Komitmen Visinema dalam Akatara untuk Industri Film Indonesia

Komitmen Visinema dalam Akatara untuk Industri Film Indonesia

Selama tiga hari, sejak hari Selasa hingga Kamis (18-20 November), Visinema hadir di Akatara – Film Financing Forum yang diadakan di Djakarta Theatre XXI, Jakarta, sebagai komitmen untuk memajukan industri perfilman tanah air. Ini adalah keikutsertaan kedua Visinema di Akatara setelah tahun sebelumnya juga hadir, hanya saja kali ini Visinema menjadi investor untuk naskah-naskah yang potensial. Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kreatif, Visinema percaya bahwa dengan ekosistem industri yang kuat maka perfilman nasional akan maju dan partisipasi di Akatara adalah perwujudannya.

Apa itu Akatara? Akatara adalah pagelaran pendanaan perfilman nasional yang diadakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI). Untuk tahun kedua pelaksanaannya, Akatara memberikan kesempatan kepada 50 proposal proyek film terpilih untuk bertemu dengan puluhan investor.
Forum ini menerima proyek proposal dari film durasi panjang dan pendek untuk genre fiksi, dokumenter, dan animasi. Pada tahun lalu, Akatara telah memfasilitasi 40 proposal proyek film beserta 80 sineas untuk dipertemukan dengan lebih dari 20 calon investor.

Tahun lalu Visinema hadir di Akatara sebagai salah satu peserta pitching dan menghasilkan film Keluarga Cemara yang akan rilis akhir tahun ini. Kali ini di tahun kedua pelaksanaan Akatara, Visinema menjadi partisipan investor untuk proyek-proyek film lain yang sedang mencari investor.
“Setelah di tahun pertama kami berhasil bekerja sama dengan Ideosource dan menghasilkan film Keluarga Cemara yang akan tayang di akhir tahun, kini kami hadir di Akatara sebagai investor, untuk menyerap berbagai aspirasi dan ide baru seputar cerita film. Kebetulan pula, penyelenggaraan Akatara ini bersamaan dengan perayaan 10 tahun Visinema sehingga kami merasa ini saat yang tepat untuk berkontribusi lebih bagi Indonesia,” ungkap Chief Content and Strategy Visinema, Anggia Kharisma.

Sementara itu Chief Business and Partnership Visinema, Ajeng Prameswari, mengatakan: “Akatara menjadi wadah yang tepat untuk mempertemukan sineas dengan investor, ini bagus untuk semakin menggiatkan iklim kreatif perfilman Indonesia, kami percaya acara seperti ini akan semakin memajukan industri film Indonesia”
Peserta umum yang memiliki proposal film juga dapat menunjukkan proposal di booth Visinema dan mendapatkan kesempatan pitching langsung bersama produser dari jam 10:00 sampai 17:00 hingga hari Kamis (20 September). Peserta bisa menyiapkan proposal dalam bentuk cetak atau digital, datang ke booth dan isi formulir pendaftaran dengan data diri. Dalam tiga hari ini peserta akan diwawancarai di booth, terkait proyek yang akan mereka usulkan. Mereka yang terpilih akan dihubungi untuk tahap selanjutnya.

Tidak hanya itu, di hari Rabu (19 September) akan digelar talkshow tentang “Film Business” bersama Chief Content & Strategy Anggia Kharisma dan Chief Business & Partnership Ajeng
Prameswari juga di lokasi yang sama. Acara ini gratis dan terbuka untuk semua.

Sekilas Tentang Visinema Pictures
Visinema Pictures adalah perusahaan film berbasis di Jakarta yang berdiri sejak tahun 2008, dan memproduksi berbagai film, program televisi, video musik, dan berbagai materi audio visual untuk perusahaan dan brand. Kami bertujuan menjadi pemain regional pada tahun 2017. Film yang kami hasilkan merupakan kombinasi antara aspek artistik dan komersial. Visinema Pictures mengembangkan film dengan pendekatan kolaborasi melalui konsep co-production dan branded content. Bagi kami, hal itulah yang mendefinisi industri film hari ini. Karya Visinema Pictures diantaranya, Cahaya dari Timur:
Beta Maluku yang dinobatkan sebagai pemenang kategori Film Terbaik dan Aktor Terbaik pada FFI 2014, Filosofi Kopi yang memenangkan kategori Penyunting Gambar Terbaik dan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik pada FFI 2015, dan Surat dari Praha yang memenangkan kategori Film, Aktor, dan Sutradara Terbaik Usmar Ismail Award 2016 serta mewakili Indonesia di Oscar 2017 untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik.

Leave a Reply