John Wick 3 Chapter 3 Parabellum film baru dari Keanu Reeves

0
7

Bahaya mungkin merupakan gaya hidup John Wick walaupun sudah pensiun, mara bahaya selalu menghampirinya. Melanjutkan film keduanya, John elalu diburu dan berusaha dibunuh oleh sekawanan penjahat dari masa lalunya. Tak ada waktu longgarpun untuk dia rehat dan berfikir karena harus berpacu dengan waktu di sisa hidupnya.

This slideshow requires JavaScript.

Tujuannya satu, bertemu dengan “High Table”.  Satu organisasi yang jadi ‘Tuhan’ di dunia kriminal. Disini berkumpulnya para kriminal-kriminal kelas kakap dan sudah di doktrin untuk patuh atas perintah “High Table” yang selalu punya kuasa dan tidak pernah salah. Mereka bagaikan Tuhan di dalam bisnis ini.

Sayang, ada banyak risiko yang harus ditempuh John Wick. Ada banyak konsekuensi yang harus ia bayar dan perhitungkan. Di dalam film inipun banyak adegan  laga apik yang tersaji hampir kurang lebih 2 jam 10 menit. Plot ceritanya pun tersusun rapi dari awal hingga akhir.

John mulai bertahan hidup agar dapat melampaui semua rintangan tersebut. BAgaimana dia mengatasi busuknya kekuasaan dari “High Table” yang dengan se enaknya menentukan hidup matinya seseorang.

John Wick: Chapter 3 – Parabellum adalah film action yang yang sarat akan adegan kekerasan, penuh ketegangan dari awal hingga akhir film. Film ini patut untuk dijadikan film action terbaik di 2019.

review-film-john-wick-chapter-3-parabellum-gila

Dunia butuh kriminal hebat dan level tinggi. John Wick bisa dikategorikan termasuk kriminal level tinggi tadi. Buat yang sudah menonton sebelumnya, bisa dijadikan patokan.

Di film ini, John Wick mampu merakit senjata, teknik bertempurnya pun nyaris tiada cacat. BAik bertarung satu lawan satu maupun dengan beberapa lawan sekaligus. Teknik pengambilan gambarnya pun nyaris apik dan natural.

Di film ini, John lebih cerdas dibandingkan film-film terdahulunya, perbedaannya di film ini dia merupakan target bukan pemburunya.

Film inipun menyuguhkan sisi John Wick yg bisa humor dengan pembawaan elegan walaupun masih dihantui masa lalu dan taktik merupakan jalan satu-satunya agar bisa bertahan hidup.

John Wick bukan satu-satunya penjahat yang tampil di film ketiga ini. Masih ada penampilan Winston (Ian McShane), Zero (Mark Dacascos) yang berlaga nya sangat ciamik. Semuanya menyatu dalam ramuan cerita dan konflik-konflik yang berbeda dari dua film sebelumnya.

Ditambah lagi ada dua nama aktor Indonesia Cecep Arif Rahman dan Yayan Ruhian yang juga tampil berkelas. Tentu saja, film ini bahkan menggunakan dialog berbahasa Indonesia yang dibalas dengan bahasa Indonesia oleh John Wick. Tak disangka bukan?

review-film-john-wick-chapter-3-parabellum-gila

 

Di film ini, tempo film dinaikkan. Tanpa basa-basi. Sejak pertama kali diputar, film ini sudah mengajak penonton untuk menghela nafasnya. Semua adegan brutal dan sadis ditampilkan, menjadikan film action yang sesungguhnya. Sangat berbeda dengan versi sebelumnya.

Mungkin itu alur cerita yang ingin dibangun oleh Chad Stahelski filmnya ini. Khusus bagian John Wick: Chapter 3 – Parabellums, ia menyelipkan ketegangan tanpa henti dan tentu kejutan-kejutan yang tak terduga. Salah satu kekuatan dari film ini adalah bagaimana konfliknya.

Jika di dua filmnya konfliknya yang bunuh-bunuhan, maka kali ini konflik dibuat berlipat ganda. Melibatkan banyak karakter. Nama-nama The Adjudicator, The Elder hingga Sofia (Halle Berry) membuat film ini terasa bercabang, namun tidak menyimpang dari cerita utamanya, yaitu bagaimana John Wick melarikan diri setelah diputuskan Excomunicado.

Adegan brutal? Tentu saja ada. Jika tidak ada, bukan John Wick namanya. Namun, kali ini terasa lebih berkelas.

Cecep dan Yayan

review-film-john-wick-chapter-3-parabellum-gila

Oke, sebelum membahas tentang Cecep dan Yayan, dua aktor laga Indonesia yang tampil di film John Wick: Chapter 3 – Parabellum film ini menyuguhkan berbagai macam penjahat berkelas dari berbagai dunia. Ada yang dari Italia, Jepang hingga Maroko.

Film ini meripresentasikan masing-masing pembunuh bayaran dari negara mereka masing-masing.  Semua pembunuh bayaran ini terlibat dalam perburuan John Wick, termasuk ketika Cecep dan Yayan dan terlibat. Adegan laga? Jangan ragukan kualitas keduanya. John Wick saja dibuat kesulitan di dalam film ini. Sepanjang adegan laga ini kamu akan menyaksikan pertarungan yang begitu seru.

Dialog berbahasa Indonesia yang ditampilkan Cecep dan Yayan, kemudian dibalas dengan dialog berbahasa Indonesia oleh John Wick. Maklum saja, sebagai pembunuh bayaran ia memang harus mengenal bahasa-bahasa lawannya.

Leave a Reply