Perempuan Tanah Jahanam

Sinopsis:

Maya (Tarao Basro) jatuh bangun hidup di kota tanpa keluarga, ia hanya memiliki sahabat bernama Dini. Saat usaha bersama mereka membutuhkan modal lebih, Maya yang mendapatkan informasi bahwa dia mungkin memiliki harta warisan dari keluarganya yang kaya di desa, membuatnya pergi mengunjungi kampung halaman yang tak pernah dikenalnya itu. Sesampainya di kampung yang jauh terpencil di tengah hutan, Maya dan Dini sampai di rumah besar yang kosong. Situasi sekitar juga terlihat aneh, salah satunya banyak kuburan anak-anak. Hingga pada suatu malam, Maya mendengar jeritan perempuan yang hendak melahirkan. Maya menuju asal suara dan menyaksikan proses kelahiran anak tersebut. Dari situlah, sedikit demi sedikit, misteri kampung yang kini ditinggali Maya dan Dini mulai terungkap.

Film Perempuan Tanah Jahanam telah mendapat julukan sebagai film horor yang mengerikan. Namun lebih tepat lagi jika dikatakan, “twist” yang diberikan ternyata sangat mengejutkan dan membuat banyak penonton karena kaget, menceritakan kembali rasa kaget mereka kepada kenalan dan keluarganya, sehingga membuat rasa penasaran akan film Ini menarik perhatian. Disandingkan dengar strategi marketing yang mumpuni, maka tak terasa film inipun menjadi list tontonan wajib yang harus diutamakan ditonton dibandingkan dengar film horor lain sejenis.

Film dibuka dengan sebuah adegan mengejutkan dan dialog khas orang dewasa yang vulgar, seolah menegaskan dalam beberapa menit ke depan. Inti alur cerita semacam Inilah yang akan dihadapi oleh para penonton dan batasan usia yang tepat untuk menonton .
Melalui tone warna yang gelap , sendu dan kelam. Penonton dibawa jalan pikirannya ke dunia yang penuh dengan aura kegelapan, bagaikan persekutuan manusia dengan roh jahat. Di dunia yang penuh aura kegelapan ini, seolah tiada sedikitpun aura kebaikan. Semua seolah telah terbawa bahwa hanya inilah satu-satunya jalan keluar bagi persoalan yang tengah mereka hadapi setiap waktu dan karena persoalan Ini menyangkut dasar esensi manusia yaitu mendapatkan keturunan yang layak dan normal di mata manusia umumnya , maka jalan keluar yang ditawarkan oleh pemimpin mereka, seolah menjadi jalan keluar yang tak terbantahkan. Di dunia ini yang penuh aura kegelapan Ini, memberikan ruang kepatuhan yang membabi buta dan kerelaan untuk mengikuti petunjuk pemimpin mereka.

Joko Anwar berhasil memasukan ide ini dengan cara halus dan terarah sehingga penonton tak mampu lagi mempertanyakan atau menemukan hal-hal yang biasanya cukup mengganggu dan menimbulkan banyak pertanyaan karena kejanggalan yang penonton biasa rasakan. Sehabis menonton. yang dirasakan adalah seolah habis memasuki sebuah dunia yang unik serta penuh kegelapan dengan penduduk yang bertingkah laku tidak lazim tingkah lakunya namun bisa di terima oleh nalar dan logika.

Setting yang dibangun pada lokasi yang jauh dari unsur-unsur modern dari tempat yang biasa dihuni oleh Maya (Tara Basro) dan Dini (Marrisa Anita) sangat meyakinkan namun juga terasa sentuhan artistiknya , mampu membuat penonton berdecak kagum dan terpesona.
Terasa kemegahan yang dahulu pernah dijalani di masa itu, jauh sebelum aura kegelapan itu hadir dan memberikan kegelapan sebagai satu-satunya jalan keluar.
Dalam trailer yang diberikan, kengerian yang berujung pada ketundukan para penduduk terlihat dari raut wajah Maya dan inilah akhirnya yang juga membuat Maya jauh terlibat lebih dalam lagi dalam situasi ini dan juga mengapa Maya lebih merasa harus menyelamatkan agar dirinya pun terselamatkan, karena sumbernya adalah dari leluhurnya , dan hanya inilah jalan satu-satunya.

Penggiringan pola pemikiran Ini sangat lah menarik, karena Joko Anwar berhasil menghipnotis para penonton dengan dialog-dialog yang tepat sasaran. Singkat namun padat menyentuh tatanan sosial manusia, memberikan misteri namun juga memberikan kepuasan pula bagi penonton yang merindukan adegan-adegan “jump scare” , namun dalam takaran porsi yang pas , sehingga tidak terasa membosankan.

Sangat menarik lagi saat mendengarkan penuturan Joko Anwar, yang membutuhkan
waktu hingga 20 tahun untuk mewujudkan naskah menjadi suatu film utuh secara keseluruhan agar melebur menyatu dengan setting dan teknologi yang ada saat ini.

Dengan alur cerita yang disajikan memang sudah meyakinkan dan menarik , namun perpaduan
setting dan teknologi pula lah yang tak dapat dipungkiri , sangat menunjang dan membangun suatu keterikatan erat antara tiga unsur ini untuk memberikan kepuasan bagi para penonton. Ini adalah persembahan Joko Anwar bagi sineas dan penonton Indonesia yang diterima positif dan mendapat respon baik.

Akting yang sangat meyakinkan namun juga menghasilkan twist yang mengagetkan , adalah penampilan dari Asmara Abigail dengan kalimat yang saat Ini sangat viral “kerasa nggak?” .

 

Saat teaser trailer awal Ini muncul , Joko Anwar memang seolah telah menggiring dan membangun sebuah opini akan karakter yang dimainkan oleh Asmara Abigail Ini, sehingga saat “twist” terjadi , luapan rasa kagetpun tak mampu dibendung dan luar biasanya Ini terjadi dua kali , walaupun mungkin yang kedua sudah dapat teraba oleh beberapa penonton, namun secara keseluruhan tetap memberikan kejutan yang menyenangkan dan memuaskan.

Beberapa cast film pun turut mengiyakan kemampuan akting Asmara Abigail saat mengucapkan kalimat “kerasa ngga?” Ini.
Menjadikan kalimat Ini sebagai hashtag pada sosial media, hingga mempersiapkan penonton akan misteri kalimat ini , kembali adalah strategi Joko Anwar untuk membangun ketertarikan akan film Perempuan Tanah Jahanam ini. Bahkan jika ada yang telah mendengarkan cerita mengenai latar belakang kalimat inipun, seolah tergerak untuk menonton dengan mata kepala sendiri.
Kalimat Ini seolah menjadi candu, agar orang menyaksikan sendiri , tak puas hanya dengan mendengarkan dari cerita orang lain.

Penampilan Christine Hakim dalam film sangat menonjol. Walaupun tak banyak diekspose dalam teaser trailer, namun peranannya merupakan salah satu kunci yang menjelaskan sebab akibat dalam alur cerita. Twist yang diberikan pun , walau terasa cepat namun ternyata memberikan dasar alasan bagi kejutan demi kejutan berikutnya dan membuat nalar dan logika penonton mau menerima alasannya.
Sayangnya adegan penutup yang menampilkan akting Christine Hakim seolah agak menodai kemulusaan alur cerita yang telah berhasil dibangun. Serta juga memberikan suatu indikasi akan kemungkinan di masa yang akan datang, adanya sekuel ataupun scene tersendiri. Namun sayang sekali hal Ini agak menodai sesuatu yang telah dibangun dengan apik.

Film Perempuan Tanah Jahanam sangat cocok bagi penonton yang menyukai film horor dipadu dengan misteri keluarga. Ada beberapa adegan “gore” dalam film hingga dalam pikiran , sehingga bagi yang tidak begitu menyukai disarankan saat adegan Ini terjadi, menutup mata dan mengintip dari sela-sela jari anda.

https://Indonesianmotorshow.com

Film “Gundala” siap tayang 29 Agustus 2019

(Jakarta, Juni 2019) Antusiasme masyarakat menyambut perilisan film “Gundala” semakin
tinggi. Dukungan terhadap film jagoan yang disutradarai dan ditulis skenarionya oleh Joko
Anwar ini tak henti mengucur. Salah satu contohnya adalah terus bertambahnya sketsa dan
lukisan bikinan fans. Hingga kini lebih dari 1000 post #GundalaFanArt telah muncul di media sosial. Salah satu yang paling mengejutkan adalah sumbangan dari illustrator berkelas dunia yang aktif menggambar untuk Marvel & DC Comics, David Ross. David Ross yang kini bermukim di Toronto memberikan ilustrasi Gundala dengan gaya khasnya.

David Ross terkenal melalui karya-karyanya bersama Marvel yaitu “Iron Man” dan “Avengers Infinity Gauntlet. Ia juga berkaya lewat judul “Avengers West Coast”, “Marvel Knights: Daredevil”, juga “Inhumans”. Ia juga tercatat mengerjakan komik untuk DC Comics di judul “JSA: All Stars” dan “Batman: Bruce Wayne – Fugitive Vol. 1”. David cukup akrab dengan komik Indonesia dan pernah bertemu Hasmi ketika berkunjung ke Indonesia, “Saya pertama kali bertemu Hasmi di tahun 1988. Apa yang paling saya ingat tentang Hasmi adalah antusiasmenya. Sangat menular!!!.”
Impresi tersebut menularnya berbekas di dirinya. “Saya adalah seorang artis komik, tapi saya juga seorang fan Gundala,” cerita Dave. Ia menjelaskan kenapa memutuskan untuk menggambar fan art film ‘Gundala’, “Saya suka dengan tampilan baru Gundala. Kostumnya terlihat keren.

Dan dari perspektif seorang artis karakter apa saja yang bisa mengeluarkan petir dari tubuhnya akan sangat menyenangkan untuk digambar.”
Ia juga menjelaskan harapannya terhadap film ‘Gundala’, “Saya berharap film ini dapat meraih sukses besar, dan bisa ditonton oleh orang-orang di luar Indonesia.”

View this post on Instagram

Terimakasih untuk antusiasme teman-teman menyambut perilisan film “Gundala” yang semakin tinggi. Setelah sudah lebih dari 1000 post #GundalaFanArt telah yang ada di media sosial, Salah satu yang paling mengejutkan adalah sumbangan dari illustrator berkelas dunia yang aktif menggambar untuk Marvel & DC Comics, David Ross! ⠀ ⠀ David Ross terkenal melalui karya-karyanya bersama Marvel yaitu “Iron Man” dan “Avengers Infinity Gauntlet. Ia juga berkaya lewat judul “Avengers West Coast”, “Marvel Knights: Daredevil”, juga “Inhumans”. Ia juga tercatat mengerjakan komik untuk DC Comics di judul “JSA: All Stars” dan “Batman: Bruce Wayne – Fugitive Vol. 1”. ⠀ ⠀ Berikut #GundalaFanart yang super keren karya David Ross!⠀ ⠀ Lineart by David Ross⠀ color by Fahmi Fauzi (Bumilangit)⠀ ⠀ #NegeriIniButuhPatriot #JagoanIndonesia #Gundala #29Agustus2019

A post shared by Gundala (@gundalaofficial) on

Ribuan entri fan art ini nantinya akan dikurasi untuk dipamerkan menjelang pemutaran film
Gundala di seluruh Indonesia. Apresiasi dari dunia seni lukis dan sketsa kepada film adaptasi dari karya asli Hasmi ini menunjukkan bahwa Gundala dicintai dari berbagai generasi dan kalangan.

Selain ilustrasi, film ‘Gundala’ juga mengajak seniman di bidang lain untuk berpartisipasi
merayakan peluncuran film. Untuk mereka yang menyukai musik diundang untuk membuat lagu bertemakan Gundala. Panjang lagu bebas, genre dan jenis musik apa saja, yang penting ada kata ‘Gundala’. Nantinya akan dipilih tiga lagu dan dengan ijin yang bikin, sebagian lagu akan diikutsertakan di closing credit film Gundala. Upload lagu ke media sosial, langsung atau link soundcloud dengan hashtag #GundalaSongTribute. Lagu ditunggu sampai 15 Juli.

Bumilangit Studios, Screenplay Films bekerja sama dengan Legacy Pictures mempersembahkan ‘Gundala’, jagoan kebanggaan Indonesia yang ditulis skenarionya dan disutradarai oleh Joko Anwar. Gundala, karakter komik yang diciptakan oleh Hasmi akan menyapa penonton Indonesia pada 29 Agustus 2019.
Tonton video teaser sudah dirilis dan telah ditonton lebih dari 1 juta kali.
Official teaser ‘Gundala’ https://www.youtube.com/watch?v=SdAhF3NYvk4

 

Tentang Bumilangit
Berdiri tahun 2003, Bumilangit merupakan tonggak awal dimulainya sebuah ikhtiar untuk
membangkitkan kembali budaya penceritaan komik bertema kepahlawanan di Indonesia.
Bumilangit adalah sebuah keluarga bagi banyak seniman pencipta dari generasi awal hingga kini, juga bagi para penggemar setia yang selalu menghargai karya-karya seniman.
Kini Bumilangit menjadi sebuah perusahaan hiburan berbasis karakter terdepan di Indonesia yang mengelola pustaka karakter terbanyak, lebih dari 1,100 karakter-karakter komik yang telah diterbitkan selama enam puluh tahun terakhir. Kekuatan dari karakter-karakter ini tidak hanya berdasarkan popularitas semata, tetapi melainkan pada kekayaan cerita komik dari setiap karakter.

Tentang Screenplay Films
Screenplay Films adalah perusahaan produksi inovatif yang telah memproduksi film Indonesia dari berbagai genre. Screenplay Films selalu memproduksi film-film Indonesia yang berkualitas dan bertujuan untuk mengangkat konten lokal dan menjadikannya materi yang dapat dipasarkan secara internasional.
Dikenal melalui genre romansa remaja, aksi, dan horor. Screenplay Films yang sudah merilis film-film seperti ‘Sebelum Iblis Menjemput’, ‘The Night Comes For Us’, dan tahun ini ‘Orang Kaya Baru’ dan ‘Hit & Run’. Ke depannya Screenplay Films masih terus memproduksi film-film Indonesia dari beragam genre.

Hit & Run turut dibintangi oleh Tatjana Saphira, Chandra Liow, Jefri Nichol, dan Yayan Ruhian

Jakarta, 3 Juni 2019 – Setelah menyambangi roadshow di lima kota dan gala premiere
di Jakarta, film ‘Hit & Run’ siap menyapa penonton Indonesia di libur lebaran 4 Juni 2019.
Pujian paling deras dari mereka yang sudah lebih dulu beruntung menonton ditujukan kepada Joe Taslim. Aktor laga kebanggaan Indonesia yang pernah main di franchise ‘Fast & Furious’ ini kebagian berperan sebagai polisi narsis yang kocak dan jago menghantam penjahat.

This slideshow requires JavaScript.

Bagi Joe Taslim, film ‘Hit & Run’ merupakan untuk pertama kalinya ia menjadi lead actor di film bioskop sekaligus creative producer. Joe tampil pol di film ‘Hit & Run’ memamerkan
banyak keahliannya yang tidak disangka orang. Selain berlaga yang telah membawa namanya ke dunia internasional, ia juga menampilkan sisi komedi lewat gayanya yang narsis, tapi yang paling tidak disangka adalah sisi romantisnya yang ditampilkan melalui kemampuannya bernyanyi di salah satu adegan.

Joko Anwar melalui Twitter-nya menyampaikan kekagumannya. Ia menulis, “Bangga kali
aku sama sodaraku satu ini la. Berantam jago, komedi pun jago dia. Kalo mau liat @Joe_Taslim dalam karakter yang belum kalian pernah liat, nonton Hit and Run 4 Juni ini, ya teman-teman di bioskop.”

Aktris Hannah Al Rashid memberikan komentarnya, “Hit & Run is so much fun! Some
comedic magic happens when 2 actors like @Joe_Taslim and @jefrinichol can make fun of themselves for our entertainment. Kocak abis. Also @tantaginting has to get a special mention for the funniest scene of the film. Nonton tgl 4 Juni nanti!!!!”.

Iko Uwais, rekan Joe Taslim yang juga sudah go international turut berbahagia dengan
rilisnya ‘Hit & Run’. Iko mengatakan, “Nggak nyangka melihat Joe Taslim, kayaknya (punya) hobi terpendam. Gue akuin Joe bisa semuanya. Angkat empat jempol.”

Sutradara The Night Comes For Us Timo Tjahjanto juga salut kepada Joe. “Gue bangga
banget, biasanya Joe serius terus di film-film sadis, ternyata dia bisa lucu juga, range
komedinya bagus. Film ini juga seru, selera gue banget berantemnya. Well done. Terima kasih sudah memberikan tontonan yang beda,” ujarnya.

Di film ini, Joe Taslim memang banyak mengeksplorasi peran. Ia berlaga selayaknya
jagoan tertutama ketika melawan Yayan Ruhian, aktor yang baru-baru ini berlaga di ‘John Wick 3: Parabellum’ dan pertama kali bertemu Joe di film ‘The Raid: Redemption’, tapi juga
menampilkan sisi komedi, entah itu ketika bersanding dengan dua anak muda Chandra Liow dan Jefri Nichol yang kocak, maupun berperan romantis dengan Tatjana Saphira, bahkan sampai menyanyi bersamanya. Selain itu, ada juga satu momen langka di mana Joe beraksi sambil berbahasa Palembang, bahasa asalnya. Aksi yang epik, cinta yang hangat, juga tawa yang meledak membuat film ini cocok sekali menjadi tontonan andalan lebaran.

Film aksi komedi Hit & Run garapan Screenplay Films yang bekerjasama dengan Legacy Pictures dan Bukalapak Pictures, juga Nimpuna Sinema dan CJ Entertainment siap tayang pada 4 Juni 2019. Film ini dibintangi oleh Joe Taslim, Tatjana Saphira, Chandra Liow,
Jefri Nichol, Nadya Arina dan Yayan Ruhian. Disutradarai oleh Ody C. Harahap. Cerita ditulis
oleh Upi dan Fajar Putra S.

Adisatria kebanggaan Indonesia membangkitkan harapan penonton Indonesia

Jakarta, April 2019 –  Bumilangit Studios, Screenplay Films bekerja sama dengan Legacy Pictures resmi meluncurkan teaser trailer ‘Gundala’ pada 12 April 2019. Video berdurasi satu menit tersebut berhasil menjadi pembicaraan netizen sejak pertama kali dilepas. Pujian membanjiri media sosial. Film ‘Gundala’ yang akan tayang Agustus 2019 ditunggu oleh netizen.

Adisatria kebanggaan Indonesia ini kembali ke layar lebar dengan Joko Anwar sebagai penulis skenario dan sutradara. Abimana Aryasatya menjadi Sancaka dewasa dan Gundala sedangkan Muzakki Ramdhan berperan sebagai Sancaka muda. Selain keduanya, ada juga Tara Basro yang berperan sebagai Wulan dan Bront Palarae sebagai Pengkor. Meramaikan pula Rio Dewanto dan Marissa Anita yang mengemban peran sebagai Bapak dan Ibu Sancaka.

Ribuan komen membanjiri kolom YouTube Video Gundala Official Teaser yang diunggah di kanal YouTube Screenplay Films. Rata-rata merupakan pujian positif. Misalnya akun Andi YangManaLagi menulis, “Semoga Gundala membangkitkan kembali para pahlawan super negeri ini.”, lalu akun Mufid Ansory menulis, “Kelas film Hollywood sih ini. Gila. Buat penonton Indonesia tolong apresiasi datang ke bioskop Agustus nanti.”

Media sosial lainnya pun tak kalah dalam mengomentari. Di Twitter, sesama sineas Timo Tjahjanto mengomentari Gundala Official Teaser, “How great is @jokoanwar ‘s Gundala Teaser…. I peed a little. politic lookin grim , but the future of �� cinema lookin badass.”.

Selain itu ada juga akun kkataalyst yang mengapresiasi produksi ‘Gundala’, “This was some hollywood tier  inemathography, excited to see this film, oh also good music choice for teaser trailer.”

Instagram pun diramaikan komentar Gundala Official Teaser. Akun rickymaartino memberikan pujian di kolom komentar Instagram Joko Anwar, “Salah satu sutradara yang lebih mementingkan kualitas ketimbang kuantitas.” Para aktor juga turut mendukung film ‘Gundala’.

Vino G. Bastian menyampaikan pesannya di kolom komentar Instagram Abimana Aryasatya, “SUMPAH BAGUS BANGET MAS ABI!!!”, begitu pun Dian Sastrowardoyo yang bersorak, “Keren Abissss”.

Secara mengejutkan, Gundala Official Teaser juga mendapatkan banyak komentar dari mancanegara yang ikut memuji dan jadi ingin menonton. Salah seorang YouTuber asal Malaysia Pure Pixels membuat video reaction beberapa jam setelah video teaser tayang. “I was not expecting the ending”, katanya bersorak setelah melihat Gundala di bagian akhir video teaser.

Video tersebut lalu mendapat banyak komentar bagus. Akun foureyes menanggapi, “Sumpah cinematography dalam trailer nie nampak cantik, Goodluck Indonesia!”.
Bukan hanya pujian, fans lama komik ‘Gundala’ juga menghargai banyaknya ‘kode’ yang terlihat di Gundala Official Teaser. Paling banyak dibicarakan adalah kemunculan Awang (yang dikenal sebagai Godam), lalu lagu Skeeter Davis “The End of The World” yang khusus dinyanyikan dan diaransemen ulang The Spouse (Tony Setiaji dan Aimee Saras).

Berbagai spekulasi juga muncul di berbagai cuitan netizen. Kesemuanya karena tak sabar menanti perilisan film ‘Gundala’.
Kalau orang lain tidak mau memperjuangkan keadilan, bukan berarti kita harus begitu juga kan, Gundala, jagoan Indonesia ciptaan HASMI yang dicintai banyak penggemarnya sejak terbit tahun 1969 dalam bentuk komik, hadir di layar lebar di Agustus 2019. Karena negeri ini butuh patriot.

Tentang Bumilangit
Berdiri tahun 2003, Bumilangit merupakan tonggak awal dimulainya sebuah ikhtiar untuk membangkitkan kembali budaya penceritaan komik bertema kepahlawanan di Indonesia.

Bumilangit adalah sebuah keluarga bagi banyak seniman pencipta dari generasi awal hingga kini, juga bagi para penggemar setia yang selalu menghargai karya-karya seniman.
Kini Bumilangit menjadi sebuah perusahaan hiburan berbasis karakter terdepan di Indonesia yang mengelola pustaka karakter terbanyak, lebih dari 1,100 karakter-karakter komik yang telah diterbitkan selama enam puluh tahun terakhir. Kekuatan dari karakter-karakter ini tidak hanya berdasarkan popularitas semata, tetapi melainkan pada kekayaan cerita komik dari setiap karakter.

Tentang Screenplay Films
Screenplay Films adalah perusahaan produksi inovatif yang telah memproduksi film Indonesia dari berbagai genre. Screenplay Films selalu memproduksi film-film Indonesia yang berkualitas dan bertujuan untuk mengangkat konten lokal dan menjadikannya materi yang dapat dipasarkan secara internasional.

Dikenal melalui genre romansa remaja, aksi, dan horor. Screenplay Films yang sudah merilis film-film seperti ‘Sebelum Iblis Menjemput’, ‘The Night Comes For Us’ dan tahun ini ‘Orang Kaya Baru’. Ke depannya Screenplay Films masih terus memproduksi film-film Indonesia dari beragam genre.

600 Ribu Penonton Telah Terhibur. Film nomer satu yang masih tayang dan inspiratif buat keluarga

This slideshow requires JavaScript.

Setelah lebih dari seminggu penayangan, Film ‘Orang Kaya Baru’ masih jadi pilihan penonton di bioskop. Sudah 600 ribu penonton terhibur dengan keluarga kocak dalam “Orang Kaya Baru”. Film terbaru dari Screenplay Films dan Legacy Pictures ini juga masih cocok ditonton di kala liburan, pesannya yang bagus dan kisahnya yang menghibur benar-benar pantas dipilih
sebagai tontonan bioskop.

Film yang dibintangi oleh Raline Shah, Refal Hady, Derby Romero, Cut Mini, Fatih Unru dan Lukman Sardi ini pertama kali diputar pada 24 Januari 2019. Film disutradarai oleh Ody C. Harahap dengan skenario ditulis oleh Joko Anwar kini masih bisa ditonton di berbagai tempat di Indonesia.

Kehidupan kakak beradik Tika (Raline Shah), Duta (Derby Romero), serta Dodi (Fatih Unru) dan sang ibu (Cut Mini) yang sudah terbiasa hidup di keluarga pas-pasan dan kemudian berubah besar-besaran ketika sang bapak (Lukman Sardi) mengumumkan bahwa ia punya tabungan banyak yang tak pernah diketahui oleh keluarganya sendiri. Banyak momen seru yang bisa jadi bahan obrolan bersama teman-teman. Mulai keadaan kala susah keluarga OKB seperti mandi di bak sampai kegegeran ketika kaya seperti membeli barang yang banyak. Momen-momen yang disukai bisa juga ditulis review-nya untuk mendapatkan angpao dari film ‘Orang Kaya Baru’. Caranya cek instagram.com/film_okb, tonton filmnya pada 2 dan 3 Februari, posting tiket lalu review filmnya dan tentu saja tag Instagram film ‘Orang Kaya Baru’.

Film “Orang Kaya Baru” masih bisa ditonton di XXI yang tersebar di berbagai kota seperti Jakarta, Ambon, Balikpapan, Bandung, Banjarmasin, dan banyak kota lainnya. Juga masih tersedia di bioskop lainnya seperti CGV dan Cinemaxx yang terletak di berbagai kota seperti Bekasi, Yogyakarta, Tangerang, Denpasar, Medan dan lainnya. Daftar lengkap bioskop dapat dilihat di Instagram.com/film_okb.

Meet and greet juga nonton bareng masih berlanjut di beberapa kota. Pada 3 Februari, Derby Romero akan menyambangi Bali dan menyapa penggemar di XXI Park 23 & XXI Level 21 Mall.
Sedangkan di tanggal yang sama, Fatih Unru akan mendatangi fans ‘Orang Kaya Baru’ di Cirebon, tepatnya di CGV Transmart Cirebon dan XXI Grage. Selain itu, tanggal 5 Februari akan ada Hujan Angpao #OrangKayaBaru di Sunter. Catat tanggal mainnya. Di tanggal 2 Februari telah dilakukan Hujan Duit di Bandung dan banyak yang pulang nonton membawa hadiah seperti mesin cuci sampai blender.

Dapatkan kesempatan untuk menonton #OrangKayaBaru gratis. Caranya ikutan seru-seruan bikin #EkspresiOKB segokil mungkin. Caranya berdandan ala orang kaya baru sekreatif mungkin lalu posting di Instagram dengan hashtag #EkspresiOKB. Tag Instagram film_okb dan 1 teman yang mau kamu ajak nonton. Dapatkan infonya di Instagram film_okb buat ikutan
keseruannya.
Tonton film Orang Kaya Baru di bioskop kesayangan anda.

Tahun ini Gundala bangkit kembali. Sejak awal tahun lalu, Joko Anwar sudah mengumumkan penggarapan film Gundala yang beritanya menggegerkan banyak orang. Menariknya, banyak yang tidak tahu bahwa tahun ini juga merupakan ulang tahun ke-50 karakter ciptaan Harya Suraminata (Hasmi) tersebut.

This slideshow requires JavaScript.

Gundala pertama kali muncul dalam komik Gundala Putra Petir (Penerbit: Kentjana Agung, tahun rilis 1969). Gundala lahir di saat maraknya komik silat di pasaran, Hasmi bersama beberapa rekannya malah tampil dengan gaya berbeda, mengadaptasi perkembangan komik asing namun diserap dengan kearifan lokal. Dari sekian banyak tersebut, Gundala berhasil menjadi salah satu yang paling menonjol karena kekuatan cerita, karakter yang mem-bumi dan aksinya yang seru. Gundala pun menjelma menjadi jagoan milik semua orang.
 
Ide Gundala sendiri sebenarnya tak melulu terpengaruh luar, Hasmi sendiri pernah mengisahkan bahwa Gundala terinspirasi dari tokoh legenda Jawa, Ki Ageng Selo, yang mampu menangkap petir dengan tangannya. Sedangkan nama Gundala berasal dari kata dalam bahasa Jawa ‘Gundolo’ yang artinya petir.
 
Sampai akhir hayatnya, komik Gundala berhasil terbit sebanyak 23 judul. Terakhir berjudul “Surat dari Akhirat” yang dirilis pada tahun 1982. Di tahun 1996, sempat ada usaha untuk mengembalikan kejayaan Gundala melalui komik “Patriot”, Gundala tampil bersama Godam, Maza, dan Aquanus. Di bawah naungan Bumilangit Entertainment, komik Gundala kembali muncul di harian Kompas di tahun 2013 diikuti berbagai komik-komik lainnya hingga hari ini dalam bentuk digital maupun cetak. 
 
Di masa kejayaannya, Gundala sempat juga muncul dalam film. Dirilis di tahun 1981, Gundala diperankan oleh Teddy Purba. Kini di masa sekarang Gundala diperankan oleh Abimana Aryasatya. Sentuhan Joko Anwar akan menampilkan Gundala sedikit berbeda dari yang dikenal selama ini. Namun sosok jagoan yang selalu membela masyarakat masih tetap akan menjadi sajian utamanya. Tunggu tanggal tayang filmGundala garapan Screenplay Pictures dan Bumilangit Studios bersama Legacy Pictures.

Jakarta, 28 Oktober 2018 — Rasa penasaran mengenai first look dan siapa aktor utama film Gundala terjawab sudah. Kedua jawaban atas teka-teki tersebut telah diumumkan lewat perhelatan Indonesia Comic Con yang berlangsung di Jakarta Connvention Center (JCC) Senayan, Minggu 28 Oktober 2018.

This slideshow requires JavaScript.

Dalam acara yang turut dihadiri oleh sutradara Joko Anwar itu, first look film Gundala resmi diperlihatkan ke publik. First look berupa video tersebut diawali dengan memperlihatkan percakapan
Sancaka kecil dengan ayahnya. “Karena kalau kita diam saja melihat ketidakadilan di depan mata kita, itu tandanya kita bukan manusia lagi,” demikian penggalan pesan sang ayah kepada Sancaka kecil.
Kemudian scene selanjutnya menampilkan adanya perkelahian yang melibatkan banyak massa, sampai akhirnya kita melihat Sancaka ketika dewasa, dan di penghujung video ditutup dengan munculnya sosok Gundala mengenakan topeng dengan telinga berbentuk sayap sesuai ciri khasnya.

Sementara pemeran utama karakter Sancaka dalam film Gundala, seperti yang sudah muncul dalam first look dipercayakan kepada aktor kenamaan, Abimana Aryasatya. Penampilan fisik dan ilmu beladiri yang dimiliki Abimana dinilai pas untuk memerankan Sancaka alias Gundala yang notabene-nya adalah jagoan Indonesia, pembasmi kejahatan.

Tak hanya Abimana, sejumlah pemain lainnya turut diperkenalkan di Indonesia Comic Con 2018 adalah Muzakki, Tara Basro dan Bront Palarae. Joko Anwar masih belum menjelaskan tentang karakter mereka ber tiga. Nama – nama pemain dan karakter lainnya masih dirahasiakan sampai pengumuman selanjutnya.

Saat ini, belum banyak yang dapat disampaikan Joko Anwar, Abimana dan cast lainnya mengenai Gundala. Namun film aksi jagoan Indonesia ini nantinya akan menceritakan asal mula Gundala, dan bagaimana ia mengemban tanggungjawab menjadi jagoan Indonesia. Di tangan Joko Anwar, Film Gundala dijamin akan menjadi tontonan yang menarik sebab menawarkan karakter ikonik dan jalan cerita relatable yang dikemas secara milenial, terutama untuk menggaet penonton-penonton muda.

Proses shooting film Gundala saat ini masih berlangsung dan akan segera rampung dalam waktu dekat. Rencananya, Gundala akan dirilis di bioskop pada 2019 mendatang. Perilisan first look Gundala dan pengumuman pemeran utama mendapat sambutan positif para pengunjung di Empire Stage Indonesia Comic Con 2018, ditambah dengan banyaknya limited edition merchandise bisa didapatkan di booth Gundala, membuat film Gundala kian dinantikan masyarakat.

Hadirnya Gundala di layar lebar diharapkan dapat membuka jalan bagi ikon-ikon jagoan legendaris Indonesia lainnya untuk hidup dan dinikmati kembali.

About Joko Anwar
Joko Anwar, born January 3, 1976 in Medan, North Sumatera, has been enjoying commercial and critical success as writer and director. The first film that he wrote, Arisan! (2003) won numerous awards at home and abroad and was hailed as a groundbreaking movie in Indonesia. His directorial debut, Janji Joni (Joni’s Promise, 2005) was box office smash comedy and was highly praised by international critics.

His next film, the genre-bending Kala (2007) was named one of the best films of the year by Sight and Sound magazine who cited him as one of the smartest filmmakers in Asia. His third feature, Pintu Terlarang (The Forbidden Door, 2009) won top prize at Puchon International Fantastic Film Festival and internationally acclaimed. His next film, Modus Anomali (2012) broke out into international market and also won praises from critics. His A Copy of My Mind (2015) competed at Venice International Film Festival and Toronto International Film Festival in 2015. His first horror feature, Pengabdi Setan (Satan Slaves) broke record as the highest grossing Indonesian horror film of all time and was the highest grossing Indonesian film in 2017 and was sold to more than 42 countries and won the most awards in Indonesian equivalent of The Oscars. The film also recorded the highest grossing Indonesian film released in other countries including in Malaysia.

Filmography
Arisan! (2003), writer
Janji Joni (Joni’s Promise) (2005), writer/director
Jakarta Undercover (2006), writer
Kala (Deadtime) (2007), writer/ director
Quickie Express (2007), writer
Fiksi (2008), writer
Pintu Terlarang (Forbidden Door) (2009), writer/director
Modus Anomali (2012), writer/ director
A Copy of My Mind (2015), writer/ director
Pengabdi Setan (Satan's Slaves) (2017), writer/director
Awards:
– Piala Citra 2007 (Best Indonesian Screenplay)
– Piala Citra 2008 (Best Screenplay)
– Piala Citra 2015 (Best Director)
– Best Visual Achievement, New York Asian Film Festival 2007
– Best Film, Puchon International Fantastic Film Festival 2012
– Best Director, Terror Molins de rei Film Festival Spain 2012
– Best Director, Silver Awards for Film Craft, Citra Pariwara 2017

Setelah resmi mengumumkan penggarapan film Gundala pada April lalu, kini first look tokoh jagoan legendaris Indonesia itu akan segera dirilis ke publik. Kabar ini tentu cukup menggembirakan, terutama untuk penggemar komik Gundala sebab untuk pertama kalinya mereka akan segera mengetahui bagaimana tampilan perdana film jagoan favorit mereka – setelah 50 tahun menjadi ikon komik legendaris Indonesia.

This slideshow requires JavaScript.

Rumah produksi Screenplay Films, Bumilangit Studios dan Legacy Pictures bakal merilis first look film Gundala di acara Indonesia Comic Con, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Minggu 28 Oktober 2018 pukul 13.00.
Sutradara sekaligus penulis skenario film Gundala, Joko Anwar hadir untuk berbagi informasi seputar film. Tak cuma kehadiran Joko, momen lain yang paling ditunggu tentu saja jawaban atas pertanyaan siapa aktor yang memerankan karakter Sancaka alias Gundala.
Pertanyaan mengenai siapa pemeran Sancaka sudah banyak membuat orang penasaran, terutama sejak Joko Anwar mengumumkan proyek film ke-7nya ini. Saat ini Gundala sudah memasuki tahap akhir shooting dan direncanakan akan tayang pada 2019. Para penggemar pun sudah tak sabar menantikan film Gundala di bioskop.

Joko Anwar dan aktor utama Gundala akan hadir dalam acara panggung Indonesia Comic Con 2018 dan mereka akan bercerita tentang film jagoan Indonesia ini. Film Gundala akan dikemas sebagai re-introduction untuk mengantar penggemar baru dan long time die-hard fans ke film layar lebar. Pegumuman first look dan main actor Gundala di acara Indonesia Comic Con dirasa menjadi momen yang pas. Bagi masyarakat milenial yang ingin tahu lebih banyak mengenai Gundala, bisa lebih mengenal sosoknya di acara Indonesia Comic Con nanti. Sedikit menelisik ke sejarahnya, Gundala lahir dari karya komikus Harya Suraminata, atau Hasmi. Dalam menciptakan tokoh Gundala, Hasmi terinspirasi oleh tokoh legenda Jawa, Ki Ageng Selo Sang Penangkap Petir.
Gundala mengalahkan musuh-musuhnya dengan sejumlah kekuatan istimewa yang bersumber dari petir. Sejak komik pertama kali terbit pada tahun 1969, Gundala langsung menjadi tokoh cerita gambar legendaris Indonesia sejak terbit hingga hari ini. Gundala telah rilis 23 judul hingga tahun 1982. Karakternya yang “merakyat” memberikan kedekatan dan kebanggaan tersendiri bagi para penggemarnya di Indonesia. Selain itu fenomena petir juga tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia sebagai negara tropis dengan curah hujan yang tinggi. Bahkan menurut Geology.com, Indonesia adalah salah satu dari negara di dunia yang memiliki jumlah petir yang terbanyak dan masuk kategori unusual.

Lantas siapakah aktor yang memerankan Gundala? Bagaimana first look dan teaser trailer film Gundala? Semuanya akan tersaji dalam acara Indonesia Comic Con 2018 pada 28 Oktober jam 13.00 mendatang. Yang pasti Indonesia Comic Con 2018 akan menghadirkan banyak kejutan dari film Gundala. Die-hard fans dan penggemar Gundala di era milenial bisa langsung menyaksikan kejutan tersebut. Akan ada banyak limited edition merchandise yang juga bisa didapatkan di booth Gundala. So sempatkan waktu untuk datang ke Indonesia Comic Con 28 Oktober 2018.