TaniHub Group Berikan Solusi Akses ke Pasar untuk Mitra Petani di Bali

by -2 views
Contoh hasil panen buah stroberi dari lahan Ibu Yuliati

TaniHub melakukan temu langsung dengan mitra petaninya di Bali setelah membuka          cabang/gudang baru di Pulau Dewata.
– Salah satu mitra petani TaniHub adalah Ibu Yuliati, yang menanam stroberi bawang dan    lobak di Desa Pancasari, Bedugul, Bali, yang sukses mengembangkan usaha taninya          bersama TaniHub.
– Penghasilan Ibu Yuliati meningkat sejak bermitra dengan TaniHub
– Ibu Yuliati memperkuat perannya sebagai koordinator para petani di lingkungan tempat      tinggalnya untuk terlibat dalam memenuhi kebutuhan pasar terhadap komoditas yang        beragam.

Bedugul, Januari 2020 – Setelah memantapkan ekspansinya di Bali dengan hadirnya cabang/gudang baru di Pulau Dewata, TaniHub Group berinteraksi secara intens dengan para petani dan menyerap hasil panen mereka.

This slideshow requires JavaScript.

Ibu Yuliati adalah salah satu petani tersebut. Ia berasal dari Bedugul, sebuah kawasan pegunungan di Bali yang terkenal dengan Danau Beratan dan Pura Ulun Danu, pura air terbesar di Pulau Dewata. Tempat tinggal dan lahan pertanian yang digarap Ibu Yuliati terletak di Desa Pancasari, persis di sekitar Danau Buyan, yang merupakan “saudara kembar” dari Danau Beratan.

Di Desa Pancasari yang terletak di Kecamatan Sukasada inilah Ibu Yuliati menanam berbagai jenis buah dan sayur, di antaranya stroberi, bawang, dan lobak. Desa yang terletak pada ketinggian 850 meter di atas permukaan air laut ini memang terkenal sebagai penghasil stroberi karena cuacanya yang sejuk, sangat cocok untuk jenis tanaman tersebut.

Sebelum bergabung menjadi mitra penyuplai TaniHub, Ibu Yuliati tidak mendapatkan kepastian atas pembelian hasil taninya secara rutin dan pembayarannya tidak menentu.

Setelah bermitra dengan TaniHub, Ibu Yuliati mendapat jaminan akses pasar dan harga yang wajar (fair). Terlebih lagi, dengan TaniHub, Ibu Yuliati mendapat kepastian pembayaran yang hanya berkisar tiga sampai tujuh hari. Manfaat dari pembayaran yang lebih cepat tersebut adalah cashflow yang lebih baik untuknya, sehingga Ibu Yuliati dapat memutar uangnya lebih cepat pula untuk mengembangkan usaha taninya.

Dengan produktivitas yang meningkat, Ibu Yuliati pun mampu mengordinir petani-petani di lingkungan tempat tinggalnya untuk terlibat dalam memenuhi kebutuhan akan komoditas yang beragam dari Bedugul.

Kisah kesuksesan Ibu Yuliati merupakan pengejawantahan dari salah satu pilar TaniHub, yaitu menciptakan dampak sosial (social impact), yang diukur dengan peningkatan kesejahteraan para petani di daerah di mana perusahaan ini menapakkan kakinya.

“Dengan membuka akses ke pasar untuk petani, kami memastikan seluruh hasil panen dapat terserap dan tidak ada lagi petani yang sengaja membuang panen mereka karena tidak tahu harus menjual ke mana, ataupun tidak mendapatkan harga yang wajar. Kami juga terus memastikan hasil panen yang kami dapatkan dari petani adalah yang terbaik untuk pelanggan kami,” ujar Direktur TaniSupply Sariyo.

Secara khusus, dampak sosial yang diciptakan TaniHub Group di Bali diharapkan sejalan dengan konsep “Ajeg Bali”, yaitu keberlanjutan sumber daya alam, sosial-budaya, dan pemberian manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal. Perusahaan rintisan (startup) ini berharap pertumbuhan ekonomi daerah dapat sejalan dengan berkembangnya pertanian lokal, sehingga tingkat kesejahteraan meningkat di segala lini.

TaniHub Group meyakini bahwa sektor pertanian sebagai penyumbang terbesar kedua terhadap perekonomian Indonesia harus didukung oleh segenap masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk pelaku industri. Dalam hal ini, munculnya TaniHub Group didorong oleh cita-cita mendukung petani Indonesia dengan memberikan mereka akses ke pasar (access to market) dan akses ke pendanaan (access to finance).

Dengan visi ‘Agriculture for Everyone’, TaniHub Group memiliki mimpi agar petani lokal dapat menikmati kesejahteraan yang lebih baik, serta seluruh masyarakat di negeri ini semakin peduli dan mencintai dengan masa depan pertanian Indonesia.

***

Sekilas tentang TaniHub Group

TaniHub, TaniFund, dan TaniSupply bernaung di bawah agritech startup TaniHub Group dengan visi ‘Agriculture for Everyone’, yang diwujudkan dengan mempercepat dampak positif dalam sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi informasi. Agriculture (Pertanian), Technology (Teknologi), dan Social Impact (Dampak Sosial) adalah tiga pilar utama perusahaan dalam menciptakan ekosistem untuk menata ulang sektor pertanian di Indonesia.

TaniHub adalah e-commerce platform B2B (business-to-business) dan B2C (business-to-consumer) untuk hasil tani, bertujuan untuk menghubungkan petani dengan berbagai jenis usaha serta end-user. TaniHub didirikan pada pertengahan 2016 oleh sekelompok anak muda yang berkeinginan kuat untuk mendukung petani yang menghadapi kesulitan dalam memasarkan hasil panen mereka.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya TaniHub, para pendiri kemudian melihat bahwa petani tidak hanya membutuhkan akses terhadap pasar, tetapi juga akses terhadap kebutuhan finansial. Maka pada 2017, platform crowdfunding TaniFund pun didirikan sebagai solusi permasalahan pendanaan yang dihadapi petani. Dua tahun kemudian, 2019, TaniSupply terlahir untuk mengatasi permasalahan supply chain.

Dengan ketiga unit tersebut, TaniHub Group berharap dapat mewujudkan cita-cita ketahanan dan kecukupan pangan di Indonesia.

Leave a Reply