“Pentingnya Kemasan untuk Membangun Citra Produk UMKM”

0
5

Jakarta, Agustus 2019 – Moka dan FOKUS UMKM berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM menggelar UMKM Festival 2019 berupa kompetisi kemasan produk. Kompetisi ini digelar dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional 2019, sekaligus memacu para pelaku UMKM untuk berkreasi dan berinovasi mengembangkan produknya.

This slideshow requires JavaScript.

UMKM Festival 2019 dibuka dari tanggal 1 Juli hingga 31 Juli 2019. Dalam rentang satu bulan terdapat 77 UMKM yang mendaftar. Antusiasme penggiat UMKM terhadap kompetisi ini terlihat dari asal peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia serta ragam bisnis yang mereka tekuni. Setelah melalui proses penilaian, juri memutuskan tiga orang pemenang yakni, Fredy Chandra Kusumah dengan Rumah Telor ayaHAYAM di peringkat 1, I Putu Khun Ardyastinova dengan Bali Kreativitas di peringkat 2 dan Rizkhiah Nurul Afny Kurma Cokelat Zero Degree Food di peringkat 3. Pemenang dapat memperoleh total hadiah senilai Rp10 juta, berlangganan Moka gratis selama dua bulan sekaligus pendampingan dari Koperasi Simpan Pinjam Sahabat Mitra Sejati.

Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM RI Victoria br Simanungkalit mengapresiasi kolaborasi ini. Sebagai praktisi yang bergelut di sektor UMKM dan pemasaran, Victoria menilai kemasan merupakan bagian penting dari strategi marketing. Tidak sekedar mewadahi dan melindungi, kemasan merupakan unsur yang mempengaruhi minat konsumen pada sebuah produk yang berujung pada jumlah penjualan.
“Sangat disayangkan apabila produk unggul tidak mampu menembus pasar hanya karena kemasannya tidak menarik atau kurang memberi informasi yang dibutuhkan pembeli. Diharapkan kompetisi ini dapat mendorong pelaku UMKM mengembangkan bisnisnya.” ujar Victoria.

Pentingnya kemasan untuk mendukung bisnis UMKM juga disampaikan oleh Ketua Fokus UMKM Roy Baskoro. Menurut Roy, kemasan dapat membentuk citra sebuah produk sekaligus menjadi elemen yang membuatnya tampak berbeda dengan kompetitor. “Di era pasar bebas seperti saat ini penting bagi sebuah produk memiliki ciri khas dan keunikan agar dapat melekat di ingatan oleh konsumen. Untuk itu para pelaku usaha dituntut untuk senantiasa kreatif dalam mengemas produknya,” kata Roy.

Acara ini juga dilengkapi dengan diskusi interaktif A Cup of Moka (ACOM) yang mengangkat tema “Pahami Cara Menentukkan Kemasan Produk”. ACOM merupakan edukasi berkesinambungan yang dilakukan Moka untuk mendukung pengembangan UMKM, sehingga mampu bersaing dan berinovasi melalui teknologi. “Moka berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkembang bersama UMKM Indonesia. Dari kompetisi yang digelar dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional 2019 ini, diharapkan lahir produk UMKM unggulan yang mampu bersaing hingga internasional,” kata VP Brand and Marketing Moka Bayu Ramadhan.

UMKM merupakan fondasi perekonomian nasional. Tahun 2018 lalu, UMKM berkontribusi sebesar 60,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.
Tahun ini dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas 5 persen, diharapkan sumbangsih UMKM terhadap PDB dapat mencapai 65% atau sekitar Rp2.394,5 triliun.

Tentang Moka:
Di Moka, menjalankan usaha bisa dilakukan dengan mudah. Dengan melihat kebutuhan UMKM dan juga pelaku bisnis lainnya, Moka menyediakan end-to-end solutions yang dapat digunakan untuk menunjang usaha mulai dari meningkatkan penjualan, sampai dengan meningkatkan skala bisnis. Dipercaya oleh lebih dari 20.000 bisnis pada lebih dari 200 kota dan kabupaten di Indonesia. Moka menyediakan aplikasi Point of Sale (POS) dengan berbagai fitur yang memudahkan pelaku bisnis, serta berbagai macam produk yang mendukung kemudahan usaha seperti Moka Capital (peer to peer lending aggregator), dan Moka Connect (Open API App Marketplace). Bergabungnya GoPay dalam layanan pembayaran nontunai melengkapi deretan uang elektronik yang sudah bergabung sebelumnya dan terintegrasi di dalam platform Moka, seperti GoPay, OVO, Dana, LinkAja, AkuLaku dan Kredivo.

Berdiri di tahun 2014, Moka didirikan oleh Haryanto Tanjo dan Grady Laksmono. Haryanto Tanjo menjalani pendidikan magister bisnis (MBA) di UCLA Anderson saat Grady Laksmono meniti karir sebagai software engineer di Zynga. Berbagi visi yang sama untuk memberikan solusi teknologi kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), mereka kembali ke Indonesia untuk memulai Moka. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman www.mokapos.com.

Tentang FOKUS UMKM:
Yayasan FOKUS Usaha Mikro Kecil Menengah adalah Non Government Organization yang bergerak di bidang Social Investment dan Community Development. Didirikan pada tahun 2015 oleh Cak Samsul Hadi, sebagai upaya untuk membantu Koperasi dan UMKM (KUMKM) dalam memperbaiki performa bisnisnya melalui peningkatan akses ke sumberdaya produktif, inovasi, akses pembiayaan, dan pemasaran. Visi utama yayasan FOKUS UMKM adalah lahirnya 1 juta UMKM naik kelas. FOKUS UMKM bekerjasama dengan berbagai pihak baik Swasta, BUMN, dan Pemerintah untuk saling bersinergi guna memadukan kompetensi masing-masing terkait dengan penguatan kelembagaan KUMKM dan lembaga pendamping.

Dengan bekal pengalaman dan track record, FOKUS UMKM dapat membawa Koperasi dan UMKM memperbaiki komunikasi, pemahaman, dan kerjasama dengan berbagai pihak dalam linkage product sehingga pasar dan pengembangan usaha dapat semakin terbuka.
Di bulan Januari 2019, FOKUS UMKM meluncurkan platform LUNAS – Layanan UMKM Naik Kelas yang ditujukan bagi UMKM agar dengan MUDAH menemukan pendamping usaha yang TEPAT yang mampu melejitkan omset dengan CEPAT.
Untuk mengenal lebih lanjut tentang FOKUS UMKM silakan berkunjung ke website: www.fokus-umkm.com dan www.umkmnaikkelas.com.

https://ifse.fintech.id/

Leave a Reply