Jakarta, Mei 2019 – Film aksi komedi Hit & Run garapan Screenplay Films yang bekerjasama dengan Legacy Pictures dan Bukalapak Pictures, juga Nimpuna Sinema dan CJ Entertainment siap tayang pada 4 Juni 2019. Film ini dibintangi oleh Joe Taslim, Chandra Liow, Tatjana Saphira, Jefri Nichol, dan Caitlin Northlewis. Selain kehadiran para bintang ini, film Hit & Run semakin keren karena orang-orang di balik layarnya. Para pembuat film terbaik tanah air ikut mengerjakan film ini.

Di posisi sutradara, ada nama Ody C. Harahap. Sutradara yang sudah membuat film sejak 15 tahun lalu ini sudah membuat lebih dari 10 film bergenre komedi romantis. Pengalamannya sudah terbukti berhasil mengocok perut pemirsa. Sebelum Hit & Run, ia juga menggarap Orang Kaya Baru yang disukai penonton Indonesia dan mendatangkan lebih dari 1 juta penonton.

Bertandem dengannya, penulis cerita adalah Upi. Sutradara dan penulis ini juga merupakan veteran film Indonesia dan memulai karier sejak tahun 2002. Karyanya juga sudah teruji baik di genre drama, thriller sampai komedi.

Semakin unik karena film Hit & Run merupakan film pertama bagi Joe Taslim di mana ia
menjadi lead actor juga creative producer. Joe yang berperan sebagai Tegar memang tampil total di film ini. Bukan hanya menjadi jagoan aksi laga seperti yang sudah dikenal selama ini, tapi juga berakting kocak. Terlebih sebagai aktor senior di antara anak muda, ia juga menjadi mentor bagi para juniornya.
Untuk membuat film ini berskala epik, tak tanggung tanggung untuk aksi laga film Hit & Run dibantu oleh Timo Tjahjanto untuk mengarahkan aksi dan Uwais Team sebagai koreografer laga. Timo yang telah berkolaborasi dengan Screenplay Films dalam film Headshot, Sebelum Iblis Menjemput dan The Night Comes For Us merupakan salah satu sutradara terbaik kini dalam membuat adegan aksi. Seperti yang terlihat di trailer, Hit & Run akan mempunyai aksi keren, bukan hanya laga antar aktornya, tapi juga kejar-kejaran yang seru. Sedangkan Uwais Team juga sudah berpengalaman menjadi koreografer film laga, bukan hanya lokal tapi juga internasional.

Film ini juga diramaikan oleh atlet Indonesia berprestasi yaitu David Hendrawan, Peter Taslim, dan Simone Julia. David Hendrawan merupakan peraih medali emas wushu di PON 2016.

Sebelumnya David pertama kali diperkenalkan di film Headshot. Lalu ada Peter Taslim, kakak kandung Joe Taslim ini merupakan atlet judo senior yang telah menyumbangkan tiga medali emas di SEA Games 1997 & 2011. Terakhir adalah yang paling gres, Simone Julia atlet jiu-jitsu Indonesia di Asian Games 2018.
Saksikan hasil kerja sama pembuat film terbaik Indonesia di film aksi komedi Hit & Run garapan Screenplay Films yang bekerjasama dengan Legacy Pictures dan Bukalapak Pictures, juga Nimpuna Sinema dan CJ Entertainment yang tayang 4 Juni 2019.

https://Indonesianmotorshow.com

Adisatria kebanggaan Indonesia membangkitkan harapan penonton Indonesia

Jakarta, April 2019 –  Bumilangit Studios, Screenplay Films bekerja sama dengan Legacy Pictures resmi meluncurkan teaser trailer ‘Gundala’ pada 12 April 2019. Video berdurasi satu menit tersebut berhasil menjadi pembicaraan netizen sejak pertama kali dilepas. Pujian membanjiri media sosial. Film ‘Gundala’ yang akan tayang Agustus 2019 ditunggu oleh netizen.

Adisatria kebanggaan Indonesia ini kembali ke layar lebar dengan Joko Anwar sebagai penulis skenario dan sutradara. Abimana Aryasatya menjadi Sancaka dewasa dan Gundala sedangkan Muzakki Ramdhan berperan sebagai Sancaka muda. Selain keduanya, ada juga Tara Basro yang berperan sebagai Wulan dan Bront Palarae sebagai Pengkor. Meramaikan pula Rio Dewanto dan Marissa Anita yang mengemban peran sebagai Bapak dan Ibu Sancaka.

Ribuan komen membanjiri kolom YouTube Video Gundala Official Teaser yang diunggah di kanal YouTube Screenplay Films. Rata-rata merupakan pujian positif. Misalnya akun Andi YangManaLagi menulis, “Semoga Gundala membangkitkan kembali para pahlawan super negeri ini.”, lalu akun Mufid Ansory menulis, “Kelas film Hollywood sih ini. Gila. Buat penonton Indonesia tolong apresiasi datang ke bioskop Agustus nanti.”

Media sosial lainnya pun tak kalah dalam mengomentari. Di Twitter, sesama sineas Timo Tjahjanto mengomentari Gundala Official Teaser, “How great is @jokoanwar ‘s Gundala Teaser…. I peed a little. politic lookin grim , but the future of �� cinema lookin badass.”.

Selain itu ada juga akun kkataalyst yang mengapresiasi produksi ‘Gundala’, “This was some hollywood tier  inemathography, excited to see this film, oh also good music choice for teaser trailer.”

Instagram pun diramaikan komentar Gundala Official Teaser. Akun rickymaartino memberikan pujian di kolom komentar Instagram Joko Anwar, “Salah satu sutradara yang lebih mementingkan kualitas ketimbang kuantitas.” Para aktor juga turut mendukung film ‘Gundala’.

Vino G. Bastian menyampaikan pesannya di kolom komentar Instagram Abimana Aryasatya, “SUMPAH BAGUS BANGET MAS ABI!!!”, begitu pun Dian Sastrowardoyo yang bersorak, “Keren Abissss”.

Secara mengejutkan, Gundala Official Teaser juga mendapatkan banyak komentar dari mancanegara yang ikut memuji dan jadi ingin menonton. Salah seorang YouTuber asal Malaysia Pure Pixels membuat video reaction beberapa jam setelah video teaser tayang. “I was not expecting the ending”, katanya bersorak setelah melihat Gundala di bagian akhir video teaser.

Video tersebut lalu mendapat banyak komentar bagus. Akun foureyes menanggapi, “Sumpah cinematography dalam trailer nie nampak cantik, Goodluck Indonesia!”.
Bukan hanya pujian, fans lama komik ‘Gundala’ juga menghargai banyaknya ‘kode’ yang terlihat di Gundala Official Teaser. Paling banyak dibicarakan adalah kemunculan Awang (yang dikenal sebagai Godam), lalu lagu Skeeter Davis “The End of The World” yang khusus dinyanyikan dan diaransemen ulang The Spouse (Tony Setiaji dan Aimee Saras).

Berbagai spekulasi juga muncul di berbagai cuitan netizen. Kesemuanya karena tak sabar menanti perilisan film ‘Gundala’.
Kalau orang lain tidak mau memperjuangkan keadilan, bukan berarti kita harus begitu juga kan, Gundala, jagoan Indonesia ciptaan HASMI yang dicintai banyak penggemarnya sejak terbit tahun 1969 dalam bentuk komik, hadir di layar lebar di Agustus 2019. Karena negeri ini butuh patriot.

Tentang Bumilangit
Berdiri tahun 2003, Bumilangit merupakan tonggak awal dimulainya sebuah ikhtiar untuk membangkitkan kembali budaya penceritaan komik bertema kepahlawanan di Indonesia.

Bumilangit adalah sebuah keluarga bagi banyak seniman pencipta dari generasi awal hingga kini, juga bagi para penggemar setia yang selalu menghargai karya-karya seniman.
Kini Bumilangit menjadi sebuah perusahaan hiburan berbasis karakter terdepan di Indonesia yang mengelola pustaka karakter terbanyak, lebih dari 1,100 karakter-karakter komik yang telah diterbitkan selama enam puluh tahun terakhir. Kekuatan dari karakter-karakter ini tidak hanya berdasarkan popularitas semata, tetapi melainkan pada kekayaan cerita komik dari setiap karakter.

Tentang Screenplay Films
Screenplay Films adalah perusahaan produksi inovatif yang telah memproduksi film Indonesia dari berbagai genre. Screenplay Films selalu memproduksi film-film Indonesia yang berkualitas dan bertujuan untuk mengangkat konten lokal dan menjadikannya materi yang dapat dipasarkan secara internasional.

Dikenal melalui genre romansa remaja, aksi, dan horor. Screenplay Films yang sudah merilis film-film seperti ‘Sebelum Iblis Menjemput’, ‘The Night Comes For Us’ dan tahun ini ‘Orang Kaya Baru’. Ke depannya Screenplay Films masih terus memproduksi film-film Indonesia dari beragam genre.

Jakarta, 16 November 2018 — Nama Timo Tjahjanto sebagai sutradara kian diperhitungkan di kancah perfilman internasional. Dua film terakhir yang disutradarai Timo yakni The Night Comes For Us dan Sebelum Iblis Menjemput atau May The Devil Take You mendapat apresiasi luar biasa baik dalam negeri bahkan dunia. Kedua film ini pun telah dirilis di platform streaming
terbesar dunia, Netflix dan sukses mencuri perhatian internasional.

This slideshow requires JavaScript.

Baru-baru ini situs film ternama, Decider.com memuat berita mengenai Timo dengan judul With ‘May the Devil Take You,’ Timo Tjahjanto Is the Hottest Genre Director on Netflix. Menurut isi berita situs ini, Timo Tjahjanto dinilai sebagai sutradara paling diminati di film-film bergenre action dan horror. (https://decider.com/2018/11/15/may-the-devil-take-you-director-timo- tjanjanto/)

Dalam situs film lainnya, Bloody-disgusting.com, Timo Tjahjanto dianggap selevel dengan film-maker ternama Hollywood, Sam Raimi, sutradara serial horor Evil Dead. Sam Raimi-esque
‘May the Devil Take You’ Just Hit Netflix, demikian judul berita yang dibuat oleh Bloody-disgusting.com.(https://bloody-disgusting.com/home-video/3533734/sam-raimi-esque-may devil-take-just-hit-netflix/)

Sebelum dirilis perdana di Netflix, film May The Devil Take You sudah lebih dulu mendapat pujian di festival-festival film kelas dunia diantaranya L’Etrange Festival Paris, US Fantastic Festival, BFI London Film Festival. Film yang dibintangi Chelsea Islan dan Pevita Pearce ini juga telah memenangkan penghargaan sebagai film terbaik dalam kategori Midnight XTreme di SITGES Film Festival of Catalonia 2018.

Menilik sebulan sebelumnya, tayang lebih dahulu Film The Night Comes For Us. Film ini yang merupakan film original Netflix pertama dari Indonesia. Rilis perdana pada 19 Oktober, film yang dibintangi Joe Taslim dan Iko Uwais ini mendapat score 86% dari kritikus film di laman Rotten Tomatoes, dan memperoleh rating 4.3 dari total 5 oleh 505 reviewers.

Kepiawaian Timo menggabungkan skenario. action, drama dan slasher dengan sinematografi apik sepanjang film The Night Comes For Us sampai-sampai menyita perhatian kreator film
Deadpool, Robert Liefield. Ia mengungkapkan kekagumannya atas karya Timo, tak segan-segan dia menyarankan Timo agar menjadi sutradara film Deadpool 3. Liefield menilai masa depan film-film bergenre action ada di tangan Timo Tjahjanto.
Indonesia patut berbangga memiliki Timo Tjahjanto, sosok sutradara dengan track record yang diisi dengan banyaknya prestasi dan apresiasi atas film-film yang digarapnya. Timo kini menjadi sutradara yang digandrungi di dunia internasional, akan menjadi menarik dan patut ditunggu karya-karya Timo Tjahjanto selanjutnya.

Jakarta, Oktober 2018 – Spekulasi mengenai penggarapan film Si Buta dari Gua Hantu sejak Agustus tahun lalu akhirnya terjawab sudah. Rumah produksi Screenplay Films bersama Bumilangit Studios secara resmi mengumumkan akan mengangkat tokoh legendaris Indonesia itu ke layar lebar dengan judul Si Buta dari Gua Hantu. Dalam proses pembuatan filmnya, Screenplay Films dan Bumilangit Studios menunjuk Timo Tjahjanto sebagai sutradara dan penulis skenario film Si Buta dari Gua Hantu

This slideshow requires JavaScript.

Menilik sejarahnya, Si Buta dari Gua Hantu merupakan mahakarya dari salah satu maestro cerita bergambar Indonesia, Ganes Thiar Santosa. Walaupun komikus yang lebih dikenal dengan nama Ganes TH ini sudah banyak mengeluarkan karya lainnya, namun komik ini menjadi pelopor komik silat Indonesia. Sejak pertama kali terbit pada tahun 1967, Si Buta dari Gua Hantu menimbulkan demam silat khas nusantara dan menginspirasi banyak komikus untuk berkiprah di genre ini. Si Buta dari Gua Hantu juga menjadi salah satu intellectual property karya anak bangsa yang paling banyak diadaptasi ke dalam media layar kaca dan layar lebar.

Setelah hadir dalam 21 judul komik, 7 judul film layar lebar, dan 2 judul sinetron, kini Si Buta dari Gua Hantu akan kembali ke layar lebar lewat tangan dingin Timo Tjahjanto. Dalam versi kali ini, skenario Si Buta dari Gua Hantu akan ditulis ulang dan dikemas secara modern, naskah inilah yang kemudian dipakai Timo di film ini. Nantinya Film Si Buta dari Gua hantu akan berpusat pada dua karakter utama yaitu Barda alias nama asli dari Si Buta dan Mata Malaikat, yang tak lain adalah musuh Barda.

“Nantinya film ini akan menjadi menjadi character origin of Barda. Begitu juga dengan Mata Malaikat, seorang villain yang kharismatik dan dia adalah pendekar legendaris. Kita membuat dua origin stories meskipun fokus pada karakter Barda,” kata Timo Tjahjanto.
“Kita akan menceritakan unsur penting dan menyentuh dimana Barda masih punya rasa kemanusiaan, ia bersahabat dengan Kliwon, monyetnya. Lalu Tongkat Barda yang terbuat dari batu granit bisa menjadi sangat kuat, lalu mengapa sampai Barda memakai baju ular. Meskipun ini film fantasi, tapi akan ada logika-logika yang kita gali,” lanjut Timo sedikit membocorkan filmnya.

Timo mengungkapkan , dalam pembuatan naskah film Si Buta dari Gua Hantu, ia meperbaharui visi dari Ganes TH untuk dibuat relatable dengan masa kini. Sebagai re-introduction kepada generasi sekarang, format komik digital di platform Facebook sudah dirilis oleh Bumilangit Comic Media dengan gambar dan cerita yang didasari oleh karya-karya sebelumnya. Komik karya penulis Oyasujiwo dan komikus Iwan Nazif ini bertujuan untuk mengantar penggemar baru dan long time die-hard fans ke film layar lebar, dan memperoleh penghargaan Comic of The Year di ajang Popcon Award 2018.

Sementara nama-nama aktor dan aktris yang terlibat dalam film Si Buta dari Gua Hantu masih dalam tahap seleksi dan masih dirahasiakan, film Si Buta dari Gua Hantu akan mengangkat tema utama PENDEKAR NUSANTARA. Proses pra produksi tengah berlangsung, shooting film ditargetkan untuk dapat dimulai pada bulan Maret 2019.

Penunjukkan Timo Tjahjanto di kursi sutradara tentu bukan tanpa alasan, ia memiliki sederet prestasi luar biasa di balik layar. Bersama Screenplay Films, sepak terjang Timo pun sangat gemilang. Pria berusia 38 tahun itu sukses menggarap Headshot (2016) dan Sebelum Iblis Menjemput (2018). Kedua film ini mendapatkan apresiasi di berbagai festival-festival film bergengsi dunia. Headshot mendapatkan penghargaan Grand Prix Nouveau Genre Award, kategori International Feature Film Competition di L’Étrange Film Festival Prancis 2016 sementara Sebelum Iblis Menjemput menyabet penghargaan sebagai film terbaik dalam kategori Midnight Xtreme di Festival Film Sitges Spanyol 2018. Teranyar, Timo sukses menjadi sutradara film original Netflix pertama dari Indonesia yakni The Night Comes For Us, film ini menjadi perbincangan positif di dunia perfilman melalui social media.

Timo Tjahjanto merupakan penggemar dan pembaca komik Si Buta dari Gua Hantu dan ia dipercaya men-direct film ini. Si Buta dari Gua Hantu menjadi karakter legendaris kedua dari Screenplay Films dan Bumilangit Studios yang diangkat ke layar lebar, setelah Gundala yang akan disutradarai Joko Anwar. Si Buta dari Gua Hantu mengawali kolaborasi Screenplay Films dan Bumilangit Studios dalam mengangkat kembali genre fantasy martial arts dalam genre pendekar.

MEDIA RILIS
SCREENPLAY FILMS
Screenplay Films adalah perusahaan produksi yang inovatif dan terus berkembang untuk menghasilkan film – film dengan berbagai genre. Sebagai bagian dari perusahaan Screenplay Productions yang telah lebih dahulu dikenal, Screenplay Films telah bekerja sama dengan aktor dan aktris, serta sutradara dan tim kreatif ternama di Indonesia, dalam memenuhi komitmennya menghadirkan film berkulitas yang dapat dinikmati oleh pecinta film Indonesia. Film perdana Screenplay Films, Magic Hour (2015) langsung mendapatkan posisi box office, kesuksesan yang sama diikuti film lainnya dengan genre yang bervariasi yaitu London Love Story (2016), I Love You From 38,000 FT (2016),Headshot (2016), Jailangkung(2017),

Sebelum Iblis Menjemput (2018), dan The Night Comes for Us (2018). Berdasarkan pencapaian tersebut, Screenplay Films terus meningkatkan produksinya berkolaborasi secara efektif dengan jaringan global untuk merilis film – film dan didistribusikan ke seluruh dunia.

BUMILANGIT STUDIOS MEDIA
Berdiri tahun 2003, Bumilangit Entertainment Corpora merupakan tonggak awal dimulainya sebuah ikhtiar untuk membangkitkan kembali budaya penceritaan komik bertema kepahlawanan di Indonesia. Saat ini Bumilangit menjadi sebuah perusahaan hiburan berbasis karakter terdepan di Indonesia yang mengelola pustaka karakter terbanyak, dengan lebih dari 1.100 karakter komik yang telah diterbitkan selama enam puluh tahun terakhir. Bumilangit Studios Media sebagai bagian dari keluarga besar Bumilangit memproduksi film animasi, film layar lebar, dan serial televisi berdasarkan pada kekayaan dan kedalaman cerita komik dari setiap karakternya.

Tentang Timo Tjahjanto
Timo Tjahjanto merupakan sutradara ternama di Indonesia. Bersama Kimo Stamboel, mereka dikenal dengan julukan ‘Mo Brothers”, Timo merupakan sutradara yang dikenal melalui karya-karyanya di genre horror. Film yang digarapnya kerap sukses dan memenangkan berbagai penghargaan.
Filmography:
– Takut: Faces of Fear (2008) – Segmen "Dara"
– Rumah Dara (2010)
– One Good Thing (2012)
– V/H/S/2 (2013) – Segmen "Safe Haven"
– Killers (2013)
– Headshot (2016)
– Sebelum Iblis Menjemput (May The Devil Take You, 2018)
– The Night Comes for Us (2018)
Awards:
– Nominasi Gold Hugo (Chicago International Film Festival, 2012)
– Nominasi Jury Prize (Molins de Rei Horror Film Festival, 2013)
– Nominasi Grand Prize of European Fantasy Film in Silver (Sitges – Catalonian International Film
Festival, 2013)
– Nominasi Audience Award (SXSW Film Festival, 2013)
– Nominasi Best of Puchon (Puchon International Fantastic Film Festival, 2009)
– Nominasi Best Director Citra Award 2016
– Honorable Mention di Fantaspoa International Fantastic Film Festival (2015) – with Kimo
Stamboel
– Grand Prix Nouveau, L’Etrange Film Festival Perancis 2016
– Midnight Xtreme Sitges Film Festival Spanyol 2018