Toko Barang Mantan’ bercerita tentang sebuah toko jual-beli barang mantan bagi orang-orang yang ingin move on dari mantannya. Sebagai pencetus ide, pendiri dan pemiliknya, Tristan (Reza Rahadian) rela meninggalkan kuliahnya demi mengembangkan toko ini bersama sahabatnya, Amel (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Putra). Berbagai macam kisah sedih, lucu dan absurd tentang barang-barang tersebut menjadi makanan mereka sehari-hari. Tristan bangga dengan toko ini meskipun akhir-akhir ini sepi dan bermasalah secara finansial. Tiba-tiba, kehadiran Laras (Marsha Timothy), mantan Tristan saat kuliah dulu, membuat dunianya jungkir balik. Kembalinya Laras, membuat Tristan pun bertekad merebut kembali hati Laras dengan bantuan Amel dan Rio. Salah satu caranya adalah menyukseskan Toko Barang Mantan ini dengan segala cara.

Untuk pertama kalinya dalam film, aktor dan aktris terbaik Indonesia Reza Rahadian dan Marsha Timothy beradu akting untuk layar lebar. Marsha mengatakan, “Untuk kerja sama, kami membentuk karakter baru, menjalin chemistry baru, bagaimana mendalami karakter masing-masing, kita diskusi. Sebelumnya beberapa kali satu panggung di teater, kali ini medianya saja yang beda yaitu film.”

Keunikan lainnya dari film ini adalah karakter Tristan yang dimainkan oleh Reza berambut gondrong dan bergaya urakan. Sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya. Karakter Tristan yang merasa bangku kuliah bukan masa depannya lagi dan kemudian berbisnis kecil-kecilan dengan membuka sebuah toko yang khusus menjual barang-barang dari mantan membuat peran ini terlihat berbeda bagi Reza. Seperti apakah perjalanan yang dialaminya? Saksikan ‘Toko Barang Mantan’.

Bagi Viva Westi, film ‘Toko Barang Mantan’ dirasa cukup dekat dengan banyak orang. “Saya sangat yakin dari tema mantan ada sesuatu yang menarik untuk difilmkan. Bahkan dari ide cerita. (Iko Muhyidin)

Festival Sinema Australia Indonesia kembali di bioskop bulan ini untuk menghadirkan film-film terbaik Australia dan Indonesia kepada penonton di seluruh negeri.

Kini di tahun kelimanya, FSAI 2020 merupakan bagian dari rangkaian program Australia Connect Kedutaan Besar Australia dan akan diadakan di Jakarta, Surabaya, Makassar, Mataram, Bandung, danu untuk pertama kalinya, Yogyakarta.

 

Festival akan dibuka dengan pemutaran perdana di Indonesia Tog End Wedding, sebuah komedi romantis yang mengambil lokasi di wilayah Northern Territory Australia yang menakjubkan.

Drama keluarga Penduduk Asli Australia Emu Runnerjuga akan diputar selama festival. Sutradara film Imogen Thomas akan menyapa para penonton di Jakarta dan Lombok, dengan dukungan dari mitra

festival yang berkelanjutan, Qantas.

FiIm-film Australia lainnya yang akan diputar termasuk film thriller psikologis Angel of Mine, film dokumenter fitur inovatif 2040, dan film horor yang diakui secara internasional The Babadook.

Merayakan hubungan dekat antara Australia dan Indonesia dalam film, FSAI akan kembali menampilkan film-film andalan oleh alumni Australia Indonesia. Penggemar bulutangkis akan dapat menghidupkan kembali Susi Susanti Love All, dari produser eksekutif Daniel Mananta, alumni Australia yangjuga merupakan Sahabat FSAI Tahun ini.

Dua film terbaru dari produser Mira Lesmana, Bebas dan Kulari Ke Pantai, juga akan ditampilkan.

”Film adalah cara terbaik untuk berbagi cerita dan belajar lebih banyak tentang budaya lain,” kata Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Allaster Cox.

”Pilihan film Australia dan Indonesia Tahun ini menunjukkan keragaman dari kedua negara kita, serta kekayaan bakat kreatif kita. FSAI 2020 adalah acara utama dari rangkaian program Australia Connect

kami yang menarik.”

Tiket untuk seluruh pemutaran film gratis dan tersedia di fsai2020.eventbrite.com