Adisatria kebanggaan Indonesia membangkitkan harapan penonton Indonesia

Jakarta, April 2019 –  Bumilangit Studios, Screenplay Films bekerja sama dengan Legacy Pictures resmi meluncurkan teaser trailer ‘Gundala’ pada 12 April 2019. Video berdurasi satu menit tersebut berhasil menjadi pembicaraan netizen sejak pertama kali dilepas. Pujian membanjiri media sosial. Film ‘Gundala’ yang akan tayang Agustus 2019 ditunggu oleh netizen.

Adisatria kebanggaan Indonesia ini kembali ke layar lebar dengan Joko Anwar sebagai penulis skenario dan sutradara. Abimana Aryasatya menjadi Sancaka dewasa dan Gundala sedangkan Muzakki Ramdhan berperan sebagai Sancaka muda. Selain keduanya, ada juga Tara Basro yang berperan sebagai Wulan dan Bront Palarae sebagai Pengkor. Meramaikan pula Rio Dewanto dan Marissa Anita yang mengemban peran sebagai Bapak dan Ibu Sancaka.

Ribuan komen membanjiri kolom YouTube Video Gundala Official Teaser yang diunggah di kanal YouTube Screenplay Films. Rata-rata merupakan pujian positif. Misalnya akun Andi YangManaLagi menulis, “Semoga Gundala membangkitkan kembali para pahlawan super negeri ini.”, lalu akun Mufid Ansory menulis, “Kelas film Hollywood sih ini. Gila. Buat penonton Indonesia tolong apresiasi datang ke bioskop Agustus nanti.”

Media sosial lainnya pun tak kalah dalam mengomentari. Di Twitter, sesama sineas Timo Tjahjanto mengomentari Gundala Official Teaser, “How great is @jokoanwar ‘s Gundala Teaser…. I peed a little. politic lookin grim , but the future of �� cinema lookin badass.”.

Selain itu ada juga akun kkataalyst yang mengapresiasi produksi ‘Gundala’, “This was some hollywood tier  inemathography, excited to see this film, oh also good music choice for teaser trailer.”

Instagram pun diramaikan komentar Gundala Official Teaser. Akun rickymaartino memberikan pujian di kolom komentar Instagram Joko Anwar, “Salah satu sutradara yang lebih mementingkan kualitas ketimbang kuantitas.” Para aktor juga turut mendukung film ‘Gundala’.

Vino G. Bastian menyampaikan pesannya di kolom komentar Instagram Abimana Aryasatya, “SUMPAH BAGUS BANGET MAS ABI!!!”, begitu pun Dian Sastrowardoyo yang bersorak, “Keren Abissss”.

Secara mengejutkan, Gundala Official Teaser juga mendapatkan banyak komentar dari mancanegara yang ikut memuji dan jadi ingin menonton. Salah seorang YouTuber asal Malaysia Pure Pixels membuat video reaction beberapa jam setelah video teaser tayang. “I was not expecting the ending”, katanya bersorak setelah melihat Gundala di bagian akhir video teaser.

Video tersebut lalu mendapat banyak komentar bagus. Akun foureyes menanggapi, “Sumpah cinematography dalam trailer nie nampak cantik, Goodluck Indonesia!”.
Bukan hanya pujian, fans lama komik ‘Gundala’ juga menghargai banyaknya ‘kode’ yang terlihat di Gundala Official Teaser. Paling banyak dibicarakan adalah kemunculan Awang (yang dikenal sebagai Godam), lalu lagu Skeeter Davis “The End of The World” yang khusus dinyanyikan dan diaransemen ulang The Spouse (Tony Setiaji dan Aimee Saras).

Berbagai spekulasi juga muncul di berbagai cuitan netizen. Kesemuanya karena tak sabar menanti perilisan film ‘Gundala’.
Kalau orang lain tidak mau memperjuangkan keadilan, bukan berarti kita harus begitu juga kan, Gundala, jagoan Indonesia ciptaan HASMI yang dicintai banyak penggemarnya sejak terbit tahun 1969 dalam bentuk komik, hadir di layar lebar di Agustus 2019. Karena negeri ini butuh patriot.

Tentang Bumilangit
Berdiri tahun 2003, Bumilangit merupakan tonggak awal dimulainya sebuah ikhtiar untuk membangkitkan kembali budaya penceritaan komik bertema kepahlawanan di Indonesia.

Bumilangit adalah sebuah keluarga bagi banyak seniman pencipta dari generasi awal hingga kini, juga bagi para penggemar setia yang selalu menghargai karya-karya seniman.
Kini Bumilangit menjadi sebuah perusahaan hiburan berbasis karakter terdepan di Indonesia yang mengelola pustaka karakter terbanyak, lebih dari 1,100 karakter-karakter komik yang telah diterbitkan selama enam puluh tahun terakhir. Kekuatan dari karakter-karakter ini tidak hanya berdasarkan popularitas semata, tetapi melainkan pada kekayaan cerita komik dari setiap karakter.

Tentang Screenplay Films
Screenplay Films adalah perusahaan produksi inovatif yang telah memproduksi film Indonesia dari berbagai genre. Screenplay Films selalu memproduksi film-film Indonesia yang berkualitas dan bertujuan untuk mengangkat konten lokal dan menjadikannya materi yang dapat dipasarkan secara internasional.

Dikenal melalui genre romansa remaja, aksi, dan horor. Screenplay Films yang sudah merilis film-film seperti ‘Sebelum Iblis Menjemput’, ‘The Night Comes For Us’ dan tahun ini ‘Orang Kaya Baru’. Ke depannya Screenplay Films masih terus memproduksi film-film Indonesia dari beragam genre.

https://Indonesianmotorshow.com

Tahun ini Gundala bangkit kembali. Sejak awal tahun lalu, Joko Anwar sudah mengumumkan penggarapan film Gundala yang beritanya menggegerkan banyak orang. Menariknya, banyak yang tidak tahu bahwa tahun ini juga merupakan ulang tahun ke-50 karakter ciptaan Harya Suraminata (Hasmi) tersebut.

This slideshow requires JavaScript.

Gundala pertama kali muncul dalam komik Gundala Putra Petir (Penerbit: Kentjana Agung, tahun rilis 1969). Gundala lahir di saat maraknya komik silat di pasaran, Hasmi bersama beberapa rekannya malah tampil dengan gaya berbeda, mengadaptasi perkembangan komik asing namun diserap dengan kearifan lokal. Dari sekian banyak tersebut, Gundala berhasil menjadi salah satu yang paling menonjol karena kekuatan cerita, karakter yang mem-bumi dan aksinya yang seru. Gundala pun menjelma menjadi jagoan milik semua orang.
 
Ide Gundala sendiri sebenarnya tak melulu terpengaruh luar, Hasmi sendiri pernah mengisahkan bahwa Gundala terinspirasi dari tokoh legenda Jawa, Ki Ageng Selo, yang mampu menangkap petir dengan tangannya. Sedangkan nama Gundala berasal dari kata dalam bahasa Jawa ‘Gundolo’ yang artinya petir.
 
Sampai akhir hayatnya, komik Gundala berhasil terbit sebanyak 23 judul. Terakhir berjudul “Surat dari Akhirat” yang dirilis pada tahun 1982. Di tahun 1996, sempat ada usaha untuk mengembalikan kejayaan Gundala melalui komik “Patriot”, Gundala tampil bersama Godam, Maza, dan Aquanus. Di bawah naungan Bumilangit Entertainment, komik Gundala kembali muncul di harian Kompas di tahun 2013 diikuti berbagai komik-komik lainnya hingga hari ini dalam bentuk digital maupun cetak. 
 
Di masa kejayaannya, Gundala sempat juga muncul dalam film. Dirilis di tahun 1981, Gundala diperankan oleh Teddy Purba. Kini di masa sekarang Gundala diperankan oleh Abimana Aryasatya. Sentuhan Joko Anwar akan menampilkan Gundala sedikit berbeda dari yang dikenal selama ini. Namun sosok jagoan yang selalu membela masyarakat masih tetap akan menjadi sajian utamanya. Tunggu tanggal tayang filmGundala garapan Screenplay Pictures dan Bumilangit Studios bersama Legacy Pictures.

Jakarta, 28 Oktober 2018 — Rasa penasaran mengenai first look dan siapa aktor utama film Gundala terjawab sudah. Kedua jawaban atas teka-teki tersebut telah diumumkan lewat perhelatan Indonesia Comic Con yang berlangsung di Jakarta Connvention Center (JCC) Senayan, Minggu 28 Oktober 2018.

This slideshow requires JavaScript.

Dalam acara yang turut dihadiri oleh sutradara Joko Anwar itu, first look film Gundala resmi diperlihatkan ke publik. First look berupa video tersebut diawali dengan memperlihatkan percakapan
Sancaka kecil dengan ayahnya. “Karena kalau kita diam saja melihat ketidakadilan di depan mata kita, itu tandanya kita bukan manusia lagi,” demikian penggalan pesan sang ayah kepada Sancaka kecil.
Kemudian scene selanjutnya menampilkan adanya perkelahian yang melibatkan banyak massa, sampai akhirnya kita melihat Sancaka ketika dewasa, dan di penghujung video ditutup dengan munculnya sosok Gundala mengenakan topeng dengan telinga berbentuk sayap sesuai ciri khasnya.

Sementara pemeran utama karakter Sancaka dalam film Gundala, seperti yang sudah muncul dalam first look dipercayakan kepada aktor kenamaan, Abimana Aryasatya. Penampilan fisik dan ilmu beladiri yang dimiliki Abimana dinilai pas untuk memerankan Sancaka alias Gundala yang notabene-nya adalah jagoan Indonesia, pembasmi kejahatan.

Tak hanya Abimana, sejumlah pemain lainnya turut diperkenalkan di Indonesia Comic Con 2018 adalah Muzakki, Tara Basro dan Bront Palarae. Joko Anwar masih belum menjelaskan tentang karakter mereka ber tiga. Nama – nama pemain dan karakter lainnya masih dirahasiakan sampai pengumuman selanjutnya.

Saat ini, belum banyak yang dapat disampaikan Joko Anwar, Abimana dan cast lainnya mengenai Gundala. Namun film aksi jagoan Indonesia ini nantinya akan menceritakan asal mula Gundala, dan bagaimana ia mengemban tanggungjawab menjadi jagoan Indonesia. Di tangan Joko Anwar, Film Gundala dijamin akan menjadi tontonan yang menarik sebab menawarkan karakter ikonik dan jalan cerita relatable yang dikemas secara milenial, terutama untuk menggaet penonton-penonton muda.

Proses shooting film Gundala saat ini masih berlangsung dan akan segera rampung dalam waktu dekat. Rencananya, Gundala akan dirilis di bioskop pada 2019 mendatang. Perilisan first look Gundala dan pengumuman pemeran utama mendapat sambutan positif para pengunjung di Empire Stage Indonesia Comic Con 2018, ditambah dengan banyaknya limited edition merchandise bisa didapatkan di booth Gundala, membuat film Gundala kian dinantikan masyarakat.

Hadirnya Gundala di layar lebar diharapkan dapat membuka jalan bagi ikon-ikon jagoan legendaris Indonesia lainnya untuk hidup dan dinikmati kembali.

About Joko Anwar
Joko Anwar, born January 3, 1976 in Medan, North Sumatera, has been enjoying commercial and critical success as writer and director. The first film that he wrote, Arisan! (2003) won numerous awards at home and abroad and was hailed as a groundbreaking movie in Indonesia. His directorial debut, Janji Joni (Joni’s Promise, 2005) was box office smash comedy and was highly praised by international critics.

His next film, the genre-bending Kala (2007) was named one of the best films of the year by Sight and Sound magazine who cited him as one of the smartest filmmakers in Asia. His third feature, Pintu Terlarang (The Forbidden Door, 2009) won top prize at Puchon International Fantastic Film Festival and internationally acclaimed. His next film, Modus Anomali (2012) broke out into international market and also won praises from critics. His A Copy of My Mind (2015) competed at Venice International Film Festival and Toronto International Film Festival in 2015. His first horror feature, Pengabdi Setan (Satan Slaves) broke record as the highest grossing Indonesian horror film of all time and was the highest grossing Indonesian film in 2017 and was sold to more than 42 countries and won the most awards in Indonesian equivalent of The Oscars. The film also recorded the highest grossing Indonesian film released in other countries including in Malaysia.

Filmography
Arisan! (2003), writer
Janji Joni (Joni’s Promise) (2005), writer/director
Jakarta Undercover (2006), writer
Kala (Deadtime) (2007), writer/ director
Quickie Express (2007), writer
Fiksi (2008), writer
Pintu Terlarang (Forbidden Door) (2009), writer/director
Modus Anomali (2012), writer/ director
A Copy of My Mind (2015), writer/ director
Pengabdi Setan (Satan's Slaves) (2017), writer/director
Awards:
– Piala Citra 2007 (Best Indonesian Screenplay)
– Piala Citra 2008 (Best Screenplay)
– Piala Citra 2015 (Best Director)
– Best Visual Achievement, New York Asian Film Festival 2007
– Best Film, Puchon International Fantastic Film Festival 2012
– Best Director, Terror Molins de rei Film Festival Spain 2012
– Best Director, Silver Awards for Film Craft, Citra Pariwara 2017