Rabu, Februari 2020 — Hanya dalam hitungan minggu, film horor terbaru dari sutradara Timo Tjahjanto, Sebelum Iblis Menjemput (SIM) Ayat 2 akan dirilis di bioskop. Rumah produksi Frontier Pictures bekerjasama dengan Legacy Pictures dan Rapi Films kembali memberi tease kepada penonton dengan mengeluarkan poster terbaru.

This slideshow requires JavaScript.

Berbeda dengan poster film pertamanya yang berfokus pada karakter Alfie (Chelsea Islan) menatap perubahan tangannya menjadi tangan iblis, kali ini di image terbarunya Timo Tjahjanto menampilkan semua  jajaran pemain.

Semua karakter yang telah diperkenalkan yakni Alfie (Chelsea Islan), Budi (Baskara Mahendra), Gadis (Widika Sidmore), Nara (Hadijah Shahab), kristi (Lutesha), Leo (Arya Vasco), Dewi (Aurelie Moeremans), Martha (Karina Salim) dan Jenar (Shaarefa Daanish) tampil memasang ekspresi dingin dan misterius. Karakter mereka membentuk sebuah lingkaran, dan tepat di tengah mereka hadir sosok
iblis.

Sang kreator film, Timo pun memiliki maksud dan arti dari poster terbaru yang dirilis. Menurutnya, di film kedua, teror iblis bukan lagi hanya berpusat pada Alfie, tapi sudah menjadi perjalanan yang harus
dihadapi semua karakter lainnya. Teror setan tersebut sudah bisa kita lihat saat menyaksikan trailer film yang sudah dirilis beberapa waktu lalu.

“Semua karakter mengelilingi tokoh iblis Ayub, sosok yang bangkit jika kita sudah melihat trailernya. Ini mengartikan bahwa semua terperangkap dalam lingkaran setan yang sudah dibacakan lewat mantra mematikan pak Ayub”, ungkap Timo.

Film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 akan mengisahkan kehidupan Alfie dan Nara setelah lolos dari teror iblis dua tahun lalu. Keduanya mencoba melanjutkan kehidupan mereka. Namun Alfie masih terus
dihantui perasaan bersalah dan penglihatan tidak wajar. Mimpi terburuk Alfie nyatanya baru dimulai dan bahaya yang menunggu semakin mengancam, sosok kegelapan yang begitu haus akan jiwa bangkit untuk menjemput nyawa mereka.

Pastinya film SIM Ayat 2 bakal menjadi film horor berkualitas yang ditunggu-tunggu, sebab film pertamanya panen review positif dan antusiasme tinggi dari penonton Tanah Air. Film pertamanya yang
dirilis pada 9 Agustus 2018 silam berhasil meraup lebih dari 1,1 juta penonton. Keseraman film ini sudah diakui festival kelas dunia, dengan judul internasional May The Devil Take You sukses di L’Etrange
Festival Paris, US Fantastic Festival, BFI London Film Festival.

May The Devil Take You juga mengukir prestasi dengan memenangkan penghargaan sebagai film terbaik dalam kategori Midnight XTreme di SITGES Film Festival of Catalonia 2018. Film ini juga telah tayang di
bioskop Malaysia pada 20 September 2018.

For more information, please contact
Imelia Pebreyanti 081218991433
Jessika Pingkananda 081280567065
PR Film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2

Jakarta, Februari 2020 – Bro’s Studio bersama Blue Sheep Entertainment untuk pertama kalinya memproduksi sebuah film panjang berjudul BUKU HARIANKU. Sebuah film drama petualangan anak yang menyatukan keluarga. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 12 Maret 2020.

Dalam film yang disutradarai oleh Angling Sagaran dan naskahnya ditulis Alim Sudio ini, dikisahkan seorang anak perempuan berusia delapan tahun bernama Kila yang senang mencurahkan isi hati dengan menulis di buku harian. Suatu ketika, oleh ibunya Kila dititipkan sementara sekaligus mengisi masa liburan ke rumah kakeknya, Prapto, di Desa Goalpara, Sukabumi.

Di desa yang asri tersebut Kila bertemu kembali dengan kawan lamanya, Rintik, yang diproteksi oleh ibunya karena menyandang disabilitas. Pun demikian, Kila menganggap Rintik sebagai teman baiknya.

Keceriaan Kila semakin bertambah karena mendapatkan teman-teman baru yang sebaya di desa tersebut. Bersama mereka menghabiskan waktu dengan bermain, bernyanyi riang, bahkan ikut latihan baris-berbaris dengan komando Kakek Prapto yang seorang pensiunan tentara.

Berbekal rasa keingintahuannya terhadap berbagai masalah dan kepedulian terhadap sekelilingnya, Kila akhirnya ikut membantu warga desa keluar dari jeratan perangkap seorang pengusaha properti.

“Pertama kali membaca naskah film ini, saya langsung tertarik. Saya merasa tersentuh dengan ceritanya. Ditambah lagi film ini juga memasukkan unsur musikal. Sudah menjadi impian saya sejak lama menyutradarai film yang di dalamnya mengandung unsur musik karena latar belakang saya yang dulunya juga anak band,” ujar Angling Sagaran.

Film ini berisi tentang persahabatan, keberanian, tanggung jawab, serta cinta terhadap keluarga dan tanah air yang tidak hanya diperuntukkan bagi penonton anak-anak, tapi juga seluruh  rentang usia sehingga bisa menjadi tontonan bagi keluarga Indonesia.

Pengalaman menyaksikan film ini akan bertambah seru karena juga menyisipkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh sang pemeran utamanya, Kila Putri Alam (10 tahun). Lagu-lagu tersebut, salah satunya “Burung Parkit”, telah diluncurkan Kila pada akhir 2019 melalui label Bro’s Music. Setiap lagu yang hadir juga mempunyai koreografi khusus.

“Salah satu motivasi kami yang mendorong kami membuat film ini adalah untuk menambah hiburan yang baik untuk anak, ditambah pula dengan lagu-lagu anak yang memang cocok untuk usia mereka. Kami
berharap kehadiran film ini bisa memperkaya perfilman Indonesia dan menambah hiburan keluarga yang bisa ditonton bersama-sama,” ujar produser Bobby Bossa dari Bro’s Studio.

Selain Kila Putri Alam yang berperan sebagai Kila, film ini juga menghadirkan keluarga Sasono alias @thesasonosfam yang terdiri dari Dwi Sasono (memerankan tokoh Arya Winoyo), Widi Mulia (Riska Handayani), dan Widuri Putri Sasono (Rintik) yang untuk pertama kalinya main bersama dalam satu film.

Aktor senior Indonesia peraih Piala Citra yang sudah tidak ragukan lagi kemampuan aktingnya, Slamet Rahardjo, turut ambil bagian sebagai Prapto Winoyo. Pemain lainnya adalah Gary Iskak (Samsudi), Ence
Bagus (Kelik), dan Wina Marrino (Neneng).

Berikut tautan trailer film Buku Harianku yang bisa disaksikan melalui  YouTube: http://bit.ly/TrailerBukuHarianku

Informasi lebih banyak dan menarik lainnya tentang film Buku Harianku dapat disimak melalui berbagai kanal media sosial berikut ini:
Facebook: Bukuhariankufilm
Instagram: Film.bukuharianku
YouTube: Film Buku Harianku

Sinopsis

Berkisah tentang Kila, anak berusia delapan tahun yang ceria, cerdas, kritis, tapi juga keras kepala. Dia senang mencurahkan isi hati dengan menulis di buku harian.

Suatu ketika, oleh ibunya Kila dititipkan sementara sekaligus mengisi masa liburan ke rumah kakeknya, Prapto, di Desa Goalpara, Sukabumi.

Di desa yang asri tersebut Kila bertemu kembali dengan kawan lamanya, Rintik, yang diproteksi oleh ibunya karena menyandang disabilitas. Pun demikian, Kila menganggap Rintik sebagai teman baiknya.

Keceriaan Kila semakin bertambah karena mendapatkan teman-teman baru yang sebaya di desa tersebut. Bersama mereka menghabiskan waktu dengan bermain, bernyanyi riang, bahkan ikut latihan baris-berbaris dengan komando Kakek Prapto yang seorang pensiunan tentara.

Berbekal rasa keingintahuannya terhadap berbagai masalah dan kepedulian terhadap sekelilingnya, Kila akhirnya ikut membantu warga desa keluar dari jeratan perangkap seorang pengusaha properti.

Kontak Media:
Natalia Turangan, Kinanthi Publicity
Email: [email protected]
Mobile: +62-818-691-870

INFORMASI PRODUKSI FILM

Sutradara – Angling Sagaran
Penulis – Alim Sudio
Produser – Bobby BossA, Silvia Yunita, Sumirat Soemardi
Produser Eksekutif – Bimo Sarwono, Andri Putra, Ina Topotan Harahap
Produser Lini – Astrid Latief
Produser Asosiasi – Rulan Sini
Penata Kamera – Roby Herbi
Penyunting Gambar – Ryan Purwoko, Indrawan Widya Kurnia
Penata Musik – Alfa Dwiagustiar, Irvan Natadiningrat
Penata Suara – Ude Wardana, Tangkil
Penata Tari & Gerak – EKI Dance Company

Pemain

  • Kila Putri Alam sebagai Kila
  • Slamet Rahardjo Djarot sebagai Kakek Prapto
  • Widuri Puteri sebagai Rintik
  • Widi Mulia sebagai Riska
  • Dwi Sasono sebagai Arya Winoyo
  • Ence Bagus sebagai Keling
  • Wina Marrino sebagai Neneng
  • Gary Iskak sebagai Samsudi
  • Bacun Hakim sebagai Cendol
  • Astanur Cahya sebagai Abon
  • Tizza Radia sebagai Cicih
  • Fairel K. Ramadhan sebagai Bayu
  • Daffa Raqila Putra sebagai Danu
  • Kayyisah Zahra Rusydian sebagai Yuni
  • Samanta Zulaikha sebagai Ayu

Tentang Rumah Produksi

Bro’s Studio
Bro’s Studio adalah perusahaan yang bergerak di bidang entertainment dan menaungi industri perfilman (dengan anak perusahaan Bro’s Pictures), musik dan rekaman (dengan anak perusahaan Bro’s Music), serta jasa Production House. Film Buku Harianku adalah debut Bro’s Pictures memproduksi film panjang.

Blue Sheep Entertainment
Bluesheep Entertainment adalah perusahaan inkubator yang bergerak dalam investasi karya dalam industri hiburan (entertainment). Tak hanya memproduksi konten, Bluesheep juga memiliki fokus untuk mengembangkan hiburan yang ramah keluarga dan sedapat mungkin mengangkat keberagaman yang ada.

Dibintangi juga oleh Dea Panendra, Iedil Putra, dan banyak lagi lainnya

Jakarta, 11 Februari 2020 “warnaplus.com – Di bulan romantis Februari, MNC Pictures merilis film ‘Toko Barang Mantan’.  Film komedi romantis ini mengambil latar yang unik: kisah seorang pemilik toko yang menjual barang-barang dari mantan dan ceritanya. Viva Westi yang sebelumnya sukses dengan Koki-Koki Cilik 2 menyutradarai film yang akan tayang 20 Februari 2020 ini. Sedangkan skenario ditulis oleh Titien Wattimena yang telah memenangkan dua Piala Citra.

Film ‘Toko Barang Mantan’ bercerita tentang sebuah toko jual-beli barang mantan bagi orang-orang yang ingin move on dari mantannya. Sebagai pencetus ide, pendiri dan pemiliknya, Tristan (Reza Rahadian) rela meninggalkan kuliahnya demi mengembangkan toko ini bersama sahabatnya, Amel (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Putra). Berbagai macam kisah sedih, lucu dan absurd tentang barang-barang tersebut menjadi makanan mereka sehari-hari. Tristan bangga dengan toko ini meskipun akhir-akhir ini sepi dan bermasalah secara finansial. Tiba-tiba, kehadiran Laras (Marsha Timothy), mantan Tristan saat kuliah dulu, membuat dunianya jungkir balik. Kembalinya Laras, membuat Tristan pun bertekad merebut kembali hati Laras dengan bantuan Amel dan Rio. Salah satu caranya adalah menyukseskan Toko Barang Mantan ini dengan segala cara.

Untuk pertama kalinya dalam film, aktor dan aktris terbaik Indonesia Reza Rahadian dan Marsha Timothy beradu akting untuk layar lebar. Marsha mengatakan, “Untuk kerja sama, kami membentuk karakter baru, menjalin chemistry baru, bagaimana mendalami karakter masing-masing, kita diskusi. Sebelumnya beberapa kali satu panggung di teater, kali ini medianya saja yang beda yaitu film.”

Keunikan lainnya dari film ini adalah karakter Tristan yang dimainkan oleh Reza berambut gondrong dan bergaya urakan. Sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya. Karakter Tristan yang merasa bangku kuliah bukan masa depannya lagi dan kemudian berbisnis kecil-kecilan dengan membuka sebuah toko yang khusus menjual barang-barang dari mantan membuat peran ini terlihat berbeda bagi Reza. Seperti apakah perjalanan yang dialaminya? Saksikan ‘Toko Barang Mantan’.

Bagi Viva Westi, film ‘Toko Barang Mantan’ dirasa cukup dekat dengan banyak orang. “Saya sangat yakin dari tema mantan ada sesuatu yang menarik untuk difilmkan. Bahkan dari ide cerita. (Iko Muhyidin)

Festival Sinema Australia Indonesia kembali di bioskop bulan ini untuk menghadirkan film-film terbaik Australia dan Indonesia kepada penonton di seluruh negeri.

Kini di tahun kelimanya, FSAI 2020 merupakan bagian dari rangkaian program Australia Connect Kedutaan Besar Australia dan akan diadakan di Jakarta, Surabaya, Makassar, Mataram, Bandung, danu untuk pertama kalinya, Yogyakarta.

 

Festival akan dibuka dengan pemutaran perdana di Indonesia Tog End Wedding, sebuah komedi romantis yang mengambil lokasi di wilayah Northern Territory Australia yang menakjubkan.

Drama keluarga Penduduk Asli Australia Emu Runnerjuga akan diputar selama festival. Sutradara film Imogen Thomas akan menyapa para penonton di Jakarta dan Lombok, dengan dukungan dari mitra

festival yang berkelanjutan, Qantas.

FiIm-film Australia lainnya yang akan diputar termasuk film thriller psikologis Angel of Mine, film dokumenter fitur inovatif 2040, dan film horor yang diakui secara internasional The Babadook.

Merayakan hubungan dekat antara Australia dan Indonesia dalam film, FSAI akan kembali menampilkan film-film andalan oleh alumni Australia Indonesia. Penggemar bulutangkis akan dapat menghidupkan kembali Susi Susanti Love All, dari produser eksekutif Daniel Mananta, alumni Australia yangjuga merupakan Sahabat FSAI Tahun ini.

Dua film terbaru dari produser Mira Lesmana, Bebas dan Kulari Ke Pantai, juga akan ditampilkan.

”Film adalah cara terbaik untuk berbagi cerita dan belajar lebih banyak tentang budaya lain,” kata Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Allaster Cox.

”Pilihan film Australia dan Indonesia Tahun ini menunjukkan keragaman dari kedua negara kita, serta kekayaan bakat kreatif kita. FSAI 2020 adalah acara utama dari rangkaian program Australia Connect

kami yang menarik.”

Tiket untuk seluruh pemutaran film gratis dan tersedia di fsai2020.eventbrite.com

Para pemeran ‘Temen Kondangan’ yaitu Prisia Nasution, Olivia Jensen, Kevin Julio, dan Sahira Anjani melakukan gerebek kondangan secara mengejutkan di dua kota yaitu Solo dan Jogja. Kedua mempelai yang tidak tahu kehadiran mereka menyambut dengan gembira. Grebeg kondangan merupakan bagian dari promo film produksi terbaru dari MNC Pictures ‘Temen Kondangan’ yang bersiap untuk tayang pada 30 Januari 2020.

Sebelum menggerebek para mempelai, keempat pemeran menyamar jadi bagian dari event organizer. Tapi tampaknya penyamaran gampang terendus, belum apa apa mereka sudah diminta foto bareng oleh para undangan. Situasi kocak ini juga dapat terlihat di film, di mana keadaan kondangan ditangkap senatural mungkin. Selain gerebek kondangan yang tak terduga tersebut, keempat pemeran tersebut juga menyambangi Central Park, The Park Mall Solo (25 Januari) dan Atrium Jogja City Mall (26 Januari)

Disutradarai oleh Iip Sariful Hanan yang terkenal dengan sinetronnya yang sukses ‘Tukang Ojek Pengkolan (TOP)’ dan ‘Dunia Terbalik’, film komedi yang dibintangi oleh Gading Marten dan Prisia Nasution ini melakukan syuting selama dua puluh empat hari, dengan total 12 hari di ballroom pernikahan, 4 hari di lobby pernikahan untuk menggambarkan satu hari kondangan penuh kekacauan. Sisanya diambil di luar set pernikahan, salah satu yang terbesar adalah danau yang akan menjadi puncak film. Selain Gading dan Prisia, film ini juga diramaikan oleh kehadiran Samuel Rizal, Olivia Jensen, Kevin Julio, Reza Nangin, Yeslin Wang dan banyak lagi lainnya.

This slideshow requires JavaScript.

Film ‘Temen Kondangan’ bercerita tentang situasi unik yang dialami Putri (Prisia Nasution), seorang selebgram yang diundang oleh mantannya untuk datang ke pernikahannya, Dheni (Samuel Rizal). Putri mengharamkan datang sendiri ke pernikahan mantan. Baginya, citra diri adalah yang utama. Dengan masih berpegang teguh pada prinsipnya, Putri memutuskan mencari pendamping untuk kondangan, yang dijamin tidak akan bikin baper.

Pilihan pertama jatuh Juna (Kevin Julio), professional yang biasa menemani orang kondangan. Tidak perlu bayar, yang penting pesta dan makan-makan. Sayang ketika dikontak, tidak ada respon. Akibatnya, Putri tergoda mengajak Galih (Gading Marten), bosnya yang karismatik dan ganteng. Ia sempat mengajaknya, meski akhirnya mengklarifikasi bahwa ia hanya bercanda. Pada akhirnya, pilihan jatuh pada Yusuf (Reza Nangin), seorang vokalis band yang ternyata teman sekelas jaman SMA. Ia tidak terlalu kenal Yusuf, yang artinya kenalan lain juga tidak akan mengenali dia. Pasangan kondangan sempurna! Yusuf langsung menyanggupi.

Tak disangka di hari pernikahan sang mantan, kejadian lucu dan menghebohkan terjadi. Bukan cuma satu, Putri jadi harus menghadapi tiga laki-laki yang ternyata punya agenda masing-masing. Yusuf ternyata diam-diam menyukai Putri sejak lama dan berencana melakukan confession kepada pujaan hatinya. Sedangkan Galih, sang bos malah hendak menyabotase pernikahan tersebut karena masih mempunyai masalah pribadi yang terpendam dengan calon mempelai. Ditambah lagi Juna hadir, sang wedding crasher yang sering mengacaukan pernikahan. Belum lagi banyak rahasia dan misteri yang bakal terungkap.
Seperti apa keseruannya? Saksikan di bioskop tanggal 30 Januari 2020.

Films, secara resmi merilis poster dan cuplikan (trailer) film SEMESTA, sebuah film dokumenter berdurasi 90 menit yang berkisah tentang mereka yang merawat Indonesia.

Para protagonis film ini terdiri dari 7 sosok yang berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari tempat tinggal, budaya, hingga agama. Mereka berasal dari Aceh, Jakarta, Yogyakarta, Bali, Kalimantan, Flores, serta Papua. Kehadiran ketujuh sosok ini memang dipilih dengan seksama untuk mewakili manusia dan alam Indonesia yang beragam.

This slideshow requires JavaScript.

Film SEMESTA yang disutradarai Chairun Nissa merupakan dokumenter panjang perdana Tanakhir Films. Rumah produksi yang berdiri sejak 2013 ini sebelumnya lebih banyak memproduksi dokumenter pendek juga film fiksi panjang. Film SEMESTA juga menjadi nominator sebagai film dokumenter terbaik Festival Film Indonesia. Bulan November lalu, film ini telah melakukan World Premiere di Suncine International Environmental Film Festival, sebuah festival film di Barcelona yang khusus untuk film dokumenter bertema lingkungan.

“Menurut kami dokumenter merupakan medium yang bisa benar-benar mengangkat soal keindonesiaan. Selain itu kami ingin menghapus stigma bahwa dokumenter adalah tontonan yang membosankan. Makanya kami membuat SEMESTA dengan suguhan berbeda agar orang tidak bosan saat menyaksikannya,” ujar Mandy Marahimin, produser sekaligus pendiri Tanakhir Films bersama Nicholas Saputra.

Suguhan berbeda yang dimaksudkan Mandy Marahimin terlihat dari nilai produksi film ini, terutama dari segi pengambilan gambar, perekaman suara dan pembuatan musik ilustrasi, hingga pada tahap penyuntingan.

“Dari awal kami sudah mendesain film ini sebagai dokumenter yang tidak hanya untuk disaksikan di televisi, tapi juga di bioskop. Dengan standar seperti itu, maka pengerjaan pascaproduksi film ini kami perlakukan sama dengan film-film fiksi. Latar belakang saya dan Nicholas Saputra yang sebelumnya berkecimpung dalam produksi film-film fiksi sangat membantu,” tambah Mandy Marahimin yang sebelumnya tercatat menjadi produser eksekutif film Kulari ke Pantai (2018), Keluarga Cemara (2019), dan Bebas (2019).

Hal-hal yang disebutkan tadi terlihat dalam cuplikan film SEMESTA yang berdurasi dua menit. Melalui tangan Aditya Ahmad selaku sinematografer, kamera bergerak dinamis menyorot gambar bukan hanya dari darat, tapi juga di udara dan menembus ke dalam air laut. Aditya Ahmad juga dikenal sebagai sutradara film pendek andal. Prestasinya tidak hanya terukir di pentas festival film dalam negeri, tapi juga menyeberang hingga ke mancanegara. Film pendek terakhirnya, Kado, menjadi film pendek terbaik di Venice Film Festival.

Penataan musik oleh Indra Perkasa, dan penataan suara oleh Satrio Budiono, Indrasetno Vyatrantra, dan Hasanudin Bugo, berhasil menambah nyawa setiap adegan sehingga semakin menambah daya tarik film yang sudah tampak dalam cuplikannya. Kuartet ini sudah menghiasi banyak film layar lebar di Indonesia.

Sementara editing film ini ditangani oleh Ahsan Andrian, yang sebelumnya pernah mengedit Filosofi Kopi dan mendapatkan piala Citra dari film itu. Kehadiran dan kolaborasi seluruh kru di belakang layar film ini membuat film SEMESTA jadi semakin layak ditonton saat tayang di bioskop.

“Dengan sajian kisah-kisah dari berbagai penjuru Indonesia, film ini membuka wawasan kita, dan memberikan inspirasi, untuk berbuat sesuatu sekecil apa pun itu. Sebab apapun latar belakang agama, budaya, profesi, dan tempat tinggalmu, kita tetap bisa berbuat sesuatu untuk alam Indonesia dan dunia yang sekarang tengah mengalami krisis,” pungkas Nicholas Saputra.

Film SEMESTA akan tayang terbatas di bioskop mulai 30 Januari 2020. Cuplikan film SEMESTA dapat disaksikan dalam tautan berikut: http://bit.ly/semesta2020
Poster Film SEMESTA dapat diakses pada tautan http://bit.ly/PosterSemesta

Untuk mengetahui informasi menarik lainnya tentang film SEMESTA, dapat disimak pada akun Tanakhir Films di berbagai kanal media sosial:

Facebook: Tanakhir Films

Twitter: @tanakhirfilms

Instagram: @tanakhirfilms

YouTube: Tanakhir Films

 

Sinopsis

Film Semesta berkisah tentang tujuh sosok dari tujuh provinsi Indonesia yang bergerak memelankan dampak perubahan iklim dengan merawat alam atas dorongan agama, kepercayaan, dan budaya masing-masing.

Melalui rangkaian kisah tujuh sosok inspiratif ini, film Semesta mengajak kita berkeliling sembari menikmati kekayaan alam di Tanah Air, mulai dari titik ujung barat, yakni Desa Pameu, Aceh, hingga menuju bagian ujung timur Indonesia, tepatnya di Kampung Kapatcol, Papua.

Rangkaian kisah mereka yang merawat alam Indonesia ini akan mengajak kita semua untuk ikut berperan dalam memelankan dampak perubahan iklim melalui langkah kecil yang bisa kita lakukan masing-masing.

Film Semesta adalah debut Tanakhir Films memproduksi film dokumenter panjang. Sebelumnya film ini berhasil menjadi nomine dalam kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik di Festival Film Indonesia 2018. Film ini juga terseleksi untuk diputar di Suncine International Environmental Film Festival yang berlangsung di Barcelona, Spanyol (6-14 November 2019).

Jakarta, Januari 2020 – Film dokumenter SEMESTA produksi Tanakhir Films yang berkisah tentang mereka yang merawat Indonesia hanya tinggal menghitung hari akan tayang di bioskop.

Sejak awal penggarapannya, Mandy Marahimin dan Nicholas Saputra selaku pendiri Tanakhir Films merangkap produser film ini mempersiapkan SEMESTA menjadi tayangan dokumenter yang berbeda.

Tidak semata karena keterlibatan orang-orang di belakang layar yang selama ini banyak terlibat dalam penggarapan film fiksi panjang di bioskop, tapi juga dari sudut pandang penceritaan.

Hal tersebut ditegaskan oleh sutradara Chairun Nissa. “Kami sepakat membuat film tentang perubahan alam yang bukan sekadar mendokumentasikan, tapi juga ada cara bertutur yang puitik, dan ada story yang kami coba bangun dari setiap lokasi atau sosok ini,” ujarnya.

Mereka yang menjadi sosok protagonis dalam film ini dipilih setelah melalui proses riset. Pertama Tjokorda Raka Kerthyasa, tokoh budaya di Ubud, Bali. Bersama segenap umat Hindu menjadikan momentum Hari Raya Nyepi sebagai hari istirahat alam semesta. Sebab posisi Indonesia saat ini tercatat sebagai salah satu negara penghasil emisi gas rumah kaca yang berkontribusi tinggi terhadap pemanasan global.

This slideshow requires JavaScript.

Dihentikannya penggunaan listrik, transportasi, dan industri selama satu hari selama Nyepi ternyata memberi efek luar biasa dalam pengurangan emisi harian di Bali.

Lalu ada Agustinus Pius Inam, Kepala Dusun Sungai Utik, Kalimantan Barat, yang memastikan pentingnya penduduk desa memahami dan mengikuti langkah tata cara adat dalam melindungi dan melestarikan hutan.

Sebab dengan cepatnya deforestasi, hanya tata cara masyarakat adat dalam mengelola hutan yang menjadi harapan terbaik terhadap perlindungan hutan. Bagi masyarakat hutan adat di Dusun Sungai Utik, tanah adalah ibu, sementara air adalah darah. Makanya perlu dijaga dari segala ancaman kerusakan.

Berlanjut menemui Romo Marselus Hasan, Pemimpin Agama Katolik di Bea Muring, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang menyelipkan pesan kepada para jemaatnya untuk berdamai dan menjaga pelestarian alam, terutama sumber mata air.

This slideshow requires JavaScript.

Desa Bea Muring belum dialiri listrik, sehingga masyarakat terpaksa menggunakan generator untuk sumber listrik mereka. Namin generator tidak hanya bising, tapi juga mengeluarkan emisi yang berbahaya bagi alam. Tujuh tahun lalu, bersama warga di sana, Romo Marselus secara mandiri membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro, yang notabene merupakan sumber listrik yang berkelanjutan dan bersih.

Walaupun fokus utama film SEMESTA tentang perubahan iklim, unsur pemberdayaan perempuan dan community development juga menjadi salah satu kisah yang diangkat. Ini tercermin lewat pemilihan Almina Kacili, Kepala kelompok wanita gereja di Kapatcol, Papua Barat.

Bersama ibu-ibu anggota kelompoknya, Almina Kacili membantu penyeimbangan alam melalui “Sasi”, sebuah tradisi kearifan lokal yang menjaga keberlangsungan sumber daya alam dengan melindungi wilayahnya dari eksploitasi, terutama oleh nelayan-nelayan yang menggunakan peralatan ilegal.

Protagonis selanjutnya yang menempati wilayah paling barat Indonesia adalah Muhammad Yusuf. Sehari-hari ia menjadi imam di Desa Pameu, Aceh. Dalam setiap kesempatan tak henti ia memperingatkan penduduk untuk berdamai dengan alam, termasuk ketika memberikan khutbah di masjid.

Hal yang mendorongnya memperingatkan masyarakat lantaran melihat praktik penebangan hutan yang merupakan salah satu faktor yang mempercepat terjadinya pemanasan global. Ini berdampak pula pada rusaknya habitat alami gajah liar.

Akibatnya gajah-gajah yang sudah tak mempunyai rumah tersebut memasuki daerah permukiman warga. Konflik antara gajah liar dan masyarakat pun banyak terjadi di sepanjang hutan di pulau Sumatera.

Penonton kemudian akan diperkenalkan dengan figur Iskandar Waworuntu yang bertahun-tahun lalu memutuskan hijrah dari kehidupannya dahulu dan hidup dari sebidang tanah kering, sebuah tempat yang ia beri nama Bumi Langit.

Melalui komitmen untuk menjalani praktik thayyib, Pak Is —demikian sapaannya—  dengan dukungan keluarganya menggunakan ilmu permakultur untuk berhubungan kembali dengan alam. Mereka membuka pintu bagi siapa saja untuk belajar dan berbagi di Bumi Langit dalam menyebarkan pemahaman untuk secara sadar kembali pada kebaikan.

This slideshow requires JavaScript.

Perjalanan SEMESTA berakhir dengan kehadiran Soraya Cassandra, petani kota pendiri Kebun Kumara, Jakarta. Melalui sebuah kebun yang ia kelola di pinggiran ibukota, Sandra melakukan kampanye prinsip-prinsip belajar dari alam yang secara kreatif mengubah tanah di kota menjadi hijau kembali.

Dalam membangun kisah dari setiap tokoh atau lokasi tadi, sutradara Chairun Nissa yang juga akrab disapa Ilun ini tetap memakai struktur penceritaan tiga babak. Jadi para penonton tetap akan mendapatkan bagian pengenalan, permasalahan, dan penyelesaian seperti yang biasanya dijumpai dalam film fiksi.

“Untuk sudut pandang, kami mencoba mengulik hal-hal ringan yang kita semua bisa lakukan dalam keseharian. Tujuannya agar penonton juga bisa memilih mempraktikkan bagian mana yang paling dekat dengan keseharian mereka,” tambah Ilun.

Dilanjutkannya bahwa pendekatan kreatif tadi sangat diperlukan agar pesan-pesan yang ingin disampaikan film ini dapat dengan mudah dimengerti oleh para penonton dari berbagai kalangan. Selain itu untuk menghindarkan film SEMESTA menjadi tontonan dokumenter yang menakutkan, terlebih ketika praktik merawat alam Indonesia dihubungkan dengan pendekatan agama dan budaya.

Pemanasan global karena ulah manusia yang mengakibatkan kerusakan dalam banyak aspek kehidupan seharusnya dipandang sebagai tanggung jawab semua orang. Sudah sepatutnya juga setiap orang berkontribusi dalam merawat alam.

Berdasarkan pengalamannya menjelajahi berbagai daerah di Tanah Air, Nicholas Saputra yang juga dikenal publik sebagai aktor mengungkapkan krisis ekologi di Indonesia sudah semakin mengkhawatirkan. “Makanya penting untuk menjaga kondisi alam kita sekarang juga,” sambung pemeran tokoh Rangga dalam film Ada Apa dengan Cinta ini.

Ditambahkan Mandy Marahimin, berbagai istilah seperti perubahan iklim, pemanasan global, dan lain-lain jangan sampai membuat kita jadi apatis melakukan sesuatu untuk lingkungan sekitar.

“Tidak selalu harus butuh langkah-langkah besar pula untuk mengatasi kondisi tersebut. Film ini menunjukkan bahwa langkah-langkah kecil yang kita lakukan juga bisa memberikan dampak besar untuk merawat dan melestarikan alam Indonesia,” kata Mandy Marahimin.

Hal tersebut tampak dari aktivitas merawat alam dan lingkungan yang dilakukan oleh tujuh protagonis dalam film ini. Semuanya merupakan kegiatan sederhana. Siapa pun, tanpa memandang umur, status, agama, dan tempat tinggal bisa melakukannya dalam keseharian.

Film SEMESTA mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, dan juga dari sponsor-sponsor: Bank Mandiri, The Body Shop, Mitsubishi Motors, dan Kemitraan.

Kehadiran film SEMESTA yang akan tayang terbatas di bioskop mulai 30 Januari 2020 diharapkan tak hanya menjadi pengingat sementara, tapi juga memantik gerakan menjaga dan memelihara alam yang berkesinambungan. Demi masa depan kita semua.

Cuplikan film SEMESTA dapat disaksikan dalam tautan berikut:

http://bit.ly/semesta2020

Informasi lebih banyak dan menarik lainnya tentang film SEMESTA dapat disimak pada akun Tanakhir Films di berbagai kanal media sosial:

Facebook: Tanakhir Films

Twitter: @tanakhirfilms

Instagram: @tanakhirfilms

YouTube: Tanakhir Films

Sinopsis

Film Semesta berkisah tentang tujuh sosok dari tujuh propinsi Indonesia yang bergerak memelankan dampak perubahan iklim dengan merawat alam atas dorongan agama, kepercayaan, dan budaya masing-masing.

Melalui rangkaian kisah tujuh sosok inspiratif ini, film Semesta mengajak kita berkeliling sembari menikmati kekayaan alam di Tanah Air, mulai dari titik ujung barat, yakni Desa Pameu, Aceh, hingga menuju bagian ujung timur Indonesia, tepatnya di Kampung Kapatcol, Papua.

Rangkaian kisah mereka yang merawat alam Indonesia ini akan mengajak kita semua untuk ikut berperan dalam memelankan dampak perubahan iklim melalui langkah kecil yang bisa kita lakukan masing-masing.

Film Semesta adalah debut Tanakhir Films memproduksi film dokumenter panjang. Sebelumnya film ini berhasil menjadi nomine dalam kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik di Festival Film Indonesia 2018. Film ini juga terseleksi untuk diputar di Suncine International Environmental Film Festival yang berlangsung di Barcelona, Spanyol (6-14 November 2019).

INFORMASI PRODUKSI FILM SEMESTA

Judul: Semesta (Islands of Faith)

Genre: Dokumenter panjang

Durasi: 90 menit

Rilis: 30 Januari 2020

Produksi: Tanakhir Films

Sutradara – Chairun Nissa

Produser – Nicholas Saputra, Mandy Marahimin

Sinematografer – Aditya Ahmad

Editor – Ahsan Andrian

Penulis – Cory Michael Rogers

Periset – Hertasning Ichlas

Perekam Suara Lapangan – Indrasetno Vyatrantra, Hasanudin Bugo,

Penata Suara – Satrio Budiono

Penata Musik – Lie Indra Perkasa

Line Producer – Age Anzis Maulana

Assistant Director – Muhammad Ichsan

Production Assistant – Amalia Sekarjati

Camera Assistant – Abdul Rahman Saade

Digital Imaging Technician – Muhammad Iqbal

Post Producer – Rico Mangunsong

Assistant Editor – Ragil Priyo Atmojo

 

Tentang Tanakhir Films

Tanakhir Films didirikan oleh Mandy Marahimin dan Nicholas Saputra pada 2013. Mandy Marahimin pada awalnya dikenal sebagai publisis film untuk Ada Apa dengan Cinta (2002). Kemudian ia merambah posisi produser pelaksana dan produser.

Sementara Nicholas Saputra lekat di hati penonton sebagai aktor yang telah menuai berbagai penghargaan, antara lain Piala Citra sebagai pemeran pria utama dan pemeran pria pendukung terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia.

Sepanjang eksistensinya rumah produksi audio visual ini sudah menggarap beragam konten seperti film bioskop, tayangan televisi, videoklip musik, iklan, dan web series. Beberapa film panjang yang telah diproduksi Tanakhir Films adalah Cinta dari Wamena (2013) dan Ada Apa dengan Cinta 2 (2016).

Selain itu, film dokumenter berdurasi pendek yang telah diproduksi Tanakhir Films, A Man with 12 Wives (2017) telah tayang di stasiun TV NHK Jepang. Tanakhir Films juga memproduksi beberapa dokumenter pendek lain, di antaranya Save the Forest Giants (2016), The Woven Path (2019), dan Perempuan Tana Humba (2019) yang menjadi nomine dokumenter pendek terbaik di Festival Film Dokumenter.

Usai menggarap Semesta yang merupakan produksi film dokumenter panjang pertama mereka, Tanakhir Films tengah menyiapkan sebuah dokumenter panjang lainnya berjudul My Big Sumba Family.

Proyek lain berupa tiga film fiksi panjang berjudul Crocodile Tears, Creepy Case Club, dan Puno: Letters To The Sky juga siap diproduksi. Khusus untuk Crocodile Tears, film yang akan diproduksi pada 2021 ini telah terpilih ke beberapa program prestisius seperti La Fabrique di Cannes Film Festival, Torino Feature Lab di Italia, dan Berlinale Talent Project Market di Berlin Internasional Film Festival.

This slideshow requires JavaScript.

 

Hadir dengan tujuh layar pada debutnya di Sentul Bogor kini CGV* ada di 68 lokasi dengan 396 layar yang tersebar di 35 kota dan 16 Provinsi di Indonesia

 

JAKARTA, 23 Januari 2020 — PT Graha Layar Prima Tbk (kode saham BLTZ), pemilik dan operator bioskop CGV* di Indonesia melanjutkan ekspansi bisnisnya di Bogor dengan membuka bioskop pertama di wilayah tersebut, tepatnya di Vivo Mall, Jl. Raya Bogor No.KM, RW.50, Sentul, Cimandala, Kec. Sukaraja, Bogor pada tanggal 23 Januari 2020.

 

Pembukaan CGV Vivo Sentul Bogor (VSB) ini menjadi awal pembukaan bioskop baru CGV di tahun 2020. Dengan dibukanya CGV VSB, CGV kini ada di 68 lokasi yang tersebar di 35 kota dan 16 Provinsi di Indonesia.

 

Dengan luas lahan lebih dari 2700 meter persegi, CGV VSB memiliki tujuh auditorium, salah satunya Starium yang menawarkan pengalaman baru menonton film dengan kapasitas 275 tempat duduk yang mengedepankan kenyamanan seperti duduk di sofa, termasuk tempat duduk Sweetbox di deretan bagian belakang. Starium menghadirkan layar big screen cekung dengan panjang 19,5 m dan tinggi 8,1 m, memberikan visual yang lebih jernih dan lebih tajam. Kualitas suara di Starium pun semakin jernih dengan dukungan audio berteknologi Dolby Digital 7.1. Keistimewaan yang paling unik, Starium juga bisa difungsikan sebagai tempat untuk seminar, konser, hingga meeting.

 

Secara kesuluruhan CGV VSB memiliki total kapasitas 1307 tempat duduk, termasuk 83 set kursi Sweetbox (untuk 2 orang), dan 14 fasilitas kursi untuk difabel. Sweetbox adalah fitur milik CGV* Cinemas dengan tempat duduk yang lebih luas dan cocok bagi keluarga maupun orangtua yang datang dengan anak usia 3 tahun kebawah. Setiap Auditorium dilengkapi dengan teknologi digital Audio Visual terkini yang secara konsisten memberikan kualitas tertinggi dalam hal suara dan gambar. Selain menyajikan makanan khas bioskop, tersedia juga konsep F&B terbaru dari CGV*, Warung Mie yang menyediakan kudapan khas Indonesia dan Korea. Foyer area yang luas memberikan ruang bagi pertunjukan, acara korporasi atau event seni budaya selain film, seperti musik, tari-tarian, atau tempat bertemu dengan rekan kerja dan keluarga menikmati hiburan dan fasilitas yang ada.

 

“Ini merupakan CGV pertama di wilayah Sentul-Bogor, dan berada di kawasan superblock terbesar dan pusat niaga terlengkap di Sentul-Bogor, hal ini menjadi lokasi yang ideal untuk lokasi CGV terbaru kami, “kata Hariman Chalid, Public Reations CGV.   “Kami sangat antusias membawa bioskop berkelas dunia ke Sentul-Bogor sekaligus memperkenalkan konsep Cultureplex yang lebih dari sekedar tempat menonton film, tapi juga ruang untuk perhelatan seni dan budaya kepada masyarakat sekitar.”

 

Untuk pembukaan bioskop CGV VSB, banyak promosi yang ditawarkan. Untuk bisa mendapatkan promo-promo tersebut, harus menjadi member terlebih dulu dengan mengisi data di aplikasi mobile CGV. Aplikasinya bisa diunduh di Google Play atau App store.  “Silahkan dimafaatkan periode promosi ini, agar bisa menonton film-film kesukaan anda bersama teman dan keluarga,” tambah Hariman.

 

###

 

Tentang CGV* Vivo Sentul Bogor  (VSB)

Beroperasi                   : 23 Januari 2020

Kapasitas                     : 7 Auditorium, 1307 seats (83 set Sweetbox, 14 Difabel seats)

Special Auditorium      : STARIUM, Kapasitas 275 PAX

Fasilitas                        : Self-Ticketing, Warung Mie, Toilets, Difabel Toilet, Musholla

Harga Tiket:

Reguler  2DSweetbox (untuk 2 orang)
Senin – KamisRp 30.000Rp 75.000
JumatRp 35.000Rp 85.000
Sabtu – Minggu/ Hari LIburRp 40.000Rp 95.000
STARIUM Sweetbox (untuk 2 orang)
Senin – KamisRp 30.000Rp 75.000
JumatRp 35.000Rp 85.000
Sabtu – Minggu/ Hari LIburRp 45.000Rp 105.000

 

 

Tentang CGV*

PT Graha Layar Prima Tbk adalah pemilik, pengelola dan operator bioskop CGV* Cinemas di Indonesia. Bidang usaha Perseroan bergerak di sektor perfilman, perekaman video, penyediaan makanan dan minuman serta jasa rekreasi dan hiburan. Perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2014 dengan kode saham BLTZ. Hingga kini Perseroan telah memiliki 68 bioskop dengan 396 layar yang tersebar di 35 kota dan 16 propinsi di seluruh Indonesia. CGV* adalah merek ternama dari jaringan bioskop global, yang telah memiliki bioskop yang beroperasi di seluruh penjuru dunia termasuk Korea Selatan, China, Vietnam, Myanmar, Turki dan Amerika Serikat.

 

Website: www.cgv.id | Facebook: CGV Cinemas Indonesia |

Twitter: @CGV_ID | Instagram: @CGV.ID | LINE: CGV Cinemas

 

Jakarta, Januari 2020 – Menjelang pekan ketiga sejak Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) tayang, karya arahan Angga Dwimas Sasongko ini menjadi film Indonesia pertama
yang meraih lebih dari dua juta penonton.

“Terima kasih buat kalian, para rekan pembuat film dan tentunya penonton Indonesia yang membuat saya akhirnya bisa merasakan ini. Dua juta, luar biasa sekali,” kata sutradara Angga Dwimas Sasongko.
Prestasi ini disambut gembira oleh banyak orang, termasuk penulis Dewi Lestari yang pernah bekerjasama dengan Angga di film “Filosofi Kopi”.
“Wow! Selamat ya, Angga dan Visinema,” tulis Dewi Lestari di Instagram.

This slideshow requires JavaScript.

Aktor Marcelino Lefrandt juga turut bergembira atas kabar positif dari film yang telah membuat banyak penonton berlinang air mata karena cerita yang mengharukan.
“Selamat mas Angga, God bless,” kata Marcelino.
Bukan cuma soal jumlah penonton, NKCTH punya pencapaian lain sebagai film Indonesia pertama tahun 2020 yang menayangkan versi director's cut di bioskop. Versi dengan berbagai adegan tambahan, durasi lebih panjang tujuh menit, akan mulai ditayangkan di sejumlah bioskop Tanah Air mulai hari Kamis (23/1).

Film yang disunting secara khusus sesuai dengan keinginan sutradara bisa ditonton di seluruh bioskop XXI di Jawa, Bali serta Makassar yang masih menayangkan NKCTHI.
Menurut Angga, setiap sutradara pasti punya impian untuk memperlihatkan pada publik filng disunting berdasarkan versinya sendiri. NKCTHI berkisah mengenai Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara) dan Awan (Rachel Amanda), kakak beradik yang hidup dalam keluarga yang tampak bahagia. Setelah mengalami kegagalan besar pertamanya, Awan berkenalan dengan Kale, seorang cowok eksentrik yang memberikan Awan pengalaman hidup baru, tentang patah, bangun, jatuh, tumbuh, hilang dan semua ketakutan manusia pada umumnya. Perubahan sikap Awan mendapat tekanan dari orang tuanya. Hal tersebut mendorong pemberontakan ketiga kakak beradik ini yang menyebabkan terungkapnya rahasia dan trauma (luka) besar dalam keluarga mereka. Film NKCTHI akan hadir di layar lebar mulai 2 Januari 2020.

NKCTHI yang tayang pada 2 Januari 2020 adalah karya terbaru dari sutradara Angga Dwimas Sasongko, sebuah penanda 15 tahun perjalanan karirnya di dunia penyutradaraan. Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” adalah persembahan dari Visinema Pictures yang bekerjasama dengan IDN Media, Blibli.com dan XRM Media.

Film yang diangkat dari buku karya Marchella FP ini versi aslinya berisi pesan-pesan pendek. Buku tersebut berisi kumpulan tulisan yang mencerminkan pengalaman pribadi seseorang yang sederhana, namun unik dan memikat. Pesan dalam buku itu diracik hingga menjadi sebuah cerita utuh mengenai kisah sebuah keluarga yang menyimpan sebuah rahasia.

Film ini akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 2 Januari 2020. Film produksi ke-13 dari Visinema Pictures ini dibintangi oleh Rachel Amanda, Rio Dewanto, Sheila Dara, Donny Damara, Susan Bachtiar, Chicco Jerikho, Oka Antara, Niken Anjani, Agla Artalidia, Umay Shahab, Muhammad Adhiyat, Sinyo, Nayla Denny Purnama, Alleyra Fakhira Kurniawan, dan Syaqila Afiffah Putri serta musisi Ardhito Pramono.

Jakarta, Januari 2020 – Visinema Pictures mengadakan acara nonton bareng film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) bersama puluhan teman Tuli di kota Makassar dan Semarang
(17/1).

Acara nonton bareng di Makassar digelar di Panakukang 21 pada 17 Januari 2020 dan dihadiri puluhan teman Tuli. Sedangkan nobar NKCTHI dengan seluruh teman Tuli di Semarang akan diselenggarakan di Citra XXI pada 19 Januari 2020.
“Film yang sangat bagus dan menyentuh hati. Terima kasih Visinema sudah menyediakan akses teks untuk teman – teman tuli,” ujar Anggi seorang teman Tuli di Makassar. “Kami sangat senang, karena dengan adanya teks teman tuli, kami bisa mengikuti alur cerita filmnya”, ungkap Emon.

Film NKCTHI yang dilengkapi teks bahasa Indonesia untuk teman Tuli telah tersedia sejak 4 Januari 2020 di tiga jaringan bioskop, yakni XXI, CGV ID dan Cinepolis yang terletak di berbagai kota di Indonesia. Film ini telah meraih angka satu juta penonton pada pekan pertama penayangan. Pada hari ke-16 sejak hadir di bioskop-bioskop Tanah Air, NKCTHI telah menembus 1.8 juta penonton.

This slideshow requires JavaScript.

NKCTHI berkisah mengenai Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara) dan Awan (Rachel Amanda), kakak beradik yang hidup dalam keluarga yang tampak bahagia. Setelah mengalami kegagalan besar pertamanya, Awan berkenalan dengan Kale, seorang cowok eksentrik yang memberikan Awan pengalaman hidup baru, tentang patah, bangun, jatuh, tumbuh, hilang dan semua ketakutan manusia pada umumnya. Perubahan sikap Awan mendapat tekanan dari orang tuanya. Hal tersebut mendorong pemberontakan ketiga kakak beradik ini yang menyebabkan terungkapnya rahasia dan trauma (luka) besar dalam keluarga mereka. Film NKCTHI akan hadir di layar lebar mulai 2 Januari 2020.

NKCTHI yang tayang pada 2 Januari 2020 adalah karya terbaru dari sutradara Angga Dwimas Sasongko, sebuah penanda 15 tahun perjalanan karirnya di dunia penyutradaraan. Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” adalah persembahan dari Visinema Pictures yang bekerjasama dengan IDN Media, Blibli.com dan XRM Media.

Film yang diangkat dari buku karya Marchella FP ini versi aslinya berisi pesan-pesan pendek. Buku tersebut berisi kumpulan tulisan yang mencerminkan pengalaman pribadi seseorang yang sederhana, namun unik dan memikat. Pesan dalam buku itu diracik hingga menjadi sebuah cerita utuh mengenai kisah sebuah keluarga yang menyimpan sebuah rahasia. Film ini akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 2 Januari 2020. Film produksi ke-13 dari Visinema Pictures ini dibintangi oleh Rachel Amanda, Rio Dewanto, Sheila Dara, Donny Damara,

Susan Bachtiar, Chicco Jerikho, Oka Antara, Niken Anjani, Agla Artalidia, Umay Shahab, Muhammad Adhiyat, Sinyo, Nayla Denny Purnama, Alleyra Fakhira Kurniawan, dan Syaqila Afiffah Putri serta musisi Ardhito Pramono.

 

SEKILAS TENTANG VISINEMA
Visinema Pictures didirikan oleh Angga Dwimas Sasongko pada tahun 2008. Hingga kini, Visinema Pictures telah memproduksi 12 film layar lebar, yakni: Cahaya Dari Timur Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Bukaan 8, Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, Love for Sale, Keluarga Cemara, Terlalu Tampan, Mantan Manten, Bridezilla, Eggnoid dan Love For Sale 2. Untuk film
Keluarga Cemara sendiri, merupakan film keluarga Indonesia pertama yang meraih 1.7 juta penonton di awal tahun 2019.
Film-film produksi Visinema Pictures mempunyai visi progresif untuk menambah perspektif dalam melihat berbagai sisi kehidupan masyarakat di Indonesia. Selain itu, kualitas film yang dihadirkan Visinema berlandaskan pada keintiman pengalaman menonton setiap orang dan menjadikan sinema sebagai representasi seni dan kekayaan intelektual Indonesia.

Film tetang guru yang unik dan menyegarkan

(Jakarta, 21 Jnnunri 2020) warnaplus.com –  “Guru-Guru Gokil”, film pertama dari rangkaian tiga film Dian Saslrowardoyo yang berkolaborasi dengan BASE Entertainment meluncurkan teaser poster dan teaser trailer. Menjelang perilisan film yang dircncanakan tayang April 2020, pencinta film Indonesia akan menyaksikan suatu hiburan yang jarang dilampilkan: kisah para gurudalam sebuah keadaan yang kocak dan tak terduga.

Teaser trailer memberiknan preview bagaimana keseruan dan kegokilun para guru. Taat Pribadi (Gading Marlon) yang masuk ke sebuah sekolah dan menjumpai guru~guru dengan bermacam karakter. Diiringi lagu yang upbeat, pcnonton diajak mengikuti perubahan dalam hidup Taat memasuki dunia baru yang seru.

Teaser poster menampilkan foto Gading Marten dalam pose jahil dengan balutan baju guru sckolah. Di belakangnya berkumpul para pemain lain mengintip. Dari teaser poster sudah terbayang bahwa film ini akan menitikberatkan kisah Taat Pribadi. Seperti apa kisahnya? Nantikan!

Guru-Guru Gokil bercerita tentang Taat, seorang yang berambisi untuk sukses, namun sering menemui kegagalan dalam karier. Taat selalu beranggapan bahwa kesuksesan itu adalah memiliki uang banyak. Keadaan lalu mengharuskan Taat unluk bekerja menjadi guru pengganti di sebuah sekolah dan di saat yang bersamaan terjadi insiden yang menimpa para guru. Melalui persahabatannya dengan para guru di sckolah tersebut serta dengan melihat dedikasi mereka untuk tetap mengajar walaupun sedang ditimpa kemalangan, pandangan Taat terhadap uang dan kesuksesan bcrubah.

Dian Sastrowardoyo berperan scbagai ibu Nirmala, Feradina Mufti sebagai ibu Rahayu, Boris Bokir sehagai Pak Manul. Ketiganya menjadi guru-guru di sekolah tersebut. Sedangkan Kevin Ardilova menjadi lpang dan pendatang baru Shakira Jasmine memerankan Saulinu.

Film produksi kedua BASE Entertaimment yang sebelumnya telah sukses dengan “Perempuan tanah Jahanam” ini disutradarai oleh Sammaria Sari Simanjuntak yang film-filmnya sudah sukses secara internasional dan bahkan ia pernah mendapatkan penghargaan piala citra untuk Sknario asli terbaik. Selain itu penulisan skenario adaptasi terbaik. Duo ini memberikan kesegaran yang akan menarik untuk di ikuti.

Film “Guru-Gum Gokll“ yang digarap oleh Dian Sastmwardoyo bersama mentornya Shanty Harmayn sebagai produser merupakan langkah awal bagi Dian dalam menapaki karier baru di industri perfllman Indonesia.

Dian Sastrowardoyo mengatakan, “Guru-Guru Gokil wajib ditonton karna mamberikan perspektif baru soal guru dan di sini dapat dilihat perjalanan personal buat Gading. Gadmg sendnri dari awal dipilih karena sosoknya dapat relate ke karakter Taat. Nanti kalau udah nonton pasti tahu deh apa maksudnya.”

Film ini juga dibintangi oleh Asri Welas, lbnu Jamil, Kiki Narendra dan Arswendy Bening Swara. Para cast lerpilih ini telah mempersiapkan diri dengan mengikuti latihan pendalaman naskah dan pengembangan karakter yang cukup matang sehingga proses produksi berjalan dengan lancar.

Film Guru-Guru Gokil dijadwalkan untuk layang di seluruh bioskop Indonesia pada Apl 2020.(IkoMuhyidin)

Jakarta, Januari 2020 – Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), yang berada di Kota Batu, Malang memang ladangnya inspirasi dan motivasi, khususnya bagi milenial. Tak hanya menyediakan
pendidikan gratis bagi siswa-siswi dari kalangan miskin, peraih Kick Andy Heroes 2018 ini, mengajak dan mengajar seluruh siswanya untuk memutus rantai kemiskinan secara sistematis dengan
menjadikan mereka entrepreneur muda yang sukses di berbagai bidang. Kini, kisah siswa-siswi ini diangkat ke layar perak dengan judul ANAK GARUDA sebagai film perdana yang diproduksi Butterfly Pictures, salah satu unit usaha yang dikelola langsung oleh siswa-siswi dan alumni sekolah gratis bagi kalangan miskin ini. Kisah-kisah di Sekolah SPI adalah kisah-kisah tentang perjuangan tak kenal menyerah, serta sinergi mengatasi perbedaan untuk maju bersama.

Film yang terinspirasi kisah nyata perjuangan para pahlawan milenial ini diangkat ke layar lebar melalui tangan dingin penulis Alim Sudio dan besutan sutradara Faozan Rizal dan Verdi Solaiman. Sederet nama bintang muda yang tengah bersinar pun diminta memerankan tujuh tokoh nyata ini. Tissa Biani akan berperan sebagai Sayidah, Violla Georgie sebagai Yohana, Ajil Ditto sebagai Robet, Clairine Clay sebagai Olfa, Geraldy Kreckhoff sebagai Wayan, Rania Putrisari sebagai Sheren, Rebecca Klopper sebagai Dila dan Kiki Narendra yang berperan sebagai Koh Jul, atau Julianto Eka Putra, serta sederet nama populer lainnya seperti Rizky Mocil, Fatih Unru, Jenny Zhang dan Krisjiana Baharudin. Pengambilan gambar berlangsung di Kota Batu Malang dan beberapa kota di Eropa sesuai kisah aslinya. Film ini bisa dinikmati mulai 16 Januari 2020 di bioskop seluruh Indonesia.

This slideshow requires JavaScript.

Selain sebagai co-sutradara, aktor watak papan atas Verdi Solaiman juga bertindak sebagai produser film ini. Ditemui saat Press Screening dan Gala Premiere film ANAK GARUDA, Verdi Solaiman produser dan co-sutradara ANAK GARUDA menyatakan dirinya terinspirasi kisah perjuangan yang ada di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI). “Aslinya, saya ini memang sangat terkesan dengan siswa-siswi SPI ini.
Tak cuma sanggup mengatasi hambatan pribadi yang rumit, seperti self-esteem dan percaya diri, mereka semua serius mengasah skill agar bisa jadi usahawan muda yang sukses, lalu mereka juga
mampu membentuk tim kerja yang efisien dan valuable. Berbagai tempaan ini yang menjadikan mereka pribadi-pribadi yang berintegritas tinggi, padahal masih sangat muda. Saya rasa, ini perlu
disampaikan kepada masyarakat, karena ini kisah nyata dan kisah sukses, bukan cuma teori di atas kertas. Harapannya film ini bisa menjangkau seluruh kalangan masyarakat, karena film ini cocok untuk semua lapisan, dari anak-anak muda remaja yang sedang mengejar cita-cita, hingga orang tua yang memberi arahan. Bahkan bagi calon pengusaha muda yang mau bikin startup, saya sarankan nonton ANAK GARUDA. Kalau anak-anak SPI yang dari kalangan miskin saja bisa, apalagi kita yang dari kalangan lebih beruntung, juga pasti bisa!” papar Verdi.

SPI memang sekolah yang unik. Dibuka pada 2007 di atas lahan seluas 5 hektar, kini luasnya sudah mencapai 21 hektar sebagian besar dialokasikan untuk unit-unit bisnis yang dikelola para siswa dan alumni, mulai dari peternakan, pertanian, perhotelan, pertunjukan, pariwisata, hingga produksi film.

Setiap tahun SPI menerima 100 siswa baru untuk jenjang SMA. Meskipun siswa-siswi Sekolah SPI seluruhnya datang dari keluarga tidak mampu, namun dari beragam latar belakang agama maupun daerah asal. Di SPI, mereka diajar dan diajak berjuang bersama, bertoleransi dan bekerja sama untuk mengubah nasib dan memutus rantai kemiskinan keluarga mereka. Kini, sebagian alumninya telah menjadi wirausahawan sukses dengan omzet milyaran rupiah dan mampu menjamin keberlangsungan Sekolah SPI bagi adik-adik kelas mereka.

Film ANAK GARUDA terinspirasi kisah nyata tujuh alumni Sekolah SPI di tahun-tahun awal berdiri. Ceritanya berangkat saat Julianto Eka Putra sang inisiator (biasa dipanggil Koh Jul) mengajak 7 anak dengan latar belakang (suku, agama dan ras) berbeda – Sheren, Olfa, Wayan, Dila, Sayidah, Yohana, dan Robet menjadi satu tim yang membantunya mengelola operasional sekolah dan unit-unit bisnis. Namun menyatukan mereka bukan persoalan sederhana. Pertengkaran dan keributan silih berganti, mulai dari salah paham hingga rasa iri dan cemburu. Tambah lagi, bibit-bibit cinta terpendam di antara mereka, menambah munculnya potensi perpecahan. Satu-satunya yang bisa merekatkan adalah figur Koh Jul. Namun hingga kapan ketergantungan ini terjadi? Akhirnya Koh Jul melepas ketujuh anak tersebut berangkat ke Eropa tanpa didampingi. Di Eropa, semua yang ditakutkan, menjadi kenyataan. Pertengkaran dan keributan meledak, perpecahan di depan mata. Di Eropa, ketujuh anak muda ini, harus bersama-sama membangun kembali fondasi kebersamaan yang sebelumnya dibangun Koh Jul, sambil menjalankan tugas belajar mereka di Eropa. Seperti apa cara mereka mengelola konflik dan mencipta harmoni kembali? Semua bisa dipelajari dengan menyenangkan di film ANAK GARUDA, mulai 16 Januari 2020 di berbagai bioskop di seluruh Indonesia.

Turut berbicara saat Press Screening dan Gala Premiere film ANAK GARUDA, Yohana Jusuf, Producer dan alumni SPI serta salah satu karakter yang diperankan di film mengaku bahwa meskipun mengangkat kisah nyatanya sendiri, tetapi membuat film ANAK GARUDA ini memberi tantangan tersendiri baginya. “Begitu banyak nilai dan sari kehidupan yang kami dapatkan di SPI yang rasanya semua bernilai untuk diceritakan kembali ke masyarakat, tetapi kami tidak boleh lupa bahwa medium film juga bertujuan memberi hiburan yang inspiratif untuk masyarakat, apalagi dengan target penonton para milenial yang tentunya tidak ingin diceramahi lewat film. Maka tantangan film ini adalah bagaimana menyajikan pengalaman hidup kami ini lewat perspektif yang fresh, mudah diikuti, sambil tetap menyenangkan dan menghibur bagi penonton,” ungkap Yohana.

Aktris muda Violla Georgie yang memerankan karakter Yohana di film mengakui kecanggungannya memerankan Yohana. “Tidak seperti peran biopik biasa, tokoh yang saya perankan benar-benar hadir di lokasi shooting sebagai produser. Bergaul dengan Yohana saat shooting, membuat saya semakin minder, karena di usia yang sangat muda, Yohana sudah menunjukan leadership-nya, serta mencapai begitu banyak hal, termasuk memimpin beberapa unit bisnis yang sukses. Di ANAK GARUDA, saya harus menampilkan determinasi dan kukuhnya tekad Yohana untuk mencapai sukses, meskipun terpaksa berkonflik dengan teman-temannya,” ungkap Violla yang juga berkesempatan menunjukan kegapaiannya memainkan biola di film ini.

Sementara itu, Tissa Biani yang berperan sebagai Sayyidah juga mengakui banyak hal menarik yang dijalani sepanjang shooting. “Karena SPI ini sangat serius membangun team work, maka kami seluruh casts dikondisikan menjadi team work juga sejak awal. Ini bermanfaat sekali untuk membangun chemistry antara kami sepanjang film. Di ANAK GARUDA, karakter Sayyidah, dinamikanya banyak bergesekan dengan Yohana dan Olfa. Karena sejak awal dibagun team work yang harmonis, maka saya nyaman sekali beradu peran dengan Violla Georgie dan Clairine Clay yang memerankan Yohana dan Olfa. Saksikan serunya dinamika kami di bioskop mulai 16 Januari. Selain itu, film ini sangat memotivasi saya pribadi bagaimana perjuangan teman-teman dari kalangan kurang mampu bisa berhasil dan sukses menggapai impiannya, membuat saya ingin belajar untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi,” ungkap Tissa Biani.

Hal yang sama diutarakan juga Krisjiana Baharudin yang berperan sebagai Rocky. “Meskipun karakter saya fiktif dan dikombinasikan dari berbagai karakter lain, tetapi dengan team work yang dibangun di antara kami sejak pra produksi, kami bisa dengan ringan beradu peran dengan seluruh karakter lain di film ini. Saya sendiri bersyukur, di karir yang masih cukup awal, saya mendapat peran yang ‘tidak biasa’, sehingga ditantang tampil sebaik mungkin dan harus meyakinkan semua orang. Selebihnya, film ini sendiri sangat menyenangkan, banyak inspirasi untuk anak muda, tetapi tidak preachy dan kita akan dibawa ke tempat-tempat eksotis, mulai dari Jawa Timur hingga ke Eropa Barat. Pokoknya seru ditonton seluruh keluarga deh,” ungkap Krisjiana dengan yakin.

Dengan durasi 129 menit, ANAK GARUDA siap meramaikan dan menebar inspirasi melalui layar perak di awal 2020 ini. Film ini ditargetkan mampu menyentuh berbagai kalangan seperti anak muda, orang tua, guru, hingga pemimpin, akan memberi inspirasi untuk memiliki spirit Anak Garuda yang tangguh dan pantang menyerah, memiliki mental pejuang yang siap menaklukkan setiap masalah dalam hidup, membangun team work dan persahabatan, hingga menjadi pemimpin yang bersahaja. Sebagai sebuah film, ANAK GARUDA juga jadi film anak muda yang ringan, lucu, segar dan menyenangkan.

Berbagai value di film ini akan disampaikan dengan subtil, sehingga tidak menggurui dan bisa dipahami sambil tertawa terbahak-bahak menyaksikan tingkah polah jenaka para pemainnya di film.
Selain di layar perak, lagu tema ANAK GARUDA yang dinyanyikan oleh Cokelat juga sudah bisa didengarkan dan diunduh di platform musik streaming daring seperti Spotify, JOOX dan lain-lain.
Webtoon ANAK GARUDA juga bisa dinikmati di LINE Webtoon secara cuma-cuma. “Saya berharap film ini bisa diterima masyarakat Indonesia, sehingga makin banyak input bagi kami di
SPI tentang bagaimana mendidik anak-anak muda Indonesia dengan cara baru yang memberdayakan mereka. Mari kita tertawa bersama, menangis bersama dan terpukau bersama di bioskop, sambil meyakini bahwa anak-anak muda kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan dengan semangat dan optimisme,” ungkap Julianto Eka Putra atau Koh Jul, pendiri SPI.

 

Tentang Butterfly Pictures
Butterfly Pictures adalah “Valuable Production House” yang berkomitmen untuk menghadirkan “Valuable Movies” yang berkualitas & menginspirasi untuk Indonesia. Bukan hanya film, kami juga menghadirkan berbagai karya yang inspiratif melalui Butterfly Comics.

Dan mempublikasikan setiap karya dengan luas dengan menjangkau setiap lapis masyarakat dengan tajam dan sarat inspirasi dan nilai-nilai melalui Butterfly Publicist.

Tentang Sekolah SPI
Sekolah SPI untuk tingkat SMA didirikan Julianto Eka Putra atau Koh Jul pada 2007 sebagai perwujudan dari idealismenya untuk mengurangi jumlah anak putus sekolah karena ketidakmampuan ekonomi, sehingga yang diterima masuk sekolah ini benar-benar anak-anak miskin dari seluruh Indonesia. Tak cuma gratis, para siswa tinggal di asrama dan menerima uang saku bulanan. Selain pendidikan SMA seperti biasa, para siswa juga menerima pendidikan ‘life-skill’ yang membekali mereka menjadi tenaga profesional siap kerja dan kesempatan berlatih di Transformer Center yang terdiri dari puluhan unit usaha, mulai dari perhotelan, travel agency, gedung pertunjukan, kuliner, merchandising, musik, audio visual, bahkan unit usaha terbarunya adalah sebuah production house yang memproduksi film layar lebar berjudul Anak Garuda, yang terinspirasi dari kisah siswa-siswi Sekolah SPI di tahun-tahun awal. Mulai 2019, Sekolah SPI juga membuka Sekolah Tinggi Kewirausahaan juga untuk mahasiswa-mahasiswi dari kalangan miskin. Berkat kepeloporan dan perjuangannya ini, Julianto Eka Putra dan Sekolah SPI dinobatkan menjadi Kick Andy Heroes 2018.

Jakarta, 18 Januari 2020 Warnaplus  –  Kemajuan teknologl dan |nternet yang pesat saat 3n! memudahkan masyarakat untuk menjadl content creator, yaltu berkreasl dalam membuat karya berupa film, Immasl atau karya visual hlnnya. Scbagal bentuk dukungan atas kreatifitas masyarakat, pada 18 Januari 2020, PT. Panasonic Gobel Indonesia (PGI) menggelar malam penganugerahan Panasonic Yam}; Fulm Maker (PYFM) 2019 di Jakarta.

Pad. acara ‘Awarding Night PYFM 2019’, Panasonic memberikan penghargaan bagi pesetta tuba“: dari tlga kategori yang dilombakan yaitu Short Movie, Online Wdeo, dan Wedding Film, dengan total hadiah senilai 300 juta rupiah.

Bekerja sama dengan Visinema, Digital Cinematography Indonesia, Hunting Pasar, dan Bank Permma, penyclenggaraan PYFM 2019 teiah dimuiai pada Oktober 2019 dan berakhir pada Oesember 2019. PYFM 2019 dengan mengangkat tema ‘arange” yang berarti kesempatan dalam menunjukan sikap dan kemauan seseorang untuk berflkir secara analog”: dengan perencanaan yang sempurna.

Pada hari penganugrahan PYFM ini juga, akan diselenggarakan 10 kelas diskusi bertajuk kelas kolaborasi dengan para creators dalam bidang fotografi dan videografi bersama Angga Dwimas Sasongko, Goenrock, Bagoes Kresnawan, Andi Bachtiar Yusuf, Ferry Rusii, Roy Genggam, Ulet tfansasti, Takun Arrosid, Mada Riyanhadi, Hasyin Hasan dan juga Benny Kadarhariarto.

President Director Panasonic Gobel lndones’ Seigo Saifu, mengatakan ‘Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang unggul dalam industri kreatif, dan PYFM merupakan dukungan Panasonic terhadap kemajuan industri kreat’rf di Indonesia. PYFM juga merupakan implementasi dari komitmen Panasonic dalam meningkatkan motivasi dan menghadirkan pendidukan serta pelalihan bagi mm make! muda bertaienta di seluruh lndonesia’.

‘Sejalann dengan tagiine perusahaan Panasonic ‘A Better Life. A Better World’. luml mengzuak para content creator maupun slneas muda Indonesta untuk bersama sumo memberikan kontribusl dalam memajukan industrl beam dl Indonesia, dengan membedkan motivasl sen. edukasl terhadap kreatmtas masyarakat Indonessa dalam bidang fotografi dan videogafi,’ kata Seho Slifu.

Agung Afriefiandi,  Audio Vlsual Marketing Group Manager  PT Panasonic Gobel Indonesia mengatakan, “Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015 dengan target peserta rentang usla 1S- 30 tahun, PYFM selalu mendapat antusiasme yang tinggi dari para film maker Indonesia. Dan tahun ini PYFM mendapatkan lebuh dari 600 karya video dengan kualittas dan konten yang kami terima sangat menarik dan cukup bersamg antar peserta.”

Mengusung tagline #Kolaborasitanpabatas pada PYFM 2019, sebelumnya Panasonic mengadakan roadshow mengenai pembuatan film pendek serta penjelasan fnur andalan kamera Panasonic LUMIX yang mendukung pembuatan mm pendek. serta mengajak para peserta workshop untuk mengikuti kompetisi Inl. Roadshow dllaksanakan di 11 kota besar di Indonesia, yakni,  Bandung,  Jakarta, Malang, Padang, Yogyakana, Surabaya, Bengkuiu, Bali,  Banjarmasin, Manado, Makassar.

KATEGORIJUDUL FILMBY
Short Movie Category
Best PictureKetangenDewan Kesenian Bangka Barat
Best CinematographyArkaEdopictures
Best StoryIstiqlalKinovia Pictures
 Online Vidio Category
Best Travel VidioThe World’s Tresure : NusantaraEpicvisual
Best Fashion FilmAgaints The OrderBurn The Wear
Best Music VidioTaraNoyug
2019 Speciak Category
Best Wedding FilmWake Up, It’s Your Wedding DayRoxx And Filomena

Dalam penyelenggaraan PYFM 2019, Panasonic menggandeng empat juri kenamaan yakni  Angga Dwimas Sasongko dan Benny Kadarhariarto untuk kategori short movie. serta Bagoes Kresnawan dan Goenrock untuk kategori Onlme video. Adapun Kategod lomba nya sebagai benkut :

Kategori Short Movie: Produksi mm menggunakan media konvensional bergenre drama, komedi, horror, action, serta dokumenter dengan durasi maksimal 15 menit.

1. Best Puctme

Hadiah 1 Unit Kamera Lumix $1 Kit lens 24 -105 mm) + Uang       tunai 30 juta

  1. Best Story

Hadiah 1 Unit Kamera Lumix 695 K31 (lens 14 42 mm) + Uang tunai 20 juta

  1. Best Cinematography

Hadiah 1 Unit Mmera Lumlx 695 Kit (lens 14 42 mm) + Uang tunai 20 jun

Kategorl  Online Video: Video dengan durasi maksimal 10 menit yang terbagi dalam tiga genre video yaitu Travel Video, Fashion Film, dan Music Video.

  1. Best Fashion Film

Hadiah 1 Unit Kamera Lumix G 85 lat (lens 14-42 mm) + Uang tunai 15 Juta

  1. Best Music Vidio

Hadiah 1 Unit Kamera Lumix G 85 Kit (lens 14-42 mm) + Uangtunai 15 Juta

  1. Best Travel Video

Hadiah 1 Unit Kamera Lumix G 85 Kit (lens 14-42 mm) + Uang tunai 15 Juta

Kategori Wedding Films: Merupakan special category tahun ini.

  1. Best Wedding Films

Hadtah 1 Unit Kamera Lumtx G 85 m (lens 14-42 mm) + Uangtunal 15 Juta

                                                                                      ( Iko Muhyidin)

17 Januan‘ 2020 warnaplus  –  Novel karya Rintik Sedu. Geez & Ann akan segera memasuki proses shooting. Novel yang dirilis pertama kali di awal 2018, menjadi salah satu oerita popular di platform Wattpad dan sudah dicetak ulang 5 kali, adalah novel pertama dari penulis Nadhifa Alya Tsana yang memiliki nama pena Rintik Sedu. Kisah cinta yang dituang dalam tiga novel ini oleh MVP Pictures dipercayakan kepada sutradara Rizky Balki (Laundry Show) untuk diangkat ke layer lebar.

Kisah Geez & Ann mengangkat tema yang universal. yaitu mengenai cinta pertama, komitmen dan kesetiaan yang dijalani kedua tokoh utama yang terpisah antara Jakarta dan Berlin. Dibutuhkan waktu penulisan skenario sekitar satu tahun. untuk bisa mengadaptasi novel ini, agar esensi dramatis dan puitis di novel ini bisa dihadirkan dengan setia.

Diperindah dengan musik dan lagu ciptaan Ronald Steven, music arranger Asian Games 2018 dan menampilkan pemain-pemain segar di permman nasional. MVP Pictures optimis Geez & Ann bisa menjadi tontonan segar. mengaiak penonton berharu-biru mengikuti percintaan Geez si “Dewa Kejutan”dan Ann si “Peri Kecil’. (Iko Muhyidin)

Jakarta, Januari 2020 – Tepat sepekan penayangan, jumlah penonton yang menyaksikan Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) sudah menembus angka satu juta penonton.
Pencapaian ini membuat NKCTHI menjadi film pertama di tahun 2020 yang dinikmati sejuta orang. Bertempat di kantor Visinema Pictures, seluruh pemain dan kru mengadakan acara
syukuran 1 juta penonton untuk film NKCTHI.

“Terima kasih penonton Indonesia, yang pasti saya sangat bahagia karena pesan dalam film ini bisa sampai ke sejuta hati,” kata sutradara Angga Dwimas Sasongko. Sementara itu, produser Anggia Kharisma menuturkan rasa gembira karena film yang punya tempat khusus di hatinya juga bisa diterima baik oleh para penonton se-Indonesia.

“Senang banget karena rasanya semua usaha kami untuk menyuguhkan cerita yang dekat dengan banyak orang ini akhirnya terbayar. Bagiku, NKCTHI adalah film yang sangat personal
dan proses pembuatannya mengaduk emosi,” tutur Anggia.

This slideshow requires JavaScript.

NKCTHI adalah karya yang menandai 15 tahun Angga di dunia penyutradaraan, sekaligus satu dekade Rio Dewanto –pemeran Angkasa– berkarya sebagai aktor.
“Ini bagaikan hadiah untuk perayaan satu dekade saya di dunia seni peran,” ujar Rio, menambahkan NKCTHI adalah film box office pertamanya dalam 10 tahun terakhir.
Film NKCTHI telah membawa penonton ikut terhanyut dan terharu, termasuk para artis yang mengungkapkan kesan-kesannya setelah menonton kisah keluarga tiga bersaudara Awan,
Aurora dan Angkasa.

Mereka yang punya adik merasa dekat dengan Angkasa si sulung, para anak tengah merasakan perjuangan Aurora, sementara anak-anak bungsu paham betul apa yang dirasakan Awan. Aktris
Hana Malasan salah satunya.
“Sebagai anak tengah dari tiga bersaudara, nonton ini rasanya dekat sekali. Mengharukan dan banyak pesan-pesan kehidupan yang bisa kita petik.”
Musisi Anji Manji juga ikut memuji NKCTHI, “Film NKCTHI karya gilak. Dari segala sisi.”
Aktris Zara Adhisty juga ikut terpukau dengan film yang diangkat dari buku karya Marchella FP ini. “Semuanya pas dan bikin kebawa suasana.”
NKCTHI berkisah mengenai Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara) dan Awan (Rachel Amanda), kakak beradik yang hidup dalam keluarga yang tampak bahagia. Setelah mengalami
kegagalan besar pertamanya, Awan berkenalan dengan Kale, seorang cowok eksentrik yang memberikan Awan pengalaman hidup baru, tentang patah, bangun, jatuh, tumbuh, hilang dan semua ketakutan manusia pada umumnya. Perubahan sikap Awan mendapat tekanan dari orang tuanya. Hal tersebut mendorong pemberontakan ketiga kakak beradik ini yang menyebabkan
terungkapnya rahasia dan trauma (luka) besar dalam keluarga mereka. Film NKCTHI akan hadir di layar lebar mulai 2 Januari 2020.

NKCTHI yang tayang pada 2 Januari 2020 adalah karya terbaru dari sutradara Angga Dwimas Sasongko, sebuah penanda 15 tahun perjalanan karirnya di dunia penyutradaraan. Film “Nanti
Kita Cerita Tentang Hari Ini” adalah persembahan dari Visinema Pictures yang bekerjasama dengan IDN Media, Blibli.com dan XRM Media.

Film yang diangkat dari buku karya Marchella FP ini versi aslinya berisi pesan-pesan pendek. Buku tersebut berisi kumpulan tulisan yang mencerminkan pengalaman pribadi seseorang yang sederhana, namun unik dan memikat. Pesan dalam buku itu diracik hingga menjadi sebuah cerita utuh mengenai kisah sebuah keluarga yang menyimpan sebuah rahasia.
Film ini akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 2 Januari 2020. Film produksi ke-13 dari Visinema Pictures ini dibintangi oleh Rachel Amanda, Rio Dewanto, Sheila Dara, Donny Damara, Susan Bachtiar, Chicco Jerikho, Oka Antara, Niken Anjani, Agla Artalidia, Umay Shahab, Muhammad Adhiyat, Sinyo, Nayla Denny Purnama, Alleyra Fakhira Kurniawan, dan Syaqila
Afiffah Putri serta musisi Ardhito Pramono.

Jakarta, Januari 2020 — Jelang dirilis di bioskop, rumah produksi Frontier Pictures mulai mengeluarkan sejumlah image terbaru film Sebelum Iblis Menjemput (SIM) Ayat 2, film horror yang
dibintangi Chelsea Islan dan disutradarai oleh Timo Tjahjanto. Dua karakter poster pun telah dirilis, menampilkan dua pemain, Shareefa Daanish dan Lutesha.

Shareefa Daanish memerankan karakter Jenar di film SIM Ayat 2. Di poster terlihat ekspresi Jenar dengan tatapan kosong, terpengaruh roh dirinya di sebelah kiri kanan. Begitupun poster karakter Lutesha yang berperan sebagai Kristi, ia diapit dua roh dirinya yang sedang meronta-ronta. Dua karakter poster tersebut memiliki tagline Masa Lalu Akan Kembali Menemukanmu. Dari kedua karakter poster itu, sutradara Timo Tjahjanto tampaknya ingin memberi clue kepada calon penonton atas teka teki misterius di film horror terbarunya ini. Film SIM Ayat 2 akan melanjutkan sesuatu yang belum tuntas di film pertamanya yang tayang 2018 lalu.

This slideshow requires JavaScript.

Kehadiran Shareefa Daanish di film ini tentu sangat menarik, khususnya bagi penikmat film horror Indonesia. Shareefa sudah beberapa kali bermain film horror, dan SIM Ayat 2 menjadi reuni dirinya dengan Timo setelah Rumah Dara (2009). Tentunya bergabungnya Shareefa bakal menambah sentuhan horror film SIM Ayat 2. Sejak official first look SIM Ayat 2 dirilis beberapa waktu lalu, sudah banyak orang memberi komentar penasaran dengan keterlibatan Shareefa di film ini. Aktingnya nanti menjadi yang paling ditunggu-tunggu pecinta film horror.

Timo adalah sutradara favorit saya, dia teman saya lebih dari 10 tahun dan saya selalu mau bekerjasama dengan dia termasuk SIM Ayat 2 dimana saya berperan sebagai Jenar," kata Shareefa Daanish.
Sementara keterlibatan Lutesha membuat film SIM Ayat 2 kian menjanjikan untuk ditonton. Lutesha merupakan aktris muda berbakat, ia pernah menjadi nominasi Piala Maya 2017 sebagai aktris pendatang baru. Dan film SIM Ayat 2 adalah film horror pertamanya, sebuah tantangan baru dalam karier Lutesha.

Saya discover something new di film horror pertama ini. Didirect oleh mas Timo sungguh sangat menyenangkan, one take ok. Saya sangat percaya dengan Timo akan hasilnya," ungkap Lutesha.
Selain dua poster karakter Shareefa dan Lutesha, Frontier Pictures akan segera mengeluarkan sejumlah karakter poster lainnya. Film ini dibintangi Chelsea Islan, Baskara Mahendra, Karina Salim, Aurélie Moeremans, Arya Vasco, Widika Sidmore dan Hadijah Shahab.
Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 akan dirilis pada 27 Februari di bioskop, trailer film ini akan segera dirilis dalam waktu dekat.

Dibintangi juga oleh Dea Panendra, Iedil Dzuhri,

dan banyak lagi lainnya

 

(Jakarta, 14 Januari 2020) – Film produksi terbaru dari MNC Pictures ‘Toko Barang Mantan’ merilis video trailer dan poster. Film komedi romantis ini mengambil latar yang unik: kisah seorang pemilik toko yang menjual barang-barang dari mantan dan ceritanya. Viva Westi yang sebelumnya sukses dengan Koki-Koki Cilik 2 menyutradarai fllm yang akan tayang 20 Februari 2020 ini. Sedangkan skenario ditulis oleh Titien Wattimena yang telah memenangkan dua Piala Citra.

Video trailer menampilkan Reza Rahadian yang berperan sebagai Tristan yang mempunyai dan menjaga Toko Barang Mantan. Di fllm ini Reza tampil berbeda dengan rambut gondrong dan bergaya urakan. Terlihat juga Dea Panendra dan Iedil Dzuhri, masing-masing berperan sebagai Ame] dan Rio. Mereka menjadi penjaga toko yang juga sahabat Tristan. Suasana lucu sering ditemui di toko tersebut, karena orang yang menjual barang mantan harus menceritakan kisah di baliknya. Maka tak heran, banyak kejutan yang sering ditemui. Offlcial trailer dapat disaksikan di kanal YouTube MNCP Movie. Selain video trailer, dirilis juga poster resmi fllm “Toko Barang Mantan”.

Film ‘Toko Barang Mantan’ bercerita tentang Tristan (diperankan oleh Reza Rahadian), mahasiswa abadi dengan skripsi yang tak kunjung selesai, justru asyik mengurus bisnis kecilkecilannya, Toko Barang Mantan, namun ketika Laras (Marsha Timothy), kasih tak sampainya di masa kuliah, datang ke tokonya untuk menjual cincin tunangannya, dunianya menjadi jungkir balik tak keruan dan ia harus menghadapi dilema tersulit sepanjang hidupnya.

Film ‘Toko Barang Mantan’ dibintangi oleh Reza Rahadian, Marsha Timothy, Dea Panendra, Iedil Dzuhri, Roy Marten, Widi Mulia dan banyak lagi kejutan lainnya yang menjadi cameo.

Kenangan bisa disimpan tapi tak semua bisa dibagikan? Tunggu di bioskop mulai tanggal 20 Februari 2020. (Iko Muhyidin )

Jakarta, 8 Januari 2020, warnaplus.com – ABRACADABRA! Sebuah film karya Faozan Rizal dari produser Film Terbaik FFI 2019, Ifa Isfansyah, yang dibintangi oleh Reza Rahadian, Lukman Sardi, Asmara Abigail, Salvita Decorte dan deretan pemain bintang lainnya, mulai tayang 9 Januari 2020. Film bertema pesulap dengan genre fantasi ini merupakan film ke-7 Faozan Rizal dan film ke-7 dari rumah produksi Fourcolours Films

ABRACADABRA berkisah tentang Lukman (Reza Rahadian), seorang grandmaster yang sudah tidak lagi percaya pada keajaiban, Ia berencana untuk gagal dan sekaligus pamitan ke teman-temannya di pertunjukan sulap terakhirnya. Lukman mempersiapkan trik mudah dari kotak kayu ayahnya, ia akan memanggil seseorang dari penonton untuk masuk ke dalamnya, memakunya, mengucapkan “Abracadabra!”, dan tentu saja orang tersebut masih ada di dalamnya. Tapi yang tidak ia ketahui adalah kotak itu milik banyak penyihir besar di masa lalu, hingga akhirnya sampai ke ayahnya yang juga seorang grandmaster. Kerumitan mulai terjadi setelah seorang anak laki-laki yang masuk ke kotak kayu itu menghilang. Keanehan dan keajaiban pun muncul silih berganti karena kotak kayu itu. Dalam perjalanannya untuk menemukan kembali anak laki-laki yang hilang, Lukman berusaha memecahkan rahasia kotak kayu itu dan kembali percaya pada keajaiban.

Kenapa ABRACADABRA? Menurut Faozan Rizal, “Kenapa tidak? Dunia magis dan dunia sinema adalah dua dunia yang bisa membuat saya hidup dalam dunia imajinasi saya sendiri. Walaupun penuh kebingungan, tapi intinya bagaimana kita harus percaya. Jadi mari kita rayakan kebingungan ini.” Ifa Isfansyah sendiri tertarik memproduseri film ABRACADABRA karena menurutnya Faozan Rizal adalah seorang yang penuh imajinasi dan mempunyai visi kreatif yang sangat kuat. Ifa Isfansyah mengatakan, “Ide-ide Faozan yang seperti bermunculan di setiap detiknya membuat saya sangat tertarik untuk berpartner. Bagaimana memberikan Faozan ruang dan kebebasan untuk berkarya tetapi juga sekaligus menjadi partner yang bisa membuat ide-idenya visibel untuk diproduksi.”

Film ABRACADABRA sangat berbeda dengan film-film produksi Fourcolours Films sebelumnya yang banyak mengangkat isu-isu sosial. Menanggapi hal tersebut, Ifa Isfansyah menjelaskan, “Saya selalu ingin memproduksi film-film yang merupakan visi dari sutradaranya. Kali ini menjadi sangat berbeda karena visi Faozan Rizal sendiri cukup berbeda. Dia mempunyai visi kreatif yang menarik dan ini menurut saya menjadi sangat tepat di saat Fourcolours Films memang selalu ingin mensupport keberagaman sinema itu sendiri. Film Abracadabra ini justru membuat film-film produksi Fourcolours Films menjadi sangat berwarna dan itu yang ingin kami sampaikan.”

Film ABRACADABRA adalah karya eksplorasi yang merupakan kerja sama Fourcolours Films dengan  HOOQ, Ideosource Entertainment dan Aurora Media. Guntur Siboro, Country Head, HOOQ Indonesia mengatakan, “Sebagai salah satu konten HOOQ Originals, film Abracadabra ini menjadi salah satu bukti komitmen HOOQ Indonesia dalam memajukan industri hiburan di Indonesia. Kami percaya, para sineas Indonesia mampu membuat film yang berkualitas tinggi dan tak hanya menjadi hiburan bagi berbagai lapisan masyarakat indonesia, namun juga menjadi bagian dari budaya populer di Indonesia.”

Saksikan film ABRACADABRA di bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 9 Januari 2020 dan pantau terus akun media sosial film ABRACADABRA dan Fourcolours Films untuk informasi terkini. ( Iko Muhyidin )

 

Jakarta, 9 Januari 2020, warnaplus.com – Tepat sepekan penaangan jumlah penonton ang menyaksikan Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKTHI) sudah menembusangka satu juta penonton. Pencapaian ini membuat NKCTHI menjadi film pertama di tahun 2020ang dinikmati sejuta orang bertempat di kantor Vinesa Pictures,seluruh pemain dan kru mengadakan acara syukuran 1 juta penonton untuk film NKCTHI.

“Terima kasih penonton Indonesia yang pasti saya sangat bahagia karena pesan dalamfilm ini bisa sampai ke sejuta hati,”kata sutradara Angga Dwimas Sasongko.

Sementara itu, produser Angga Kharisma menuturkan rasa gembira karenafilmyang punya tempat khusus di hatinya juga bisa diterima oleh para penonton se-Indonesia.

“Senang banget karena rasanya karena usaha kami untuk menyuguhkan cerita yang dekat dengan banyak orang ini akhirnya terbayar. Bagiku, NKCTHI adalah film yang sangat personal dan proses pembuatannya menaduk emosi,” tutur Angga.

NKCTHI adalah karya yang menandai 15 tahun Angga di dunia penyutradaraan, sekaligus satu decade Rio Dewanto – pemeran Angkasa – berkarya sebgui actor.

“Ini bagaikan hadiah untuk perayaan satu decade saya didunia seni peran,” ujar Rio menambahkan NKCTHI adalah film box office pertamanya dalam satu tahun terakhir.

Film NKCTHI telah membawa penonton ikut terhanyut dan terharu, termasuk para artis yang mengungkapkan kesan-kesannya setelah menonton kisah keluarga tiga bersaudara awan, Aurora dan Angkasa.

Mereka yang punya adik merasa dekat dengan Ankasa si sulung, para anak tengah merasakan perjuangan Aurora, sementara anak-anak bungsu paham betul apayang dirasakan Awan Aktris hana malasan salah satunya.

Sebagai anak tengah dari tiga bersaudara, nonton ini rasanya dekat sekali. Mengharukan dan banyak pesan-pesan kehidupan yang bisa kita petik.

Musisi Anji Manji juga ikut memuji NKCTHI, “Film NKCTHI karya gilak. Dari segala sisi,”

Aktris Zara Adhisty juga ikut terpukau dengan film yang diangkat dari buku karya Marchella FP ini. “Semuanya pas dan bikin kebawa suasana”

NKCTHI berkisah mengenai Angkasa (Rio Dewanto)Aurora (Sheila Dara) dan Awan (Rachel Amanda, kakak beradik yang hidup dalam keluarga yang tampak bahagia. Setelah mengalami kegagalan besar pertamanya, Awan berkenalan dengan kale, seorang cowo eksentrik yang memberikan Awan pengalaman hidup bar, tentang patah, bangun, jatuh, tumbuh, hilang dan semuanya ketakutan manusia pada umumnya. Perubahan sikap awann mendapat tekanan dari orang tuanya. Hal tersebut mendorong pemberontakan ke tiga kakak beradik ini yang menyebabkan terungkapnya rahasia dan trauma (luka) besar dalam keluarga mereka. Film NKCTHI akan hadir di layar lebar mulai 2 Januari 2020.

NKCTHI yang tayang pada 2 januari 2020 adalah karya terbaru dari sutradara angga Dwimas sasongko, sebuah penanda 15 tahun perjalanan karirnya di dunia penyutradaraan. Film” Nanti Kita CeritaTentang Hari Ini” adalah persembahan dari Visinema Pictures yang bekerjasama  dengan IDN Media, Blibli.com dan XRM Media.

Film yang diangkat dari buku karya Marchella FP ini versi aslinya berisi pesan-pesan pendek. Buku tersebut berisi kumpulan tulisan yang mencerminkan pengalaman pribadi seseorang yang sederhana, namun unik dan memikat. Pesan dalam buku itu diracik hingga menjadi sebuah cerita utuh mengenai kisah sebuah keluarga yang menyimpan sebuah rahasia.

Film ini akan tayang  serentak di bioskop Indonesia pada 2 Januari 2020. Film produksi ke-13dari Visinema Pictures ini dibintangi oleh Rachel Amanda,Rio dewanto, Sheila dara, Donny Damara, Susan Bchtiar, Chicco Jerikho, Oka antara, Niken Anjani, Agla Artalidia, Umay Shahab, Muhammad Adhiyat, Sinyo, Nayla Denny Purnama, Alleyra Fakhiri Kurniawan, dan Afifah Putri serta musisi Ardhito Pramono. (Iko Muhyidin)