INDONESIAN WOMEN’S FORUM 2019

Riskesdas 2018: 15,8% Keluarga Indonesia Memiliki Penderita Gangguan Mental

Jakarta, 26 November 2019 – Menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Indonesian Women’s Forum (IWF) 2019, Golden Space menggelar masterclass bertema “Wellbeing Series: Healing Through Art” di Jakarta. Bahasan unik ini menghadirkan pembicara Atreyu Moniaga, seniman dan pendiri Atreyu Project dan Yodhananta Soewandi, praktisi meditasi The Golden Space Indonesia, serta melibatkan 60 orang wanita peserta.

Gangguan mental menjadi kondisi yang ternyata kian lazim terjadi di tengah masyarakat. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dari Kementerian Kesehatan menyebut 15,8% keluarga di Indonesia memiliki anggota penderita gangguan mental. Data tersebut juga memperlihatkan bahwa 9,8% remaja mengalami gangguan mental, dan 7 per 1.000 rumah tangga mempunyai anggota penderita skizofrenia atau gangguan psikosis. Sayangnya, sebagian besar justru menghindar untuk membicarakannya, dan lebih memilih menyembunyikan kondisi tersebut.

This slideshow requires JavaScript.

Dampaknya, penderita gangguan mental semakin terisolasi dan sulit mendapatkan pertolongan. Padahal, gangguan mental bisa disembuhkan. Seperti yang dilakukan oleh, Atreyu Moniaga, memilih lukisan untuk kesembuhan emosinya. Ia mengaku sulit mengekspresikan perasaan saat merasa sedih. “Bagaimana menggambar bisa menjadi proses healing? Sebab, ketika menggambar kita benar-benar sendirian sehingga bisa mengekspresikan semua kegalauan maupun kesedihan melalui imajinasi yang tanpa batas,” ujarnya.

Dengan menggunakan media gambar sebagai diary, kenangan akan menetap selamanya. “Berbeda dengan tulisan dalam buku harian yang bisa mudah dibaca oleh orang lain, sebuah lukisan hanya bisa kita pahami sendiri. Meski saat menggambar kita sedang marah, tetapi percayalah, perasaan yang tertuang akan menjadi memori yang indah,” tandas Atreyu.
“Saya sendiri mantan pasien gangguan mental, bahkan tiga jenis sekaligus: bipolar, skizofrenia, dan gangguan kepribadian ganda. Saya membuktikan bahwa dengan usaha yang sungguh-sungguh dan dukungan keluarga, ia bisa melewati masa-masa sulit. “Meditasi membantu penyembuhan secara emosional, memungkinkan kita untuk mengeskpresikan semua emosi, berdamai dan mencintai diri sendiri. Apabila sudah menerima kondisi diri, maka proses penyembuhan dimulai,” pungkas Yodha.

Gelaran kedua ajang komunitas wanita terbesar Indonesian Women’s Forum (IWF) 2019, merupakan ajang pertemuan berjejaring wanita kelas menengah yang berkarier, berwirausha, maupun home-maker terbesar di Indonesia, kembali menggelar rangkaian konferensi, kelas-kelas workshop dan festival produk lokal, untuk kedua kalinya. Berlangsung selama 21 dan 22 November 2019 di Gandaria City Hall, “Indonesian Women’s Forum (IWF) 2019: Bringing the Best of Indonesian Women” kali ini mengedepankan tema bahasan ‘inklusif’.

IWF 2019 menggandeng kolaborator utama yaitu AXA Financial, Facebook, Sun Life Indonesia, Accenture dan CITI. IWF juga turut menampilkan area festival yang menyatukan 22 booth produk lokal pilihan berupa karya unik, inovatif, dan sangat kekinian.


Tentang Indonesian Women’s Forum
Digagas oleh femina, Indonesian Women’s Forum (IWF) pertama kali digelar pada tahun 2018 lalu sebagai salah satu bentuk pengembangan potensi dan skill wanita professional di jenjang karier tengah hingga puncak dan wirausaha UKM. Acara ini telah memberikan benchmark baru bagi community activation dalam skala besar untuk wanita profesional dan wirausaha di Indonesia. Relevansi, kedalaman content dan kualitas peserta menjadi keunggulan acara ini. Pada tahun pertama, selama dua hari dalam penyelenggaraannya, acara ini dihadiri sekitar 2.000 orang wanita professional dan wirausaha.

Tentang femina
Terbit perdana pada 1972, femina adalah majalah wanita modern pertama dan berkembang menjadi multiplatform media. femina berkomitmen mengembangkan komunitas berbasis minat dan pekerjaan dalam bentuk community development program 360 derajat meliputi edukasi, strategi konten, eksebisi dan kompetisi. Di antaranya Women’s Leadership Network, Wanita Wirausaha, Wajah Femina, Writers Club dan sebagainya. Saat ini, femina hadir di 7 kanal online baik website maupun media sosial yang aktif dan media cetak. Digital menjadi saluran yang efektif untuk berkomunikasi secara cepat dan tepat dengan komunitas yang dikembangkan femina dengan total agregat viewers mencapai 11,2 juta. femina bernaung di bawah PT Pana Dinamika Sejahtera bersama GADIS, Ayahbunda, Parenting Indonesia, UFM 947, dan Dapur Uji Femina.

Jakarta, 22 November 2019 – Media sosial seperti Facebook dan Instagram telah turut berperan mengembangkan usaha kecil dan menengah. Bahkan banyak wanita wirausaha bermunculan
dengan menggunakan media sosial untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka.

Berdasarkan hasil studi Facebook bersama YouGov pada tahun 2016, 9 dari 10 wanita di Indonesia ingin memulai bisnisnya sendiri. Jika para wanita ini berhasil memulai dan mengembangkan bisnisnya, maka terdapat potensi bertumbuhnya 3.8 juta bisnis dan 13.2 juta lapangan pekerjaan baru yang akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia di tahun 2021.

 

Untuk turut serta mewujudkan potensi tersebut dan melihat pentingnya Facebook dan Instagram untuk bisnis, maka Femina lewat program Wanita Wirausaha Femina bekerjasama dengan Facebook #SheMeansBusiness menggelar workshop masterclass: Luaskan Pasar Lokal dan Global dengan Menguasai Pemasaran Digital di 5 kota di Indonesia. Kelima kota itu adalah Medan, Bandung, Kupang, Gorontalo, dan Palembang.

 

This slideshow requires JavaScript.

Kupang menjadi kota keempat untuk menggelar workshop sehari ini pada 23 Oktober 2019. Sebelumnya pada 22 Agustus 2019, acara serupa telah digelar di Medan sebagai kota pertama. Dan Gorontalo sebagai kota kedua pada 19 September 2019. Sedangkan Bandung menjadi kota ketiga yang digelar pada 12 Oktober 2019 lalu. Sebagai puncak dari program kerja sama dengan Femina, Facebook hadir pada konferensi Indonesian Women’s Forum 2019 hari kedua, Jumat, 22 November 2019. Facebook akan berbagi cerita mengesankan dari workshop masterclass: Luaskan Pasar Lokal dan Global dengan Menguasai Pemasaran Digital, disertai dengan kehadiran 10 wanita yang telah mengikuti program #SheMeansBusiness sebelumnya.

Selain konferensi, Facebook turut menyelenggarakan masterclass pada hari yang sama. Topik-topik yang dibahas dimulai dari pemasaran online, optimalisasi Halaman Bisnis Facebook, hingga konten kreatif, yang disampaikan oleh Ajie Akhmad dan Niko Atmadja, selaku pelatih dari Facebook di Indonesia.

“Kita sudah sangat mengenal Facebook dan Instagram untuk social networking. Tapi melalui program pelatihan bersama Facebook ini, kami ingin memahirkan skill penggunaan media sosial ini dan marketing digital secara umum untuk bisnis. Produk bisa dikenal secara meluas hingga ke luar negeri dengan cara efektif dan efisien,” ujar Petty S Fatimah, Editorial Director Prana Group, Editor In Chief Femina.

Program Femina dan Facebook ini didukung oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional yang memberikan insight dan informasi mengenai tata cara ekspor, termasuk pasar-pasar baru non tradisional yang bisa menjadi tujuan ekspor nasional.

“Di Facebook, kami percaya bahwa saat perempuan berhasil, kita semua menang. Tujuan kami jelas, yaitu mendorong potensi para perempuan untuk berwirausaha dan menciptakan
lapangan kerja, meningkatkan perekonomian dan menumbuhkan komunitas wirausaha yang lebih beragam. #SheMeansBusiness adalah sebuah inisiatif yang digagas oleh Facebook untuk
menginspirasi, mendukung, melatih, dan merayakan para perempuan wirausaha di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Melalui kerja sama yang dibangun antara #SheMeansBusiness
dan Femina, kami berharap dapat memberikan pengetahuan, jaringan, keterampilan serta teknologi yang dibutuhkan oleh para perempuan wirausaha untuk memulai dan
mengembangkan bisnis mereka,” ujar Ruben Hattari, Kepala Kebijakan Publik untuk Facebook di Indonesia.

Tentang Wanita Wirausaha Femina:
Bertumbuhnya wanita yang menjadi wirausaha sudah ditangkap femina sejak tahun 2007. Diawali dengan penulisan berbagai artikel bisnis, kemudian diinisiasi menjadi pengembangan komunitas Wanita Wirausaha Femina, yang dikenal dengan kependekan Wanwir Femina. Wanita Wirausaha Femina merupakan program pengembangan komunitas femina khusus wanita wirausaha kelas UMKM (usaha mikro kecil dan menengah). Program Wanwir Femina menawarkan edukasi, networking, mentoring, dan lomba yang digelar simultan setiap tahun. Berbagai seminar, workshop, masterclass, business trip diselenggarakan dengan tujuan membuat wanita memiliki ‘senjata’ untuk menghadapi dunia bisnis yang penuh tantangan dan berubah mengikuti zaman.

Tentang Indonesian Women’s Forum
Digagas oleh femina, Indonesian Women’s Forum (IWF) pertama kali digelar pada tahun 2018 lalu sebagai salah satu bentuk pengembangan potensi dan skill wanita professional di jenjang karier tengah hingga puncak dan wirausaha UKM. Acara ini telah memberikan benchmark baru bagi community activation dalam skala besar untuk wanita profesional dan wirausaha di Indonesia. Relevansi, kedalaman content dan kualitas peserta menjadi keunggulan acara ini. Pada tahun pertama, selama dua hari dalam penyelenggaraannya, acara ini dihadiri sekitar 2000 orang wanita professional dan wirausaha.

Jakarta, 21 November 2019 – Indonesian Women’s Forum (IWF) yang digagas dan diselenggarakan oleh femina, bersama para partner yang memiliki visi sama, kembali hadir
guna mendorong kemajuan dan kemandirian wanita Indonesia, dengan memberikan wadah untuk berekspresi, berjejaring, berkreasi, dan berprestasi di bidang yang mereka pilih:
menjadi wanita bekerja, wanita wirausaha, dan home-maker. Sukses digelar perdana tahun lalu, IWF tahun ini berlokasi di Gandaria City Hall, Gandaria City, Jakarta Selatan, pada 21-22
November 2019, serta terdiri dari beragam rangkaian acara, seperti konferensi, kelas-kelas workshop dan festival produk lokal.

Petty S. Fatimah, Pemimpin Redaksi femina dan Direktur Editorial Prana Group dalam sambutannya pada sesi pembukaan rangkaian IWF 2019, hari ini (21/11) mengatakan,
“Indonesian Women’s Forum merupakan salah satu puncak dari upaya kami dalam mengembangkan komunitas wanita. femina sendiri sejak 10 tahun lalu terus berfokus pada
pengembangan komunitas wanita yang ditandai dengan menginisiasi program Wanita Wirausaha Femina dan Wanita Karier.”

This slideshow requires JavaScript.

Sementara itu, Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundation, yang hadir menyampaikan keynote speech, menggarisbawahi bahwa ketika perempuan dilibatkan dalam ekonomi serta mendapat akses pendidikan seperti layaknya laki-laki, maka kesejahteraan akan meningkat.
“Perempuan berdaya, masyarakat akan berdaya, negara berdaya, dan dunia akan berdaya,” tegasnya.

Usai sesi pembukaan, acara yang dihadiri oleh sekitar 500 orang ini dilanjutkan dengan konferensi bertema: “Balance for Better”; menghadirkan pembicara Niharika Yadav,
Direktur Utama AXA Financial Indonesia, Lili Pintauli Siregar, Wakil Ketua KPK terpilih 2019-2023, Felicia Kawilarang Aluwi, VP Marketing Halodoc, Debby Alishinta, Managing Director,
Inclusion and Diversity Lead, Accenture in Indonesia.

Para pembicara membahas dunia kerja yang memberi kesempatan seimbang bagi pria dan wanita di segala aspek dan bidang. Di dunia korporasi telah terbukti dengan meningkatnya
jumlah wanita pada C level dan board of director yang mengakselerasi efektivitas kerja dan meningkatkan keuntungan.
Lili Pintauli Siregar, dari pengalamannya di Lembaga Bantuan Hukum Medan, serta mantan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) periode 2013 – 2018 mengatakan bahwa wanita selalu menjadi korban yang tak berdaya. Ia sendiri yang menjalankan profesi membela para korban justru mendapat ancaman dari keluarganya sendiri. “Saya pernah mendapatkan ancaman cerai dari pasangan, karena ia merasa saya lebih mementingkan perkara yang saya tangani dibandingkan keluarga,” tuturnya.

Sementara itu, Debby Alishinta mengatakan bahwa ketika perusahaan tidak bisa menjaga dan membina keberagaman maka akan menurunkan engagement, lalu karyawan mengundurkan diri. Akibatnya, perusahaan atau organisasi tidak akan mencapai taget.
Niharika Yadav mengatakan bahwa AXA Financial Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang sangat peduli dan mendukung perkembangan karier perempuan.
“Karyawan AXA Financial Indonesia didominasi oleh wanita yaitu sekitar 57%, bahkan di tingkat board of director mencapai 80%,” kata Niharika.
Indonesia Women’s Forum (IWF) 2019 melibatkan 50 lebih pembicara dengan target jumlah peserta sebanyak 3.000 orang. IWF 2019 menggandeng kolaborator utama: AXA Financial,
Facebook, Sun Life Indonesia, Accenture dan CITI Indonesia. IWF juga menampilkan area festival, menyatukan 22 booth dari produk lokal pilihan berupa karya unik, inovatif, dan
sangat kekinian.


Tentang Indonesian Women’s Forum
Digagas oleh femina, Indonesian Women’s Forum (IWF) pertama kali digelar pada tahun 2018 lalu sebagai salah satu bentuk pengembangan potensi dan skill wanita professional di jenjang karier tengah hingga puncak dan wirausaha UKM. Acara ini telah memberikan benchmark baru bagi community activation dalam skala besar untuk wanita profesional dan wirausaha di Indonesia. Relevansi, kedalaman content dan kualitas peserta menjadi keunggulan acara ini. Pada tahun pertama, selama dua hari dalam penyelenggaraannya, acara ini dihadiri sekitar 2.000 orang wanita professional dan wirausaha.

Tentang femina
Terbit perdana pada 1972, femina adalah majalah wanita modern pertama dan berkembang menjadi multiplatform media. femina berkomitmen mengembangkan komunitas berbasis minat dan pekerjaan dalam bentuk community development program 360 derajat meliputi edukasi, strategi konten, eksebisi dan kompetisi. Di antaranya Women’s Leadership Network, Wanita Wirausaha, Wajah Femina, Writers Club dan sebagainya. Saat ini, femina hadir di 7 kanal online baik website maupun media sosial yang aktif dan media cetak. Digital menjadi saluran yang efektif untuk berkomunikasi secara cepat dan tepat dengan komunitas yang dikembangkan femina dengan total agregat viewers mencapai 11,2 juta. femina bernaung di bawah PT Pana Dinamika Sejahtera bersama GADIS, Ayahbunda, Parenting Indonesia, UFM 947, dan Dapur Uji Femina.

Jakarta, 16 November 2019, Arzillo Indonesia bekerjasama dengan CMA Entertainment. Melaksanakan perhelatan akhir tahun 2019 dengan menggandeng Didi Kempot dalam acara yang bertajuk ‘The Lord of Loro Ati’ yang akan diselenggarakan pada, Jum’at 5 Desember 2019, bertepat di The Pallas SCBD, Jakarta Selatan. Bukan tanpa alasan, Arzillo Indonesia dan CMA Entertainment menggandeng penyanyi legendaris ini, melihat antusiasme dari kaum milenial yang sangat menunggu-nunggu saat berdendang bersama dengan pelantun lagu ‘Stasiun Balapan’. Maka acara ini akan dikemas lebih intim dengan menghadirkan sebuah pagelaran musik dengan nuansa yang kekinian namun tetap memasukan unsur – unsur budaya seperti tarian tradisional yang akan dipadukan dengan lagu – lagu milik Didi Kempot yang tentunya akan memberikan kesan terhadap para penontonnya. “Arzillo bergabung dengan CMA Entertainment karena kami berdua mempunyai visi dan misi yang sama bahwa musik dengan unsur tradisional kini sudah semakin diterima dan mampu bersaing dengan musik – musik yang ada sekarang ini. Selain itu menurut Arzillo, CMA Entertainment mempunyai kredibilitas dan komitmen yang tinggi untuk memajukan industri musik Indonesia” jelas Roy Siregar selaku Direktur Utama Arzillo Indonesia. Tiket konser “The Lord of Loro Ati” sudah bisa didapatkan melalui aplikasi GO –TIX sejak 28 Oktober 2019 lalu. Tiket Pre-Sale 1 dan Pre-Sale 2 konser ini sudah sold out dalam kurun waktu 2 hari saja, namun bagi para sobat ambyar yang belum memiliki tiket tetapi ingin hadir dalam konser ‘The Lord of Loro Ati ’ tiket kategori festival masih bisa didapatkan dengan harga Rp.350.000,-. #

Jakarta, 8 November 2019 – Pameran dan konferensi tahunan di bidang energi terbarukan, Indonesia EBTKE ConEx, menjadi ajang saling bertukar perspektif antar para pelaku, pengamat dan praktisi energi terbarukan di Indonesia. Sesi diskusi seperti program Plenary Session, Breakout Session, dan Workshop Session digelar untuk memberikan gambaran terbaru mengenai perkembangan dan tantangan serta jalan keluar terbaik di bidang energi terbarukan.

Beberapa topik yang dibawakan para panelis dan pembicara antara lain mengenai investasi, transisi energi, regulasi, pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan di Indonesia, kesiapan dan masa depan energi terbarukan, dan lain-lain. Berbagai sesi diskusi yang digelar mendapat sambutan positif dari para peserta yang terlihat antusias untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut terkait pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Secara umum, meskipun mengakui adanya berbagai tantangan yang masih dihadapi, para panelis cukup optimis bahwa Indonesia bisa merealisasikan energi terbarukan.

This slideshow requires JavaScript.

“Energi terbarukan adalah target yang mau tidak mau harus bisa dicapai. Tinggal masalah waktu saja kapan kita akan mencapai energi terbarukan di Indonesia,” ujar Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Surya Darma. Ia menyatakan METI berkomitmen untuk terus konsisten mendorong peningkatan dan pengembangan energi terbarukan di Indonesia. METI juga bekerja erat dengan lembaga dan komunitas masyarakat energi terbarukan di dunia.

Pengembangan energi terbarukan di Indonesia banyak mendapat dukungan dari dunia internasional. Pada program Plenary Session di hari pertama dan kedua, para panelis yang ikut hadir antara lain Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste, Pradeep Kumar Rawat; Duta Besar Inggris Raya untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins; Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Rasmus Abildgaard Kristensen; dan Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Marina Berg; serta perwakilan dari International Renewable Energy Agency (IRENA), Badariah Yosiyana.

Para duta besar yang hadir umumnya menjelaskan mengenai perjalanan mereka dalam mengembangkan energi terbarukan di negara masing-masing. Beberapa nilai penting yang bisa dipetik dari penjelasan para duta besar di atas antara lain pentingnya peran pemerintah dalam mendorong energi terbarukan melalui regulasi yang tepat, pelibatan masyarakat secara aktif, serta dukungan finansial dari investor baik investor lokal maupun internasional.

Terkait investasi di bidang energi terbarukan yang belum berjalan seperti yang diharapkan, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ridwan Djamaluddin, mengatakan pemerintah sedang melakukan harmonisasi regulasi agar nilai keekonomian di bidang energi terbarukan bisa menarik investor. “Sudah waktunya kita melakukan langkah besar untuk mempercepat energi terbarukan dengan mengharmonisasi regulasi dan memudahkan investasi. Investasi di bidang energi terbarukan harus dilakukan dengan dasar untuk memperkuat kapasitas nasional,” tegas Djamaluddin. Ia juga menekankan pentingnya sumber daya manusia yang andal dalam mengembangkan energi terbarukan. Ia yakin generasi muda potensi dengan antusiasme yang tinggi untuk bergerak di bidang energi bersih.

Keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan energi terbarukan salah satunya bisa dilihat dari hadirnya Young Renewable Energi Innovation. Minat generasi muda terhadap energi terbarukan juga terlihat dari hadirnya mahasiswa dari berbagai universitas ke pameran Indonesia EBTKE ConEx 2019 di JIEXpo. Ketua Panitia Indonesia EBTKE ConEx, Adrian Lembong, menyatakan kegiatan kali ini membawa suasana yang sedikit berbeda. Pada tahun ini terlihat banyak generasi muda yang hadir dan bahkan berpartisipasi langsung pada usaha pengembangan energi terbarukan. “Energi baru terbarukan adalah milik generasi muda dan ini adalah masa depan yang harus digenggam oleh para pemuda kita,” ujar Surya Darma.

Yang Muda Yang Berkarya
Pada hari kedua penyelenggaraan Indonesia EBTKE ConEx 2019 kemarin, telah diumumkan pula para pemenang dari program Young Renewable Energi Innovation dari berbagai kategori. Para pemenang program Young Renewable Energi Innovation adalah:

  1. Kategori Best Impact Award: Bio-WCO: Produksi Bio Nafta dari Limbah Minyak Jelantah Sebagai Bahan Baku Industri Petrokimia (Politeknik Energi dan Mineral Akamigas)
  2. Kategori Best Green Award: Voluntruck: Solusi Siap Guna (Portable) untuk Daerah Terkena Dampak Bencana dengan Menggunakan Energi Terbarukan (Solar PV) sebagai Penghasil Energi Listrik (Universitas Trisakti)
  3. Kategori Best Commercialization: Biop-Mac (Biogas Purification Machine): Alat Pemurnian Biogas dengan Pemanfaatan Serbuk Genteng untuk Menghasilkan Biometan sebagai Renewable Energy di Indonesia (Universitas Brawijaya)
  4. Grand Prize Winner:Aligator: Implementasi Sistem Pendingin Ikan pada Perahu Nelayan Menggunakan Penerapan Smart Renewable Energy (Universitas Brawijaya)

Ketua Umum METI, Surya Darma, menyatakan inovasi-inovasi yang dihadirkan oleh generasi muda ini menjadi bekal penting bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Ia juga berharap ke depan akan semakin banyak generasi muda yang terjun di industri energi terbarukan dan berkontribusi pada pengembangan dan peningkatan energi terbarukan di Indonesia. “Kami berharap tahun depan akan semakin banyak inovasi yang ditampilkan oleh para mahasiswa dan semakin banyak kampus yang mengikuti program Young Renewable Energi Innovation. Kehadiran para mahasiswa ini menjadi sinyal positif akan arah pengembangan energi terbarukan di Indonesia,” ujar Surya.

Informasi lebih lanjut tentang Indonesia EBTKE ConEx 2019 dapat diakses melalui situs www.indoebtkeconex.com

Jakarta, 9 Oktober 2019 – IdeaFest 2019 persembahan SAMARA Live sukses pertemukan profil-profil kreatif dan mengulas berbagai topik inspiratif lintas industri. Selama empat hari digelar, IdeaFest 2019 berhasil menjaring antusiasme 19,600 penikmat kreatif melalui berbagai sesi dan pengalaman inspiratif. IdeaFest 2019 menampilkan 7 program dan lebih dari 360 tokoh inspiratif dari dalam serta luar negeri telah berbagi cerita kepada para pengunjung festival kreatif terbesar di Indonesia ini, seperti Zach King (Digital Magician &
Film Maker), Tom Kelley (Penulis Buku “The Art of Innovation”), Joe Taslim (Aktor), Griselda Sastrawinata (Visual Development Artist & Character Designer at Walt Disney Animation Studio), Normand Lemay (Head of Story Walt Disney Animation Studio), serta sederet nama-nama inspiratif lainnya.

This slideshow requires JavaScript.

“Festival kreatif tahunan, IdeaFest 2019 telah selesai diselenggarakan. Tema kami tahun ini
yaitu #KebangganIndonesia benar-benar terasa dengan hadirnya berbagai profil inspiratif tanah air yang sukses membawa nama Indonesia untuk semakin dikenal di pasar internasional melalui berbagai karya kreatif. Momen ini sekaligus menjadi kesempatan yang
luar biasa bagi para pegiat kreatif dalam negeri untuk bertukar pikiran dengan pegiat kreatif dari luar negeri. Selain itu, IdeaFest terus mendapatkan sambutan dari generasi muda kreatif mengenai konsep, tokoh, hingga topik-topik yang diulas dalam setiap sesi maupun pengalaman kreatif. Untuk itu, semoga IdeaFest tahun ini dapat menjawab kebutuhan generasi muda akan materi dan konten kreatif,” jelas Ben Soebiakto, Co-Chairman IdeaFest.

Lebih lanjut, Ben mengungkapkan harapannya, “Terima kasih kepada para partner, rekan-
rekan media, hingga generasi muda kreatif yang telah mendukung acara ini hingga sukses digelar. Kesuksesan IdeaFest 2019 menjadi semangat dan harapan bagi kami untuk menjawab kebutuhan generasi muda kreatif untuk mendapatkan pengalaman seru lainya dengan menggelar berbagai festival di kesempatan mendatang.”

IdeaFest 2019 hadir dengan rangkaian acara yang semakin beragam, mulai dari IdeaFest
FoodX, IdeaFest Comedy, IdeaFest Conference, IdeaTalks, hingga IdeaXperience.
Kehadiran pengalaman baru di tahun ini berhasil merangkul lebih banyak generasi kreatif
untuk merasakan suguhan konsep kreatif IdeaFest 2019.
“Nantikan keseruan IdeaFest di tahun-tahun mendatang dengan konsep yang tidak kalah
seru bersama dengan profil-profil kreatif ternama lainnya. Untuk itu, ikuti terus Instagram
@IdeaFestid untuk informasi-informasi inspiratif seputar industri kreatif lainnya. Sampai

jumpa di IdeaFest berikutnya,” tutup Ben.

Tentang IdeaFest
IdeaFest adalah festival kreatif tahunan yang diadakan di Jakarta dengan tujuan
menginspirasi dan menghubungkan berbagai stakeholders industri ekonomi kreatif, mulai
dari pemerintah, investor, media, innovator, pengusaha, hingga komunitas. Telah diadakan
tujuh kali, IdeaFest telah menjadi festival kreatif terbesar di Indonesia yang telah menghadirkan pembicara-pembicara ternama Indonesia dan dunia. Ideafest adalah persembahan dari Samara Live, bagian dari Samara Media & Entertainment.

Sebanyak 40 komunitas dari berbagai bidang akan berkumpul dan berkolaborasi dalam Festival Komunitas, sebuah gathering yang merupakan rangkaian dari acara Indonesia Senayan Festival (I SEE Fest) 2019.

CLC

I SEE Fest ini sendiri akan berlangsung selama 10 hari pada 27 September-6 Oktober 2019 di Plaza Timur Gelora Bung Karno Senayan.

 

Adapun Festival Komunitas digagas oleh Community Leadership Circles (CLC) Jakarta, sebuah wadah bagi para pendiri komunitas untuk berkomunikasi yang diinisiasi oleh Facebook.

CLC Meet Up
Pada Festival Komunitas ini, para komunitas yang ada di seluruh Jakarta akan bertemu dan bersilaturahmi, dan yang tak kalah penting, saling berbagi ilmu dan dan berkolaborasi dengan komunitas lainnya. Ragam kegiatan yang akan dilakukan oleh para komunitas antara lain diskusi interaktif, workshop, pertunjukan kesenian, parade, kontes foto, konsultasi, cosplay dan banyak kegiatan seru lainnya.

 

40 komunitas yang akan berpartisipasi ini bergerak di berbagai seperti budaya, hobi, lingkungan, pendidikan, sejarah, dan kegiatan sosial lain, serta melibatkan lebih dari 6000 peserta aktif dari berbagai komunitas tersebut.

Beberapa komunitas yang akan ikut meramaikan Festival Komunitas ini antara lain komunitas Digital Cinematography Indonesia, komunitas lingkungan Hutan Itu Indonesia, komunitas kuliner Langsungenak, Motherhope Indonesia, Orari Jakarta, Peri Kertas, Indonesia Hidden Heritage, Youth Ranger Indonesia dan lain-lain.

Dalam I SEE Fest, Festival Komunitas akan hadir di area Hobbyist Heaven, tepatnya di Plaza Timur Gelora Bung Karno. Di area ini akan dilengkapi dengan Area Khusus Komunitas yang akan digunakan oleh para komunitas menggelar kegiatan mereka. I SEE Fest akan berlangsung pada hari Senin-Jumat pukul 15.00-22.00 WIB, Sabtu pukul 09.00-00.00 WIB, dan Minggu pada pukul 07.00-22.00 WIB.

(warnaplus/nutylaraswaty)

Kedokteran gigi di Indonesia mengalami potensi pertumbuhan yang pesat. Menurut
data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) sampai per April 2018 tercatat ada 33.523 terdiri
dari dokter gigi terdiri dari dokter gigi (29.939) dan dokter gigi spesialis (3.584).

This slideshow requires JavaScript.

Jumlah tersebut rupanya belum berbanding lurus dengan upaya peningkatan kualitas
kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Riset Kesehatan Dasar 2018 dari Kementerian
Kesehatan menyebut bahwa dari 57,6% masyarakat Indonesia yang mengalami masalah
kesehatan gigi dan mulut, hanya 10,2% saja yang mendapatkan pelayanan dari tenaga medis.

Ketidakmerataan dalam penyebaran dokter gigi memang menjadi PR tersendiri, mengingat
faktor geografis Indonesia yang begitu luas.
Namun jika dibandingkan dengan negara yang luasan lebih kecil dari Indonesia, jumlah
tersebut masih belum seberapa. Sebut saja diantaranya Jepang memiliki 100.994 dokter gigi (2014), Italia 47.098 dokter gigi ( 2016) bahkan hingga Prancis memiliki 43.026 dokter gigi (2016).

Membicarakan jumlah tentu juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas yang
mumpuni.
Faktanya, data dari PDGI menyebutkan, setiap orang Indonesia rata-rata memiliki kerusakan 7 gigi. Ini jauh dari standar internasional yakni FDI (organisasi dokter gigi sedunia) yang menargetkan hanya 2—3 gigi saja.

Dalam rangka meningkatkan kualitas para dokter gigi di Indonesia, Persatuan Dokter Gigi
Indonesia (PDGI) berkolaborasi dengan Traya Eksibisi Internasional dan Koelnmesse
menyelenggarakan Indonesia Dental Exhibition and Conference (IDEC) 2019.

Gelaran yang berlangsung selama 3 hari ini (13 – 15 September 2019) menampilkan beragam peralatan dan informasi terkait industry kedokteran gigi, mulai dari praktik kedokteran gigi digital, kedokteran gigi kosmetik, bahan dan unit gigi, instrumen, headpieces dan alat untuk laboratorium, peralatan dan sistem laboratorium, furnitur laboratorium hingga berbagai layanan dari organisasi dan perusahaan kesehatan gigi.

Untuk memberikan gambaran teknologi terbaru. Supaya Indonesia tidak ketinggalan dengan teknologi internasional. Sekarang sudah ada yang robotik, digital," kata Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr. drg. Hananto Seno.
Menempati area seluas 5000 m 2 di Assembly Hall, IDEC 2019 menjadi pendorong dari
meningkatnya kualitas industri kedokteran gigi di Indonesia. Hal itu ditandai dengan
terjadinya peningkatan peserta pameran sebesar 40% yang terdiri dari 232 ekshibitor brand dari 18 negara dan 3 paviliun nasional dari Cina, Korea Selatan dan Jerman. Selain itu, IDEC juga menjadi showcase dari pertumbuhan para pelaku usaha lokal yang siap menampilkan informasi terbaru perkembangan teknologi kedokteran gigi di dunia

Dengan menghadirkan lebih 18 pembicara profesional, IDEC akan menjadi wadah bagi 4000 dokter gigi lokal dan asing dalam memperkaya keterampilan mereka dengan tren teknologi kedokteran gigi terbaru. Para peserta dapat mengetahui informasi tersebut dengan mengikuti beberapa kegiatan menarik seperti pameran, main lecture program dan hands-on programme.
Salah satunya adalah teknologi digital dalam perawatan gigi yang dibahas oleh Dr. How Kim
Chuan dalam main lecture yang berjudul “Digital Solutions from Scan Body to Restoration in Full Mouth Rehabilitation” pada 13 September 2019. Di seminar ilmiah ini diperkenalkan
tentang proses gambar digital gigi, sinar X pada mulut secara penuh hingga teknologi 3D,
dengan begitu masalah gigi masyarakat akan lebih terbantu.

Selain teknologi digital pada restorasi gigi dan mulut, IDEC 2019 juga menyoroti
perkembangan laser yang menjadi tren terkini dari perkembangan kedokteran gigi dunia.
Tema tersebut akan dibahas oleh pakar kesehatan gigi dari India yakni Dr. Niladri Maiti
dalam seminar berjudul “Laser Assisted Bioglass Theraphy In Management of Dentin
Hypersensitivity” pada 15 September 2019.

Gigi hipersensitif (hipersensitivitas dentin) adalah gangguan pada gigi yang membuat rasa
ngilu bagi penderitanya. Berkat teknologi laser, masyarakat kini tak perlu khawatir lagi
dalam mengatasi masalah gigi hipersensitif. Dibandingkan dengan metode konvensional yang memakan waktu lebih lama, perawatan melalui laser akan berdampak pada hasil yang lebih cepat dengan waktu aplikasi yang lebih sedikit pada pasien. Inilah metode terbaru dan yang baik dalam menyelesaikan rasa sakit jangka panjang dengan segera.

Selain teknologi digital dan laser, IDEC juga menghadirkan berbagai perkembangan
teknologi kedokteran gigi lainnya seperti endondontik, dental photography, ortodontik
hingga inovasi dalam self-ligation, semuanya dapat dipelajari oleh para pelaku kesehatan gigi di sini. Ada pula dentist robotics yang siap menjadi inspirasi dalam penerapan teknologi
kedokteran gigi di Indonesia.

“Di era digital seperti sekarang, dokter gigi harus selalu memperbaharui ilmu dan keterampilan mereka sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan hadirnya berbagai suguhan teknologi kedokteran gigi di IDEC, diharapkan dapat mendorong kualitas para dokter gigi untuk memberikan pelayanan yang optimal.” papar Presiden Direktur Traya Eksibisi Internasional Bambang Setiawan.

 

Jakarta,13 September 2019 – Pameran dagang dan konferensi intrnasional kedokteran gigi  terbesar di Indonesia,Indonesia Dental Exhibition & Conference(IDEC)resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Drg, Oscar Primadi di Jakarta Convention Center.

 

This slideshow requires JavaScript.

Gelaran yang kedua kalinya diselenggarakan oleh Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) bekerja sama dengan Koelnmesse Pte. Ltd dan PT Traya Eksibisi Internasional ini akan berlangsung selama 3 hari (13 – 15 September 2019). Sebanyak 232 eksibitor brand dari 18 negara, dan 3 paviliunnasional dari Cina, Korea Selatan dan Jerman serta sejumlah pelaku usaha lokal siap menampilkan informasi terbaru perkembangan teknologi kedokteran gigi didunia.

IDEC 2019, menurut Ketua PB PDGI,Dr. drg. Sri Hananto Seno, Sp. BM.,MM.,FICD, bukan sekedar pameran dagang alat kesehatan kedoktran gigi, sekaligus juga menjadi wahana peningkatan pengetahuan bagi profesional dokter gigi di Indonesia agar lebih responsif terhadap perkembangan teknologi kedokteran gigi.

Untuk itu serangkaian lokakarya dan demonstrasi teknologi kedokteran gigi ditampilkan secara komprehensif oleh 18 narasumber ahli yang telah terbukti berpengalaman diantaranya dalam rehabilitasi dan bedah mulut, ortodontik,periodontologi serta sejumlah inovasi dalam self litigation, fotografi gigi dan seputar kedokteran gigi anak.

“Kami berharap IDEC menjadi agenda penting industri kedokteran gigi dan profesional dokter gigi untuk saling berbagi informasi dan berjejaring demi memajukan industri kedokteran gigi dan kualitas profesi dokter gigi Indonesia,” ujar Dr.drg Sri Hananto Seno.

Melanjutkan tema IDEC sebelumnya “The Premier Dental Exhibition and Conference for Indonesian Market”, IDEC diharapkan menjadi center of excellence bagi para pelaku industri gigi mulai dari dokter, tenaga medis, dental supplier,pelaku manufaktur alat kesehatan, bahkan masyarakat pada umumnya.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018,disebutkan hanya 10,2 persen masyarakat yang mendapatkan pelayanan dari tenaga medis, dan 57,6 persen penduduk Indonesia masih mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut. Dan, prevalensi masyarakat yang tidak memiliki masalah gigihanya 7%. Padahal WHO mengamanatkan setidaknya 50%.

Penguasaan teknologi kedokteran gigi yang didukung oleh perangkat alat kedokteran gigi yang mumpuni merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dalam hal ini,Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter GigiIndonesia (PDGI), DR.Dr. drg. Sri Hananto Seno, Sp. BM.,MM., FICD, menyoroti faktanya, industri alat kesehatan dan bahan baku kedokteran gigi baru 10 persen bisa memenuhi kebutuhan dokter gigi di Indonesia. Sementara sisanya masih bergantung pada bahan-bahan dan alat kedoktran gigi impor. Tidak sedikit masalah terhambatnya penanganan masalah gigi bukan karena kurangnya skill doktr gigi, tetapi karena terkendala peralatan yang terbatas.

“Ekshibitor dari sejumlah negara yang hadir di IDEC ingin melihat dari dekat kebutuhan pasar sekaligus menjalin kerja sama strategis dalam mengembangkan teknologi yang lebih solutif sesuai permasalahan gigi masyarakat di Indonesia,” papar Ketua IDEC 2019, drg. Diono Susilo, MPH.

Sementaraitu sekjen OscarPrimadidalamsambutannyamengatakan peran penting kedokteran gigi dalam peningkatan kualitas kesehatan nasional. Tidak sedikit penyakit berbahaya dan kronis justru bersumber dari masalah gigi dan mulut.

Program-programcapacity building terus dilakukan pemerintah untuk peningkatan skill dokter di wilayah Indonesia bagian Timur, mengatur penyebaran dokter gigi di wilayah terpencil, pemberian beasiswa dokter gigi dan sebagainya. 

Presiden Direktur Traya Eksibisi Internasional, Bambang Setiawanberharap IDEC 2019 bisa memberikan dampak yang lebih besar dari pelaksanaan IDEC sebelumnya, bukan hanya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tetapi juga aksi bersama mewujudkan Indonesia menjadi pemain utama industri kedoktran gigi.

Optimisme tersebut disampaikan oleh Bambang setelah menemukan fakta bahwa terjadinya peningkatan jumlah peserta lokal sebesar 15% dari IDEC 2017.

“Kami melihat bahwa pada IDEC kali ini telah terjadi peningkatan dari wakil internasional dari 18 negara sebanyak 40% sejak IDEC 2017.” ujar Managing Dierctor Koelnmesse Pte. Ltd. Mathias Kuepper.

Sinergi Pemerintah, Industri dan Para Pemangku Kepentingan Perlu Diteruskan untuk
Peningkatan Eksplorasi dan Optimasi Produksi Migas bagi Ketahanan Energi Indonesia

JAKARTA, 4 September 2019 — Indonesia memiliki cadangan migas terbukti yang signifikan di dunia. Secara geologis, Indonesia sangat menarik. Penemuan cadangan gas di Blok Sakakemang, Provinsi Sumatera Selatan baru-baru ini menjadi bukti akan hal tersebut. Lebih jauh lagi, berbagai studi menunjukkan ada lebih dari setengah cekungan di Indonesia yang belum dieksplorasi. Masih banyak yang harus dilakukan oleh pelaku industri migas dan Pemerintah untuk menemukan dan mengembangkan sumber daya yang diperlukan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

This slideshow requires JavaScript.

Tipe reservoir, geologi dan risiko teknis merupakan faktor yang penting, sama pentingnya
dengan regulasi dan kebijakan fiskal. Namun diakui bahwa tidak semua proyek memiliki
karakteristik yang sama. Proyek laut dalam berbeda dengan proyek migas yang ada di daratan.
Masing-masing memerlukan pendekatan yang berbeda, baik dalam hal penggunaan teknologi maupun tingkat keekonomian proyek. IPA mengapresiasi Kementerian ESDM yang telah mengambil kebijakan berupa penerapan PSC Gross Split sebagai cara untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Kondisi global saat ini menunjukkan peluang investasi yang lebih besar daripada jumlah modal yang tersedia. Artinya, baik negara maupun investor harus sama-sama bersaing untuk mendapatkan modal tersebut. Para investor akan bersaing mendapatkan peluang terbaik yang ditawarkan di suatu negara.
“Kita merasakan banyak capaian dari Pemerintah Indonesia, mulai dari kemudahan berbisnis, kebijakan fiskal yang pro-pertumbuhan, serta fokus yang baik pada kebijakan di bidang migas oleh Kementerian ESDM,” ujar Louise M. McKenzie, Penjabat Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA), seusai Upacara Pembukaan Pameran dan Konvensi ke-43 IPA, Rabu 4 September 2019, di Jakarta Convention Centre, Jakarta.
Lebih lanjut, Louise mengungkapkan, terbitnya keputusan Pemerintah tentang persetujuan
revisi POD Blok Masela dan perpanjangan kontrak Blok Corridor menjadi sinyal yang baik bagi para investor. Selain itu, Pemerintah juga diketahui telah melakukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan daya saing Indonesia. “Regulasi dan perizinan yang semakin sederhana dan pembukaan akses data migas, serta insentif perpajakan merupakan keberlanjutan langkah Pemerintah menuju arah yang tepat,” katanya.
Oleh karena itu, IPA berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah demi
mendukung peningkatan daya saing industri migas nasional Indonesia untuk menciptakan
peningkatan eksplorasi dan optimasi produksi guna ketahanan energi Indonesia di masa
mendatang.

Selain mendukung ketahanan energi, industri migas nasional juga berdampak besar pada
peningkatan sumber daya manusia Indonesia khususnya tenaga kerja yang terampil dan
berbakat di seluruh wilayah Indonesia. Sudah banyak putra-putri terbaik Indonesia yang bekerja di industri migas nasional dan duduk pada posisi-posisi strategis dan pengambil kebijakan. Hal ini merupakan salah satu efek berganda yang muncul atas berkelanjutannya industri migas nasional.
Sementara itu, gelaran IPA Convex yang ke-43 kali ini mengambil tema “Driving Exploration and Optimizing Existing Production for Long Term Energy Security” akan didukung dengan berbagai diskusi dimana kita akan mendengar pandangan para ahli dari Indonesia dan mancanegara. Gelaran ini diikuti oleh 119 perusahaan peserta pameran serta menargetkan untuk dikunjungi oleh lebih dari 20.000 pengunjung serta 1.700 orang peserta konvensi. dan target pengunjung mencapai lebih dari 20.000 orang. Acara berlangsung selama tiga hari, yaitu 4 – 6 September 2019. Selain pameran dan konvensi, IPA Convex 2019 juga mengadakan sesi teknis yang diikuti sekitar 120 presentasi dan 60 presentasi poster. Mereka terdiri dari pekerja profesional di industri migas dan para mahasiswa.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, IPA Convex 2019 juga mengadakan sesi Teknologi, IPA Voice, Best Booth Contest, PetroChallenge. Namun ada hal baru yang diadakan pada
penyelenggaraan IPA Convex tahun ini, yaitu Jam Session. Ada dua sesi Jam Session yang akan diadakan selama tiga hari pelaksanaan acara. Pada Jam Session nanti akan membahas mengenai pentingnya kontribusi generasi muda (millennials) terhadap industri hulu migas Indonesia.

Diharapkan, penyelenggaraan IPA Convex 2019 dapat memberikan kontribusi positif bagi
kemajuan industri migas nasional dan peningkatan produksi nasional pada khususnya serta
berdampak pada pertumbuhan perekonomian dan ketahanan energi di masa mendatang.

Tentang Indonesian Petroleum Association (IPA)
Indonesian Petroleum Association (IPA) merupakan organisasi non-profit yang didirikan pada tahun 1971 dan merupakan pemain utama sektor industri hulu migas dengan 33 anggota perusahaan dari hampir seluruh produksi minyak dan gas nasional, 105 anggota asosiasi, serta lebih dari 1.000 anggota individu.
IPA adalah mitra untuk Pemerintah dalam memajukan industri hulu migas melalui perumusan kebijakan yang tepat serta memfasilitasi konsultasi, koordinasi, dan kolaborasi di antara pemangku kepentingan utama, pemerintah, dan badan-badannya, untuk memajukan pengembangan industri minyak dan gas di Indonesia.
IPA juga mempromosikan kelanjutan pendidikan dan transfer pengetahuan untuk berkontribusi terhadap pengembangan kapasitas nasional melalui kursus teknis, lokakarya, serta kunjungan lapangan dan acara tahunan Konvensi dan Eksibisi IPA.

Jakarta, 31 Agustus 2019 –
Bagi para orang tua yang ingin mengenal lebih dalam tentang pendidikan Islam yang berorientasi global, Perkumpulan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (Puldapii ) berkoloaborasi dengan Perkumpulan Alumni Al Irsyad – Puldapia menghadirkan Islamic Education Fair bertajuk “Puldapia Expo” di area Muslim Lifestyle Festival. Menampilkan lebih dari 50 sekolah berbasis Islam mulai dari tingkat SMP, SMA, boarding school, pondok pesantren, dan sekolah tahfiz. Yayasan Cahaya Papua yang berkonsentrasi pada pendidikan di Papua juga hadir.

This slideshow requires JavaScript.

“Dalam PULDAPIA Expo ini, kami ingin menyosialisasikan pondok-pondok pesantren yang membuka fakultas yang pada umumnya ada di Pendidikan Tinggi negeri, seperti kedokteran. Salah satunya, Pondok Nuraidah yang berlokasi di Bogor, didirikan oleh seorang dokter yang fokusnya melahirkan santri-santri dokter. Saat ini Pondok Nuraidah baru khusus akhwat. Insya Allah, akan dikembangkan terus,” papar Zuhdi Efianto, Ketua Puldapia Expo.

Lebih lanjut, Zuhdi mengatakan, lembaga pendidikan yang dihadirkan lebih berorientasi pada pendidikan tinggi ke Arab Saudi yaitu Universitas Islam Madinah, salah satu universitas favorit yang diincar lulusan pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, dihadirkan pula talkshow bertajuk Kiat Masuk Universitas Madinah dengan mengundang narasumber langsung guru besar Universitas Islam Madinah, Syaikh Hatim Al Harby dan serta ketua tim seleksi penerimaan mahasiswa yang diketuai oleh Syaikh Abdullah An Nakhor. Talkshow berlangsung pada hari Sabtu, 31 Agustus 2019 di Hall Cendrawasih, Jakarta Convention Centre.
Universitas Islam Madinah berdiri sejak 6 September 1961 merupakan sebuah perguruan tinggi negeri di Arab Saudi di bawah Kementerian Pendidikan yang banyak diidamkan penuntut ilmu syari dari penjuru dunia. Selain karena fasktor letak di kota Madinah yang notabene sarat sejarah di zaman Rosulullah dan tempat berdirinya masjid terbesar di dunia, Masjid Nabawi, juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Tiap mahasiswa yang menuntut ilmu diberikan beasiswa full. Sehingga mereka tidak dipusingkan lagi dengan biaya hidup selama menuntut ilmu, sepenuhnya ditanggung pemerintah termasuk penginapan, fasilitas layanan kesehatan, transportasi harian, uang tunjangan buku, transportasi pesawat PP bahkan uang saku. Dan, bagi mahasiswa yang berprestasi, diberikan hadiah istimewa.

Adapun untuk jenjang pendidikan, terdapat program Ma’had Lughoh (kelas persiapan bahasa), diploma, bachelor (S1), master (S2), doctoral (S3) yang terdiri dari Fakultas Al Quran, Hadist, Bahasa Arab, Syariah serta Dakwah dan Ushuluddin. Selain itu terdapat juga Fakultas Umum seperti Fakultas Teknik, Sains, Komputer dan Sistem Informatika yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantarya. Namun sejak program ini dibuka dalam 10 tahun terakhir, jumlah mahasiswanya belum begitu banyak.
Karena itu, gelaran Muslim Lifestyle Festival menjadi suatu wahana untuk memfasilitasi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Islam Madinah, sekaligus memperkenalkan sejumlah pesantren yang berafiliasi pada Universitas Islam Madinah.
Pesantren Moderen Siap Cetak Lulusan Yang Berdaya Saing Global Berdasarkan data dari Kementerian Agama, jumlah pesantren di seluruh Indonesia pada 2005 berjumlah 14.798 dengan santri sebanyak 3.464.334 orang. Pada 2016 presentasenya meningkat hampir 100%, yakni mencapai 28.194 pesantren dengan jumlah santri sebanyak 4.290.626 orang.
Ketua Puldapia Expo, Zuhdi Efianto menyoroti, dunia pendidikan Islam di tanah air tengah berbenah dan beradaptasi terhadap dinamika kebutuhan masyarakat yang berubah cepat. Integrasi kurikulum yang mengedepankan khasanah budaya nusantara dan dan global sudah seharusnya dilakukan.

Di sinilah Puldapia Expo hadir untuk menunjukkan kepada pengunjung dan masyarakat
pada umumnya bahwa, wajah pesantren dan pendidikan Islam di Indonesia sudah
semakin dinamis. Menepis pandangan masyarakat yang selama ini tidak sedikit yang
masih menilai bahwa lembaga pendidikan Islam hanya belajar agama saja sehingga
membatasi cita-cita.
Padahal justru dengan menyekolahkan anak ke lembaga pendidikan Islam memiliki nilai
tambah tersendiri yaitu memiliki pemahaman agama yang baik, liner dengan akhlak
terpuji serta aktualisasi dalam menjalani profesi di bidangnya masing-masing.
Indonesia Muslim Lifestyle Festival berkonsep Business to Custommer (B to C) dan
Business to Bussines (B to B) yang komprehensif langsung menyentuh segala aspek
kehidupan muslim. “Kami berharap insya Allah Indonesia Muslim Lifefest dapat menjadi
ajang berbagai lini bisnis syariah untuk saling berjejaring dalam memajukan industri
syariah di Indonesia,” ungkap Direktur Lima Event, Deddy Andu.

Pameran ini berlangsung hingga Minggu 1 September 2019. Tiket masuk dikenakan
sebesar Rp 25 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai diskusi bisnis, kajian,
dan mengikuti berbagai lomba. Pameran berlangsung mulai pukul 09:00 sampai 21:00
wib.

Upaya meningkatkan eksplorasi dan optimasi produksi minyak dan gas bumi merupakan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan bersama para pemangku kepentingan di sektor ini demi ketahanan energi Indonesia di masa mendatang. Hal tersebut yang mendorong Indonesian Petroleum Association (IPA) mengusung tema “Driving Exploration and Optimizing Existing Production for Long Term Energy Security” dalam penyelenggaraan Konvensi dan Pameran IPA ke-43 Tahun 2019 (“IPA Convex 2019”), yang digelar 4-6 September 2019, di Jakarta Convention Center, Jakarta.

This slideshow requires JavaScript.

Dalam sambutannya saat Press Conference IPA Convex 2019 di Lobby Lounge Bimasena, The Dharmawangsa Hotel Jakarta (12/4), Bij Agarwal, Penjabat Presiden IPA, menyatakan bahwa tema Convex tahun ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi sektor hulu migas Indonesia yang ada sekarang, yaitu diperlukannya upaya mengurangi defisit neraca perdagangan karena impor migas yang disebabkan tingginya tingkat konsumsi energi dibandingkan dengan produksi migas saat ini. Upaya tersebut, lanjut dia, harus dibarengi dengan peningkatan kegiatan eksplorasi guna menemukan cadangan migas baru dan optimasi produksi yang sudah ada.

Pada kesempatan itu, Bij mengungkapkan optimismenya terhadap perbaikan industri hulu migas Indonesia. “Kami optimis kondisi industri hulu migas Indonesia di masa mendatang akan lebih baik karena adanya kerjasama antara semua pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Indonesia,” ungkapnya.

Terkait fokus Pemerintah Indonesia saat ini yang menitikberatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi SDM Indonesia Unggul, Bij mengungkapkan bahwa industri hulu migas merupakan sebuah industri dengan nilai investasi sangat besar (dari jutaan hingga miliaran Dollar AS) dimana sebagian besar pekerjanya merupakan putra-putri terbaik bangsa Indonesia yang memiliki standar dan kompetensi tinggi.

Bicara pada kesempatan yang sama, Chairperson IPA Convex 2019, Hanny Denalda, mengungkapkan jika IPA Convex 2019 memiliki sejumlah acara yang rutin dilaksanakan, Plenary Sessions, Technology Sessions, Technical Program (TPC), dan pameran yang melibatkan para pelaku di sektor migas baik dari dalam maupun luar negeri. “Selain acara rutin, IPA Convex 2019 juga memiliki acara-acara baru seperti Breakfast Meeting bagi para calon investor migas yang akan masuk ke Indonesia, dan Jam Session untuk generasi muda,” ungkapnya.

Melalui Jam Session ini, lanjut Hanny, akan dipaparkan mengenai perlunya generasi muda masuk ke dalam industri hulu migas. Pada sesi ini, akan diberikan pelatihan kepada mahasiswa tentang bagaimana cara membuat curriculum vitae (CV) yang menarik terutama jika ingin berkarir di industri migas. IPA menyadari bahwa generasi muda perlu untuk bergabung ke dalam industri hulu migas demi memastikan keberlangsungan sektor ini dan adanya ketahanan energi di masa mendatang. “Kami menargetkan generasi Milenial dapat memiliki presepsi yang positif dan tertarik pada industri migas nasional,” harap Hanny.

Panitia IPA Convex 2019 sangat berharap Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dapat kembali membuka secara resmi dan melihat upaya-upaya apa yang telah dilakukan para investor migas di Indonesia serta penerapan teknologi terbaru demi peningkatan produksi migas nasional bagi ketahanan energi Indonesia. Kehadiran Presiden dan para Menteri tentunya dapat menjadi sinyal positif dan memberikan jaminan peraturan bagi para investor yang akan menanamkan investasinya di Indonesia.

“Diharapkan, penyelenggaraan IPA Convex 2019 akan menjadi titik tolak munculnya berbagai aktivitas eksplorasi dan optimasi produksi migas demi peningkatan produksi nasional dan menimbulkan daya tarik bagi para investor untuk masuk menanamkan modalnya di Indonesia,” pungkas Hanny Denalda.

Jakarta, Agustus  2019 – Berdiri sejak tahun 2001 oleh Hj. Megawati Soekarnoputri, Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) adalah lembaga yang fokus dalam melestarikan dan mengelola koleksi tumbuhan Indonesia untuk tujuan konservasi dan pendidikan mengenai pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati serta mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas Kebun Raya di Indonesia ke tingkat dunia.

This slideshow requires JavaScript.

YKRI meluncurkan Gerakan Jaga Bhumi yaitu sebuah gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mencintai lingkungan dan menjaga bumi khususnya meningkatkan minat terhadap keberadaan Kebun Raya di Indonesia. Dimana pada periode ke-1 (2017-2018) telah berhasil membangun kebun raya Mangrove pertama di dunia yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Selanjutnya periode ke-2 (2019-2020), YKRI mendorong agar Indonesia memiliki Kebun Raya Tanaman Obat (KRTO). KRTO perlu dibangun mengingat Indonesia memiliki keanekaragaman hayati nomor dua terbesar di dunia. Berdasarkan Riset Tumbuhan dan Jamu (Ristorja 2012-2017) oleh Kementrian Kesehatan RI, tercatat Indonesia memiliki sejumlah 6000 hingga 7500 tanaman obat.

Gerakan Jaga Bhumi diterjemahkan dalam berbagai aksi dan inpvasi terhadap lingkungan hidup yang disesuaikan dengan segmentasinya. Dalam rangka mencapai perhatian publik seluas-luasnya, maka ditetapkan berbagai segmentasi dengan ragam kelompok masyarakat dari berbagai tingkat usia. Mulai dari generasi muda usia dini sekolah dasar, generasi muda remaja, mahasiswa, hingga kelompok umur dewasa yang mencakup kalangan profel, komunitas dan masyarakat umum.

Salah satu sasaran utama dalam Gerakan Jaga Bhumi yang fokus terhadap komunitas dan masyarakat umum adalah Sarasehan Kalpatar.  Sebuah ajang berkumpulnya para peraih penghargaan Kalpataru se Indonesia, untuk saling bersilaturahmi, berkoordinasi dan saling merawat semangat juang terhadap perlindungan lingkungan hidup di Indonesia.

Peraih Kalpataru Terpilih 2015-2019

Sarasehan Kalpataru adalah wadah mempertemukan seluruh praktisi penyelamat lingkungan dari kerusakan untuk membangun kekuatan lebih besar lagi untuk menjaga lingkungan. Sebagai rangkaian kegiatan Gerakan Jaga Bhumi ini diharapkan dapat menampung aspirasi dari para peraih kalpataru terkait pelestarian hidup.

“YKRI percaya bahwa para peraih Kalpataru ini adalah contoh nyata figur tauladan masyarakat asli Indonesia yang sarat dengan ilmu pengetahuan praktis dan pengalaman lapangan yang mumpuni. Karya nyata para peraih Kalpataru adalah aset pengetahuan yang harus senantiasa dilestarikan dan diturunkan kepada generasi selanjutnya.” jelas Sonny A. Keraf selaku Wakil Ketua II – YKRI di JS Luwansa pada acara sarasehan kalpataru.

Tujuan kegiatan ini untuk menindaklanjuti dan merumuskan peningkatan kapasitas bari para peraih penghargaan Kalpataru dan lingkungan trdekatnya sehingga mampu meningkatkan kolaborasi bersama pemerintah atau pihak lain yang nantinya diharapkan mampu mendorong serta memperjuangkan peningkatan kegiatan bagi perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup.

Menghadirkan 100 orang peraih Kalpataru terpilih dari tahun 2005 – 2019 yang mencakup kategori Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan dan Pembina Lingkungan untuk saling berbagi pengalaman tentang upaya penyelamatan dan perlindungan lingkungan hidup untuk bisa disebarluaskan dan ditiru oleh masyarakat lainnya.

Tentang Yayasan Kebun Raya Indonesia

Didirikan pada tanggal 21 April 2001, YKRI bertujuan untuk melestarikan kekayaan beragam tumbuhan di Indonesia yang saat ini terancam akibat dari kurangnya upaya yang berkelanjutan. Lebih dari 590 spesies tumbuhan di Indonesia berisiko dan diklasifikasikan sebagai terancam punah atau lebih parah, punah. Ada banyak spesies tanaman yang dapat menghasilkan manfaat potensial, namun belum ditemukan. Lebih lanjut, banyak spesies telah berkurang secara signifikan pada tingkat yang mengkhawatirkan dan hampir punah, lebih cepat daripada tanaman yang akan dipelajari, ditemukan dan diregenerasi.

Visi YKRI adalah membangun kebun raya kelas dunia di Indonesia yang sesuai bagi upaya konservasi dan regenerasi tanaman yang terancam punah.

Misi YKRI adalah memberikan kontribusi pada pelestarian spesies botani yang terancam punah melalui kolaborasi semua Kebun Raya Indonesia.

PT. Dyandra Media International, Tbk. (Dyandra), perusahaan induk (holding) dengan kode saham DYAN yang membawahi 23 perusahaan dan bergerak di industri MeetingIncentiveConvention dan Exhibition (MICE), melalui entitas anak PT. Nusa Dua Indonesia yang bergerak di bisnis ruang konvensi dan pameran siap menyambut 6 gelaran konferensiInternational di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada bulan Agustus-September 2019. BNDCC adalah fasilitas MICE yang terintegrasi dan berlokasi di kompleks pengembangan pariwisata Bali Tourism Development Corporation. BNDCC dibangun diatas lahan 70.000m2 yang bangunannya terinspirasi dari seni budaya arsitektur Bali dan memiliki 44 ruangan multi fungsi yang dapat menampung 10.000 orang. BNDCC juga terintegrasi dengan hotel bintang lima dan memiliki akses langsung ke Bali Nusa Dua Hotel dengan kapasitas 96 kamar sebagai sarana penunjang akomodasi para delegasi.

This slideshow requires JavaScript.

Riyanthi Handayani, selaku Direktur Dyandra yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT. Nusa Dua Indonesia menyampaikan “Kami bangga Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) akan kembali menjadi tuan rumah acara konferensi internasional. Konferensi tersebut merupakan acara yang dihadiri oleh delegasi dari sejumlah negara, salah satunya diinisiasi oleh pemerintah Indonesia sedangkan yang lainnya diselenggarakan oleh asosiasi internasional yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah Indonesia.”

Gelaran Konferensi Internasional di BNDCC

Konferensi international yang pertama diselenggarakan pada semester kedua ini adalah Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID) yang merupakan kelanjutan dari acara Indonesia Africa Forum (IAF) yang juga diadakan di BNDCC pada April 2018 yang lalu. Konferensi Tingkat Menteri ini akan diselenggarakan pada tanggal 20-21 Agustus 2019. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia merupakan tuan rumah yang mengorganisir penyelenggaraan di Indonesia. Pada ajang IAID ini, diharapkan akan dihadiri oleh sekitar 700 delegasi dari 53 negara Afrika dan Indonesia. Seperti halnya IAF  tahun lalu, IAID diharapkan dapat menghasilkan sejumlah business deals konkret melalui peningkatan kerja sama ekonomi, investasi dan perdagangan.

Konferensi Tingkat Menteri yang kedua akan diselenggarakan pada 1-7 September, yaitu 3rd World Irrigation Forum and 70th International Executive Council Meeting. Acara ini merupakan acara tiga tahunan International Commission on Irrigation and Drainage (ICID) yang sebelumnya diadakan di Thailand dan Turki pada tahun 2016 dan 2013. Acara yang mengusung tema “Advance for Water, Food and Nutrition Security in a Competitive Environment’’ dan mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia ini rencananya akan dihadiri oleh 700 delegasi pakar irigasi dan pengairan dari 78 negara anggota ICID yang tersebar dari benua Afrika, Amerika, Asia dan negara-negara dalam regional Oseania yang merupakan 95% area irigasi di dunia.

Konferensi internasional lainnya yang akan diselenggarakan pada bulan September adalah 3rdLive Surgery Workshop International Society of Reconstructive Urology (ISORU), 2nd International Live Surgery Workshop Indonesia Genitourinary Reconstructive Society (InaGURS) and 12thMalang Continuing Urology Education (MCUE) pada 5-7 September. Acara kedokteran yang bertemakan “Reconstructive Urology” ini akan dihadiri oleh 200 ahli urologi dari 25 negara anggota International Society of Reconstructive Urology.

“Dyandra berkomitmen untuk terus berkontribusi meningkatkan pertumbuhan industri MICE di Indonesia, salah satunya dengan menyediakan gedung penyelenggaraan konvensi dan pameran dengan standar fasilitas internasional. Kehadiran sarana sekelas BNDCC semakin memantapkan posisi Bali sebagai salah satu destinasi MICE berskala Internasional”, tutup Riyanthi.

 ***

Jakarta, 7 Juli 2019 – Memasuki hari ketiga, pameran International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2019, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Franchise Indonesia dan Dyandra Promosindo ini, terus menarik pengunjung yang tertarik untuk memulai bisnis waralaba. Pada akhir pekan, terlihat banyak pengunjung yang datang ke area pameran bersama kerabat atau keluarga. Untuk kenyamanan pengunjung, pihak penyelenggara sudah mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan Kid’s Corner dan Ruang Menyusui.

This slideshow requires JavaScript.

 

“Saat ini semakin banyak anak muda, termasuk pasangan muda, yang ingin mandiri secara ekonomi. Salah satu pilihan paling ideal untuk memulai bisnis dengan mudah adalah dengan menjadi partner waralaba dari brand-brand yang sudah cukup dikenal masyarakat,” terang Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar. Pameran IFRA 2019, menurut Anang, menjadi sarana yang tepat untuk memilih jenis usaha yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan permodalan franchisee.

IFRA 2019 yang diikuti oleh 180 perusahaan dan lebih dari 300 brand menawarkan beragam skema investasi. Mulai dari investasi yang berkisar puluhan juta, ratusan juga, hingga miliaran. Meski sektor makanan dan minuman tetap mendominasi, terlihat pula beberapa konsep waralaba baru yang cukup menarik perhatian. Salah satu konsep waralaba baru yang ditawarkan peserta adalah hotel mini yang dikenal dengan hotel kapsul. Pada IFRA 2019, terdapat dua peserta yang menawarkan konsep ini yaitu The Capsule Inn dan Bobobox. Selain itu, ada pula peluang waralaba di bidang co-working space dan berbagai gerai kopi. Konsep-konsep baru ini menawarkan fleksibilitas, kepraktisan, dan efisiensi yang sesuai dengan karakter generasi milenial sebagai pasar terbesar saat ini.

Pada hari pertama penyelenggaraan IFRA 2019, fokus pada generasi milenial juga disampaikan pada sesi talkshow yang membahas ‘Kebutuhan Generasi Millenials dan Bisnis di Masa Depan’. Sementara pada hari kedua, salah satu sesi talkshow yang menarik disampaikan oleh Albert Kong yang membahas ‘Going International – Important Knowledge’. Paparan Kong sesuai dengan apa yang menjadi target AFI yang menginginkan pebisnis waralaba Indonesia untuk mengembangkan usaha mereka ke pasar global.

Menurut Kong, pelaku waralaba yang ingin mengembangkan usaha ke pasar di luar Indonesi perlu memperhatikan beberapa faktor. Pertama, pastikan bahwa usaha tersebut sudah berjalan dengan cukup baik di Indonesia (sound and solid). Kedua, siapkan sumber daya manusia yang akan fokus mengurusi bisnis di luar negeri tersebut (resources). Ketiga, cari calon franchisee yang tepat (partner). Menurut Kong, membuka cabang di luar negeri akan mendorong pertumbuhan bisnis dengan cepat. Selain itu, franchisor dituntut untuk meningkatkan semua aspek bisnis untuk memenuhi standar di negara tujuan. Rekam jejak bisnis franchisor di Indonesia ikut menentukan berhasil atau tidaknya ekspansi bisnis waralaba di pasar global.

Menurut Ketua Umum AFI, Andrew Nugroho, pebisnis waralaba harus memiliki manajemen yang baik. Ia mengatakan ada beberapa indikator yang bisa digunakan oleh calon franchisee untuk menentukan waralaba pilihan. Dari sisi kualitas, pastikan bahwafranchisor memiliki tim quality control yang membantu franchisee memberikan layanan dan produk yang sesuai dengan standar yang dimiliki oleh franchisor. Dari sisi keuangan, pastikan franchisor memiliki tim akuntansi yang baik. Sementara dari sisi legalitas, pastikan bahwa franchisor memiliki badan usaha resmi semisal PT atau CV.

Aspek legalitas ini juga penting terkait dengan lisensi karena sebuah waralaba sudah pasti mencakup lisensi tetapi lisensi belum tentu waralaba. Lisensi adalah persoalan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang dimilili oleh lisensor. Lisensi tidak hanya menyangkut merek atau brand tetapi bisa juga lisensi teknologi, hak paten, perangkat lunak, dan lain-lain.

Menurut Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI), Susanti Widjaya, lisensi di Indonesia harus lebih diberdayakan dan dikembangkan karena Indonesia kaya dengan inovasi dan kreativitas. “Semoga kehadiran ASENSI sebagai wadah organisasi pertama di Indonesia akan memberdayakan lisensi, khususnya di sektor produk dan jasa di Indonesia,” terang Susanti.

Pada hari ketiga ini, beberapa sesi talkshow yang akan digelar pada IFRA 2019 antara lain ‘Perkembangan Bisnis Jasa Pengiriman di Tengah Maraknya Bisnis Online’, ‘Unveil the Secrets from the Palace Wall’, ‘Mengenalkan Makanan Halal dan Fresh Food’, ‘Let’s Join Education Franchise Business’, ‘Easy Steps to Make Your Franchise Business’, ‘Empowering Your Business with Technology’, serta presentasi mengenai Shell Partnership dan presentasi tentang Perusahaan dan Menjadi Agen.

Jakarta, 5 Juli 2019 – Pameran dan konferensi waralaba, International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2019 hari ini (5/7) secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Karyanto Suprih, yang didampingi oleh Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono; Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan, Ojak Simon Manurung; Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan, I Gusti Ketut Astawa; Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar; Ketua Umum AFI, Andrew Nugroho; Ketua Umum Asosiasi Lisensi Indonesia, Susanty Widjaja; Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh dan Direktur Dyandra Promosindo, Michael Bayu A. Sumarijanto. Pameran yang menampilkan ratusan peluang bisnis waralaba ini akan berlangsung mulai hari ini hingga Minggu, 7 Juli 2019.

This slideshow requires JavaScript.

Dalam sambutan pembukanya, Karyanto Suprih, mewakili Menteri Perdagangan menyatakan tahun ini perekonomian Indonesia akan kembali melanjutkan momentum pertumbuhan. Pemerintah optimis tingkat pertumbuhan ekonomi pada 2019 bisa mencapai 5,3%. Hal ini akan memberikan peluang bagi pengembangan usaha, termasuk di bidang waralaba. “Pangsa pasar waralaba di Indonesia cukup besar dan terus bertumbuh. Ini didukung juga dengan tingginya tingkat permintaan terutama dari golongan masyarakat menengah yang membutuhkan ruang sosialisasi dan bergaul yang mendorong menjamurnya waralaba di bidang makanan dan minuman,” ujar Karyanto Suprih.

Ketua Kehormatan AFI, Anang Sukandar, kembali menegaskan bahwa waralaba merupakan pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin bekerja secara mandiri. Ia juga menyatakan bahwa para pebisnis waralaba harus memiliki target untuk menjadikan bisnis mereka sebagai bisnis unggulan. Skema waralaba yang fleksibel dari sisi permodalan diharapkan mampu meningkatkan jumlah pebisnis waralaba di tahun ini. Untuk mendorong pertumbuhan industri waralaba, Kementerian Perdagangan juga telah memberikan fasilitas berupa sistem perizinan yang semakin mudah, cepat, dan kondusif.

Pada kesempatan yang sama AFI juga melakukan penandatanganan kerjasama denganKorea Franchise Association (KFA), yang diwakili oleh Anang Sukandar sebagai wakil AFI dan Lee Jong Geun dari KFA. Melalui kerjasama ini AFI berharap anggota AFI dan para pelaku usaha waralaba pada umumnya bisa menjajaki kemungkinan untuk mengembangkan usaha di Korea. Kerjasama ini bisa dimanfaatkan untuk saling belajar mengenai peluang-peluang usaha waralaba di kedua negara dan menjajaki kemungkinan untuk membawa waralaba dari Indonesia ke Korea dan sebaliknya.

Kementerian Perdagangan pada kesempatan tersebut juga memberikan penghargaan bagi para pelaku waralaba di kategori UMKM yang menjadi binaan Kementerian Perdagangan. “Penghargaan ini kami harapkan memberikan dukungan positif bagi para pelaku usaha waralaba untuk terus mengembangkan usaha mereka tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri,” ujar Anang Sukandar.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pameran IFRA menghadirkan berbagai peluang usaha waralaba dari berbagai sektor seperti seperti otomotif, makanan dan minuman, kesehatan, pendidikan dan pelatihan, fintech, hotel, farmasi, properti, laundry, dan lain-lain. Pameran ini diikuti oleh sekitar 180 perusahaan dengan lebih dari 365 brands. Selain peserta dari Indonesia, gelaran IFRA tahun ini juga diikuti oleh para peserta dari luar negeri seperti dari Filipina, Korea, Hong Kong, dan Singapura.

Dalam beberapa tahun belakangan AFI giat mendorong anggotanya untuk mengembangkan target pasar ke pasal global. Penandatanganan kerjasama dengan asosiasi waralaba Korea dan hadirnya pelaku waralaba dari berbagai negara lain menjadi implementasi nyata dari tema yang diangkat oleh AFI kali ini, yaitu “Connect Your Business to The Global Franchise Market”. Pengembangan usaha waralaba Indonesia ke pasar global bisa berperan sebagai agen pengganda ekspor (multiplier effect) dan meningkatkan keunggulan kompetitif nasional (competitive advantage).

Selain pameran, IFRA 2019 juga akan diramaikan dengan berbagai program lain seperti International Franchise Conference, IFRA Franchise Award, IFRAPRENEUR Business Concept Competition, Business Matching, Business Presentation, Retirees Seminar, Celebpreneur Talkshow, dan Exhibitor Gathering. Pada hari pertama ini, pameran IFRA juga menggelar talkshow seputar lisensi dan hak atas kekayaan intelektual (HKI) dan ‘Cara Sukses dari Bisnis Franchise’. Serta masih ada kegiatan talkshowbusiness presentation, dan business opportunity lainnya yang diselenggarakan di Main Stage IFRA 2019.

“Kami berharap pameran ini bisa menarik sebanyak mungkin pengunjung yang tertarik untuk terjun di industri waralaba. Melalui penyelenggaraan pameran ini, kami secara tidak langsung ingin mengajak masyarakat ikut berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian nasional,” pungkas Raenita Pristiani Aktuariana, Project Manager IFRA 2019.

International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference 2019
Jakarta, 28 Juni 2019 – Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) kembali akan menggelar pameran dan konferensi waralaba, International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2019. Pameran yang menawarkan berbagai peluang usaha waralaba di berbagai industri ini akan digelar pada 5 – 7 Juli 2019 di Jakarta Convention Center. Industri waralaba tetap menjadi salah satu pilihan menarik bagi para pelaku bisnis pemula untuk memulai usaha atau untuk mengembangkan usaha bagi para pelaku bisnis lama. Mengingat sekitar 70-80 persen rakyat Indonesia berusaha untuk bekerja sendiri atau self-employed, sehingga usaha waralaba merupakan wujud ekonomi kerakyatan.

This slideshow requires JavaScript.

“Waralaba merupakan wujud dari ekonomi kerakyatan yang dilakukan oleh orang banyak dan untuk orang banyak. Sistem waralaba memungkin seseorang ikut mengembangkan suatu merek sekaligus menggerakkan ekonomi melalui transaksi yang terjadi di dalam bisnis tersebut,” terang Ketua Kehormatan AFI, Anang Sukandar. Melihat efek positif dari perkembangan waralaba, Anang giat mendorong masyarakat untuk terjun dalam bisnis waralaba.

Penyelenggaraan IFRA tahun ini mengangkat tema “Connect Your Business to The Global Franchise Market”. Hal ini mencerminkan target industri waralaba nasional untuk mengembangkan bisnis ke pasar internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, AFI giat mendorong para pelaku bisnis waralaba untuk mengembangkan pasar hingga ke mancanegara. Untuk merealisasikan hal ini, AFI berharap pemerintah bisa terus memberikan bantuan dan dukungan agar industri waralaba nasional bisa terus bertahan dan bertumbuh.

IFRA 2019 akan diikuti oleh sekitar 180 perusahaan dengan 365 brands dari berbagai industri seperti otomotif, makanan dan minuman, kesehatan, pendidikan dan pelatihan,fintech, hotel, farmasi, properti, laundry, dan lain-lain. IFRA 2019 juga akan menghadirkan beberapa program pendukung seperti International Franchise ConferenceIFRA Franchise AwardIFRAPRENEUR Business Concept CompetitionBusiness Matching, Business PresentationRetirees SeminarCelebpreneur Talkshow, dan Exhibitor Gathering.

“Kami berupaya menghadirkan sebuah pameran yang tidak hanya menawarkan kenyamanan tetapi sekaligus memberikan pengetahuan dan manfaat lain bagi pengunjung. Oleh karena itu, IFRA juga menghadirkan sesi-sesi seminar dan talkshowyang memberikan perspektif baru bagi para pengunjung,” ujar Raenita Pristiani Aktuariana, Manager Sales Dyandra Promosindo. Untuk kenyamanan pengunjung, pihak penyelenggara juga menyediakan berbagai fasilitas seperti charging station, visitor lounge, snack bar, food truck, musalla, dan lain-lain.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, IFRA 2019 mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Serta asosiasi waralaba dari luar negeri seperti Malaysia Franchise Association (MFA), Association of Chain Franchise Promotion Taiwan (ACFPT), Korea Franchise Association (KFA), Hongkong Trade Development Council (HKTDC), Franchising & Licensing Association, Singapore (FLASIA), dan Philippine Franchise Association (PFA). Kehadiran dan dukungan asosiasi waralaba dari luar negeri diharapkan ikut mendorong pertumbuhan waralaba Indonesia di luar negeri.

Nikmati cashback hingga Rp. 500.000 dan cicilan 0% untuk produk otomotif di Shopee melalui IIMS 2019

JAKARTA, 27 April 2019 – Terdapat anggapan jika cat mobil masih mengkilap menunjukan bahwa sang pemilik merawatnya dengan baik, lalu bagaimana dengan yang tidak? Bisa jadi bukan tidak dirawat, akan tetapi tidak tahu cara merawat dengan benar. Shopee, platform e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan, membuat edisi khusus BincangShopee yang diadakan untuk menambah kemeriahan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019.

This slideshow requires JavaScript.

Hadir sebagai wadah bagi para pengguna dan masyarakat luas untuk berbagi ilmu dan solusi, Shopee kembali mengadakan BincangShopee yang bertajuk “Bikin Mengkilap Dalam Sekejap” Turut menghadirkan Ridwan Hanif, Penggiat Otomotif dan Ariel Tatum, Artis, untuk memberikan tips dan triknya dalam merawat eksterior mobil agar selalu terlihat baru dan mengkilap.

“Kategori produk otomotif merupakan salah satu kategori yang semakin diminati oleh konsumen belanja online. Di Shopee, kategori otomotif mengalami peningkatan lebih dari 3 kali lipat jika
dibanding dengan tahun lalu. Sebagai e-commerce yang terus berinovasi dan memberikan layanan belanja online terbaik, kami bekerjasama dengan pameran otomotif tahunan IIMS 2019.

Selain itu Shopee juga meluncurkan fitur terbaru melalui IIMS 2019 yaitu O2O (Online to Offline) yang dapat membantu pengguna untuk berbelanja produk otomotif dengan lebih nyaman dan langsung pada lebih dari 70 tenant melalui aplikasi Shopee. Hal itu sejalan dengan bertambahnya brand-brand pilihan otomotif yang tersedia di Shopee,” ujar Rezki Yanuar, Country Brand
Manager, Shopee Indonesia.
Yuk, Sobat Shopee, jangan sampai salah merawat cat mobil kamu! Berikut 4 tips penting dalam merawat cat mobil kamu agar selalu mengkilap:
1. Cuci Dulu Mobilnya
Walaupun kotoran yang menempel di mobil masih sedikit, gak ada salahnya loh untuk langsung mencuci mobil kamu. Jangan biarkan kotoran menempel terlalu lama karena akan merusak lapisan cat pada body mobil. Cara pertama yang perlu dilakukan yaitu mencuci mobil dengan kit sampo. Seperti yang kita tahu, butiran busa yang ada di dalam sampo jauh lebih lembut dibandingkan deterjen. Maka gunakanlah sampo, untuk menjaga body mobil agar tetap mengkilap.

  1. Teknik Mengelap & Poles Body Jangan Sampai Salah
    Hati – hati saat mengelap mobil merupakan hal yang penting, karena ketika mobil dalam kondisi kotor dan menempel partikel-partikel kecil ketika dilap justru akan menimbulkan
    goresan yang merusak cat. Saat mengelap gunakan kain yang basah agar partikel yang menempel tidak menggores. Langkah selanjutnya ambil spon bersih dan oleskan cairan poles pada spon, bukan pada mobil. Kemudian gosok body mobil menggunakan spon tadi dengan gerakan memutar atau naik turun. Setelah proses selesai, tunggu kurang lebih 10 hingga 15 menit. Bila mobil telah benar-benar kering, bersihkan sisa dari cairan poles menggunakan microfiber. Proses pemolesan ini dapat dilakukan dengan beberapa tahap bila merasa mobil benar-benar kusam.

  2. Memakai Wax Pelindung Cat
    Setelah menggunakan cairan poles, saatnya proses waxing. Tekniknya sama seperti cairan poles, hanya saja waxing lebih ringan. Poles wax ke seluruh bagian mobil secara merata. Tunggu beberapa menit kemudian bersihkan menggunakan lap kering dan bersih. Agar body mobil selalu mengkilap dan bebas jamur, proses waxing dapat dilakukan minimal 1 bulan sekali.

  3. Jangan Parkir Sembarangan
    Agar cat mobil selalu mengkilap, pastikan tidak memarkirkan mobil di bawah sinar matahari. Karena panas dari sinar matahari, ternyata bisa membuat cat terlihat kusam. Ini akibat dari dinding bagian luar mobil terbuat dari besi, yang tidak bisa menyerap suhu panas yang dihasilkan oleh cahaya matahari. Maka dari itu, sebisa mungkin letakkan mobil Anda di tempat yang sejuk, ya!

Pengguna Shopee dapat menemukan berbagai penawaran menarik untuk kategori otomotif termasuk cashback hingga Rp 500.000 dan cicilan kartu kredit 0% hingga 24 bulan hanya di aplikasi Shopee hingga 5 Mei 2019. Selain itu, pengunjung IIMS 2019 juga dapat menemukan booth Shopee dan menikmati permainan atraktif dengan hadiah menarik mulai dari potong rambut gratis hingga layanan pijat.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi https://shopee.co.id/m/iims-ticket-sale.

Tentang Shopee
Shopee merupakan perusahaan e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan. Shopee merupakan wadah yang secara khusus disesuaikan untuk kebutuhan pasar Asia Tenggara, yang menyediakan pengalaman belanja online yang mudah, aman, dan fleksibel untuk para pelanggan melalui sistem pembayaran dan dukungan sistem logistik yang kuat.

Shopee berkeinginan untuk terus meningkatkan kualitas platform dan menjadi tujuan pilihan e-commerce di kawasan ini. Shopee memiliki beragam pilihan kategori produk yang luas, mulai dari elektronik, perlengkapan rumah, perawatan & kesehatan, bayi & anak, fashion , serta perlengkapan olahraga.

Shopee, bagian dari Sea Company , pertama kali diperkenalkan di Singapura pada 2015, dan telah memperluas jangkauannya ke Malaysia, Thailand, Taiwan, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Sea merupakan pemimpin di industri hiburan digital, e-commerce , dan keuangan digital di Greater Southeast Asia . Misi Sea adalah untuk membuat kehidupan yang lebih baik bagi para konsumen dan juga usaha kecil melalui teknologi. Sea sudah terdaftar di NYSE di bawah simbol SE.

Jakarta, April 2019 – Mengulang kesuksesan event Dog Does Disco (DDD) semenjak diselenggarakan di Central Park pada tahun 2012, Central Park dan Neo Soho Mall bersama dengan Mirica Entertainment dan Alkimia kembali mengadakan acara bagi para pecinta anjing dan komunitas anjing yang ditujukan kepada para pecinta anjingnya lainnya, Beragam kegiatan dan acara seru akan berlangsung selama 3 hari mulai dari tanggal 26 – 28 April 2019, di Tribeca Park – Central Park Mall.

This slideshow requires JavaScript.

Tema yang diangkat Dog Does Disco tahun ini adalah “Pawards” yang bertujuan untuk menunjukan apresiasi kepada para pecinta anjing dan anjing–anjing peliharaan berupa kompetisi dan award dari beragam kategori.
Selain itu, Central Park dan Neo Soho Mall juga memberikan penghargaan kepada shelter-shelter yang telah memberikan dedikasi dalam menolong puluhan bahkan ratusan anjing yang membutuhkan pertolongan. Para pengunjung setia Central Park dan Neo Soho Mall akan menjadi saksi untuk penganugerahan kepada anjing- anjing peliharaan berbakat dalam acara komunitas anjing peliharaan terbesar yang juga akan dilengkapi dengan beragam penampilan dan acara music yang menghibur.
“Tahun 2019 ini merupakan tahun ke 10 diadakannya acara Dog Does Disco, dan juga merupakan tahun ke 8 untuk kami bekerjasama dengan Mirica Entertainment dan Alkimia dalam menyelenggarakan event ini. Seluruh respon dari para komunitas, pecinta anjing hingga pengunjung setia Central Park dan Neo Soho lainnya terus positif sehingga Dog Does Disco menjadi salah satu event Central Park dan Neo Soho lainnya yang ditunggu-tunggu tiap tahunnya. Terbukti dengan diraihnya penghargaan untuk acara Dog Does Disco sebagai Best Of The Best Tactical Activation dari Indonesia Most Experiental Brand Activation Award 2018 dan juga penghargaan bagi Central Park dan Neo Soho Mall sebagai Mall Pertama Yang Ramah

Terhadap Anjing dari Anugerah Kota Golden 2019. Kami ingin kegiatan ini menjadi momentum spektakuler yang terus memberikan feedback positif,” ujar Silviyanti Dwi Aryati selaku Senior Marcomm Manager Central Park dan Neo Soho Mall.

Silviyanti pun menjelaskan dalam acara Dog Does Disco kali ini Central Park dan Neo Soho juga mengadakan kegiatan Corporate Social Responbility (CSR) dengan beberapa tenant yang berpartisipasi dalam Dog Pop Up Market seperti Kopi Tuya dan Hooman.id, yang akan mendonasikan setengah dari hasil penjualan mereka selama acara DDD berlangsung kepada beberapa shelter untuk membantu meringankan beban mereka dalam merawat anjing-anjing yang membutuhkan.

Dalam rangkaian acara Dog Does Disco Pawards, beragam kegiatan juga akan diberikan seperti DDD Pawards Red Carpet, DDD Fashion Show, DDD Pawards hingga kompetisi-kompetisi yang melengkapi keseruan antara pemilik dan binatang kesayangannya, seperti Dog Competition, Meet Top Dog of Instagram, DDD Workshop, DDD Pop Up Market, hingga DDD Special Performance dari Ramengvrl, Oom Leo Berkaraoke, Fangtatis Feat DJ Maliki dan DJ Hot Daddies.

Acara DDD tahun ini akan dipandu oleh MC Amanda & Janna Soekasah, Bimo Aryo dan DRWE dengan sejumlah selebriti dan pecinta anjing yang meramaikan acara DDD tahun ini seperti Luna Maya, Dimas Beck, Renata Moelok, Wulan Guritno, Julie Estelle, Lukman Sardi, Lia Lukman serta selebriti lainnya dengan membawa anjing kesayangan mereka. Dengan melakukan regitrasi sebesar Rp 50.000 atau berbelanja minimal sebesar Rp 100.000 di seluruh tenant Central Park dan Neo Soho Mall, para pengunjung dapat menukarkannya dengan satu tiket masuk untuk anda dengan anjing peliharaan dan ikut meramaikan serta menyaksikan acara Dog Does Disco Pawards.

DOG WORKSHOP (27 April 2019)
Tidak jauh berbeda kegiatan di tahun sebelumnya, Dog Does Disco tahun ini kembali mengadakan edukasi bagi para pecinta anjing dan komunitas anjing di area Tribeca Plaza, Central Park Mall. Dimulai dari Dog Does Cook by Louel.id yaitu kegiatan edukasi mengenai pembuatan serta informasi makanan yang bernutrisi dan layak untuk dikonsumsi anjing untuk pengaruh terhadap tumbuh dan kembang anjing yang diperlihara, lalu aktivitas Basic Grooming At Home by Bubble Grooming yang dapat dijadikan ilmu tambahan untuk meng-grooming masing-masing anjing dengan baik dan benar. Tak ketinggalan juga akan dilengkapi dengan momen sharing dalam program Coffee Talk dengan narasumber yang sudah berpengalaman untuk mengurus anjing seperti Shelter Pejaten, Shelter Melati, Shelter Pak Johan, Animal Hopes, Maria Strayhome dan juga dari MyVets.

DOG ADOPTION (27 – 28 April 2019)
Selain berbagai macam kegiatan dan keseruan di rangkaian Dog Does Disco Pawards yang hadir di setiap tahunnya, Central Park dan Neo Soho Mall memberikan kesempatan kepada seluruh pengunjung setianya untuk mengadopsi anjing untuk menjadi binatang peliharaannya. Nantinya di area Tribeca Park akan ada booth khusus yang dapat dikunjungi untuk mendapatkan informasi agar dapat menjadi pahlawan bagi para anjing tersebut untuk mendapat perawatan lebih baik dan kehidupan yang lebih layak.

DDD PAWARDS RED CARPET (28 April 2019)
Tahun ini ada yang berbeda dari acara Dog Does Disco. Dengan mengusung tema Pawards, Tribeca Park akan disulap menjadi tempat penganugerahan bagi para anjing yang mewah. Dengan kehadiran red carpet, para anjing yang hadir akan berlomba untuk berbusana dan berdandan bak artis-artis internasional yang mencuri perhatian para pengunjung setia Central Park dan Neo Soho Mall. Dengan adanya red carpet moment ini tidak hanya sekedar menjadi tempat yang menarik, nantinya para anjing yang hadir dapat mengikuti beragam kompetisi dan mendapatkan penghargaan dimana akan ada podium di atas panggung di Tribeca Park.

DDD FASHION SHOW (28 April 2019)
Central Park dan Neo Soho Mall mempersembahkan DDD Fashion Show, yang dimana untuk tahun ini berkolaborasi dengan Hunting Fields, brand lokal siap pakai yang dikenal dengan potongan busana yang modis dan elegant dengan detail lilit dan tumpuk yang cantik. Selain itu, Amot Syamsuri Muda, desainer Indonesia yang melejit dengan brand yang mengusung namanya sendiri, Amot, turut mempersembahkan koleksi busananya yang berpola unik dan bergaya kontemporer dalam aktivitas DDD Fashion Show dengan tema Paward dan red carpet ini. Tidak ketinggalan juga, Rama Dauhan dengan model karyanya yang berpola simetris nan modern yang dimana nantinya busana dari karya ketiga clothing brand tersebut akan diperagakan oleh model-model terpilih dengan sederetan selebriti tanah air seperti Dimas Beck, Julie Estelle, Renata Moeloek dan lainnya yang akan berjalan sebagai muse dengan iringin dari penampilan spesial Fangtatis sehingga menampilkan suatu peragaan busana yang mewah dan meriah serta sayang untuk dilewatkan.

DOG COMPETITION (28 April 2019)
Acara Dog Does Disco Pawards tak akan lengkap tanpa adanya kompetisi yang dapat diikuti oleh para anjing peliharaan yang lucu dan tentunya menarik perhatian para pengunjung. Dimulai dari kompetisi khusus bagi anjing hingga kompetisi berupa kolaborasi kekompakan antara anjing dengan pemiliknya. Selain bersenang-senang, para pemilik anjing dan peliharaannya ini juga berkesempatan untuk mendapatkan hadiah menarik. Dimulai dari DDD Next Top Model yang merupakan ajang pencarian model untuk anjing ataupun bersama pemiliknya di sosial media Instagram, Dog Eating Competition kompetisi dimana anjing-anjing akan berlomba untuk menghabiskan makanannya dengan waktu tercepat. Lalu tak kalah seru, Dog Walk Competition yang cocok diikuti untuk anjing yang gesit dan terlatih dalam mengikuti arah jalan yang sudah dipersiapkan oleh panitia, hingga Dog Fashion Show Competition All Stars, kompetisi dimana menjadi sesuatu yang wajib untuk disaksikan dalam Dog Does Disco tahun ini. Para anjing yang berlomba akan mengenakan kostum terbaiknya untuk red carpet moment juga akan melakukan fashion show secara langsung di depan para pengunjung yang hadir dan tentu akan semakin memeriahkan suasana dalam kompetisi yang menggemaskan ini.

MEET TOP DOG OF INSTAGRAM (28 April 2019)
Melihat antusiasme komunitas pecinta anjing di Central Park dan Neo Soho Mall, Tribeca Park akan menjadi tempat yang dikunjungi para anjing yang populer dibuktikan dengan jumlah followers di media sosial Instagram yang mencapai ribuan. Para pengunjung mendapat kesempatan untuk meet and greet serta menyaksikan kelucuan anjing-anjing seperti pemilik akun Instagram @mygingernoodle, @babymilothecorgi, @kenzothemalamute, @matakuaja, @paddy_and_butter, @brunotheadventurer.

Perawakan dan kelucuan anjing-anjing tersebut akan hadir dalam acara Dog Does Disco Pawards tanggal 28 April 2019 ini tentu akan menarik para pengunjung untuk berfoto hingga berinteraksi langsung.

DDD PAWARDS (28 April 2019)
Central Park dan Neo Soho juga ingin memberikan penghargaan kepada anjing-anjing peliharaan yang telah ikut berpartisipasi di Dog Does Disco Pawards dan juga bagi orang-orang yang dinilai memiliki kepedulian lebih kepada anjing. Kategori nominasi dari penghargaan-penghargaan yang akan diberikan adalah Shelter Of The Year, Fashionable Dog All-Star, Social Star Dog Award, Local Heroes Award, Celebrities Local Heroes Award dan Lifetime Achivement. Pemenang dari kategori-kategori nomasi tersebut tentu saja akan diserahkan kepada anjing dan orang-orang yang paling layak karena mengingat tidak semua orang memiliki jiwa yang besar untuk memberikan dedikasi dengan membantu anjing-anjing yang membutuhkan pertolongan.

DDD SPECIAL PERFORMANCE (27 & 28 April 2019)
Berbagai hiburan tak henti-hentinya diadakan oleh Central Park dan Neo Soho Mall dalam rangkaian Dog Does Disco Pawards. Pada penghujung malam, acara Dog Does Disco ini akan diramaikan oleh penampilan special dari DJ Hot Daddies di tanggal 27 April 2019 dan aksi panggung penutup yang ditunggu-tunggu dari Ramengvrl, Fangtatis, DJ Maliki dan Oom Leo Berkaraoke di tanggal 28 April 2019.

HOST & CELEBRITIES WITH DOGGIES (28 April 2019)
Tribeca Park akan dipenuhi oleh pemandu acara dan selebriti dengan anjing kesayangannya. Di hari terakhir Dog Does Disco akan diramaikan oleh dua gank yang terkenal, yaitu Humble Glam Family yang terdiri dari Wulan Guritno & Adilla Dimitri, Lukman Sardi & Lia Lukman, Robby Ertanto, Chicco Jerikho & Putri Marino, Baim Wong & Paula Verhoeven, Faisal Fais & Eno dan Mentri Ceria Gank yang terdiri dari Luna Maya, Melaney Ricardo, Ayu Dewi, Edric Tjandra, dan Iwet Ramadhan. Tak pernah ketinggalan tiap tahunnya, Bimo Aryo dengan anjingnya yang sangat terkenal yaitu “Snowee & Snowa” akan memandu acara ini dan tentu akan ada penampilan special dari anjing lucunya itu. Beberapa influencer terkenal yang memiliki anjing lainnya turut hadir dalam acara Dog Does Disco tahun ini, seperti Amanda Soekasah with “Kenzo-Coco”, Janna Soekasah Joesoef & Fahd Joesoef with “Lennon, Yoko, Thumbelina & Louis”, Chathy Sharon with “Benten”, Julie Estele with “Bubbly”, Aline Adita with “Spring”, Dimas Beck with “Bono”, Manohara Odelia with “Paddy & Butter”, Ryan Delon & Sharena with “Achilles & Frodo”, Nadine Alexandra with “Peebles”, Nia Thomas with “Bobdan & Zeus”, Aqi Alexa with “Rongo, Julian & Yoko” dan masih banyak lagi yang akan meramaikan sekaligus menjadi saksi pemenang award dari Dog Does Disco Pawards tahun ini.

DDD POP UP MARKET (26 – 28 April 2019))
DDD Pop Up Market dengan desain booth yang elegan akan mengawali rangkaian Dog Does Disco Pawards tahun ini. Nantinya di setiap booth tersebut akan ditemukan berbagai macam fashion, accessories, hingga makanan baik untuk pengunjung ataupun bagi anjing peliharaan kesayangannya. DDD Pop Up Market ini diadakan dengan tujuan memudahkan para pengunjung yang ingin menyaksikan berbagai pertunjukkan sambil berbelanja dengan nuansa berbeda di Tribeca Park.

MENGENAI CENTRAL PARK
Diresmikan pada 09 September 2009 (09-09-09) lalu dan memiliki luas lantai diluar area parkir sekitar 188.077 sqm dengan leaseable area seluas 125.626 sqm, Central Park merupakan bagian Mega Integrated Complex yakni dari Mega Proyek Podomoro City dengan total lahan seluas 22 hektar. Menargetkan pada konsumen berpenghasilan menengah atas, Central Park menghadirkan Extraordinary Anchor Tenant seperti Sogo terbesar di Indonesia dengan luas 22.000 sqm berlantai 4, Carrefour dengan luas 10.000 sqm, CGV Blitz terbesar kedua di Indonesia yang memiliki 10 auditorium dengan total kapasitas 1.905 kursi, Toko Buku Gramedia terbesar di Indonesia dengan potensi sekitar 60.000 mahasiswa dari empat universitas yang terletak di sekitar Central Park, Celebrity Fitness, Fun World, Best Denki serta ratusan International Fashion Brands yang telah dan akan hadir di Central Park Mall. Central Park merupakan Awards Winning Shopping Center dengan sederet prestasi Internasional diantaranya; International Star for Leadership in Quality Award in Paris 2014, The Best Retail Development and Public Service in Indonesia and Asia Pacific by Asia Pacific Property Awards 2012, The Best Mixed Use Development in Indonesia and Asia Pacific by Asia Pacific Property Awards 2012, Highly Commended Retail Development in Asia Pacific and The Best Retail Development in Indonesia by Asia Pacific Property Awards 2011, Finalist of ‘The Best Innovative Design & Development of a New Retail Project’ on ICSC – Asia Pacific Shopping Center Awards 2011 and has been shortlisted for a World Architecture Festival Award in the Shopping (inc mixed use) and Shopping Centers (large) category and The Green Area Award for Sustainability Category in Dubai 2016.

MENGENAI NEO SOHO
Neo Soho merupakan pusat perbelanjaan terbaru yang telah menjadi ikon di Jakarta. Memiliki luas lantai, diluar area parkir, sekitar 197.000 sqm dengan leaseable area seluas 44.931,43 sqm, Neo Soho merupakan bagian Mega Integrated Complex yakni dari Mega Proyek Podomoro City dengan total lahan seluas 22 hektar.

Mall Neo Soho dapat berhubungan langsung dengan Mall Central Park melalui Eco Sky Walk sepanjang 250 m dengan menyuguhkan pemandangan yang sangat menarik, ketika pengunjung berjalan dapat melihat luasnya Podomoro City. Menargetkan pada konsumen berpenghasilan menengah ke atas, Neo Soho menghadirkan Extraordinary Anchor Tenant seperti satu-satunya mall di indonesia yang terdapat Aquarium di dalamnya seluas 7.200 sqm, Chipmunks, indoor playground untuk anak-anak dan mempunyai Open Kitchen dengan konsep all-day dining court yang menghadirkan 23 tenant di dalamnya. Beberapa tenant yang hadir di Neo Soho antara lain Adidas, Aldo, Clarks, Everbest, dan banyak lainnya. Neo Soho juga menghadirkan beberapa restoran di antaranya Pablo Cheese Tart, Bornga, Chef Tony’s Popcorn, Coco Ichibanya, Gyu-Kaku, HejoHejo, Imperial Lamen dan lainnya. Bukan hanya Mall saja yang terdapat dalam Neo Soho, melainkan Neo Soho memiliki Small Office Home sebanyak 615 unit dan sudah terjual 100 persen.
Terakhir Neo Soho juga memiliki Soho Capital berbentuk Office Tower yang membuat Podomoro City sebagai Mega Complex for International Shopping Destination.Neo Soho sebagai ikon Shopping Centre di Jakarta telah menerima penghargaan dalam kategori Best Retail Development for Indonesia di Asia Pacific Property Awards 2017.

MENGENAI PT AGUNG PODOMORO LAND, TBK
PT Agung Podomoro Land Tbk. memiliki 36 (tiga puluh enam) anak usaha, 13 (tiga belas) entitas dengan kepemilikan tidak langsung melalui anak usaha, serta 2 (dua) entitas asosiasi di bidang properti di Jakarta, Karawang, Bandung, Bali, Balikpapan, Batam, Makassar dan Medan. Berbekal lebih dari 40 tahun pengalaman sebagai bagian dari Agung Podomoro Grup, Agung Podomoro Land mempunyai landasan yang kuat untuk menjadi pengembang terdepan dalam menggarap pasar properti di Indonesia. Dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir, Agung Podomoro telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek properti, mayoritas ditujukan kepada segmen masyarakat kelas menengah, dengan kisaran proyek mulai dari low cost apartment hingga high end apartment di bilangan Jakarta Selatan, high end dan neighbourhood mall, shop houses, hotel dan office tower.

Dengan motto untuk menjadi bagian dari masa depan para pemangku kepentingan dan memberikan gaya hidup yang harmonis. Agung Podomoro Land berkeyakinan akan dapat terus berkembang pesat di Indonesia ini, dimana pengetahuan lokal bertemu standar internasional.