Dian Sastrowardoyo Berkolaborasi Bersama BASE Ent. untuk Memproduksi Film-Film Indonesia

Produksi pertama akan dilaksanakan pada tahun 2019

Jakarta, November 2018 – Aktor yang juga pengusaha, Dian Sastrowardoyo bersiap melakukan debutnya sebagai produser bekerja sama dengan BASE Entertainment. Kerja sama ini diumumkan di media gathering yang diadakan di Go-Work Menara Rajawali pada hari Selasa, 27 November.

This slideshow requires JavaScript.

BASE Entertainment yang fokus pada kegiatan pendanaan, pengembangan cerita dan IP (Intellectual Property), serta distribusi film di Indonesia mengajak Dian Sastrowardoyo untuk melakukan co-production 3 proyek film layar lebar selama 3 tahun ke depan. Shanty Harmayn yang menawarkan Dian untuk bergabung mengatakan, “Sudah setahun lebih saya dan Dian bincang-bincang tentang keinginan Dian untuk menjadi produser. Saya kenal Dian sudah sangat lama dan mengikuti perkembangannya dari awal. Hal ini menurut saya adalah langkah yang tepat dan organik untuk Dian.”

Bagi Dian, kerja sama ini adalah sebuah kesempatan yang tak bisa dilewatkan. “Mbak Shanty adalah mentor yang mengajarkan banyak hal. Selain film, banyak yang tidak tahu bahwa saya juga sempat jadi volunteer ticketing untuk JIFFEST yang diinisiasi olehnya. Jadi saya rasa dia orang yang tepat untuk debut saya sebagai produser.”

Dian yang sudah hampir dua dekade berada di industri film melihat iklim sehat yang sedang terjadi dalam industri sebagai kesempatan yang baik untuk terjun ke industri sebagai produser. “Saya melihat ini adalah waktu yang exciting untuk berkarya sebagai produser. Saya ingin memadukan background finance, entrepreneurship dan sisi kreatif saya untuk memberikan sumbangsih dalam industri film.”

Shanty Harmayn menjelaskan bahwa industri sekarang sedang menarik, “Pasar mempunyai permintaan yang tinggi akan creative content. Kesempatan emas ini harus disambut dengan menghasilkan karya-karya berkualitas dengan penuh keragaman. Kita pelaku industri harus dapat memberikan yang lebih baik lagí dari apa yang kita telah kerjakan. Semua bertumpu pada kreativitas, wawasan dan upaya kita memperbaiki atau menambah skill set kita” Ia menekankan, “Peran produser kreatif yang kuat sangatlah dibutuhkan di dalam kesempatan ini.”

Dian menceritakan bahwa pengalamannya sebagai aktor akan ia pergunakan untuk karier barunya di balik layar. Meski begitu, ia juga menceritakan bahwa banyak hal baru yang dialaminya dan membuatnya semakin mengerti mengenai pembuatan film. “Saya baru pertama kali berpartisipasi di writing room, mengikuti proses development di mana produser kreatif dan penulis menggodok ide. Ini adalah sebuah perspektif baru bagi saya karena belum pernah melihat cerita film dari sudut pandang ini,” ceritanya antusias. Ia menambahkan, “Saya melihat proses ini dibutuhkan untuk perkembangan saya di industri film. Saya ingin lebih dari hanya di depan kamera saja.”

Film pertama yang akan diproduseri oleh Dian Sastrowardoyo dan BASE Entertainment adalah Guru-Guru Gokil yang bergenre komedi. Film ini akan ditulis oleh Rahabi Mandra (Peraih Piala Citra 2017 Untuk Penulis Skenario Adaptasi Terbaik untuk film Night Bus). Film ini akan diproduksi di tahun 2019.
***

Tentang Dian Sastrowardoyo
Pekerja Seni, Pengusaha, ibu dari dua anak Lahir di Jakarta pada 16 Maret 1982, Dian Paramita Sastrowardoyo memulai karier di dunia hiburan saat berusia 14 tahun ketika memenangkan kontes bakat yang diselenggarakan oleh salah satu majalah remaja di Indonesia.
Film pertama Dian adalah “Bintang Jatuh” (Sutradara Rudy Soedjarwo, 2000), disusul dengan “Pasir Berbisik” (Sutradara Nan Achnas), “Ada Apa dengan Cinta” (Sutradara Rudy Soedjarwo) dan sampai sekarang Dian telah membintangi belasan film serta memenangkan beberapa penghargaan, antara lain: Special Jury Award For The Most Promising Actress, 50th Asia Pasific Film Festival 2005 di Kuala Lumpur, Best Actress Category- Deauville Asian Film Festival 2002 di Perancis, Best Actress-Singapore International Film Festival 2002 di Singapura, dan Aktris Terbaik di Festival Film Indonesia 2002.

Tahun 2017, Dian kembali bermain film dan memerankan tokoh pahlawan perempuan Kartini, dalam film dengan judul sama (Sutradara Hanung Bramantyo, 2017), dan proyek terakhir Dian adalah film layar lebar “Aruna Dan Lidahnya” (Sutradara Edwin, 2018) tayang September 2018 serta sebagai salah satu aktor pendukung dalam film “The Night Comes For Us” (Sutradara Timo Tjahjanto, 2018) yang saat ini tengah diputar di Netflix.

Dian juga aktif di bidang pendidikan, usaha, dan kegiatan sosial yang bermuara pada bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan budaya Indonesia. Terlepas dari popularitas serta jadwalnya yang padat, Dian selalu menetapkan keluarga sebagai prioritas pertama. Ia menetap di Jakarta bersama suami dan dua anak.

Tentang BASE Entertainment
Sebuah studio film baru yang merupakan gabungan (merger) dari tiga perusahaan film, SALTO FILMS yang didirikan oleh Shanty Harmayn (produser, “Garuda di Dadaku”, “Sang Penari”), MILLION PICTURES oleh Ben Soebiakto dan Aoura Chandra (produser, “Negeri 5 Menara”), dan KAWI CONTENT berbasis di Singapura yang didirikan oleh Tanya Yuson.

BASE selalu bekerja dengan talenta terbaik untuk menciptakan intellectual properti dari Indonesia. Saat ini BASE Entertainment tengah berkolaborasi dengan Joko Anwar untuk tiga film terbaru nya, “Impetigore”, “The Vow”, dan “Ghost In The Cell” serta tengah mempersiapkan serial anime terbaru untuk Netflix, “Trese”.

Rahabi Mandra
Memulai kariernya di industri film pada tahun 2013 sebagai sutradara dan penulis skenario. Film panjang pertamanya berjudul “2014” (2014) mendapat nominasi untuk Skenario Terbaik di Festival Film Bandung 2015. Karya terbaru yang ia sutradarai adalah welcoming video (presiden naik motor menuju GBK) untuk opening ceremony Asian Games 2018. Peraih Piala Citra 2017 untuk Penulis Skenario Adaptasi Terbaik lewat film “Night Bus” ini pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi salah satu kampus film di Jakarta dan sekarang bekerja sebagai Head Writer di Base Entertainment.

Leave a Reply